Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sosialisasi literasi digital cakap dan bijak menggunakan dompet elektronik di SMK Sunan Bejagung Tuban Andik Adi Suryanto; Amaludin Arifia; Alfian Nurlifa; Asfan Muqtadir; Fitroh Amaluddin; Aris Wijayanti; Andy Haryoko; Suprapto Suprapto; Miftahul Ulum; Nurul Hidayah; Layla Ayu Mustika Putri; Dhoni Prasetya; Syahrul Andrian Setia Budi; Rachmalia Vinda Kusuma; Miftahul Munir; Saeful Mizan; Yosia Dian Purnama Windrayadi; Mardi Widodo; Tabhita Sri Hartati Wulandari; Guruh Putro Dirgantoro
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38805

Abstract

Abstrak Perkembangan transaksi keuangan digital di kalangan pelajar menuntut peningkatan literasi keamanan finansial digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa kelas XII SMK Sunan Bejagung Tuban terkait penggunaan dompet elektronik secara aman, pencegahan kejahatan siber, serta verifikasi legalitas layanan keuangan digital. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, simulasi praktik keamanan akun, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pretest, posttest, dan angket respon. Kegiatan melibatkan 68 siswa dan menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan dari kategori kurang menjadi sangat baik setelah kegiatan. Respon peserta juga sangat positif sehingga kegiatan dinilai efektif meningkatkan literasi keamanan finansial digital. Secara kuantitatif, hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan kategori pemahaman sangat baik dari 1,7% (pretest) menjadi 82,8% (posttest), serta penurunan kategori kurang dari 66,8% menjadi 0%, yang dihitung berdasarkan persentase jumlah responden pada tiap skala penilaian instrumen pretest dan posttest (N=68). Kata kunci: literasi digital; dompet elektronik; keamanan siber; pelajar SMK; pengabdian masyarakat. AbstractThe rapid growth of digital financial transactions among students has increased the need for stronger digital financial security literacy. This community service program aimed to enhance the understanding of Grade 12 students at SMK Sunan Bejagung Tuban regarding the safe use of electronic wallets (e-wallets), cybercrime prevention, and verification of the legitimacy of digital financial services. The program employed educational sessions, hands-on simulations of account security practices, interactive discussions, and evaluations using pretests, posttests, and participant response questionnaires. A total of 68 students participated in the program. The findings demonstrated a substantial improvement in participants’ understanding, shifting from a poor level before the program to a very good level after its completion. Participants also provided highly positive responses, indicating that the program was effective in strengthening digital financial security literacy. Quantitatively, descriptive analysis showed that the proportion of participants in the very good understanding category increased from 1.7% in the pretest to 82.8% in the posttest, while the proportion in the poor category decreased from 66.8% to 0%. These percentages were calculated based on the number of respondents within each rating category of the pretest and posttest instruments (N = 68). Keywords: digital literacy; electronic wallets; cybersecurity; vocational high school students; community service.
Kesiapan Guru IPS Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan di Sekolah Pedesaan di Tuban Mario Fahmi Syahrial; Sukisno; Mardi Widodo; Tri Mei Apta Arjanti
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.48299

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesiapan guru IPS dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) di sekolah pedesaan dengan studi kasus pada dua SMP negeri di salah satu kecamatan pedesaan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 6 guru, 2 kepala sekolah, dan 4 siswa, observasi pembelajaran (12 sesi), serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru masih sangat rendah, terutama pada aspek Intelligent‑Technological Knowledge (I‑TK) dan etika AI. Fenomena kesenjangan pada belief‑practice gap terkonfirmasi: 5 dari 6 guru menyatakan percaya diri menggunakan AI, namun observasi hanya mencatat 1 guru yang pernah menyebut AI di kelas dan tidak ada implementasi sebagai media inti. Tiga kluster hambatan teridentifikasi, yaitu; infrastruktur, yang meliputi; sinyal tidak stabil, bandwidth terbatas, institusional adanya larangan penggunaan HP siswa dan ketiadaan kebijakan AI, serta secara individual, yaitu rendahnya efikasi diri dan dominasi guru senior. Perbedaan akreditasi sekolah tidak berkorelasi signifikan dengan kesiapan AI; faktor penentu utama adalah kepemimpinan kepala sekolah.
PENGUATAN LITERASI ADIWIYATA MELALUI PEMBUATAN MAJALAH DINDING DI SEKOLAH UPT SMP NEGERI 3 SEMANDING Mardi Widodo; Fiqi Dea Fernanda Angga Al Fian; Fahrurrozi Dwi Kurnia Putra; Dinda Meilenia; Erfa Meiliyah; Diva Nesa Putri Salsabila; Enggar Fara Ayunda
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i2.20213

Abstract

Literasi lingkungan merupakan salah satu kompetensi yang sangat urgen dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab ekologis. Lokasi pengabdian berada di UPT SMP Negeri 3 Semanding Kabupaten Tuban yang telah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional, hasil observasi menunjukkan bahwa penguatan literasi lingkungan bagi sivitas sekolah masih perlu ditingkatkan agar tidak hanya berorientasi pada pembiasaan perilaku, tetapi juga pada pemahaman terhadap berbagai isu lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan murid melalui program berbasis Adiwiyata yang terintegrasi dengan budaya sekolah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi observasi dan identifikasi kebutuhan, sosialisasi budaya Adiwiyata dan literasi lingkungan, pendampingan pembuatan Mading Adiwiyata, perancangan media visual sekolah berbasis Adiwiyata, serta evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran lingkungan murid. Kegiatan ini menghasilkan lima Mading Adiwiyata sebagai media literasi lingkungan serta banner visi, misi, dan tujuan sekolah berbasis Adiwiyata yang mendukung penguatan budaya sekolah berwawasan lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kualitas sosialisasi memperoleh persentase 81,21%, kualitas Mading Adiwiyata sebesar 81,36%, dan dampak kegiatan terhadap sikap serta kesadaran lingkungan sebesar 83,26% dengan kategori baik. Selain itu, guru dan tenaga kependidikan memberikan penilaian sangat baik dengan persentase antara 86,11% hingga 88,67%. Program ini membuktikan bahwa penguatan literasi lingkungan melalui pendekatan partisipatif dan pemanfaatan media literasi berbasis Adiwiyata efektif dalam meningkatkan kesadaran ekologis murid serta mendukung keberlanjutan budaya peduli lingkungan di sekolah.
"hubungan antara pemahaman nilai - nilai pendidikan antikorupsi dengan sikap kesadaran moral mahasiswa fkip universitas pgri ronggolawe tuban" faridz annas; mardi widodo
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 10 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v10i1.1271

Abstract

Korupsi masih menjadi hambatan internasional kritis yang memengaruhi pembangunan sosial, politik, dan ekonomi, di mana Indonesia mengalami penurunan signifikan pada laporan Indeks Persepsi Korupsi (CPI) tahun 2025 menjadi 34/100. Paradigma preventif melalui pendidikan tinggi sangat penting untuk membentuk perilaku etis mahasiswa. Penelitian ini menguji secara empiris hubungan antara pemahaman nilai-nilai antikorupsi dengan sikap kesadaran moral di kalangan mahasiswa keguruan. Dengan menerapkan pendekatan kuantitatif berdesain simple random sampling, data dikumpulkan dari 181 mahasiswa aktif di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Komputasi statistik menggunakan SPSS menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat (r = 0,908; p < 0,01) antara pemahaman nilai antikorupsi dan kesadaran moral mahasiswa. Model regresi struktural yang dihasilkan adalah Y = 43,853 + 0,719X, yang membuktikan bahwa internalisasi nilai menyumbang 82,4% terhadap variabilitas sikap moral (R Square = 0,824). Temuan empiris ini menegaskan bahwa penguatan kognitif tingkat tinggi atas konstruk integritas secara linier memperkokoh paradigma etis eksternal serta menekan malapraktik akademik sistemik.