Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Kerja Sama Anak Usia Dini Melalui Permainan Cooperative Adventure Mission Pada Kelompok B Tk Kemala Bhayangkari 87 Mojosari Tahun Ajaran 2026/2027 Mareta Triana Putri Utami Anugerah; Mukhtar Zaini Dahlan; Wijaya Adi Putra
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 9 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i9.7189

Abstract

Cooperation skills are an important aspect of early childhood social-emotional development that needs to be fostered from kindergarten. Based on initial observations in Group B of TK Kemala Bhayangkari 87 Mojosari, some children were still unable to cooperate optimally in group activities, were less active in helping their peers, and had difficulty participating in completing group tasks. This study aims to improve children’s cooperation skills through the Cooperative Adventure Mission game in Group B of TK Kemala Bhayangkari 87 Mojosari during the 2026/2027 academic year. The study employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 24 children. Data were collected through observation, interviews, documentation, and field notes, and analyzed using quantitative and qualitative descriptive techniques. The success criterion was set at a minimum of 85% of children achieving the expected developmental criteria for cooperation skills. The implementation of the Cooperative Adventure Missiongame is expected to improve children’s cooperation skills through activities involving communication, collaboration, mutual assistance, and completing missions in groups. This game is also expected to serve as an innovative, active, and enjoyable alternative learning strategy for developing early childhood social-emotional skills.
Pengembangan Media Flashcard Berbasis Budaya Pandalungan dalam Menstimulasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Dewi Afaiza Rini; Mohammad Maulana Trianggono; Nurhafit Kurniawan; Mukhtar Zaini Dahlan
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 3 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i3.15247

Abstract

Anak usia dini merujuk pada tahap awal kehidupan yang penuh dengan keajaiban dan penemuan, merupakan masa yang kritis dalam perkembangan manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media flashcard dengan dasar budaya pandalungan ini layak dan efektif dalam mengembangkan ketrampilan bahasa anak berusia empat sampai lima tahun pada kelas A semester genap di TK AL FALAH Curah lele. Penelitian ini menerapkan metode pengembangan addie model dan metode experimental pada uji coba produk pengembangan. Subjek dalam Penelitian ini di kelas A yang berusia 4-5 tahun berjumlah 18 siswa meliputi delapan siswi perempuan dan sepuluh siswa laki – laki. Target yang akan di capai pada pengamatan ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan berbahasa anak usia 4-5 tahun melalui flashcard. Pengembangan media pembelajaran dengan mengguanakan lima model tahapan ADDIE : Analisis, Desain, Pengembangan, Penerapan, dan Penilaian. Data di kumpulkan dengan pre test – post test dan observasi dengan merujuk (a) mengungkapkan perkataan, ( b) menjawab pertanyaan sesuai pertanyaan, (c) memperkaya perbendaharaan kata, (d) mengenal symbol – symbol. Data di analisis menggunakan presentase uji T. Hasil Verifikasi media belajar yang di lakukan oleh ahli media pembelajaran mencapai nilai 99% menunjukkan hasil yang sangat valid. Dan sesuai dengan hasil uji T menunjukkan haisl t start (18,939) lebih tinggi dari tabel T (1,739) dan diartikan bahwa terdapat ketidaksmaan yang sangat berbeda dari tes awal dan ulasan menunjukkan pengembangan media flashcard berbasis pandalungan efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak berusia 4-5 tahun di TK AL FALAH CURAH LELE. Kata kunci : Anak usia 4-5 tahun, Bahasa, Media Flashcard
Kebijakan Pendidikan Agama Islam di Pendidikan Anak Usia Dini: Analisis Latar Belakang, Isi, Implementasi, dan Dampak Kebijakan A Zulkarnain Ali; Mukhtar Zaini Dahlan
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v3i2.3301

Abstract

Kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan upaya untuk membentuk karakter, moralitas, dan identitas agama anak-anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan fokus pada empat aspek utama: latar belakang, isi, implementasi, dan dampak kebijakan. Metode studi literatur melibatkan pengumpulan, analisis, dan sintesis informasi dari berbagai sumber tertulis yang sudah ada, seperti buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dokumen kebijakan, dan sumber-sumber online lainnya.  Analisis kebijakan ini melibatkan empat aspek utama: latar belakang, isi, implementasi, dan dampak kebijakan. Latar belakang kebijakan ini mencakup konteks sosial, budaya, dan agama yang mempengaruhi kebutuhan dan tuntutan akan pendidikan agama Islam di tingkat PAUD. Isi kebijakan mencakup standar kompetensi, kurikulum, dan materi pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perkembangan anak-anak usia dini sesuai dengan ajaran agama Islam. Implementasi kebijakan melibatkan ketersediaan sumber daya, pelatihan guru, integrasi kurikulum, dan mekanisme pengawasan yang memastikan efektivitas dan kesinambungan pembelajaran PAI di PAUD. Dampak kebijakan mencakup pengembangan moral, spiritual, dan karakter anak-anak, serta kontribusi terhadap visi pendidikan nasional yang inklusif dan berkeadilan. Analisis menyimpulkan bahwa kebijakan PAI di PAUD memberikan dampak positif namun juga dihadapkan pada tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan integrasi kurikulum. Diperlukan upaya kolaboratif untuk memperbaiki implementasi kebijakan dan meningkatkan manfaatnya bagi perkembangan anak-anak di tingkat PAUD