Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Identifikasi Kulit Batang Kalangkala (Litsea Angulata Bi) Secara Makroskopik, Mikroskopik, Dan Skrining Fitokimia Fitriyanti Fitriyanti; Syamratul Qalbiyah; Putri Indah Sayakti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v9i2.1832

Abstract

Kalangkala (Litsea angulata BI) merupakan salah satu spesies dari genus Litsea dan tergolong dalam keluarga Lauraceae. Sebagian masyarakat Kalimantan Selatan telah menggunakan tumbuhan Kalangkala dalam beragam pengobatan tradisional, seperti bagian kulit batangnya yang secara empiris berkhasiat untuk anti iritan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data ilmiah mengenai gambaran farmakognostik secara kualitatif dengan beberapa tahapan pemeriksaan organoleptik, makroskopik, mikroskopik, ekstraksi, dan skrining fitokimia. Pada pemeriksaan organoleptik kulit batang Kalangkala segar yaitu berwarna hijau, terasa agak pahit, dan bau khas lemah. Sementara serbuk simplisianya berwarna cokelat muda, rasa pahit agak kelat, dan berbau khas agak menyengat. Hasil pemeriksaan makroskopik kulit batang Kalangkala berbentuk tipis dan lunak, ketebalannya sekitar ± 3 mm, tekstur permukaan luar kulit batang Kalangkala memiliki tipe halus namun agak kasap dan bagian permukaan dalam teraba licin juga berlendir. Pada pemeriksaan mikroskopik terdapat epidermis, vakuola, kloroplas, sel batu, hablur kalsium oksalat, serat lumen, dan jaringan gabus. Ekstrak diperoleh dari maserasi simplisia menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa serbuk simplisia dan ekstrak kental kulit batang Kalangkala mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.
PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN RAMBUT DAN KULIT KEPALA PADA PENGHUNI RUMAH YATIM AR-RAHMAH BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Ratna Restapaty; Rahmi Hidayati; Putri Indah Sayakti
Journal of Science and Social Development Vol. 2 No. 2 (2019): Journal of Science and Social Development
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jossd.v2i2.189

Abstract

Hair is a crown for everyone who grows on the head. Many things are often experienced by people related to the scalp. Sometimes scalp problems are often considered trivial by most people. Among the scalp problems that are often experienced are dandruff. In addition to the problem of dandruff, lice growth is a hair health factor that is often found. The orphanage as a place of residence with dense environmental characteristics and lack of knowledge, attitudes of orphanage children to the risk of infection, fungal transmission of the scalp and the development of lice. The problems in the Orphanage environment are a challenge as well as an opportunity to provide education related to hair and scalp health. The purpose of this activity itself is to improve the attitude of healthy living by providing knowledge about maintaining healthy scalp free of dandruff and lice free hair health in a dense environment. The implementation method used is the provision of education related to hair and scalp health and proper hair washing tutorials. The results of the implementation achieved were the residents of the orphanage knowing what causes dandruff and head lice. And knowing how to maintain cleanliness of the head, especially on hair and scalp.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH OKRA HIJAU (Abelmoschus esculentus L.) Sayakti, Putri Indah; Hidayatullah, Muhammad; Rakhmatullah, Aditya Noviadi; Muthia, Rahmi; Syawaliyah, Syawaliyah
Journal of Islamic Pharmacy Vol 8, No 2 (2023): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v8i2.21066

Abstract

Senyawa fenolik merupakan senyawa yang mampu bertindak sebagai antioksidan, mencegah penyakit jantung, mengurangi peradangan, dan diabetes. Salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa fenolik yaitu buah okra (Abelmoschus esculentus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fenolik total yang terdapat pada ekstrak etil asetat A. esculentus secara kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan secara kuantitaif dengan Follin-Ciocalteu menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Metode ekstraksi A. esculentus yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etil asetat. Uji KLT pada ekstrak etil asetat A. esculentus menghasilkan 2 noda pada plat KLT dengan nilai Rf 0,23 dan 0,38 dan perubahan noda setelah disemprot dengan FeCl3 10% menghasilkan perubahan warna menjadi hijau. Pengujian secara kuantitatif dengan mengukur absorbansi sampel uji menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji kualitatif ekstrak etil asetat A. esculentus menggunakan KLT menunjukkan adanya senyawa fenol dengan ditandai perubahan warna bercak noda menjadi hijau setelah disemprot dengan FeCl3 10%. Hasil uji kuantitatif didapatkan kadar fenolik total ekstrak etil asetat A. esculentus sebesar 11,16 mg GAE/gram.
Pengaruh Metode Pengasaman Menggunakan Cuka Alami terhadap Karakteristik Fisika dan Kimia Virgin Coconut Oil (VCO) Berdasarkan SNI Sayakti, Putri Indah; Maharani, Nessa Astika; Anisa, Siti; Febriani, Reva Aura; Ramadhan, Hafiz; Pambudi, Didik Rio
PHARMADEMICA : Jurnal Kefarmasian dan Gizi Vol 5 No 1 (2025): April - September
Publisher : LPPM-KI - POLTEKKES PIM (Formerly AKAFARMA-AKFAR PIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54445/pharmademica.v5i1.96

Abstract

Virgin coconut oil is a modified result of coconut oil production. One method of making a VCO is by the acidification method using vinegar. In the process of making VCO, natural vinegar can produce good quality and environmentally friendly VCO because it comes from the fermentation process of organic materials, while commercial vinegar only contains acetic acid and gives a sharp taste and smell. This study aims to determine the effect of using commercial vinegar, kepok banana peel vinegar, honey pineapple peel vinegar, and rice vinegar made by the acidification method on the physical and chemical characteristics of VCO, as per SNI standards. Data were analyzed using ANOVA test. The results of physical and chemical quality tests of 5 samples obtained organoleptic test results, clear color, distinctive coconut odor, and distinctive taste of coconut oil. Specific gravity test 0.9178g/mL, 0.9166g/mL, 0.9175g/mL, 0.9175g/mL, and 0.9164g/mL. Water content test 0.1295%, 0.0486%, 0.0553%, 0.0511% and 0.1524%. Free fatty acid test 0.1390%, 0.1056%, 0.1144%, 0.1178, and 0.1822%. Peroxide number test 0.5457mgek/kg, 0.4933mgek/kg, 0.5670mgek/kg, 0.5113mgek/kg and 0.5889mgek/kg. So it can be concluded that the five samples produce physical and chemical characteristics in accordance with SNI. Based on the results of the ANOVA test, it is known that there is no significant effect on the value of specific gravity, water content, free fatty acid number and peroxide number with the use of commercial vinegar and natural vinegar compared to commercial VCO.
Pendampingan UMKM Kopi Jahe Arab Martapura melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk Muthia, Rahmi; Hidayati, Rahmi; Sayakti, Putri Indah; Wahyuni, Rizka Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15946

Abstract

ABSTRAK  Kopi sebagai salah satu komiditas Perkebunan Indonesia yang memiliki potensi pengembangan masih sangat baik, mengingat konsumsi kopi di Indonesia masih sangat tinggi. Saat ini, pengembangan produk kopi pengaron khas martapura masih belum belum maksimal. Melakukan peningkatan kualitas produk dengan meningkatkan jumlah variasi ukuran produk, dan redesign kemasan yang lebih menarik. Tim Mitra adalah UMKM Kopi Jahe Arab Martapura dengan tahapan yang dilakukan terdiri dari persiapan kegiatan, sosialisasi inovasi produk, redesign kemasan, pendampingan dan evaluasi. Inovasi produk yang dilakukan berkaitan dengan variasi ukuran dan perubahan design kemasan yang lebih modern. Terdapat tiga variasi ukuran yaitu kemasan sachet (10 gram/sachet), ukuran 100 gram dan 250 gram. Hasil evaluasi terkait tingkat pengetahuan yang dilakukan sebelum dan setelah sosialisasi kegiatan mengalami peningkatan untuk kategori baik dari 14,29 % menjadi 71,43 %, kategori cukup dari 42,86 % menjadi 28,57 % dan kategori kurang dari 42,86 % menjadi 0%. Produk yang dihasilkan berupa kopi jahe arab yang ditingkatkan kualitas produknya dan dapat diperjualbelikan dalam skala yang lebih luas.  Kata Kunci: UMKM, Kopi, Pengaron, Martapura, Produk ABSTRACT Coffee is one of Indonesia's plantation commodities which has very good development potential, considering that coffee consumption in Indonesia is still very high. Currently, the development of Martapura specialty Pengaron coffee is still not optimal. Improve product quality by increasing the number of product size variations and redesigning more attractive packaging. The Partner Team is the Martapura Arab Ginger Coffee MSME with the stages carried out consisting of activity preparation, socialization of product innovation, packaging redesign, mentoring and evaluation. The product innovation carried out was related to size variations and changes to a more modern packaging design. There are three size variations, namely sachet packaging (10 grams/sachet), 100 grams and 250 grams. The evaluation results regarding the level of knowledge carried out before and after the socialization of activities increased for the good category from 14.29% to 71.43%, the sufficient category from 42.86% to 28.57% and the less than 42.86% category to 0 %. The product produced is Arabic ginger coffee whose product quality has been improved and can be traded. Keywords: MSMEs, Coffee, Pengaron, Martapura, Products
Pengembangan VCO Rempah Serta Pelatihan Pemasaran Secara Digital Pada Kelompok Tani di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru Sayakti, Putri Indah; Pambudi, Didik Rio; Ismail, Hasan; Ayanti, Bio Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13152

Abstract

ABSTRAK Tanaman kelapa (Cocos nucifera) memiliki banyak manfaat sebagai alternatif pengobatan di masyarakat, salah satunya di Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru. Ibu-ibu daerah Kelurahan Cempaka di RT 30 mayoritas Bertani serai dan kunyit walaupun daerahnya meliliki perkebunan terbanyak kedua di Kelurahan Cempaka, Banjarbaru. Permasalahan yang ada di daerah mitra adalah belum dimanfaatkannya secara optimal hasil panen kelapa yang dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam mengolah potensi tanaman ini. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menstimulasi pemanfaatan kelapa menjadi produk VCO dengan kombinasi kunyit atau sereh yang ditanam sendiri. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pembinaan langsung pada masyarakat melalui penyuluhan dan praktik pembuatan produk. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 27 November 2023 pada pukul 10.00-12.30 WITA di Rumah Ketua KWT yang dihadiri 20 peserta yang merupakan ibu kelompok wanita tani, ibu ketua KWT dan mahasiswa. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi dan aktif terutama pada sesi pelatihan pemasaran secara digital. Pengetahuan dari peserta pun menunjukkan hasil yang meningkat karena materi dapat diterima dengan baik. Kata Kunci: Kelapa, VCO, Kelurahan Cempaka, Pemasaran Digital  ABSTRACT The coconut plant (Cocos nucifera) has many benefits as an alternative treatment in the community, one of which is in Cempaka Village, Banjarbaru City. The majority of women from the Cempaka Village area in RT 30 farm lemongrass and turmeric even though the area has the second largest number of plantations in Cempaka Village, Banjarbaru. The problem in partner areas is that the coconut harvest has not been utilized optimally due to a lack of knowledge in processing the potential of this plant. This activity was carried out to stimulate the use of coconut into VCO products with a combination of self-grown turmeric or lemongrass. This community service is carried out using direct guidance to the community through counseling and product manufacturing practices. This community service was carried out on November 27 2023 at 10.00-12.30 WITA at the KWT Chair's House which was attended by 20 participants who were women from the women's farmer group, the KWT chair and students. This activity ran smoothly with participants' enthusiasm being quite high and active, especially in the digital marketing training session. The participants' knowledge also showed increased results because the material was well received. Keywords: Kelapa, VCO, Cempaka Village, Digital Marketing