Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA PADA PENDERITA TB PARU DI KABUPATEN ACEH UTARA 2023 roslaini; suriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 2 No 1 (2023): EDISI APRIL 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v2i1.74

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dan telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. Stigma dimasyarakat serta dukungan keluarga dan masyarakat merupakan hal yang terkait dalam meningkatkan angka kesembuhan bagi penderita TB paru. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan stigma pada penderita TB paru berupa pengetahuan, persepsi, faktor psikologis, dan sosial budaya di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif secara kuantitatif di Kabupaten Aceh Utara. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 92 responden dengan analisis menggunakan chi square P<.05 dan dilanjutkan. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara stigma pada penderita TB paru dengan pengetahuan (P <.007), persepsi (P <.027), faktor psikologis (P <.035) dan faktor sosial budaya (P <.006). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan stigma. pada penderita paru yaitu faktor sosial budaya dengan (P <.006).
PENERAPAN KOMPRES HANGAT JAHE MERAH UNTUK PENURUNAN NYERI PADA LANSIA DENGAN GOUT ARTHRITIS DI PUSKESMAS MON GEUDONG LHOKSEUMAWE roslaini; suriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 2 No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v2i2.89

Abstract

Semakin bertambahnya usia seseoarng maka seluruh tubuh mulai mengalami penurunan, asam urat dapat menyerang siapapun dan gejala utama nya adalah nyeri sendi. Salah satu terapi nonfarmakologi mengatasi nyeri sendi adalah dengan kompres hangat jahe merah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan kompres hangat jahe merah terhadap penurunan nyeri pada lansia penderita gout arthritis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah subjek studi kasus sebanyak 3 responden lansia yang mengalami gout arthritis . Instrumen yang digunakan yaitu SOP kompres jahe merah hangat , lembar observasi pengukuran skala nyeri Visual Analog Scale (skala raut wajah). Setelah dilakukan tindakan kompres hangat jahe merah sebanyak 1 kali selama 3 hari dalam jangka waktu 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 responden didapatkan 2 responden mengalami nyeri ringan menjadi tidak nyeri, dan 1 responden mengalami nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perubahan sebelum dan sesudah dilakukannya kompres hangat jahe merah. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan kompres hangat jahe merah  dalam mengendalikan nyeri untuk mengurangi nyeri sendi yang dialami di Puskesmas Mon Geudong.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN PERAWATAN ANTENATAL Suriani; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 2 No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v2i2.91

Abstract

Pemeriksaan ANC pada ibu hamil dilakukan minimal empat kali sejak awal kehamilan hingga menjelang persalinan. Penyedia layanan ANC yang paling dekat dengan masyarakat adalah Puskesmas. Puskesmas bertanggung jawab terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah kerjanya. Minat ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan, sikap, tradisi dan kepercayaan, tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonomi ibu hamil. Faktor pemungkin (enambling faktor) meliputi ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, keterampilan dan keterjangkauan. Faktor penguat antara lain sikap dan perilaku petugas kesehatan pemberi pelayanan ANC. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Maret sampai dengan September 2019 di wilayah kerja Puskesmas Cot Girek Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil pada kehamilan trimester III. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 187 orang. Hasil analisis data bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kunjungan ANC ibu hamil adalah faktor sikap dengan p-value 0,006, fasilitas pelayanan kesehatan desa dengan p-value 0,000 dan peran bidan dengan nilai p-value 0,006. nilai p 0,000. Hasil analisis data multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling kuat mempengaruhi kunjungan ANC ibu hamil adalah ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan di desa dengan p-value 0,000.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MEDIKASI PADA AGREGAT DEWASA HIPERTENSI DI LHOKSEUMAWE roslaini; Suriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 1 (2024): EDISI APRIL 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i1.105

Abstract

Hipertensi masih tetap menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama di seluruh dunia. Risiko memburuknya hipertensi dapat dikurangi dengan manajemen terapi pengobatan yang efektif, yaitu patuh terhadap obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan medikasi pada aggregate dewasa dengan hipertensi di Kota Lhokseumawe. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak  140 responden agregat dewasa dengan hipertensi di kota Lhokseumawe. Model Adaptasi Roy digunakan sebagai kerangka teori. Kuesioner SSQ-6, DASS-42, dan MMAS-8 digunakan sebagai instrument penelitian ini. Analisa statitisk yang digunakan untuk menguji determinan kepatuhan medikasi adalah Regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan stimulus fokal yang berhubungan dengan kepatuhan medikasi adalah lama menderita hipertensi (p=0,000), frekuensi minum obat harian (p=0,002), kunjungan berobat ulang (p=0,000), dan keteraturan pemeriksaan tekanan darah (p=0,000). Stimulus kontekstual yang berhubungan dengan kepatuhan medikasi adalah jumlah obat hipertensi harian (p=0,045) dan diet khusus (p=0,003), dan stimulus residual berupa dukungan sosial berhubungan dengan kepatuhan medikasi (p=0,012). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan medikasi pada responden adalah stimulus fokal berupa kunjungan berobat ulang dengan nilai odds rasio 16,007 (95% CI: 4,754-53,899). Kesimpulannya adalah faktor penentu kepatuhan medikasi yang paling signifikan adalah stimulus fokal berupa kunjungan berobat ulang. Sehingga direkomendasikan peningkatan home visit oleh petugas Puskesmas, mengingat juga puskesmas merupakan ujung tombak dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Suriani; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 1 (2024): EDISI APRIL 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i1.108

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan usia yang beresiko tinggi terhadap penyakit - penyakit degeneratif seperti penyakit Jantung Koroner (PJK), hipertensi, diabetes mellitus, rematik, dan kanker. Salah satu penyakit yang sering dialami oleh lansia adalah hipertensi. Hipertensi sering disebut sebagai pembunuh terselubung. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Pasir Penjengakan Aceh Tenggara tahun 2023. Jenis Penelitian: Jenis penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi: Populasi dalam penelitian ini berjumlah 25 lansia. Pengambilan Sampel: Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan tehnik Total  Sampling Metode Pengumpulan data: dilakukan dengan cara diperoleh langsung dari hasil wawancara menggunakan kuesioner dan observasi oleh peneliti secara langsung kepada responden di Desa Buket hagu Aceh Utara  Hasil Penelitian: hasil uji Paired T Test didapatkan adanya perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik diperoleh hasil p-value 0,000 (< 0,05). bahwa ada pengaruh senam yoga  terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Kesimpulan: Senam yoga dapat menurunkan tekanan darah pada lansia, diharapkan lansia dapat melakukan senam yoga secara rutin sehingga dapat menetralkan tekanan darah pada lansia.  
PENERAPAN TERAPI OZON DALAM MENURUNKAN TINGKAT INFEKSI TERHADAP LUKA DIABETES DIKLINIK ALHUDA WOUNDCARE Suriani; Roslaini; Fadila Putri
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.127

Abstract

Ulkus kaki diabetik sangat rentan terhadap infeksi dan menimbulkan risiko amputasi anggota tubuh. Terapi ozon merupakan molekul yang sangat kuat yang dapat mengidentifikasi bakteri, sehingga baik digunakan untuk pengobatan infeksi kronis terutama disebabkan oleh patogen yang resisten antibiotik yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi tingkat infeksi pada pasien diabetes dengan melakukan teknik terapi ozon. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah responden dalam sebanyak 3 sampel dengan diagnosa ulkus diabetes. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner (leg ulcer measurement tool lumt) dan SOP teknik terapi ozon. Hasil studi kasus ini diketahui perawatan luka dengan menggunakan terapi ozon dapat menguragi infeksi pada pasien ulkus diabetes melitus selama selang 3 hari, terdapat bahwa adanya pengaruh terapi ozon terhadap fase penyembuhan luka diabetik pada pasien diabetes melitus diklini alhuda wound care. Kesimpulannya dengan perawatan luka menggunakan terapi ozon secara teratur dapat mencegah infeksi pada pasien ulkus diabetikum. Saran diharapakan kepada klinik alhuda wound care untuk sering menerapkan teknik terapi ozon agar infeksi pada luka kaki diabetes melitus cepat berkurang.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NISAM ACEH UTARA Roslaini; Suriani; Salsabila
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.128

Abstract

Aktivitas fisik pada lansia memberikan dampak terhadap kekuatan otot polos jantung sehingga denyutan pada jantung dapat kuat dan teratur. Aktivitas fisik secara teratur dapat mencegah dan mengobati penyakit tidak menular seperti hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi wilayah kerja Puskesmas Nisam di Aceh Utara. Penelitian ini adalah jenis kuantitatif dengan disain analitik pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 221 lansia dengan hipertensi di Puskesmas Nisam Aceh Utara. Instrumen Penelitian yang digunakan adalah kuesioner International Physical Activity Questionare (IPAQ) Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan yang signifikan pada variabel jenis kelamin (p< .005), jumlah keluarga (p< .005). Variabel jenis kelamin dan jumlah keluarga sangat mempengaruhi aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi. Diharapkan Puskesmas dan pihak terkait dapat memperhatikan faktor – faktor yang dominandalm hal aktivitas fisik lansia dengan hipertensi tersebut dan dapat mengimplementasi intervensi untuk meningkatkan aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi.
PENERAPAN TEKNIK PURSED LIP BREATHING PADA PENURUNAN SESAK NAFAS TERHADAP PASIEN ASMA BRONKIAL Suriani; Roslaini; Liza Phonna
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit asma ditandai dengan peradangan, peningkatan responsivitas terhadap berbagai rangsangan, dan obstruksi jalan napas yang dapat muncul kembali secara spontan atau memerlukan pengobatan yang tepat. Asma pada Indonesia termasuk dalam daftar penyebab utama kesakitan dan kematian. Tindakan non farmakologis yang diberikan pada pasien dengan asma yaitu menggunakan latihan pernapasan. Salah satu latihan pernapasan yang bisa dilakukan yaitu pursed lip breathing. Pursed lip breathing adalah latihan pernapasan yang berfungsi mengurangi sumbatan pernapasan pada pasien asma. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan  dengan Penerapan teknik Pursed Lip Breathing dalam penurunan Sesak Napas pada pasien Asma Brokial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif, proses pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden penelitian ini terdiri dari 3 pasien dengan riwayat asma bronkial. Pola napas pasien diukur dengan respiratory rate dan saturasi oksigen. Setelah dilakukan teknik pursed lip breathing selama 3 hari, didapatkan hasil respiratory rate dan saturasi oksigen dari ketiga responden membaik dari rata-rata respiratory rate 30x/menit menjadi 20x/menit dan rata-rata saturasi oksigen dari 95% menjadi 98%. Evaluasi terakhir yang dilakukan selama tiga hari yaitu sesak napas berkurang, RR menurun, SpO2 meningkat, dan klien mampu mengatur pola pernapasan
PENGARUH PEMBERIAN MODUL EDUKASI TENTANG PERAWATAN LUKA MODERN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA DI AKPER KESDAM ISKANDAR MUDA LHOKSEUMAWE Phonna, Liza; Suriani; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.173

Abstract

Perawatan luka modern merupakan pendekatan berbasis bukti yang menekankan prinsip moist wound healing untuk mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi risiko infeksi, dan meningkatkan kenyamanan pasien. Namun, penerapan konsep ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang perawatan luka modern. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir Program Diploma III Keperawatan di salah satu institusi pendidikan keperawatan di Lhokseumawe, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang dikembangkan berdasarkan teori Knowledge, Attitude, and Practice (KAP), meliputi 20 item pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (63,3%), sedangkan kategori cukup sebesar 30%, dan kurang sebesar 6,7%. Faktor yang paling memengaruhi tingkat pengetahuan adalah pengalaman praktik klinik dan paparan edukasi tentang perawatan luka modern. Hasil ini mengindikasikan bahwa pembelajaran dan praktik klinik yang berfokus pada evidence-based wound care mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa. Peneliti merekomendasikan agar materi tentang perawatan luka modern diperkuat dalam kurikulum keperawatan serta disertai pelatihan praktik langsung menggunakan berbagai jenis balutan modern. Dengan demikian, mahasiswa keperawatan diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing dalam memberikan asuhan keperawatan luka yang aman, efektif, dan sesuai standar internasional.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PASIR KINETIK (KINETIC SAND) TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH Roslaini; Suriani, Suriani; Phonna, Liza
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.177

Abstract

Perkembangan motorik halus Adalah bertambahnya kemampuan atas koordinasi yang melibatkan otot-otot kecil yang dipengaruhi oleh kematangan fungsi motorik, fungsi pengliahatan, dan kecerdasan nonverbal. Keterlambatan perkembangan mototrik halus pada anak patut ditrliti karena berdampak negative serta mempengaruhi aspek perkembangan lainnya. Tujuan penelitian ini Adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain pasir kinetic terhadap perkembangan motorik halus anak pra sekolah usia 3-4 tahun di TK Ar Rahman  dan TK Cut Mutia. Penelitian ini menggunakan desain Pre_Eksperiment two group pretes posstes with control group desain. Tehnik sampling menggunakan Tehnik total sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh populasi anak prasekolahpada TK Ar Rahman usia 3-4 tahun TK Ar-rahman sebanayk 18 anak dan TK Cut Mutia  sebanyak 18 anak. Hasil penelitian pemberian terapi ini dapat diketahui sebelum dilakukan terapi bermain pasir kinetic pada TK Ar Rahman  yaitu 5 anaak normal  pada sedangkan TK Cut Mutia yaitu 10 anak normal. Sesudah diberikan terapi bermain pasir kinetic pada TK Ar Rahman yaitu 16 anak normal sedangkan pada TK Cut Mutia yaitu 17 anak normal. Hasil uji statistic menggunakan uji Wilcoxon dengan menunjukkan ada pengaruh terapi bermain pasir kinetic sebelum diberikan terapi dan sesudah diberikan terapi dengan p-value 0,01<0,005 pada TK Ar Rahman dan p-value 0,003 <0,05 pada TK Cut Mutia dengan adanya terapi bermain pasir kinetic yaitu menggenggam, mencetak, menjumput, menekan dan meremas didapatkan pengaruh berupa peningkatan perkembangan motorik halus anak prasekolah. Maka dari itu, pasir kinetic dapat dijadikan terapi untuk meningkatkan perkembangan mototrik halus anak prasekolah.