Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN DI PASIR GOMBONG Asmi, Nur Fauzia; Nurpratama, Widya Lestari; Puspasari, Kiki
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Gizi Masyarakat Indoneisa
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v12i2.28377

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan Bahan Tambahan Pangan yang tidak sesuai dengan anjuran Badan Pengawasan Obat dan Makanan dapat mengakibatkan masalah Kesehatan seperti hipertensi, ginjal dan stroke. Namun data terkait gambaran takaran penggunaan bahan tambahan pangan pada jajanan makanan belum ada. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan bahan tambahan pangan. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Pasir Gombong Kabupaten Bekasi dengan jumlah sampel 80 orang pedagang kaki lima. Analisis Data menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 60% pedagang memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori cukup, 56,3% memiliki sikap negatif terkait penggunaan bahan tambahan pangan dan sebanyak 67,5% menggunakan bahan tambahan pangan melebihi anjuran pemakaian. Adapun hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan takaran BTP (p-value = 0,000), sikap dengan perilaku penggunaan takaran BTP (p-value = 0,007). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku penggunaan bahan tambahan pangan. Perlu adanya upaya lebih lanjut untuk mencegah penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai anjuran pada pedagang makanan. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Takaran, Bahan Tambahan Pangan, ABSTRACT Introduction : Inappropriate use of food additives recommendations of the Food and Drug Control Agency can cause health problems such as hypertension, kidney disease and stroke. However, there is no data related to the description of the dosage for the use of food additives in food snacks. Methods : This research is an analytic observational study with a cross sectional approach. The research was conducted in the Pasir Gombong area, Bekasi Regency, with a total sample of 80 street vendors. Data analysis used the chi-square test. Results: As many as 60% of traders have a level of knowledge in the adequate category, 56.3% have a negative attitude related to the use of food additives and as much as 67.5% use food additives beyond the recommended usage. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between knowledge and behavior using the BTP measure (p-value = 0.000), attitudes and behavior using the BTP measure (p-value = 0.007). Conclusion : There is a significant relationship between knowledge and attitudes with the behavior of using food additives. There needs to be further efforts to prevent the use of food additives that are not as recommended by food traders. Keywords : Knowledge, Attitude, Dosage, Food Additives
Konsumsi Garam dan efeknya terhadap Hipertensi di Daerah Pasir Gombong Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Sari, Kiki Puspa; Asmi, Nur Fauzia
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 11, No 1 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v11i1.12935

Abstract

Konsumsi garam mempunyai pengaruh positf terhadap terjadinya peningkatan derajat tekanan darah. Garam mengandung natrium yang mempunyai sifat menahan air sehingga menyebabkan volume darah meningkat dan penyempitan pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan penggunaan garam terhadap terjadinya resiko hipertensi di Daerah pasir Gombong Kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan cross sectional study dengan 96 responden pada Ibu Rumah Tangga. Variabel yang diambil yaitu karakteristik responden, status hipertensi dan penggunaan garam. Uji hubungan menggunakan chi-square untuk melihat hubungan jumlah garam dan cara penggunaan garam terhadap terjadinya hipertensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden yang menderita hipertensi sebanyak 28 (29.2%). Penggunaan garam pada saat memasak lebih dari satu sendok setiap kali memasak yaitu 60.4%. Responden yang memasukkan garam pada saat Ketika memasak yaitu 83 orang (86.5%). Hasil uji hubungan menunjukkan ρ – Value > 0.005 artinya tidak terdapat hubungan jumlah garam yang dikonsumsi dan cara menggunakan ketika memasak terhadap terjadinya hipertensi.Hipertensi merupakan penyakit yang multifactor, selain dari konsumsi garam yang berlebih hubungan dengan faktor resiko yang lain perlu diteliti.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE HABIT OF BRINGING LUNCH AND ENERGY INTAKE WITH NUTRITIONAL STATUS IN ADOLESCENT GIRLS AT SMAN 1 CIKARANG SELATAN: THE RELATIONSHIP BETWEEN THE HABIT OF BRINGING LUNCH AND ENERGY INTAKE WITH NUTRITIONAL STATUS IN ADOLESCENT GIRLS AT SMAN 1 CIKARANG SELATAN Ramdayani, Zaskia; Rahmadina, Defa; Asmi, Nur Fauzia
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v7i1.364

Abstract

Introduction: School age is a critical stage where energy and nutrient needs must be met, as adolescents are in a phase of growth and development. Therefore, it is essential to ensure high-quality food that can meet the nutritional needs of adolescents while they are at school. The aim of this study is to determine the relationship between the habit of bringing lunch and energy intake with the nutritional status of female adolescents. Methods: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The population in this study were adolescent female students at SMAN 1 Cikarang Selatan. The sample of 50 people was taken by purposive sampling. Data collection was conducted using a food consumption assessment questionnaire, namely the 24-hour food recall, along with a body weight scale, microtoise, and metline. Kolmogorov Smirnov test was used to test normality, and Pearson test to see the relationship between variables. Results: Based on statistical tests there is a relationship between the habit of bringing lunch with a significant nutritional status based on Z-Score IMT / U (p-value = 0.002), there is a relationship between the habit of bringing lunch withnutritional status based on %LILA (p-value 0.000) and there is no relationship between energy intake with nutritional status based on ZScore IMT/U (p-value 0.442), and no association was found between energy intake and nutritional status based on %LILA (p-value=0.570). Conclusion: There is a significant relationship between the habit of bringing lunch according to Z-Score IMT/U and %LILA.
EDUKASI IBU BALITA DAN KADER POSYANDU TENTANG STUNTING DI PUSKESMAS MEKARMUKTI Lestari Nurpratama, Widya; Putri Kinayungan, Utami; Fauzia Asmi , Nur; Dandi Sanjaya
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/fnat5g72

Abstract

Stunting termasuk salah satu permasalahan gizi karena asupan zat gizi yang kurang dan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak. Tujuan kegiatan ini  untuk mengetahui gambaran perbedaan pengetahuan ibu balita dan kader posyandu sebelum dan sesudah penyampaian materi edukasi.  Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Mekarmukti pada Hari Jum’at, 9 Agustus 2024. Sasaran edukasi gizi pada pengabdian masyarakat ini yaitu 14 orang ibu balita dan 15 kader posyandu di wilayah Puskesmas Mekarmukti. Metode edukasi yang digunakan berupa ceramah dengan menggunakan media leaflet. Tahapan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pembuatan media leaflet terkait stunting, pemberian makanan bayi dan anak (PMBA), dan penyampaian materi edukasi. Evaluasi edukasi yang telah disampaikan diukur menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini berupa adanya sosialisai dan koordinasi dengan puskesmas terkait izin kegiatan. Kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dilaksanakan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu balita dan kader posyandu tentang stunting.  Materi edukasi dibuat berdasarkan hasil FGD yaitu terkait stunting. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan nilai test dengan rata-rata peningkatan dari 75,17 menjadi 82,14. Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon menunjukkan terdapat adanya perbedaan yang signifikan (p-value 0,000). Kesimpulan : edukasi gizi menggunakan metode ceramah dengan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan responden.
Peningkatan Kualitas Yogurt Dengan Penambahan Ekstrak Gandaria (Bouea Macrophylla Griffith) Nurwafiah Marda; Nur Fauzia Asmi; Sakinah Amir
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 5, No 2 (2024): November
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v5i2.28305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan ekstrak gandaria (Bouea Macrophylla Griffith) pada yogurt terhadap total jumlah bakteri asam laktat serta organoleptik yogurt. Penelitian ini menggunakan metode RAL (rancangan acak lengkap)dengan penambahan ekstrak gandaria (0%, 10%, 15% dan 20%). Analisis total BAL menggunakan metode TPC (Total Plate Count) dan pada organoleptik menggunakan 4 skala pengukuran 1=sangat tidak suka 2=tidak suka, 3=suka, dan angka 4= sangat suka oleh panelis dari Lab IPA IAIN Ambon. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi penambahan konsentrasi gandaria maka semakin banyak aktivitas bakteri asam laktat, kecuali pada yogurt D memiliki total bakteri asam laktat yang lebih kecil  karena jumlah koloni pada cawan bergabung menjadi satu kumpulan besar. Berdasarkan uji anova ditemukan perbedaan signifikan pada jumlah total BAL di tiap kelompok. Perbedaan secara signifikan (p=0,0023) terlihat pada jumlah koloni bakteri asam laktat antara kelompok kontrol (yogurt A) dengan seluruh kelompok perlakuan dan ditemukan perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan yogurt B dengan yogurt C, serta antara kelompok yogurt B dan yogurt D. Sedangkan untuk uji organoleptik menunjukkan bahwa gandaria memberikan perbedaan yang signifikan pada penerimaan terhadap tampilan warna (nilai p =0,00), kesukaan tekstur (nilai p =0,002) dan rasa yogurt (nilai p =0,000) namun tidak berpengaruh secara berarti terhadap aroma yogurt. Penerimaan panelis terhadap rasa yogurt lebih disukai pada yogurt dengan formula 15% gandaria dibandingkan dengan formula lainya.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Junk food dan Makanan Manis dengan Status Gizi Remaja Putri Usia 15 – 17 tahun di Kabupaten Bekasi Nur Fauzia Asmi; Utami Putri Kinayungan; Widya Lestari Nurpratama; Dandi Sanjaya
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 6, No 1 (2025): May
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v6i1.31821

Abstract

Remaja merupakan masa transisi perrtumbuhan yang membutuhkan asupan zat gizi yang adekuat. Kebiasaan konsumsi makanan saat remaja akan mempengaruhi tingkat kesehatan di masa mendatang. Berkembangnya tren makanan cepat saji, junk food dan makanan manis membuat remaja tertarik untuk mencoba tren makanan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara kebiasaan konsumsi junk food dan makanan manis dengan status gizi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan cross sectional dengan sampel penelitian berjumlah 109 orang remaja usia 15 – 17 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah sebagian besar remaja memiliki status gizi baik sebanyak 70.6%. Karakteristik remaja paling banyak pada kategori jarang mengonsumsi junk food sebanyak 52,3% dan sering konsumsi makanan manis sebanyak 72.5%. Remaja dengan status gizi baik paling banyak pada kategori jarang mengkonsumsi junk food (58.4%) dan remaja dengan status gizi lebih paling banyak pada kategori sering mengonsumsi Junk food yaitu sebesar 62.5%. Adapun remaja yang mengonsumsi makanan manis menunjukkan rata-rata sering mengkonsumsi makanan manis pada semua kategori status gizi baik dan status gizi lebih.  Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi junk food dengan status gizi (p=0.046) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan manis dengan status gizi (p=0.574). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi Junk food dengan status gizi remaja.
Pengaruh intervensi pangan lokal dan konseling gizi terhadap stunting pada balita Widya Lestari Nurpratama; Nur Fauzia Asmi; Anom Dwi Prakoso
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.2177

Abstract

Background: Handling of stunting can be done through comprehensive intervention and not only done with one intervention method, namely by providing local food according to the contents of my plate and nutritional education for mothers of toddlers through individual counseling methods.Objectives: The purpose of this study was to analyze the differences in Body Weight, Height, and maternal knowledge before and after local food intervention and nutritional counseling were carried out on stunted toddlers in Bekasi Regency.Method: Experimental research method, pre-experimental research design with one group pretest-posttest design model, conducted in Pasir Gombong Village, North Cikarang District, Bekasi. The research was conducted from August - September 2024. The subjects of the study were 15 stunted toddlers taken based on purposive sampling techniques according to inclusion and exclusion criteria and data processing using the Wilcoxon test. The interventions provided were nutritional counseling in two meetings, and feeding for 14 days. The data collected in the form of maternal nutritional knowledge and toddler characteristics were conducted through questionnaire interviews. Weight data was measured using a digital scale and toddler height was measured using a stature meter.Results: The average weight increased after the intervention by 0.1 kg, but was not significantly different (p = 0.148). The average height increased after the intervention by 0.2 cm and was significantly different (p = 0.027). Then the mother's knowledge increased by 7.7 points and was significantly different (p = 0.011).Conclusion: There are differences in weight, height, and knowledge of mothers of toddlers before and after local food intervention and nutrition education with the nutrition counseling method for stunted toddlers in Bekasi Regency.
GAMBARAN STUNTING USIA 12-24 BULAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI IBU DI DESA PASIR GOMBONG CIKARANG UTARA Lestari Nurpratama, Widya; Deni Alamsah; Dandi Sanjaya; Utami Putri Kinayungan; Nur Fauzia Asmi
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/ds73ma93

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan di Indonesia. Karakteristik demografi ibu menjadi salah satu faktor penting dalam kasus stunting. Tujuan penelitian ini yaitu melihat gambaran stunting usia 12-24 bulan berdasarkan karakteristik demografi ibu di wilayah Desa Pasir Gombong. Desain penelitian yaitu merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan deskriptif observasional. Lokasi penelitian di Desa Pasir Gombong yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Populasi adalah seluruh ibu balita yang berada di wilayah Desa Pasir Gombong. Sampelnya adalah 15 ibu dengan anak stunting. Teknik pengambulan sampel yaitu menggunakan purposive sampling. Data yang diambil yaitu karakteristik demografi ibu (usia, pendidikan, status pekerjaan, dan pengahasilan keluarga) menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS dengan menampilkan data deskripsi karakteristik demografi responden. Analisis data menggunakan analisis proporsi yang ditampilkan dalam bentuk persentase.  Sebagian besar ibu berusia 25-35 tahun sebesar 73,3%. Mayoritas ibu balita yang memiliki anak stunting berpendidikan lulusan SMP dan SMA sebesar 80%. Status pekerjaan, mayoritas ibu tidak bekerja sebesar 86,7%. Sebagian besar ibu tidak bekerja sebanyak 86,7%. Terdapat beberapa faktor demografi ibu yang memiliki peran penting dalam kejadian stunting pada balita yaitu usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan pendapatan keluarga.
ASUHAN GIZI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI: STUDI KASUS DI RS SENTRA MEDIKA CIBINONG Siregar, Santy Anjelyna Br.; Utami Putri Kinayungan; Dandi Sanjaya; Nur Fauzia Asmi; Widya Lestari Nurpratama; Deni Alamsah
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/mfb17969

Abstract

Diet jantung, diet rendah protein, dan diet diabetes melitus merupakan diet yang diberikan pada pasien yang mengalam penyakit acute decompensated heart failure, acute kidney injury, dan diabetes melitus tipe 2. Proses asuhan gizi ini dilakukan untuk mengurangi beban kerja jantung dan ginjal serta menstabilkan kadar gula darah. Menganalisis proses asuhan gizi terstandar pada pasien lansia dengan gagal jantung akut, gagal ginjal akut, CAD 3VD, dan diabetes melitus tipe 2. Penelitan deskriptif dengan desain study kasus yang dilakukan pada bulan November 2024 pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Pasien dilakukan pengkajian gizi selama 3 hari sejak tanggal 12, 13, dan 14 November 2024. Asupan pasien selama perawatan meningkat dan mencapai 100% kebutuhan gizi dari intervensi yang diberikan. Kondisi fisik klinis pasien terkait keluhan sesak dan batuk berkurang setiap harinya. Hasil pemeriksaan laboratorium GDS <200 mg/dL (normal), pada hari terakhir intervensi hemoglobin meningkat menjadi 11,9 g/dL, hematokrit meningkat menjadi 36,4%, leukosit menurun menjadi 6,72 103/uL (normal), eritrosit meningkat menjadi 4,48 106/uL, tetapi trombosit masih meningkat menjadi 444 103/uL (tinggi). Proses asuhan gizi klinis pada pasien lansia dengan penyakit ADHF et causa CHF, CAD 3-VD, AKI ditandai dengan CKD, DM tipe 2 berhasil meningkatkan kondisi kesehatan pasien. Asupan makan pasien selama pemantauan meningkat setiap harinya. Hasil pemeriksaan laboratorium meningkat dan tergolong normal, tetapi trombosit masih tetap tinggi. Pasien dan keluarga patuh untuk tidak mengonsumsi makanan dari luar RS. Pengetahuan terkait diet jantung, diet rendah protein, diet diabetes melitus meningkat.
PENGARUH PENYULUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN MEDIA FLIP CHART DAN LEAFLET PADA PENGETAHUAN IBU BAYI BALITA DI POSYANDU MERPATI 19 B Widya Lestari Nurpratama; Nur Fauzia Asmi; Amanda Shifa Burhanuddinnisa; Maharani Zalianty; Siregar, Santy Anjelyna Br.; Putri Nur Hidayah; Utami Putri Kinayungan; Dandi Sanjaya; Deni Alamsah
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/bwf70694

Abstract

Stunting saat ini menjadi prioritas kesehatan utama di tingkat global dan nasional. Terhambatnya pertumbuhan adalah kegagalan mencapai potensi genetik dalam tinggi badan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemberian makanan yang bergizi seimbang untuk balita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimalnya. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan cara penyuluhan. Dilakukan di Posyandu Merpati 19 B yang dilakukan pada hari Kamis 30 Januari 2025. Sampel pada kegiatan ini yaitu 16 ibu balita yang menjadi responden. Data dianalisis secara univariat mengenai karakterisitik responden dan data pretest postest dilakukan uji bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukan bahwa tingkat pendidikan mayoritas berpendidikan tinggi (SMA-Perguruan Tinggi) sebanyak 68,8%, sedangkan untuk tingkat SD-SMP hanya 31,3%. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test nilai mean pre-test 88 dan post test 97, serta danya peningkatan pengetahuan ibu yang signifikan (p-value 0,000). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan   pengetahuan   gizi   seimbang pada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan media flip chart di Posyandu Merpati 19 B.