Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STROKE PADA PASIEN USIA PERTENGAHAN (45-60 TAHUN) DI RUANG KRISSAN RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN Moh Adib Mabruri; Lucia Retnowati; Lingling Marinda Palupi
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Terapan (e-journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v5i2.1025

Abstract

Stroke is one of the serious health problems because of the high mortality rate and its impact which can cause disability. Many risk factors can cause stroke, consisting of risk factors that can be changed and cannot be changed. Knowledge of stroke risk factors is needed to form effective prevention methods. The purpose of this study was to find out about the risk factors associated with the incidence of stroke in middle-aged patients in the Krissan room in Bangil Hospital, Pasuruan Regency. This research uses correlation analytic design with case control design. The sample size was 34 respondents with purposive sampling technique. Data analysis using Chi Square test. The results showed an association between risk factors for hypertension, p value is 0.003, diabetes mellitus, p value is 0.040, and no association between age risk factors, p value is 0.301, gender, p value is 0.590, history family, p value is 0.072, cholesterol, p value is 0.427, smoking, p value is 0.433, obesity, p value is 0.115, alcohol, p value is 0.821 and heart disease, p value is 0.104 with incidence stroke. Research on risk factors that affect the incidence of stroke in middle-aged patients is expected to be a guideline for maintaining a healthy lifestyle in the community. Keywords: Stroke, Modifiable Risk Factors, Risk Factors Cannot Be Modifiable.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA PONDOKKELOR KABUPATEN PROBOLINGGO Indah Dwi Kusuma Wardani; Naya Erna Wati; Tri Nataliswati; Fitriana Kurniasari Sholikhah; Edy Suyanto
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v9i2.4242

Abstract

THE RELATIONSHIP BETWEEN PARENTS PATTERN IN FEEDING WITH STUNTING INCIDENCE IN TODDLERS IN PONDOKKELOR VILLAGE Abstract: Poor feeding habits in toddlers can pose a risk of stunting in toddlers and interfere with growth and development in toddlers. This study aimed to determine the relationship between parents' feeding habits and the incidence of stunting. The research design uses correlational with analytic observational methods and cross-sectional approaches. The sampling technique used was total sampling involving 34 mothers as respondents. Collecting data using a questionnaire and anthropometric measurements. Test bivariate analysis uses the Spearman rank correlation test to determine the relationship between the two variables. The Spearman rank correlation test results and the data crosstabs show that the P value = 0.004 <alpha (0.05) with a correlation coefficient of 0.484. There is a relationship between parents' habits in feeding with the incidence of stunting in Pondokkelor Village. Therefore, nurses and health workers must improve health promotion regarding good feeding for toddlers. Keywords: Feeding Habits, Stunting Incidents, Toddlers Abstrak : Pola pemberian makan yang kurang baik pada balita dapat menimbulkan resiko terjadinya kejadian stunting pada balita dan mengganggu pertumbuh kembangan pada balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola orang tua dalam pemberian makan dengan kejadian stunting. Desain penelitian menggunakan korelasional dengan metode observasional analitik dan pendekatan dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yang melibatkan 34 ibu sebagai responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Uji analisa bivariat menggunakan uji korelasi spearman rank untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Dari hasil uji korelasi spearman rank dan crosstabs data diketahui nilai P value = 0,004 < alpha (0.05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,484. Terdapat hubungan pola orang tua dalam pemberian makan dengan kejadian stunting di Desa Pondokkelor. Oleh karena itu perawat maupun tenaga kesehatan harus meningkatkan promosi kesehatan tentang pemberian makan yang baik untuk balita. Kata kunci : Pola Pemberian Makan, Kejadian Stunting, Balita
Analisis Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Corona Virus Disease 19 (Covid-19) Dina Dama Yanti; Tri - Anjaswarni; Tri Nataliswati; Sumirah Budi Pertami
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v10i1.4359

Abstract

Abstract: Corona Virus 2019 (Covid 19) is an acute respiratory infection and can cause death due to acute pneumonia. One of the efforts to prevent Covid-19 is vaccination. Covid-19 vaccination is the government's effort to provide antigens to the human body so that the body's immunity increases and is immune to attacks by the Corona virus. The aim of the research is to analyze the relationship between education, knowledge, availability of information and family support with acceptance of Covid-19 vaccination. Type of correlational research with Cross Sectional design. The sampling technique was simple random sampling of 77 respondents. The instrument uses a questionnaire developed by the researcher himself to measure the independent variables: knowledge factors, education, availability of information, family support and the dependent variable: acceptance of the Covid-19 vaccine. The analysis uses the Chi Square test to analysis factors related to community acceptance of the Covid-19 vaccine. The research results show that there is a significant relationship between education, knowledge, availability of information and family support with community acceptance of the Covid-19 vaccine with a p-value < ? (0.05). The p-value of education 0.039, knowledge 0.023, availability of information 0.013 and family support 0.005. These results are quite reasonable because knowledge, education, information and family support can strengthen an individual's attitude in making decisions and providing a positive perception of a policy. Recommendation: Continuous provision of information and support is important so that people have a positive attitude and support the Covid-19 vaccine policy. Keywords: Factors, Community Acceptance, Covid-19 Vaccine Abstrak: Coronavirus 2019 (Covid 19) adalah penyakit infeksi pernafasan akut yang dapat menyebabkan kematian akibat pneumonia akut. Salah satu upaya pencegahan covid-19 adalah vaksinasi. Vaksinasi Covid-19 merupakan upaya pemerintah dengan memberikan antigen pada tubuh manusia agar imunitas tubuh meningkat dan kebal terhadap serangan virus Corona. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan pendidikan, pengetahuan, ketersediaan informasi dan dukungan keluarga dengan penerimaan vaksinasi Covid-19. Jenis penelitian korelational dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling sejumlah 77 responden. Instrumen menggunakan kuesioner yang dikembangkan sendiri oleh peneliti untuk mengukur variabel bebas: faktor pengetahuan, pendidikan, ketersediaan informasi, dukungan keluarga dan variabel terikat: penerimaan vaksin covid-19. Analisis menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penerimaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19. Hasil penelitian ada hubungan signifikan antara pendidikan, pengetahuan, ketersediaan informasi, dan dukungan keluarga dengan penerimaan masyarakat terhadap vaksin covid-19 dengan p-value < ?(0,05). Nilai pv pendidikan 0,039, pengetahuan 0,023, ketersediaan informasi 0,013 dan dukungan keluarga 0,005. Hasil ini cukup beralasan karena pengetahuan, pendidikan, informasi dan dukungan keluarga, dapat memperkuat sikap individu dalam membuat keputusan dan memberikan penilaian yang positif terhadap suatu kebijakan. Rekomendasi: pemberian informasi dan dukungan secara terus menerus penting dilakukan agar masyarakat mempunyai sikap yang positif dan mendukung kebijakan vaksin covid-19. Kata kunci: Faktor, Penerimaan Masyarakat, Vaksin Covid-19
The Relationship Between Physical Activity and the Risk of Diabetes Mellitus in High School Adolescents in Malang City Susi Milwati; Dyah Widodo; Lucia Retnowati
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 7 No 1 (2021): Vol 7 No 01 (2021): Jurnal Keperawatan Terapan (e-journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v7i1.5273

Abstract

Diabetes mellitus is a disease caused by a hormonal disorder that affects insulin 5.7% of the total population of Indonesia, including teenagers. Is a big challenge for the health sector to do the step in anticipation of the complexity of health problems caused by diabetes mellitus in Indonesia. This study aims to analyze the relationship of physical activity with the risk of diabetes mellitus in adolescent high school in the city of Malang. This research is correlational research design, sampled in this study is partly a teenage high school class in Malang, city area drawn at random sampling with a large sample of 375 respondents. Research conducted at the high school SMU Negeri 6 and SMU Negeri 9 in the city of Malang, in May-August 2021. Data collection techniques using questionnaires. Data analysis is descriptive and analytic Spearman Rho correlation with alpha 0.05 using computer. The results showed that there is no relationship of physical activity with the risk of diabetes mellitus in adolescent high school in Malang. Recommended for teens to pay attention to healthy activity, so avoid the risk of diabetes mellitus
The Difference in Pain Levels Between Benson Relaxation Intervention and Guided Imagery in Post-Operative Caesarean Section Patients Fina Salsabila Muqorrobin; imam - subekti; Tri Nataliswati
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v11i1.5620

Abstract

The purpose of this study was to determine the difference in pain levels by giving benson relaxation and guided imagery to post-SC patients in the Mojolangu Health Center area in Malang City in 2024. This research design used quasi experiment two-group pre-test post-test design. The sampling technique in this study was accidental sampling with a sample of 28 people divided into 2 groups, namely the Benson relaxation group and the guided imagery group. The independent variable is Benson relaxation technique and guided imagery and the dependent variable is pain level. Measurement of pre and post pain scale using numeric rating scale. The bivariate data analysis test used the Wilcoxon test and Mann-whitney test to determine the difference in the decrease in pre and post pain levels and the difference in post pain in 2 groups. The results showed that the pain level of the Benson relaxation group before being given relaxation was on average moderate and after being given relaxation the average pain level became painless. The pain level of the guided imagery group before the intervention averaged moderate pain and after the intervention became mild pain. The statistical test results of the p-value value of 0.000 (<Alpha 0.05), so it can be concluded that there is a difference in pain levels after being given an intervention in the Benson relaxation group and the guided imagery group in post-SC mothers in the Mojolangu Malang City Health Center working area in 2024. It is expected that health center staff can apply these two methods to post-SC mothers to reduce their pain levels.
Description Of Diabetic Wound Treatment With Hydrogel In Pedis Care Malang City Triska Dama Yanti; Abdul Hanan; Lucia Retnowati; Eddi Sujarwo; Susi Milwati
International Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2024): March : International Journal of Medicine and Health (IJMH)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v3i1.2854

Abstract

The hydrogel's optimum hydration ability can lyse slough and necrotic tissue (autolytic debridement ability). This study aims to determine the description of diabetic wound care using hydrogel as a modern dressing in the development of BWAT scores. The research design uses a case study method and consisting of 2 samples with grade II-III diabetic ulcers at Pedis Care Malang. The results of the study on subject I obtained the BWAT score on the first treatment was 33 and on the sixth day of treatment was 26, in subject II the first treatment was 37 and on the sixth day of treatment was 25, showed a decrease in the BWAT score, which means that diabetic ulcer healing progressed. The healing process of diabetic ulcer wounds is also influenced by the nutrients that enter the body, one of which is protein which plays a role in cell formation. The researcher's advice for both subjects is that they are expected to be able to maintain wound moisture with sustainable modern dressings until the wound is declared healed and increase nutrition as a supporting factor for wound healing.
Pengaruh Kombinasi Terapi Foot Massage Dan Senam Kaki Diabetik Terhadap Nilai Ankle Brachial Indeks Pada Lansia DM Tipe 2 Di Puskesmas Polowijen Kota Malang Eirya Ertistiarsa; Tri Nataliswati; Maria Diah Ciptaningtyas; Fitriana Kurniasari Solikhah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1076

Abstract

Lansia dengan Diabetes Melitus tipe 2 berisiko mengalami gangguan sirkulasi darah perifer akibat aterosklerosis dan hiperglikemia kronis yang menurunkan elastisitas pembuluh darah serta meningkatkan kekakuan arteri. Kondisi ini menyebabkan penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan meningkatkan risiko komplikasi kaki diabetik, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis untuk memperbaiki sirkulasi perifer. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi foot massage dan senam kaki diabetik terhadap nilai ABI pada lansia DM tipe 2 di Puskesmas Polowijen Kota Malang. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pre-test and post-test design. Sampel berjumlah 32 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Dimana kelompok perlakuan mendapatkan kombinasi intervensi foot massage dan senam kaki diabetik, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan intervensi senam kaki diabetik. Analisis data menggunakan Uji statistic Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ABI sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori iskemia arteri ringan. Setelah intervensi, pada kelompok perlakuan hampir setengahnya mengalami peningkatan nilai ABI ke kategori borderline dan normal. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna nilai ABI sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan (p = 0,001). Uji Mann–Whitney menunjukkan peningkatan nilai ABI kelompok perlakuan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol nilai U = 56.500 (p = 0,003). Disimpulkan bahwa kombinasi foot massage dan senam kaki diabetik berpengaruh terhadap peningkatan nilai ABI pada lansia DM tipe 2 dan diharapkan dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu memperbaiki sirkulasi perifer pada lansia DM tipe 2.
Peran Faktor Persalinan terhadap Stunting pada Balita: Studi di Desa Tasikmadu, Indonesia : The Role of Delivery Factors on Stunting in Toddlers: A Village Study Tasikmadu Village, Indonesia Della Kurnia Fauziah; Nurul Pujiastuti; Fitriana Kurniasari Solikhah; Tri Nataliswati
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 19 No. 2 (2023): NJK Volume 19, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v19i2.66

Abstract

Stunting remains a persistent nutritional challenge in Indonesia, posing a substantial threat to child growth and survival, typically manifesting in the second year of life. Its primary antecedent is inadequate prenatal protein intake, resulting in shortened birth length and increased susceptibility to stunting. This study aimed to elucidate the relationship between birth length and stunting among toddlers within Tasikmadu Village, employing a retrospective cohort design with a total sample size of 128 individuals selected through Total Sampling. The analysis of the collected data yielded a noteworthy result, with a calculated p-value exceeding 0.570. This outcome signifies the absence of a statistically significant correlation between birth length and the incidence of stunting among the study participants in Tasikmadu Village. Instead, the investigation highlights the prominence of postnatal factors as significant determinants of stunting prevalence. These factors include the untimely introduction of complementary foods alongside breastfeeding (MP-ASI), irregular MP-ASI feeding schedules, a predominantly carbohydrate-based MP-ASI menu, erratic breastfeeding timings, and premature discontinuation of exclusive breastfeeding. In summary, this study discerns a conspicuous dissociation between birth length and stunting occurrence in Tasikmadu Village. The implication is that the roots of stunting lie predominantly in postnatal practices, emphasizing the critical role of addressing issues such as inappropriate MP-ASI practices and breastfeeding patterns to effectively combat the prevalence of stunting among toddlers. These findings contribute to a more nuanced understanding of the multifaceted nature of stunting in this context, guiding future interventions and public health initiatives aimed at its mitigation.
Hubungan Paparan Gadget Dengan Perilaku Makan Pada Anak Usia Prasekolah (3-5 Tahun) Di Posyandu Kampung Sanan Kota Malang Jihan Triamanda Valentine; Esti Widiani; Naya Ernawati; Tri Nataliswati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1057

Abstract

Gangguan perilaku makan yang sering terjadi pada anak usia prasekolah yaitu perilaku makan negatif, akan berdampak negatif bagi keseimbangan gizi dan pertumbuhan anak. Salah satu faktor penyebabnya yaitu tingginya paparan gadget yang membuat anak cenderung tidak peka terhadap rasa kenyang atau lapar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan paparan gadget dengan perilaku makan pada anak usia prasekolah (3-5 tahun) di Posyandu Kampung Sanan, Kota Malang. Desain penelitian ini kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 16 Oktober 2025. Sampel terdiri dari 70 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki paparan gadget tinggi (47%), sedangkan perilaku makan negatif ditemukan pada hampir seluruh responden (92,9%). Uji statistik menghasilkan nilai r = –0,144 dengan p = 0,234, yang menandakan tidak adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Perilaku makan pada anak prasekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk personal preference, status sosial ekonomi, budaya, rasa lapar, kenyang, nafsu makan, kesehatan dan paparan gadget. Paparan gadget berlebihan juga berpotensi mengganggu proses makan anak, anak cenderung tidak peka terhadap rasa lapar dan kenyang. Meskipun hubungan statistik tidak signifikan, kontrol penggunaan gadget tetap diperlukan karena mekanisme-mekanisme tersebut dapat berkontribusi pada pembentukan perilaku makan negatif dalam jangka panjang.
Pengaruh Kombinasi Buerger Allen Exercise Dan Hidroterapi Minum Air Hangat Terhadap Kadar Gula Darah Lansia DM Tipe 2 Di Puskesmas Polowijen Kota Malang Michellia Ayudia Pramitha; Tri Nataliswati; Naya Ernawati; Maria Diah Ciptaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1100

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang banyak dialami oleh lansia dan ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol. Kondisi ini menimbulkan berbagai komplikasi serius yang dapat meningkatkan risiko komplikasi lansia, sehingga diperlukan upaya pengendalian yang efektif, aman, dan mudah. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh kombinasi Buerger Allen Exercise dan hidroterapi minum air hangat terhadap kadar gula darah lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Polowijen Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian adalah lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan jumlah sampel 44 responden. Analisis data menggunakan Uji statistic Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar berada pada kategori kadar gula darah tinggi sebanyak 32 responden (72,7%). Setelah diberikan kombinasi Buerger Allen Exercise dan hidroterapi minum air hangat, hasil posttest menunjukkan bahwa sebagian besar berada pada kategori kadar gula darah sedang sebanyak 28 responden (63,6%). Hasil uji wilcoxon signed ranks test pada kadar gula darah pretest-posttest didapatkan p-value 0,000 p <0,05. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh kombinasi Buerger Allen Exercise dan hidroterapi minum air hangat terhadap kadar gula darah lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis bagi lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 dan sebagai intervensi pendukung di Puskesmas dalam membantu pengendalian kadar gula darah melalui kombinasi Buerger Allen Exercise dan hidroterapi minum air hangat.
Co-Authors Abdul Hanan Afifta Wahyu Agus Setyo Agus Setyo Utomo Aminatus Sulfa Laili Fitria Angger Rangga Santika Annisa DN Arief Bachtiar Arif Dwi Sulistiyanto Arif, Taufan Bachtiar , Arief Budiono Budiono Budiono Cecep Kusmana Della Kurnia Fauziah Desy Rinawaty Devi Ayu Putri Aryandani Dicki Andrean Dina Dama Yanti Dyah Sartika Dyah Widodo Dyah Widodo Eddi Sujarwo edy suyanto Eirya Ertistiarsa Endang Sutjiati Endang Sutjiati Feny Dwi Aprilia Fina Salsabila Muqorrobin Fitriana Kurnia Sari Fitriana Kurniasari Sholikhah Fitriana Kurniasari Solikhah Ganif Djuwadi Hana Diah Herawati, Tutik Hurun ain imam - subekti Indah Dwi Kusuma Wardani Intan Azzahra, Helmalia Ira Rahmawati Jihan Triamanda Valentine Kasiati Kasiati Kasiati ., Kasiati Kissa Bahari Kissa Bahari Lailatul Alfi Syari Lillah Aulya Shabriena Pinasthi Satriyanto Lingling Marinda Palupi Lingling Marinda Palupi M Ivan Zeaul Alhaq Maria Diah Ciptaning Tyas Maria Diah Ciptaningtyas Maria Diah Ciptaningtyas Marsaid marsaid Mega Silvia Michellia Ayudia Pramitha Milwati, Susi Moh Adib Mabruri Moza Fadzila Hayyunur Astantri Muqorrobin, Fina Salsabila Mustayah ., Mustayah Mustayah Mustayah Mustayah, Mustayah Naya Erna Wati Naya Ernawati Naya Ernawati Niswatul F Nurul hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Hidayah Nurul Pujiastuti Nurul Pujiastuti Pebri Triwandika Pertami, Sumirah Budi Prahesty Yuliawardani Regina Rosca Putri Pertiwi Ririn Anantasari Rizky Amalia Ulul Azizah Rudi Hamarno Sartika, Dyah Sartika, Dyah Setyo, Agus Setyorini, Anggun Sharon, Dinda Hapsari Cahya Mawar Sholha, Hanny Atus Sholikhah, Fitriana Kurniasari Silfi F Siti Jannatun Aliya Siti Nur Siti Nuryatul Badriyah Solikhah, Fitriana Kurniasari Soraya Qonita Zakia Athuf subekti, imam - Sulastyawati Sulastyawati Supono Supono Susi Milwati Syifa Azahra Irawan Theresia Wijayanti Tri - Anjaswarni Tri Anjaswarni Tri Anjaswarni Tri Cahyo Sepdianto Tri Wanda Agustina Triska Dama Yanti Wardani, Indah Dwi Kusuma Wati, Naya Erna Wati, Nurahma Widiani, Esti WIJAYANTI, THERESIA Yanti, Dina Dama Zahratu Ikfiyana Habsillah, Hanny Zahroh, Manzilatuz