Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Sosialisasi literasi digital cakap dan bijak menggunakan dompet elektronik di SMK Sunan Bejagung Tuban Andik Adi Suryanto; Amaludin Arifia; Alfian Nurlifa; Asfan Muqtadir; Fitroh Amaluddin; Aris Wijayanti; Andy Haryoko; Suprapto Suprapto; Miftahul Ulum; Nurul Hidayah; Layla Ayu Mustika Putri; Dhoni Prasetya; Syahrul Andrian Setia Budi; Rachmalia Vinda Kusuma; Miftahul Munir; Saeful Mizan; Yosia Dian Purnama Windrayadi; Mardi Widodo; Tabhita Sri Hartati Wulandari; Guruh Putro Dirgantoro
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38805

Abstract

Abstrak Perkembangan transaksi keuangan digital di kalangan pelajar menuntut peningkatan literasi keamanan finansial digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa kelas XII SMK Sunan Bejagung Tuban terkait penggunaan dompet elektronik secara aman, pencegahan kejahatan siber, serta verifikasi legalitas layanan keuangan digital. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, simulasi praktik keamanan akun, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pretest, posttest, dan angket respon. Kegiatan melibatkan 68 siswa dan menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan dari kategori kurang menjadi sangat baik setelah kegiatan. Respon peserta juga sangat positif sehingga kegiatan dinilai efektif meningkatkan literasi keamanan finansial digital. Secara kuantitatif, hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan kategori pemahaman sangat baik dari 1,7% (pretest) menjadi 82,8% (posttest), serta penurunan kategori kurang dari 66,8% menjadi 0%, yang dihitung berdasarkan persentase jumlah responden pada tiap skala penilaian instrumen pretest dan posttest (N=68). Kata kunci: literasi digital; dompet elektronik; keamanan siber; pelajar SMK; pengabdian masyarakat. AbstractThe rapid growth of digital financial transactions among students has increased the need for stronger digital financial security literacy. This community service program aimed to enhance the understanding of Grade 12 students at SMK Sunan Bejagung Tuban regarding the safe use of electronic wallets (e-wallets), cybercrime prevention, and verification of the legitimacy of digital financial services. The program employed educational sessions, hands-on simulations of account security practices, interactive discussions, and evaluations using pretests, posttests, and participant response questionnaires. A total of 68 students participated in the program. The findings demonstrated a substantial improvement in participants’ understanding, shifting from a poor level before the program to a very good level after its completion. Participants also provided highly positive responses, indicating that the program was effective in strengthening digital financial security literacy. Quantitatively, descriptive analysis showed that the proportion of participants in the very good understanding category increased from 1.7% in the pretest to 82.8% in the posttest, while the proportion in the poor category decreased from 66.8% to 0%. These percentages were calculated based on the number of respondents within each rating category of the pretest and posttest instruments (N = 68). Keywords: digital literacy; electronic wallets; cybersecurity; vocational high school students; community service.
Kesiapan Guru IPS Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan di Sekolah Pedesaan di Tuban Mario Fahmi Syahrial; Sukisno; Mardi Widodo; Tri Mei Apta Arjanti
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.48299

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesiapan guru IPS dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) di sekolah pedesaan dengan studi kasus pada dua SMP negeri di salah satu kecamatan pedesaan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 6 guru, 2 kepala sekolah, dan 4 siswa, observasi pembelajaran (12 sesi), serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru masih sangat rendah, terutama pada aspek Intelligent‑Technological Knowledge (I‑TK) dan etika AI. Fenomena kesenjangan pada belief‑practice gap terkonfirmasi: 5 dari 6 guru menyatakan percaya diri menggunakan AI, namun observasi hanya mencatat 1 guru yang pernah menyebut AI di kelas dan tidak ada implementasi sebagai media inti. Tiga kluster hambatan teridentifikasi, yaitu; infrastruktur, yang meliputi; sinyal tidak stabil, bandwidth terbatas, institusional adanya larangan penggunaan HP siswa dan ketiadaan kebijakan AI, serta secara individual, yaitu rendahnya efikasi diri dan dominasi guru senior. Perbedaan akreditasi sekolah tidak berkorelasi signifikan dengan kesiapan AI; faktor penentu utama adalah kepemimpinan kepala sekolah.
PENGUATAN LITERASI ADIWIYATA MELALUI PEMBUATAN MAJALAH DINDING DI SEKOLAH UPT SMP NEGERI 3 SEMANDING Mardi Widodo; Fiqi Dea Fernanda Angga Al Fian; Fahrurrozi Dwi Kurnia Putra; Dinda Meilenia; Erfa Meiliyah; Diva Nesa Putri Salsabila; Enggar Fara Ayunda
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i2.20213

Abstract

Literasi lingkungan merupakan salah satu kompetensi yang sangat urgen dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab ekologis. Lokasi pengabdian berada di UPT SMP Negeri 3 Semanding Kabupaten Tuban yang telah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional, hasil observasi menunjukkan bahwa penguatan literasi lingkungan bagi sivitas sekolah masih perlu ditingkatkan agar tidak hanya berorientasi pada pembiasaan perilaku, tetapi juga pada pemahaman terhadap berbagai isu lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan murid melalui program berbasis Adiwiyata yang terintegrasi dengan budaya sekolah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi observasi dan identifikasi kebutuhan, sosialisasi budaya Adiwiyata dan literasi lingkungan, pendampingan pembuatan Mading Adiwiyata, perancangan media visual sekolah berbasis Adiwiyata, serta evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran lingkungan murid. Kegiatan ini menghasilkan lima Mading Adiwiyata sebagai media literasi lingkungan serta banner visi, misi, dan tujuan sekolah berbasis Adiwiyata yang mendukung penguatan budaya sekolah berwawasan lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kualitas sosialisasi memperoleh persentase 81,21%, kualitas Mading Adiwiyata sebesar 81,36%, dan dampak kegiatan terhadap sikap serta kesadaran lingkungan sebesar 83,26% dengan kategori baik. Selain itu, guru dan tenaga kependidikan memberikan penilaian sangat baik dengan persentase antara 86,11% hingga 88,67%. Program ini membuktikan bahwa penguatan literasi lingkungan melalui pendekatan partisipatif dan pemanfaatan media literasi berbasis Adiwiyata efektif dalam meningkatkan kesadaran ekologis murid serta mendukung keberlanjutan budaya peduli lingkungan di sekolah.
"hubungan antara pemahaman nilai - nilai pendidikan antikorupsi dengan sikap kesadaran moral mahasiswa fkip universitas pgri ronggolawe tuban" faridz annas; mardi widodo
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 10 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v10i1.1271

Abstract

Korupsi masih menjadi hambatan internasional kritis yang memengaruhi pembangunan sosial, politik, dan ekonomi, di mana Indonesia mengalami penurunan signifikan pada laporan Indeks Persepsi Korupsi (CPI) tahun 2025 menjadi 34/100. Paradigma preventif melalui pendidikan tinggi sangat penting untuk membentuk perilaku etis mahasiswa. Penelitian ini menguji secara empiris hubungan antara pemahaman nilai-nilai antikorupsi dengan sikap kesadaran moral di kalangan mahasiswa keguruan. Dengan menerapkan pendekatan kuantitatif berdesain simple random sampling, data dikumpulkan dari 181 mahasiswa aktif di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Komputasi statistik menggunakan SPSS menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat (r = 0,908; p < 0,01) antara pemahaman nilai antikorupsi dan kesadaran moral mahasiswa. Model regresi struktural yang dihasilkan adalah Y = 43,853 + 0,719X, yang membuktikan bahwa internalisasi nilai menyumbang 82,4% terhadap variabilitas sikap moral (R Square = 0,824). Temuan empiris ini menegaskan bahwa penguatan kognitif tingkat tinggi atas konstruk integritas secara linier memperkokoh paradigma etis eksternal serta menekan malapraktik akademik sistemik.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED-LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 5 TUBAN Nilna Izza Bella; Mardi Widodo
Jurnal Binagogik Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to examine the problem-based learning method for the tenthgrade students of SMA Negeri 5 Tuban in the Pancasila Education subject. The background is based on field facts with the PBL method being very efficient and active and fostering critical thinking in students. For this study, a quantitative approach using the quasi-experimental Non-Equivalent Control Group Design method was used. Pre-test and post-test were designed for two experimental and control groups with 36 samples each. Where the experimental group used the PBL method and the control group used the conventional method. Data collection through tests and documentation, validity tests, normality tests, and t-tests were used. The results showed that the use of PBL was able to have a significant impact on students' understanding in the learning process. According to statistical analysis, a significant value of >0.05 was obtained, accepting that there were significant differences between the PBL and conventional methods in the material of citizens' rights and obligations. It is hoped that the results of this study will contribute to the development of interactive learning models in teaching Pancasila Education and help teachers choose methods that suit children's needs. From the research findings, it can influence students' understanding.
Tanggung Jawab Moral Ilmuwan Dalam Perspektif Aksiologi Ilmu Monika Adela; Mardi Widodo
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2026): March
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i1.17

Abstract

The development of science and technology has brought significant changes to various aspects of human life. While scientific progress offers numerous benefits, it also raises complex ethical issues when science is developed and applied without moral considerations. Therefore, discussing the moral responsibility of scientists becomes essential, particularly from the perspective of the axiology of science. This article aims to examine how the axiology of science views the role and moral responsibility of scientists in directing scientific knowledge toward humanistic values. This study employs a qualitative approach using a literature review method, analyzing relevant books and scholarly articles in the fields of philosophy of science and ethics. The findings indicate that the axiology of science emphasizes values, purposes, and benefits as fundamental elements of scientific practice. Scientists are responsible not only for the validity of scientific knowledge but also for its social, humanitarian, and environmental impacts. Consequently, the integration of ethical values into scientific activities is imperative to ensure that science does not lose its direction and can function as a means of improving the quality of human life in a fair and sustainable manner.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Meningkatkan Etika dan Moral Siswa Kelas VII Di SMPN 6 Tuban Hindun; Mardi Widodo
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan etika dan moral siswa kelas VII di SMPN 6 Tuban serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang melibatkan satu guru Pendidikan Pancasila dan 27 siswa kelas VII A. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam membentuk etika dan moral siswa melalui keteladanan, pembiasaan perilaku positif, pemberian motivasi, penegakan disiplin, serta integrasi nilai moral dalam pembelajaran. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menerapkan nilai kesopanan, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Faktor penghambat utama berasal dari perbedaan latar belakang keluarga dan lingkungan sosial siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan karakter memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.