Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agribis

DETERMINASI KEPUTUSAN PETANI IKAN DALAM KEMITRAAN AGRIBISNIS DENGAN UD. MAJU BERSAMA DI DESA SUKA NEGERI KECAMATAN AIR NIPIS KABUPATEN BENGKULU SELATAN : Determinants of Fish Farmers’ Decision-Making in Agribusiness Partnership With UD. Maju Bersama in Suka Negeri Village Air Nipis District South Bengkulu Regency Wiraguna, Depri; Fari, Herri Fariadi; Andriani, Evi
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9848

Abstract

Desa Suka Negeri, termasuk salah satu wilayah penghasil perikanan terbesar di Kabupaten Bengkulu Selatan. Sebagian petani ikan menjalin kemitraan dengan UD. Maju Bersama, yang menyediakan modal usaha, benih, peralatan, dan bahan budidaya ikan nila, sekaligus menampung hasil panen mereka. Berbagai faktor kemudian memengaruhi keputusan para petani untuk bermitra dengan UD. Maju Bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keputusan petani ikan dalam kemitraan agribisnis serta menganalisis faktor-faktor yang menentukan keputusan mereka untuk bekerja sama dengan UD. Maju Bersama dalam usaha pembesaran ikan nila di Desa Suka Negeri, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keputusan petani ikan dalam kemitraan agribisnis berada pada kategori tinggi, dengan skor 35,63. Faktor-faktor yang secara signifikan memengaruhi keputusan petani untuk bermitra meliputi harga jual ikan (X₁), harga pakan (X₂), akses terhadap kredit (X₃), dan tingkat kepercayaan (X₅). Sementara itu, akses terhadap benih (X₄) tidak memiliki pengaruh signifikan, yang menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas tersebut bukanlah pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan kemitraan. Kata kunci: kemitraan agribisnis, keputusan petani ikan
RESPON EKONOMI DAN STRATEGI COPING NELAYAN TANGKAP DALAM MENGHADAPI FLUKTUASI HARGA IKAN LAUT DI DESA PADANG BAKUNG KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS KABUPATEN SELUMA: Economic Responses and Coping Strategies of Capture Fishermen in Facing Marine Fish Price Fluctuations in Padang Bakung Village, Semidang Alas Maras Subdistrict, Seluma Regency Dandy, Dandy Anugrah Pramana; Fariadi, Herri; Andriani, Evi
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9851

Abstract

Data statistik harga ikan laut di Kabupaten Seluma menunjukkan adanya fluktuasi harga tahunan yang dipengaruhi oleh musim penangkapan, kondisi cuaca, tingginya biaya operasional melaut, serta dinamika permintaan dan penawaran di pasar lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon ekonomi utama yang dirasakan nelayan tangkap akibat fluktuasi harga ikan laut serta mengkaji strategi coping yang diterapkan dalam menghadapinya di Desa Padang Bakung Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan tiga kategori penilaian, yaitu tidak, iya, dan tidak relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga ikan laut memunculkan respon ekonomi berupa tingginya ketergantungan pada tengkulak dan pengepul (96,77%), penurunan daya beli nelayan (95,16%), kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga (87,10%), ketidakstabilan pendapatan (72,58%), penurunan motivasi dan aktivitas melaut (62,90%), tekanan psikologis (58,06%), serta konflik antar nelayan yang relatif rendah (11,29%). Strategi coping yang dilakukan nelayan tangkap meliputi pengaturan pengeluaran rumah tangga (83,87%), keterlibatan istri dalam pengelolaan ekonomi keluarga (80,65%), peminjaman dana kepada tengkulak, koperasi, atau kerabat (77,42%), diversifikasi pekerjaan (72,58%), pengurangan frekuensi melaut (53,23%), gotong royong antar nelayan (45,16%), pemasaran ke luar daerah (33,87%), dan penyimpanan sementara hasil tangkapan melalui pendinginan atau penjemuran (27,42%).