Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah SOSIO AGRIBIS

FAKTOR PENENTU PERSEPSI PETANI TERHADAP KEBERADAAN PT. AGRA SAWITINDO DI DESA UJUNG KARANG KECAMATAN KARANG TINGGI KABUPATEN BENGKULU TENGAH : Factors Determining Farmers' Perception Towards the Existence of PT. Agra Sawitindo in Ujung Karang Village, Karang Tinggi District Central Bengkulu Regency Hartanto, Roy; Lubis, Herri Fariadi; Andriani, Evi
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254568

Abstract

Petani memiliki berbagai persepsi tentang keberadaan PT. Agra Sawitindo karena ada banyak alasan, berbagai perspektif, dan berbagai faktor yang berkontribusi pada keberadaan PT. Agra Sawitindo. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi petani terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit PT. Agra Sawitindo dan menganalisis faktor-faktor apa yang menjadi penentu persepsi petani terhadap keberadaan PT. Agra Sawitindo di Desa Ujung Karang Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah. Analisis deskriptif kuantitatif dan pengolahan data kuantatif digunakan; dalam hal ini, data kuisioner diolah menggunakan analisis Rank Spearman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa persepsi petani terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitindo) secara keseluruhan memiliki tanggapan cendrung netral, yaitu 54,10%. Tiga kategori persepsi petani ini memberikan hasil persentase tertinggi, yaitu 44,26% untuk aspek lingkungan dan 54,10% untuk aspek ekonomi. Sementara faktor penentu persepsi petani terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit (PT. Agra Sawitindo) adalah pendapatan dan jarak tempat tinggal, faktor penentu umur, pendidikan, dan kosmopolitan tidak ada hubungannya, 45,90% dari petani, atau 28 petani, menganggap aspek sosial sebagai hal yang buruk. Kata kunci: Kelapa Sawit, Persepsi, Perkebunan, Keberadaan PT. Agra Sawitindo. Farmers have different perceptions about the existence of PT. Agra Sawitindo because there are many reasons, different perspectives, and various factors that contribute to the existence of PT. Agra Sawitindo. The purpose of this study was to analyze farmers' perceptions of the existence of PT. Agra Sawitindo's oil palm plantations and to analyze what factors determine farmers' perceptions of the existence of PT. Agra Sawitindo in Ujung Karang Village, Karang Tinggi District, Central Bengkulu Regency. Both quantitative descriptive analysis and quantitative data processing were applied; in this instance, Spearman Rank analysis was employed to process the questionnaire data. The study's findings showed that 54.10% of farmers had a neutral opinion toward the existence of oil palm plantations (PT. Agra Sawitindo) overall. The highest percentage results were obtained from these three areas of farmers' perceptions: 44.26% for the environmental component and 54.10% for the economic element. Although income and distance from home are the determining factors of farmers' perceptions of oil palm plantations (PT. Agra Sawitindo), age, education, and cosmopolitanism are unrelated. However, 45.90% of farmers, or 28 farmers, view the social aspect negatively. Keywords: Palm Oil, Perception, Plantation, Existence of PT. Agra Sawitindo.
RISIKO USAHATANI PADI PADA LAHAN PASANG SURUT TIPE LUAPAN B DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENERIMAAN PETANI PESISIR DI DESA PADANG BARU KECAMATAN KAUR TENGAH KABUPATEN KAUR Edi, Syahrial; Fariadi, Herri; Andriani, Evi
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254934

Abstract

Sektor pertanian menghadapi banyak ancaman, termasuk perubahan iklim, bencana alam, fluktuasi harga dan produktivitas, serta kekurangan infrastruktur dan akses pasar. Semua hal ini mengancam pendapatan petani dan menghambat peran strategis pertanian dalam mengurangi kemiskinan pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko usahatani padi sawah pasang surut tipe luapan B dan untuk menganalisis dampak risiko pada penerimaan usahatani padi sawah di Desa Padang Baru, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan skor dan analisis penerimaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi sawah pasang surut air laut tipe luapan B di Desa Padang Baru Kecamatan Kaur Tengah Kabupaten Kaur menghadapi risiko produksi dengan kategori risiko tinggi, dengan skor rata-rata 4,23. Risiko kerusakan tanaman padi yang menyebabkan kematian adalah 4,45 dengan kategori risiko tinggi, banyaknya hama dan penyakit adalah 4,36 dengan kategori risiko tinggi, dan rendahnya produksi adalah 3,86 dengan kategori risiko tinggi. Di Desa Padang Baru, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, usaha tani padi sawah menerima rata-rata Rp 13.538.636,36 per ha sebagai dampak risiko lahan pasang surut tipe luapan B.
ALOKASI WAKTU KERJA PETANI PADI SAWAH DALAM POLA NAFKAH GANDA PADA USAHA PEMBESARAN IKAN AIR TAWAR DI KECAMATAN PADANG JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA: Working Time Allocation of Rice Paddy Farmers in Dual Livelihood Pattern on Freshwater Fish Raising Business in Padang Jaya Sub-District North Bengkulu Regency Novalia, Lusi; Fariadi, Herri; Andriani, Evi
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254935

Abstract

Penelitian ini menganalisis alokasi waktu dan faktor-faktor yang mempengaruhi petani padi yang menerapkan strategi pendapatan ganda dengan mengintegrasikan budidaya ikan air tawar di Kecamatan Padang Jaya, daerah Minapolitan di Kabupaten Bengkulu Utara. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, penelitian ini bertujuan untuk menilai distribusi waktu kerja antara kedua aktivitas tersebut dan mengidentifikasi faktor penentu alokasi tenaga kerja untuk perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani menghabiskan rata-rata 119 jam per bulan untuk pertanian padi dan 151 jam untuk budidaya ikan. Faktor-faktor kunci yang secara signifikan mempengaruhi alokasi waktu kerja untuk budidaya ikan air tawar adalah motivasi budidaya ikan, persepsi profitabilitas pertanian padi, dan usia petani. Sebaliknya, tingkat pendidikan formal dan jumlah tanggungan ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menyoroti kelayakan sistem agrikultur-akuakultur terintegrasi dan menggarisbawahi pentingnya motivasi intrinsik dan persepsi ekonomi dalam strategi diversifikasi tenaga kerja di daerah Minapolitan. Kata kunci: Alokasi Waktu Kerja, Pembesaran Ikan Air Tawar, Pola Nafkah Ganda. This study analyzes the time allocation and influencing factors for rice farmers who adopt a dual-income strategy by integrating freshwater fish farming in Padang Jaya District, a Minapolitan area in North Bengkulu Regency. Using a quantitative approach with multiple linear regression analysis, the research aimed to assess working time distribution between the two activities and identify determinants of labor allocation to fisheries. Results indicate that farmers spend an average of 119 hours monthly on rice farming and 151 hours on fish farming. Key factors significantly influencing the allocation of working time to freshwater fish farming are motivation for fish farming, perceptions of rice farming profitability, and farmer age. In contrast, formal education level and the number of dependents were found to have no significant effect. The findings highlight the viability of integrated agri-aquaculture systems and underscore the importance of intrinsic motivation and economic perceptions in labor diversification strategies within Minapolitan zones. Keywords: Work Time Allocation, Freshwater Fish Farming, Dual Livelihood Pattern.