Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA YANG MENGIKUTI PEMBELAJARAN DENGAN METODE BERBASIS KASUS MATERI KESEIMBANGAN BENDA TEGAR Putriana, Putriana; Saehana, Sahrul; Syamsuriwal, Syamsuriwal
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 10 No. 3 (2022): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode berbasis kasus materi keseimbangan benda tegar di kelas XI SMAN 1 Sojol. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode campuran (mixed methods). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA C SMA Negeri 1 Sojol sebanyak 25 siswa yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengisian angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode berbasis kasus materi keseimbangan benda tegar di kelas XI tergolong dalam kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa perasaan senang, perhatian siswa, ketertarikan siswa dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis kasus mendorong siswa untuk aktif dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan pembelajaran. Tidak hanya mendengarkan penjelasan guru namun siswa juga dilatih menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran sebagai evaluasi pembelajaran. Hal tersebut menjadi faktor siswa memiliki minat belajar siswa yang baik.
Analisis Pemahaman Mahasiswa Calon Guru Fisika Tentang Konsep Elektrostatika Berdasarkan Four Tier Multiple Choice (4TMC) Test Ananda, Falwa; Nurjannah, Nurjannah; Werdhiana, I Komang; Syamsuriwal, Syamsuriwal; N. Laratu, Wahyuni
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 2 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i2.4675

Abstract

Konsep elektrostatika menjadi salah satu materi konsep yang sulit dipahami oleh mahasiswa calon guru fisika karena materinya yang bersifat abstrak dan melibatkan representasi matematika yang kompleks sehingga sulit untuk ditangkap dan dipahami oleh mahasiswa calon guru fisika. Kesulitan ini berdampak pada rendahnya kemampuan pemahaman konsep mahasiswa yang seharusnya memiliki pemahaman mendalam sebagai calon pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mahasiswa calon guru fisika tentang konsep elektrostatika berdasarkan Four Tier Multiple Choice (4TMC) Test. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa calon guru fisika angkatan 2023 kelas A yang berjumlah 28 orang, dengan 10 orang diantaranya terpilih sebagai responden wawancara. Instrumen yang digunakan merupakan instrumen tes diagnostik Four Tier Multiple Choice (4TMC) Test sebanyak 20 nomor dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemahaman mahasiswa calon guru fisika tentang konsep elektrostatika berada pada kategori sedang, diikuti kategori tinggi, dan hanya sedikit yang berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, pemahaman mahasiswa calon guru fisika tentang konsep elektrostatika tergolong dalam kategori sedang.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Etnosains Kaili Pada Materi Getaran Dan Gelombang Lisdawati, Lisdawati; Syamsuriwal, Syamsuriwal; Pasaribu, Marungkil; Sani, Nurul Kami
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 2 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i2.4702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis etnosains Kaili yang layak dan efektif pada materi getaran dan gelombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau R&D (Research and Development), dengan desain penelitian menggunakan model ADDIE yang dibagi menjadi lima tahapan, yakni tahap analisis (Analysis), tahap perancangan (Design), tahap pengembangan (Development), tahap implementasi (Implementation), dan tahap evaluasi (Evaluation). Subjek penelitian ini adalah guru IPA dan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Palu. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data. Kualitas atau kelayakan e-modul yang dikembangkan berdasarkan validasi ahli materi menunjukkan skor rata-rata 3,72 dengan kategori sangat baik, validasi ahli media menunjukkan skor rata-rata 3,48 dengan kategori sangat baik, hasil penilaian guru menunjukkan skor rata-rata 4,0 dengan kategori sangat setuju, dan hasil angket respon peserta didik menunjukkan skor rata-rata 3,35 dengan kategori sangat setuju. Produk yang dihasilkan berupa e-modul interaktif yang mengintegrasikan konsep getaran dan gelombang dengan alat musik tradisional Kaili yaitu Kakula dan Gimba. Hasil menunjukkan bahwa e-modul berbasis etnosains Kaili pada materi getaran dan gelombang yang telah dikembangkan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar alternatif yang kontekstual dan bermakna dalam pembelajaran fisika.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Phet sebagai Laboratorium Virtual Bagi Guru dan Siswa SD Inpres 2 Kawatuna Palu Syamsuriwal, Syamsuriwal; Kade, Amiruddin; Nurjannah, Nurjannah; Paramitha, Ielda; Jarnawi, Muhammad; Santoso, Rudi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/bjkxa058

Abstract

Keterbatasan fasilitas laboratorium di SD Inpres 2 Kawatuna berdampak pada kurang optimalnya pembelajaran sains yang berbasis eksperimen. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi melaksanakan pelatihan penggunaan aplikasi PhET Interactive Simulations sebagai laboratorium virtual bagi guru dan siswa. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan PhET ke dalam pembelajaran serta memberikan pengalaman belajar interaktif bagi siswa. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyampaian materi melalui ceramah, pelatihan teknis, praktik penggunaan simulasi, serta pendampingan langsung. Kegiatan diikuti oleh delapan guru dan dua puluh siswa kelas V dan VI SD Inpres 2 Kawatuna pada 5 Agustus 2025. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa guru mampu menggunakan PhET secara mandiri, baik online maupun offline, serta dapat memanfaatkan simulasi yang relevan dengan kurikulum, seperti operasi pecahan untuk Matematika dan listrik dinamis untuk IPA. Guru dan siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan, dan refleksi akhir mengungkapkan bahwa aplikasi PhET dapat menjadi solusi alternatif yang praktis, murah, dan menarik untuk pembelajaran sains di sekolah dengan keterbatasan infrastruktur. Dengan demikian, pelatihan ini berdampak positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan motivasi belajar siswa.
Modeling of Colorado Learning Attitude Science Survey in Indonesian Version: A Study with Applying Item Response Theory Mutmainna, Mutmainna; Hasyim, Mutahharah; Syamsuriwal, Syamsuriwal; Setiaji, Bayu; Setiawati, Farida Agus
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol. 13 No. 1 (2024): JP3I
Publisher : FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v13i1.36745

Abstract

Colorado Learning Attitudes about Science Survey (CLASS) is an instrument designed to explore students' perceptions of physics and assess how closely their beliefs correspond with those of professional physicists. Before the development of CLASS, several similar instruments were developed in the field of Physics Education such as the Maryland Physics Expectation (MPEX), Views About Science Survey (VASS), and Epistemological Beliefs Assessment for Physical Science (EBAPS). Adams et al. developed CLASS in 2006 by evaluating these three instruments. Since then, CLASS has been extensively studied for its use in research, especially in the field of Physics Education, and has also been applied in other fields and translated into several languages. As a form of community strengthening, this article attempts to report the research findings related to the use of the CLASS instrument that has been translated into Indonesian. A total of 292 undergraduate students were sampled in this study, who are students from four universities. The respondents in this study were students who had enrolled in the Fundamental of Physics course. The data obtained were analysed with Item Response Theory (IRT) for the polytomous scale. There are Grade Response Model (GRM), Partial Credit Model (PCM), Rating Scale Model (RSM), and Generalized Partial Credit Model (GPCM). The research results show that among the four models of approach and based on the criteria used, the model considered most suitable is GRM. The research also shows that the number of items declared consistent with the model does not cover all CLASS items but rather some items. This finding indicates that further exploration is needed regarding the CLASS instrument items, especially in the Indonesian version. The findings of this study also add to the wealth of knowledge related to the quality assessment of the CLASS instrument through the modern test theory approach (IRT). Thus, the CLASS instrument can be regarded as a standard instrument and can be used globally across various populations.
Analisis Persepsi Peserta Didik dalam Konteks Energi Terbarukan Memanfaatkan AI dan Simulasi dalam Pembelajaran Fisika Alfito, Alfito; Haeruddin, Haeruddin; Ilmianih, Rizki; Wahyono, Unggul; Syamsuriwal, Syamsuriwal
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 3 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i3.4951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi peserta didik terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan simulasi dalam pembelajaran fisika pada materi energi terbarukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X-A dan X-B di MAN 1 Kota Palu dengan total responden sebanyak 31 orang. Instrumen yang digunakan yaitu angket skala Likert dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik berada pada kategori sangat setuju dengan rata-rata skor 3,84. Peserta didik merasa terbantu dalam memahami konsep abstrak energi terbarukan melalui pendekatan pembelajaran berbasis AI dan simulasi. Keunggulan dari pendekatan ini adalah integrasi simultan antara AI dan simulasi PhET yang saling melengkapi: AI memberikan penjelasan yang bersifat interaktif, sementara simulasi menyuguhkan visualisasi yang konkret. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan minat belajar peserta didik terhadap materi energi terbarukan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS IOT PADA SISTEM KEAMANAN RUMAH ADAT PALU Damayanti, Andini Rizki; Wahyono, Unggul; Abd. Syukur, Muh. Syarif. S; Syamsuriwal, Syamsuriwal
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 3 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i3.5056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem keamanan rumah adat Palu. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya minat dan pemahaman siswa dalam mempelajari fisika yang bersifat abstrak, serta keterbatasan media pembelajaran yang mengaitkan teknologi modern dengan kearifan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media yang dikembangkan berupa miniatur rumah adat Palu (Souraja) yang dilengkapi dengan sensor PIR, DHT22, MQ-2, ESP32-CAM, buzzer, LED, dan aplikasi Telegram sebagai sistem keamanan berbasis IoT. Hasil validasi dari ahli media (pakar IoT) memperoleh skor kelayakan 90% dengan kategori sangat layak. Validasi dari guru fisika memperoleh skor kelayakan 92% dengan kategori sangat layak. Sementara hasil respon siswa kelas XI SMA Negeri 7 Sigi terhadap media yang dikembangkan memperoleh persentase 88% dengan kategori sangat baik. Media ini berkontribusi dalam membantu siswa memahami konsep-konsep fisika seperti listrik dinamis, suhu dan kalor, gelombang bunyi, serta sistem digital berbasis sensor. Selain itu, media ini juga mendukung pembelajaran kontekstual berbasis proyek dan mengintegrasikan pelestarian budaya lokal ke dalam proses pembelajaran fisika, sehingga dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konsep, dan keterampilan abad 21 siswa.
Metakognisi dan Gaya Berpikir: Membuka Potensi Pemecahan Masalah Fisika Haeruddin; I Komang Werdhina; Muhammad Jarnawi; Syamsuriwal; Zuhdan Kun Prasetyo; Supahar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.6151

Abstract

Thinking styles and metacognition are related as they both have the same space in assessing one’s own abilities. Metacognition and thinking styles have an important role in unlocking the potential of physics problem solving. The objective of this study is to investigate the relationship between metacognition, thinking styles (particularly those proposed by Gregorc), and physics problem solving. The study involved a cohort of 364 students who were pursuing a physics degree at Tadulako University. The results indicated that metacognition behavior exhibited in the process of solving physics problems was classified as high category. The most dominant thinking style was abstract sequential, while the least was concrete random. The data analysis showed a significant difference in metacognition behavior between groups categorized by thinking style. Specifically, the concrete sequential (SK) group exhibited a significant difference with the abstract random (AA) group. These results provide further understanding of how metacognition and thinking styles play a role in physics problem solving. This study contributes significantly to comprehending the connection between metacognition, thinking styles, and the successful resolution of physics problems. The insights gained provide prospects for formulating more efficient physics learning methods that will ameliorate students' aptitude in tackling physics problems.
Assessing Student Performance Designing Props and Experiments Physics In Learning Team Base Project For Subject Instrumentation I Komang Werdhiana; Haeruddin; Muhammad Jarnawi; Syamsuriwal
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 2 (2025): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i2.10126

Abstract

Performance assessment is an important part of learning that applies the team-based project method. This study aims to describe student performance in designing physics teaching aids and experiments in terms of active participation, understanding of the material, presentation skills and products. This study uses a descriptive method. Data were obtained through observation sheets and rubrics and assessment sheets. Data analysis for active participation, understanding of the material, and presentation skills was carried out by determining the number of students who obtained scores according to each category (very good, good, quite good, and less good) then expressed as a percentage. Data analysis for product assessment was carried out by determining the average score of each product and converting it to a score of 100. There were 29 students who were the sample of the study. The results of the study showed that students who participated actively were predominantly in the sufficient and less active categories. The percentage of students who understood the material was predominantly in the understand and understand enough categories. Students' presentation skills were predominantly in the good category. All the results of the teaching aid designs were in the very good category. There were three experimental design results in the very good category and three others in the good category. Based on the research results, it can be concluded that students are able to design physics demonstration tools and experiments in terms of active participation, understanding of the material, presentation and product skills, through team-based project learning.
Mapping the Intellectual Structure of Item Response Theory and Rasch Model Applications in Physics Education Assessment: A Scopus-Based Bibliometric Analysis Haeruddin Haeruddin; Delthawati Isti Ratnaningtyas; Muhammad Jarnawi; Syamsuriwal Syamsuriwal; Rudi Santoso
Journal of Mathematics Science and Computer Education Vol 6, No 1 (2026): MAY 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jmscedu.v6i1.18491

Abstract

Assessment in physics education requires valid and reliable measurement instruments capable of accurately representing students’ cognitive abilities, including conceptual understanding, scientific reasoning, and problem-solving skills. Over the past decades, instrument validation has shifted from Classical Test Theory to modern probabilistic measurement models, particularly Item Response Theory (IRT) and the Rasch model. Despite the growing application of these models in physics education research, the expanding literature remains thematically and methodologically fragmented, limiting a comprehensive understanding of the field’s intellectual development. Therefore, this study aims to map the intellectual structure and research trends of IRT and Rasch model applications in physics education assessment. This study employed a bibliometric research design using 243 Scopus-indexed publications published between 2001 and 2026. Bibliographic metadata were retrieved using Publish or Perish and analyzed using the Bibliometrix package in RStudio and VOSviewer to examine publication trends, influential sources, collaboration networks, and keyword co-occurrence patterns. The results reveal substantial growth in publications, increasing by more than 1,150% over the past two decades. Five major thematic clusters were identified: measurement frameworks, psychometric modeling, validity and fairness, instrument development and technology, and learning progression. Emerging themes such as computational thinking, digital instrument development, and multidimensional assessment indicate a shift toward competency-based and technology-supported assessment practices. Overall, the findings reveal the intellectual structure and research trends of IRT and Rasch model applications in physics education assessment, demonstrating their growing role as central methodological frameworks in contemporary assessment research. These findings also provide directions for future research, particularly in developing multidimensional Rasch-based instruments and technology-enhanced assessment systems in physics education