Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

RESPON EKONOMI DAN STRATEGI COPING NELAYAN TANGKAP DALAM MENGHADAPI FLUKTUASI HARGA IKAN LAUT DI DESA PADANG BAKUNG KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS KABUPATEN SELUMA: Economic Responses and Coping Strategies of Capture Fishermen in Facing Marine Fish Price Fluctuations in Padang Bakung Village, Semidang Alas Maras Subdistrict, Seluma Regency Dandy, Dandy Anugrah Pramana; Fariadi, Herri; Andriani, Evi
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9851

Abstract

Data statistik harga ikan laut di Kabupaten Seluma menunjukkan adanya fluktuasi harga tahunan yang dipengaruhi oleh musim penangkapan, kondisi cuaca, tingginya biaya operasional melaut, serta dinamika permintaan dan penawaran di pasar lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon ekonomi utama yang dirasakan nelayan tangkap akibat fluktuasi harga ikan laut serta mengkaji strategi coping yang diterapkan dalam menghadapinya di Desa Padang Bakung Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan tiga kategori penilaian, yaitu tidak, iya, dan tidak relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga ikan laut memunculkan respon ekonomi berupa tingginya ketergantungan pada tengkulak dan pengepul (96,77%), penurunan daya beli nelayan (95,16%), kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga (87,10%), ketidakstabilan pendapatan (72,58%), penurunan motivasi dan aktivitas melaut (62,90%), tekanan psikologis (58,06%), serta konflik antar nelayan yang relatif rendah (11,29%). Strategi coping yang dilakukan nelayan tangkap meliputi pengaturan pengeluaran rumah tangga (83,87%), keterlibatan istri dalam pengelolaan ekonomi keluarga (80,65%), peminjaman dana kepada tengkulak, koperasi, atau kerabat (77,42%), diversifikasi pekerjaan (72,58%), pengurangan frekuensi melaut (53,23%), gotong royong antar nelayan (45,16%), pemasaran ke luar daerah (33,87%), dan penyimpanan sementara hasil tangkapan melalui pendinginan atau penjemuran (27,42%).
Differences in knowledge and attitudes of bride to be women before and after receiving health education about preconception nutrition through a WhatsApp group Andriani, Evi; Sulistiawati, Rini; Utami, Rahayu Budi; Argaheni, Niken Bayu
ELECTRON (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 3 (2024): ELECTRON (Journal of Science and Technology)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/electron.v6i3.659

Abstract

Preconception health, particularly nutritional status, is a crucial factor in pregnancy preparation and is closely associated with maternal and neonatal outcomes. In West Kalimantan, the proportion of pregnant women at risk of Chronic Energy Deficiency (CED) reached 14.0% in 2017. Additionally, the prevalence of Low Birth Weight (LBW) increased from 3.20% in 2016 to 3.62% in 2017. This study aimed to determine differences in knowledge and attitudes of prospective brides before and after receiving health education on preconception nutrition delivered through a WhatsApp group in the West Pontianak Office of Religious Affairs (KUA) area. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. A total of 41 respondents were selected using consecutive sampling. Primary data were collected using a structured questionnaire. The results showed a significant improvement in both knowledge and attitudes of prospective brides after the health education intervention, with a p-value < 0.05 (p = 0.000). In conclusion, health education delivered through WhatsApp groups is effective in improving knowledge and attitudes regarding preconception nutrition among prospective brides.