Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Effectiveness of Education Using Monopoly Media on Increasing the Knowledge and Attitudes of Teenage Girls About Anemia Prevention Sylvia Huriyanti Taufik; Utami Putri Kinayungan; Nur Fauzia Asmi; Deni Alamsah
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): IJHET SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia remains a significant public health issue among adolescent girls in Indonesia, impacting physical development, cognitive function, and productivity. This study aimed to analyze the effectiveness of nutrition education using monopoly game media in increasing knowledge and attitudes regarding anemia prevention among adolescent girls. A quasi-experimental pretest-posttest control group design was employed, involving 92 female students from SMAN 3 Cikarang Utara, selected through purposive sampling. The intervention group received nutrition education via monopoly games, while the control group received conventional lectures. Data were collected using validated questionnaires and analyzed with univariate and bivariate methods, including the Wilcoxon test, using SPSS. The results showed significant improvements in both knowledge and attitudes in both groups, with the monopoly game group demonstrating a higher increase. The findings indicate that interactive educational media, such as monopoly games, are effective in enhancing knowledge and attitudes toward anemia prevention. It is recommended that schools integrate such interactive methods into health education programs.
Pengetahuan dan Sikap Terkait dengan Penggunaan Pemanis Buatan pada Pedagang Minuman di Pasar Cikarang Bekasi Nurpratama, Widya Lestari; Asmi, Nur Fauzia; Kinayungan, Utami Putri
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.845

Abstract

Salah satu Bahan tambahan pangan (BTP) yaitu pemanis buatan merupakan hal yang sangat penting diperhatikan terutama dalam penggunaanya pada pembuatan minuman yang akan dipasarkan. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengetahuan dan sikap terkait dengan penggunaan pemanis buatan pada pedagang minuman di Pasar Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data menggunakan wawancara dengan kuesioner. Sampel yang diambil sebanyak 60 pedagang minuman kaki lima. Variabel independen yaitu pengetahuan dan sikap pedagang minuman, variabel dependen yaitu penggunaan pemanis buatan, analisis yang digunakan yaitu chi square. Hasil dari penelitian ini yaitu mayoritas berusia dewasa berjenis kelamin laki-laki dan memiliki pendidikan tinggi. Pengetahuan responden rata-rata cukup dan sikapnya cukup. Penggunaan pemanis buatan pada pedagang minuman ini lebih dari separuh tidak memakai pemanis buatan. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan pengetahuan pedagang minuman dengan penggunaan pemanis buatan (p-value 0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini diperlukan pengetahuan yang baik tentang pemanis buatan agar pedagang minuman mempunyai sikap yang baik dan tahu bagaimana penggunaan pemanis buatan yang aman pada minuman yang akan dipasarkan.
PEMBUATAN KOMIK “JAJANANKU SEHAT” SEBAGAI MEDIA EDUKASI MAKANAN JAJANAN PADA REMAJA DI SMP NEGERI 2 CIKARANG UTARA Fauzia Asmi, Nur; Puspasari, Kiki; Lestari Nurpratama, Widya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.365-372

Abstract

Perilaku jajanan sembarangan dan tidak terkontrol sering menjadi masalah tersendiri bagi anak sekolah. Dampak dari makanan jajanan yang kurang sehat mengakibatkan asupan gizi yang kurang optimal pada anak sehingga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Salah satu cara untuk mengontrol kebiasaan jajan adalah dengan pemberian edukasi. Media komik edukasi merupakan alternatif pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membuat media edukasi dalam bentuk “komik jajananku sehat” sebagai media peningkatan edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Cikarang Utara dengan melibatkan siswa/siswi sebanyak 40 responden dan guru. Metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini adalah (1) membuat komik edukasi “jajananku sehat; (2) Pemberian edukasi kepada remaja dengan menggunakan media komik jajananku sehat dan dievaluasi menggunakan pre dan post test; (3) Evaluasi media melibatkan guru. Kegiatan Pengabdian dilakukan dari pembuatan media komik sejak 1-11-2022, percobaan media pada tanggal 12-11-2022 dan evaluasi pada 17–11-2022. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) Terbentuk komik edukasi “jajanan sehat”; (2) Terdapat pengaruh penggunaan media komik sebagai edukasi makanan jajanan terhadap peningkatan pengetahuan siswa dengan nilai p-value 0.000; (3) Hasil evaluasi menunjukkan bahwa komik sangat menarik dan mudah dipahami untuk kalangan remaja. Diharapkan terdapat pengembangan topik lain dengan menggunakan media komik.
Gambaran Penyelenggaraan Makanan pada Rumah Tangga di Desa Pasir Gombong Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Puspasari, Kiki; Asmi, Nur Fauzia; Alamsah, Deni
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.220-226

Abstract

Latar Belakang: Penyelenggaraan makanan yaitu proses memasak yang dimulai dari perencanaan menu, perencanaan kebutuhan bahan makanan, perencanaan anggaran belanja, pengadaan, penyimpanan serta penerimaan bahan makanan. Rumah tangga merupakan penyelenggaraan makanan tingkat keluarga yang paling sederhana. Berbeda dengan penyelenggaraan makanan institusi yang menerapkan standar operasional produksi (SOP) dan aturan yang berlaku, pada tingkat rumah tangga tidak terdapat hal seperti itu. Tidak ada pengawasan ketat proses pengolahan makanan pada tingkat rumah tangga, maka yang dapat mengatur yaitu ibu atau orang yang bertugas memasak di dalam rumah tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penyelenggaraan makanan pada tingkat rumah tangga di Desa Pasir Gombong Kecamatan Cikarang Utara Kabupetan Bekasi. Metode: Metode pada penelitian menggunakan desain cross-sectional study, tempat penelitian di Desa Pasir Gombong, dimulai pada bulan Oktober 2022, responden pada penelitian ini berjumlah 94 orang. Variabel yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu karakteristik responden, persiapan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, dan penyajian bahan makanan dengan menganalisis menggunakan SPSS. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif untuk melihat gambaran penyelenggaraan makanan pada tingkat rumah tangga. Hasil: Hasil penelitian ini yaitu, rumah tangga di Desa Pasir Gombong telah menerapkan proses penyelenggaraan makanan dengan baik. Proses persiapan bahan makanan dilakukan oleh responden dengan mempersiapkan terlebih dahulu sebelum memasak, penyimpanan bahan makanan disimpan di tempat tertutup dan memisahkan bahan kering dan segar, reponden lebih senang menumis dibandingkan menggoreng dan merebus. Penyajian makanan langsung disajikan setelah memasak dan kebisaan makan keluarga sering dilakukan terutama pada malam hari. Kesimpulan: Penyelenggaraan pada tingkat rumah tangga terdiri dari persiapan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan bahan makanan sampai ke penyajian bahan makanan. Pada tingkat rumah tangga penyelenggaraan makanan lebih sederhana dibandingkan penyelenggaraan makanan pada tingkat institusi yang memiliki SOP dan aturan. Perlu diberikan edukasi mengenai penyelenggaraan makanan yang baik pada tingkat rumah tangga dengan melibatkan petugas kesehatan setempat
PELATIHAN POLA KONSUMSI JAJANAN DAN GAYA HIDUP SEHAT MENGGUNAKAN VIDEO EDUKASI PADA REMAJA Fauzia Asmi, Nur; Lestari Nurpratama, Widya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2315-2323

Abstract

Remaja memerlukan asupan gizi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Pola konsumsi makanan remaja saat ini banyak yang mengikuti trend kekinian sehingga apabila tidak dikontrol dapat mengakibatkan masalah kesehatan kedepannya seperti obesitas, anemia dan diabetes mellitus. Salah satu cara mencegah permasalahan kesehatan dengan peningkatan pengetahuan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang pola konsumsi jajanan dan gaya hidup sehat menggunakan media video. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Islam Al Amin Cikarang Utara dengan melibatkan siswa/siswi sebanyak 25 responden. Metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini adalah (1) Membuat media edukasi menggunakan video animasi (2) Pemberian edukasi kepada remaja dengan menggunakan media video dengan metode evaluasi pre test dan post test; (3) melakukan pelatihan tentang gaya hidup sehat melalui pemantauan status gizi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah melakukan edukasi menggunakan media video namun hasilnya tidak signifikan p-value 0.160.  Hasil pelatihan status gizi menunjukkan siswa dapat menghitung status gizi masing-masing dengan hasil rata-rata siswa dalam kategori status gizi normal. Diharapkan terdapat pengembangan media edukasi lain untuk peningkatan pengetahuan. 
PELATIHAN KADER DAN PKK TENTANG PENGGUNAAN PEMANIS BUATAN YANG AMAN PADA TINGKAT RUMAH TANGGA Lestari Nurpratama, Widya; Fauzia Asmi, Nur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2528-2535

Abstract

Semakin banyaknya makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan dikalangan masyarakat, maka diperlukan adanya edukasi mengenai pentingnya penggunaan pemanis buatan yang aman dan bahaya yang ditimbulkan jika berlebihan. Pengabdian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cikarang karena memiliki kepadatan pendudukan yang tinggi dan mayoritas bekerja sebagai pedagang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2023, melibatkan 25 orang kader dan Ibu PKK yang diharapkan dapat menyalurkan informasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu pemberian penyuluhan dengan media leaflet dan pemberian pelatihan berupa praktek pembuatan minuman dengan penggunaan pemanis buatan yang aman. Kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu tahap persiapan berupa pengambilan data awal dan diskusi serta adanya pretest, kemudian tahap ke dua penyuluhan dan pelatihan, dan tahap ke tiga dilakukan monitoring evaluasi dengan postest. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa mayoritas usia kader dan Ibu PKK yaitu 41-65 tahun, berpendidikan SMA dan menjadi kader kurang lebih 4 tahun. Pengetahuan kader dan Ibu PKK meningkat setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan yaitu sebesar 84%. Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa mayoritas kader dan Ibu PKK mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan tentang penggunaan pemanis buatan yang aman pada tingkat rumah tangga sehingga diharapkan kedepannya dapat menyalurkan informasi yang didapatkan dari hasil pengabdian ini kepada masyarakat sekitarnya.
Analisis kandungan siklamat, metanil yellow dan rhodamin b pada makanan dan minuman di Cikarang Nurpratama, Widya Lestari; Kinayungan, Utami Putri; Alamsah, Deni; Sanjaya, Dandi; Asmi, Nur Fauzia; Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2025): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i3.2660

Abstract

Background: Food Additives (BTP) are substances that are intentionally added to improve food quality without providing nutritional value, examples of BTP are artificial sweeteners and dyes such as cyclamate, metanil yellow, and rhodamin B which focus on identifying their content in food and beverages in Cikarang. The research was conducted in Cikarang, which is an area with high population density and rapid economic activity.Objectives: Analyzing the content of cyclamate, metanil yellow, and rhodamine B in food and beverages in Cikarang.Methods: The experimental research design used accidental sampling with a sample size of 20 for the cyclamate test, 15 for the rhodamine B and methanyl yellow tests. Sampling was tested directly with the Test Kit brand labstest for the cyclamate, metanil yellow, and rhodamine B tests carried out at the Integrated Chemistry Laboratory at Suherman Medika University. Data collection was carried out in April 2025. Data analysis was carried out descriptively, namely showing the percentage of food and beverage content containing artificial sweeteners cyclamate and dyes metanil yellow and rhodamine B.Results: The results of the study showed that of the 20 samples tested for cyclamate, 7 samples were positive (35%) indicated by the presence of white sediment in the sample, 15 samples tested for metanil yellow did not contain metanil yellow in the sample, and 15 samples tested for rhodamine B, 2 samples were positive (13,3%) indicated by a pink color change in the sample.Conclusion: The results of the study confirmed that there were indications of the content of artificial sweeteners cyclamate, and dyes metanil yellow, and rhodamin B in several samples of food and beverages sold in the Cikarang area.
Edukasi cemilan sehat dengan metode emotional demonstrasi pada kader di wilayah Puskesmas Mekar Mukti Asmi, Nur Fauzia; Sanjaya, Dandi; Nurpratama, Widya Lestari; Kinayungan, Utami Putri; Alamsah, Deni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34492

Abstract

Abstrak Kabupaten Bekasi merupakan wilayah kawasan industri dengan pola hidup instan dan cepat saji yang dapat menjadi faktor risiko kejadian penyakit degeneratif. Apabila hal ini tidak diatasi dapat mengakibatkan penyakit kronis  seperti obesitas, diabetes, jantung, stroke. Oleh karena itu untuk mencegah kejadian permasalahan gizi maka perlu pemberian edukasi pada berbagai kalangan salah satunya adalah kader. Peran kader menjadi agen penggerak  dan penerus informasi yang paling dekat dengan masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang cemilan sehat menggunakan metode emotional demonstrasi pada kader dan memberikan ide olahan cemilan sehat. Metode kegiatan menggunakan emotional demonstrasi merupakan salah satu metode pemberian edukasi dengan penyajian yang menarik dan berperan aktif sehingga tidak bosan dalam penyampaian edukasi. Sasaran dalam kegiatan ini adalah Kader Posyandu di Wilayah Puskesmas Mekarmukti sebanyak 31 orang yang diselenggarakan pada tanggal 29 Agustus 2025. Pelaksanaan kegiatan dilakukan tiga tahapan yaitu pertama pengumpulan dan pengkajian data, tahap kedua adalah pemberian edukasi menggunakan metode emotional demonstrasi dan tahap ketiga adalah demonstrasi cara pembuatan cemilan sehat. Hasil dari kegiatan ini adalah kader antusias mengikuti kegiatan edukasi menggunakan metode emotional demonstrasi dan kegiatan demontrasi cemilan cehat berupa kue lumpur ubi ungu dan snack ubi ungu berjalan dengan lancar. Kegiatan edukasi dengan metode emotional demontrasi dapat menjadi alternatif pemberian edukasi bagi kader. Kata kunci:  edukasi; kader; cemilan sehat; emotional demonstrasi Abstract Bekasi Regency is an industrial area with an instant and fast food lifestyle that can be a risk factor for degenerative diseases. If this is not addressed, it can lead to chronic diseases such as obesity, diabetes, heart disease, stroke. Therefore, to prevent the occurrence of nutritional problems, it is necessary to provide education to various groups, one of which is cadres. The role of cadres is to be the driving agent and information forwarder closest to the community. The aim of this activity is to provide education about healthy snacks using the emotional demonstration method to cadres and provide ideas for healthy snack preparations. The method of activity using emotional demonstration is one method of providing education with an interesting presentation and playing an active role so that they do not get bored in delivering education. The target of this activity is Posyandu Cadres in the Mekarmukti Health Center Area as many as 31 people which was held on August 29, 2025. The implementation of the activity was carried out in three stages, namely the first data collection and review, the second stage was providing education using the emotional demonstration method and the third stage was a demonstration of how to make healthy snacks. The results of this activity showed that cadres enthusiastically participated in educational activities using the emotional demonstration method. The demonstration of healthy snacks, such as purple sweet potato mud cake and purple sweet potato snacks, went smoothly. Educational activities using the emotional demonstration method can be an alternative way to provide education for cadres. Keywords: education; cadres; healthy snacks; emotional demonstration
Edukasi lima kunci keamanan pangan keluarga pada ibu kader posyandu di Puskesmas Mekarmukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi Kinayungan, Utami Putri; Nurpratama, Widya Lestari; Sanjaya, Dandi; Asmi, Nur Fauzia; Alamsah, Deni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35695

Abstract

AbstrakFenomena keracunan makanan masih banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, melaporkan kejadian keracunan pangan pada siswa SD di Klaten, Jawa Tengah pada 12 Januari 2024 dengan korban sebanyak 111 orang. Di Kabupaten Cianjur, dilaporkan terdapat tujuh kejadian keracunana massal selama bulan Januari hingga Oktober 2024 dengan total korban mencapai 384 orang, dan salah satunya meninggal dunia. Di Cilacap, sebanyak 157 orang dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah makan nasi kotak dengan gejala pusing, mual, muntah dan diare. Di Kota Bogor, 93 warga menjadi korban dan 1 meninggal dunia diebabkan oleh keracunan makanan. Sementara di Kabupaten Bekasi sendiri dilaporkan 32 kasus keracunan makanan dan kasus diare sebanyak 20.111 orang pada tahun 2023. Di Puskesmas Mekarmukti, diare menempati posisi ke 8 laporan besar penyakit yang ada di masyarakar. Pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan sangat diperlukan karena pengetahuan menjadi ujung tombak dalam berperilaku. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai keamanan pangan dan perubahan perilaku dalam memilih dan mengolah makanan secara sehat dan tepat sehingga dapat mencegah kejadaian foodborne desease. Metode yang digunakan yakni ceramah dan pemberian kuesioner pre-test dan post-test. Kata kunci: Edukasi; kader; keamanan pangan; pelatihan; pengetahuan. Abstract The phenomenon of food poisoning still occurs frequently in society. The Indonesian Ministry of Health's Health Crisis Center reported food poisoning among elementary school students in Klaten, Central Java, on January 12, 2024, with 111 victims. In Cianjur Regency, seven mass poisoning incidents were reported between January and October 2024, with a total of 384 victims, including one death. In Cilacap, 157 people reportedly suffered from food poisoning after eating boxed meals, with symptoms including dizziness, nausea, vomiting, and diarrhea. In Bogor City, 93 residents became victims and one died due to food poisoning. Meanwhile, in Bekasi Regency alone, 32 cases of food poisoning and 20,111 cases of diarrhea were reported in 2023. At the Mekarmukti Community Health Center, diarrhea ranked eighth among the major reported diseases in the community. Public awareness of food safety is crucial because it is the spearhead of behavior. The goal of this activity is to increase cadres' knowledge about food safety and change their behavior in selecting and preparing food healthily and appropriately to prevent foodborne diseases. The methods used include lectures and pre- and post-test questionnaires. Keywords: education; cadres; food safety; training; knowledge.
Pelatihan Kader tentang Pembuatan Cookies Berbahan Dasar Pangan Lokal (Ikan Bandeng dan Kacang Merah) sebagai Makanan Tambahan Tinggi Protein Dandi Sanjaya; Nur Fauzia Asmi; Deni Alamsah; Widya Lestari Nurpratama; Utami Puteri Kinayungan
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/91at3539

Abstract

Masalah gizi, terutama stunting pada balita masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Prevalensi stunting nasional tahun 2023 tercatat 21,5%, dan Kabupaten Bekasi termasuk daerah dengan angka tinggi (23,2%). Salah satu upaya pencegahan adalah pemanfaatan pangan lokal bergizi seperti ikan bandeng dan kacang merah sebagai bahan makanan tambahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pelatihan pembuatan cookies tinggi protein berbahan pangan lokal. Mitra sasaran kegiatan adalah 33 kader posyandu di Desa Pasir Gombong. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi dan demonstrasi pembuatan cookies dengan media leaflet, pre–post test pengetahuan, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 73% menjadi 88% pada kategori “Baik” setelah intervensi, serta respons positif terhadap inovasi cookies ikan bandeng dan kacang merah sebagai alternatif pemberian makanan tambahan (PMT). Kegiatan ini efektif memperkuat kapasitas kader posyandu sebagai agen promosi gizi berbasis pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan.