Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pegendalian Risiko di Workshop PT. Mitra Mekongga Sejahtera Kecamatan, Pomala Kabupaten, Kolaka Sulawesi Tenggara Sari, Monica Puspita; Pratiwi, Arum Dian; G, Fifi Nirmala
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13489

Abstract

ABSTRACT Work systems or processes, use of machines, tools and materials, which originate from the limitations of the work itself, unhealthy living habits, unsafe or unsafe work behavior, poor work environment, unergonomic working conditions, work organization, and a work culture that does not support occupational safety and health are some examples of potential risks and dangers in the workplace. A company called PT. MMS operates in the mining industry as well as other spirit services (construction) in the workshop domain. Workshop areas present various risks associated with work activities. For example, there is the possibility of being splashed with hot oil when opening and closing the oil drain plug, getting oil on your hands, and crushing the dump truck body when changing tires and adding air. This research is a qualitative descriptive study. The aim of this research is to detect, emit and manage risks in workshops.PT. MMS District, Pomalaa Kolaka Regency, 2023. The informant selection process is divided into two categories, namely ordinary informants and key informants. The first are employees, especially those who work at PT. MMS Workshop in the workshop division, while the last one is the Head Mechanic and HSE Manager. A 5x5 risk matrix is used to carry out risk level analysis. The results of the research show that from 15 work activities, there are 128 risks with a risk level (H) of 97 hazards, medium risk (M) of 15 hazards, and low risk (L) of 16 hazards. The conclusion of this research is that there are hazards at PT. Mitra Mekongga Sejahtera looks at the source of potential worker hazards, work environment, work machines/equipment, work materials, various types of work hazards can be found, namely physical work hazards in the form of noise, extreme environmental temperatures and untidy environmental conditions, ergonomic work hazards in the form of dangers from equipment/machines, chemical work hazards in the form of chemical substances such as oil. Keywords: Hazard Identification, Risk Assessment, Risk Control  ABSTRAK Sistem atau proses kerja, penggunaan mesin, alat, dan bahan, yang bersumber dari keterbatasan pekerjaan itu sendiri, kebiasaan hidup yang tidak sehat, perilaku kerja yang tidak aman atau tidak aman, lingkungan kerja yang buruk, kondisi kerja yang tidak ergonomis, organisasi kerja, dan budaya kerja yang tidak mendukung keselamatan dan kesehatan kerja merupakan beberapa contoh potensi risiko dan bahaya di tempat kerja. Sebuah perusahaan bernama PT. MMS bergerak dalam industri pertambangan serta jasa pendukung penggalian lainnya (konstruksi) dalam domain perbengkelan. Area bengkel menghadirkan berbagai risiko yang terkait dengan aktivitas kerja. Misalnya, ada kemungkinan terkena cipratan oli panas saat membuka dan menutup sumbat pembuangan oli, terkena oli di tangan, dan meremukkan badan dump truck saat mengganti ban dan menambah udara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi, mengevaluasi, dan mengelola risiko di bengkel.PT. Kecamatan MMS Kabupaten Pomalaa Kolaka Tahun 2023 Proses pemilihan informan terbagi menjadi dua kategori yaitu informan biasa dan informan kunci. Yang pertama adalah para karyawan, khususnya yang bekerja di PT. Workshop MMS pada divisi bengkel, sedangkan yang terakhir adalah Kepala Mekanik dan Manajer HSE. Matriks risiko 5x5 digunakan untuk melakukan analisis tingkat risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 aktivitas pekerjaan, terdapat 128 risiko dengan tingkat risiko (H) sebanyak 97 bahaya, risiko sedang (M) sebanyak 15 bahaya, dan risiko rendah (L) sebanyak 16 bahaya, kesimpulan penelitian ini diidentifikasi bahaya terdapat di PT. Mitra Mekongga Sejahtera dilihat dari sumber potensi bahaya pekerja, lingkungan kerja, mesin/peralatan kerja, material kerja dapat ditemukan berbagai macam jenis bahaya kerja yaitu bahaya kerja fisik berupa bahaya bising, suhu lingkungan yang ekstrem dan kondisi lingkungan yang tidak rapih, bahaya kerja ergonomi berupa bahaya dari  peralatan/mesin, bahaya kerja kimiawi berupa bahaya zat-zat kimia seperti material oli. Kata Kunci: Identifikasi Bahaya, Penialaian Risiko, Pengendalian Risiko
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Low Back Pain Pada Pekerja Helper PT. Karyamakmur Agung Cemerlan Kota Kendari Damayanti, Suci Fitrah; Zainuddin, Asnia; Pratiwi, Arum Dian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.13658

Abstract

ABSTRACT Health problems characterized by the presence of junctures or inflation in the joints, tendons, muscles, nerves, or spine that cause radicular pain local pain, or a combination of both, especially in the lumbosacral region are called LBP (Low Back Pain). Helper workers are often involved in tasks that require the use of back muscles, such as lifting, carrying, and moving heavy loads. These activities can increase pressure on the lower back area. The purpose of this research is to further analyze the susceptibility of helper workers of PT Karyamakmur Agung Cemerlang (Wings Kendari) Kendari City 2023 to LBP. The research design model implements cross-sectional with analytical observational research. Determination of the number of samples needed in the research implemented the Slovin equation and obtained 70 workers as sample subjects. Based on the results of data analysis, 52 (74.3%) workers experienced LBP. Statistical test results revealed the influence of LBP due to work duration (p=0.034) and work position (p=0.003), and there was no influence between age (p=0.053) and smoking habits with the incidence of LBP (p=0.604). In addition, based on multivariate analysis, work position has a risk of 14.7 times for the appearance of LBP symptoms in helper workers of PT Karyamkamur Agung Cemerlang. The research conclusion stated that there was an influence of age, work duration, and work position on LBP, while smoking habits did not affect the appearance of LBP symptoms. Work position has a greater risk level of 14.7 times while work duration is 9.4 times the incidence of LBP. Keywords: Age, Duration of Work, Helper, Smoking, Work Position  ABSTRAK Gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya jenjas atau inflasi dibagian sendi, tendon, otot, saraf ataupun tulang belakang yang menimbulkan radikuler nyeri atau lokal nyeri maupun kombinasi keduanya khususnya dibagian lumbosacral disebut dengan LBP (Low Back Pain). Pekerja helper sering kali terlibat dalam tugas-tugas yang memerlukan penggunaan otot-otot punggung, seperti mengangkat, membawa, dan memindahkan beban berat. Aktivitas ini dapat meningkatkan tekanan pada area pinggang bawah. Pelaksanaan riset ini mempunyai tujuan yakni menganalisis lebih lanjut terkait kerawanan pekerja helper PT. Karyamakmur Agung Cemerlang (Wings Kendari) Kota Kendari 2023 bisa terjangkit LBP. Model perancangan riset mengimplementasikan cross sectional dengan risetnya berjenis observasional analitik. Penentuan banyaknya sampel yang dibutuhkan dalam riset mengimplementasikan persamaan slovin dan didapatkan 70 pekerja sebagai subjek sampel. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh 52 (74,3%) pekerja mengalami LBP. Hasil uji statistik mengungkapkan adanya pengaruh LBP akibat durasi kerja (p=0,034) dan posisi kerja (p=0,003), serta tidak ada pengaruh antara umur (p=0,053) dan kebiasaan merokok dengan kejadian LBP (p=0,604). Selain itu, berdasarkan analisis multivariat posisi kerja memiliki resiko  sebanyak 14,7 kali terhadap munculnya gejala LBP pada pekerja pekerja helper PT. Karyamkamur Agung Cemerlang. Kesimpulan riset dinyatakan adanya pengaruh umur, durasi kerja, dan posisi kerja terhadap LBP, sedangkan kebiasaan merokok tidak mempengaruhi kemunculan gejala LBP. Posisi kerja memiliki tingkat resiko lebih besar yakni 14,7 kali sedangkan durasi kerja sebesar 9,4 kali terhadap kejadian LBP. Kata Kunci: Durasi Kerja, Kebiasaan Merokok, Low Back Pain, Posisi Kerja, Umur
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) Pada Pekerja di PLTU NII Tanasa Kendari Illahi, Muhammad Alim Anugrah; Pratiwi, Arum Dian; H, Siti Nurfadillah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13692

Abstract

ABSTRACT Low Back Pain (LBP) can be defined as persistent pain between the waist and the crease of the buttocks. LBP is also one of the PAKs, especially for workers. The causes of LBP are very broad and difficult to detect, but in fact the causes of LBP in the workplace are mostly ergonomic problems or incorrect working positions. Based on observations during internship activities at PLTU Nii Tanasa Kendari, low back pain is often heard as a complaint by workers who work in a long sitting position. Low back pain is one of the work-related diseases that dominates workers at PLTU Nii Tanasa Kendari and one that has quite a detrimental impact on the company and its suffering, with disruption of activities while working, disruption of concentration while working, back pain in the back. felt while working, even after work. This type of research is quantitative research and is analytical research that is observational in nature. This study used a cross sectional research design. The research sample was 87 people. Data obtained by creating a questionnaire were analyzed using the Chi-square test. The results of the study showed that there was a relationship between sitting position and the incidence of Low Back Pain (p=0.001), there was no association between the length of sitting and the incidence of Low Back Pain (p=0.297), there was no association between working period and the incidence of Low Back Pain (p =0.105), there is no relationship between BMI and the incidence of Low Back Pain (p=0.451), and there is no association between disease history and the incidence of Low Back Pain (p=0.791). It is hoped that new researchers can further explore the incidence of Low Back Pain. Keywords: Lower Back Pain, Imt, Sitting Time, Years Of Service.  ABSTRAK Low Back Pain (LBP) dapat didefinisikan nyeri menetap diantara pinggang hingga lipatan bokong. LBP juga adalah salah satu dari PAK khususnya untuk pekerja. Penyebab LBP sangat luas dan sulit dideteksi, tetapi faktanya penyebab LBP di tempat kerja sebagian besar adalah masalah ergonomis atau posisi kerja yang salah. Berdasarkan hasil pengamatan pada saat melaksanakan kegiatan magang di PLTU Nii Tanasa Kendari, kejadian low back pain sering terdengar sebagai keluhan para pekerja yang bekerja dengan posisi duduk yang lama. Low back pain menjadi salah satu penyakit akibat kerja yang mendominasi oleh para pekerja di PLTU Nii Tanasa Kendari dan salah satu yang memiliki dampak yang cukup merugikan bagi perusahaan serta penderitannya, dengan terganggunya aktivitas saat bekerja, terganggunya konsenterasi saat bekerja, rasa nyeri punggung bagian belakang yang dirasakan saat bekerja, bahkan saat setelah berkerja. Jenis penelitian ini yaitu jenis penelitian kuantitatif dan merupakan penelitian analitik yang bersifat observasional. penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian sejumlah 87 orang. Data dijangkau dengan menciptakan kuesioner dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara posisi duduk dengan kejadian Low Back Pain (p=0,001), tidak ada kaitan antara lama duduk dengan kejadian Low Back Pain (p=0,297), tidak ada kaitan antara masa kerja dengan kejadian Low Back Pain (p=0,105), tidak ada kaitan antara IMT dengan kejadian Low Back Pain (p=0,451), dan tidak ada kaitan antara riwayat penyakit dengan kejadian Low Back Pain (p=0,791). Diharapkan kepada peneliti baru dapat lebih menggali terakit kejadian Low Back Pain. Kata Kunci: Nyeri Punggung Bawah, Imt, Lama Duduk, Masa Kerja.