Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN UJI SEDIAAN KRIM BODY SCRUB OATMEAL DAN YOGURT SEBAGAI ZAT AKTIF Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Yayan Rizikiyan; Deni Firmansyah; Nina Karlina; Alya Najmatul Laila
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.1068

Abstract

Body scrub adalah sediaan farmasi dalam bentuk produk perawatan kulit berbutir kasar. Oatmeal dan yogurt dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sediaan body scrub, karena oatmeal kaya akan vitamin E yang dapat menyegarkan dan mengencangkan kulit. Sementara yogurt memiliki kandungan zat lactic acid dan alpha hydroxy acid yang dapat membantu mengangkat tumpukan sel kulit mati. Sehingga dibuat sediaan farmasi berupa krim body scrub dengan variasi konsentrasi yogurt 6%, 12% dan 18% serta oatmeal dengan konsentrasi 7,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan uji sediaan body scrub. Pengujian mutu fisik dan kimia sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji tipe emulsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula I, formula II dan formula III memenuhi semua syarat evaluasi sediaan yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa yogurt dapat diformulasikan menjadi sediaan krim body scrub.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACE MIST EKSTRAK NADES KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TEHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes: FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACE MIST EKSTRAK NADES KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TEHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Yayan Rizikiyan; Farhan Zulfa Madani; Ine Suharyani; Sulistiorini Indriaty; Ani Fatonah; Ayu Mulyani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i1.1326

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) telah lama digunakan sebagai obat tradisional karena mempunyai daya hambat pertumbuhan bakteri jerawat seperti Propionibacterium acnes. Oleh karena itu, kulit bawang merah berpotensi digunakan dalam industri makanan dan farmasi. Penelitian mengenai sediaan face mist dari ekstrak NADES kulit bawang merah belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan sediaan face mist dengan bahan aktif ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) dengan konsentrasi 3%,6%,9% dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri face mist tersebut terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) diekstrasi menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents) yaitu chaoline chloride dan urea perbandingan rasio molar 1:2 selanjutnya dimasukan kedalam microwave dengan waktu 120 menit suhu 60°C, daya yang digunakan 850 watt. Pengujian daya hambat face mist terhadap bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode sumuran. Adanya daya hambat ditunjukan dengan terbentuknya zona bening di sekitar sumur pada media agar.  Diameter hambat diukur menggunakan jangka sorong. Hasil evaluasi face mist ekstrak NADES kulit bawang merah konsentrasi 3%, 6% dan 9% organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, bobot jenis, uji waktu kering semuanya memenuhi persyaratan. Hasil pengujian aktivitas antibakteri dari face mist ekstrak NADES kulit bawang merah konsentrasi 3%, 6% dan 9% masing masing sebesar 5,91mm, 7,20mm, dan 9,60mm, ketiganya dapat dikatakan memiliki daya hambat dalam kategori sedang. Kata kunci: face mist, kulit bawang merah, Propionibacterium acnes, MAE
FORMULASI KRIM BODY SCRUB BERAS KETAN HITAM DAN SARI LABU KUNING SEBAGAI ZAT AKTIF Indriaty, Sulistiorini; Ine Suharyani; Nur Rahmi Hidayati; Yayan Rizikiyan; Nina Karlina; Desy Wulan Dari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1680

Abstract

Body scrub adalah sediaan farmasi dalam bentuk produk perawatan kulit berbutir kasar. Beras ketan hitam dan sari buah labu kuning dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sediaan body scrub, karena beras ketan hitam dan sari labu kuning mengandung komponen antioksidan yaitu beta karoten dan vitamin C, yang membantu menjaga kesehatan kulit dan membantu kulit nampak lebih cerah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakan beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15% dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dan bagaimana hasil evaluasi sediaan tersebut. Krim body scrub beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning di buat menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi sari labu kuning formula I 10%, formula II 15% dan formula III 20% pengamatan dilakukan pada hari ke-0, dengan parameter pengujian meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji tipe emulsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula I berwarna krem, formula II berwarna coklat dan formula III berwarna coklat tua, untuk pH formula I yaitu 6,84, formula II yaitu 6,87, formula III yaitu 6,88. Daya sebar semistiff karna kurang dari <5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dengan formula tersebut dan hasil evaluasi sediaan body scrub beras ketan hitam dan sari labu kuning dengan variasi konsentrasi sari labu kuning 10%, 15%, dan 20% serta konsentrasi beras ketan hitam 7% dilihat dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji tipe krim menunjukkan hasil bahwa sediaan basis dan formula body scrub memenuhi persyaratan evaluasi sediaan yang baik. Kata kunci : Beras ketan hitam, sari labu kuning, body scrub.
ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN COVID-19 DENGAN PENYAKIT STROKE DI INSTALASI RAWAT INAP RSD GUNUNG JATI CIREBON Rizki Nurbaeti; Nur Rahmi Hidayati; Trisna Lestari; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1681

Abstract

Interaksi obat covid-19 dengan penyakit stroke harus mendapatkan perhatian khusus karena pasien membutuhkan berbagai macam obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat, gambaran jenis obat dan jumlah obat yang berinteraksi, serta hubungan antara karakteristik pasien dengan interaksi obat pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat 71 pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke, sebanyak 43 pasien berpotensi interaksi obat, karakteristik pasien paling banyak dialami oleh perempuan (63,38%), berdasarkan usia 45-59 tahun (33,80%), dan tingkat keparahan tahapan Monitor ketat (61,73%). Obat yang paling banyak interaksi yaitu aspirin + vitamin C (5,56%). Hubungan jumlah obat yang digunakan dan yaitu pasien dengan jumlah obat >5 obat lebih banyak terjadi interaksi sebesar (52,11%). Pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke beresiko tinggi mengalami interaksi obat karena adanya penyakit penyerta pada pasien sehingga terapi obat lebih banyak. Kata kunci: interaksi obat, covid-19, stroke, rekam medik
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mentimun (Cucumis Sativus L.) Terhadap Staphylococcus Epidermidis Dan Propionibacterium Acnes Senja, Rima Yulia; Sulistiorini Indriaty; Didi Rohadi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1685

Abstract

Buah mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan jerawat. Kandungan senyawa flavonoid dalam buah mentimun berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes serta untuk mengetahui apakah ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan konsentrasi 60% menghasilkan daya hambat paling besar terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Penyarian simplisia dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode perkolasi, cairan penyari yang digunakan yaitu etanol 70%. Pengujian daya hambat ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus L.) menggunakan metode difusi cetak lubang. Ciprofloxacin injeksi sebagai kontrol positif dan etanol 70% sebagai kontrol negatif. Hasil Hasil menunjukan bahwa ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Propionibacterium acnes (p<0,05). Diameter hambat rata-rata ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis berturut-turut yaitu 9,0±0,7 mm; 10,2±0,7 mm; 12,1±0,2 mm; 13,2±0,3 mm, sedangkan pada bakteri Propionibacterium acnes berturut-turut yaitu 8,9±0,6 mm; 11,5± 0,4 mm; 13,1±0,2 mm; 14,1±0,5 mm. Ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan konsentrasi 60 % memiliki daya hambat paling besar dengan kategori kuat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan  Propionibacterium acnes. Kata kunci : Mentimun (Cucumis sativus L.), Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Difusi cetak lubang.
FORMULASI KRIM BODY SCRUB BERAS KETAN HITAM DAN SARI LABU KUNING SEBAGAI ZAT AKTIF Indriaty, Sulistiorini; Ine Suharyani; Nur Rahmi Hidayati; Yayan Rizikiyan; Nina Karlina; Desy Wulan Dari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1680

Abstract

Body scrub adalah sediaan farmasi dalam bentuk produk perawatan kulit berbutir kasar. Beras ketan hitam dan sari buah labu kuning dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sediaan body scrub, karena beras ketan hitam dan sari labu kuning mengandung komponen antioksidan yaitu beta karoten dan vitamin C, yang membantu menjaga kesehatan kulit dan membantu kulit nampak lebih cerah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakan beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15% dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dan bagaimana hasil evaluasi sediaan tersebut. Krim body scrub beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning di buat menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi sari labu kuning formula I 10%, formula II 15% dan formula III 20% pengamatan dilakukan pada hari ke-0, dengan parameter pengujian meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji tipe emulsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula I berwarna krem, formula II berwarna coklat dan formula III berwarna coklat tua, untuk pH formula I yaitu 6,84, formula II yaitu 6,87, formula III yaitu 6,88. Daya sebar semistiff karna kurang dari <5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dengan formula tersebut dan hasil evaluasi sediaan body scrub beras ketan hitam dan sari labu kuning dengan variasi konsentrasi sari labu kuning 10%, 15%, dan 20% serta konsentrasi beras ketan hitam 7% dilihat dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji tipe krim menunjukkan hasil bahwa sediaan basis dan formula body scrub memenuhi persyaratan evaluasi sediaan yang baik. Kata kunci : Beras ketan hitam, sari labu kuning, body scrub.
ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN COVID-19 DENGAN PENYAKIT STROKE DI INSTALASI RAWAT INAP RSD GUNUNG JATI CIREBON Rizki Nurbaeti; Nur Rahmi Hidayati; Trisna Lestari; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1681

Abstract

Interaksi obat covid-19 dengan penyakit stroke harus mendapatkan perhatian khusus karena pasien membutuhkan berbagai macam obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat, gambaran jenis obat dan jumlah obat yang berinteraksi, serta hubungan antara karakteristik pasien dengan interaksi obat pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat 71 pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke, sebanyak 43 pasien berpotensi interaksi obat, karakteristik pasien paling banyak dialami oleh perempuan (63,38%), berdasarkan usia 45-59 tahun (33,80%), dan tingkat keparahan tahapan Monitor ketat (61,73%). Obat yang paling banyak interaksi yaitu aspirin + vitamin C (5,56%). Hubungan jumlah obat yang digunakan dan yaitu pasien dengan jumlah obat >5 obat lebih banyak terjadi interaksi sebesar (52,11%). Pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke beresiko tinggi mengalami interaksi obat karena adanya penyakit penyerta pada pasien sehingga terapi obat lebih banyak. Kata kunci: interaksi obat, covid-19, stroke, rekam medik
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mentimun (Cucumis Sativus L.) Terhadap Staphylococcus Epidermidis Dan Propionibacterium Acnes Senja, Rima Yulia; Sulistiorini Indriaty; Didi Rohadi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1685

Abstract

Buah mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan jerawat. Kandungan senyawa flavonoid dalam buah mentimun berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes serta untuk mengetahui apakah ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan konsentrasi 60% menghasilkan daya hambat paling besar terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Penyarian simplisia dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode perkolasi, cairan penyari yang digunakan yaitu etanol 70%. Pengujian daya hambat ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus L.) menggunakan metode difusi cetak lubang. Ciprofloxacin injeksi sebagai kontrol positif dan etanol 70% sebagai kontrol negatif. Hasil Hasil menunjukan bahwa ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Propionibacterium acnes (p<0,05). Diameter hambat rata-rata ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis berturut-turut yaitu 9,0±0,7 mm; 10,2±0,7 mm; 12,1±0,2 mm; 13,2±0,3 mm, sedangkan pada bakteri Propionibacterium acnes berturut-turut yaitu 8,9±0,6 mm; 11,5± 0,4 mm; 13,1±0,2 mm; 14,1±0,5 mm. Ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan konsentrasi 60 % memiliki daya hambat paling besar dengan kategori kuat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan  Propionibacterium acnes. Kata kunci : Mentimun (Cucumis sativus L.), Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Difusi cetak lubang.
Penyuluhan Pemanfaatan dan Pembuatan Teh Celup Daun Salam (Syzygium polyanthum) di Desa Bode Lor Hidayati, Nur Rahmi; Indawati, Iin; Setyaningsih, Indah; Sulastri, Lela; Indriaty, Sulistiorini; Ahidin, Didin; Nabila, Syakira Putri
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18902

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dan termasuk penyakit kardiovaskular, yang dapat terjadi pada orang dewasa maupun lansia, sehingga membutuhkan pengobatan yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pengobatan alternatif dapat dilakukan dengan menggunakan produk herbal. Daun salam merupakan salah satu tanaman obat keluarga yang mudah didapat, biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Daun salam memiliki banyak khasiat diantaranya dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Bode Lor tentang pemanfaatan dan pembuatan teh daun salam sebagai alternatif pengobatan hipertensi. Metode: Pretest, penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan postest. Hasil: Adanya peningkatan pemahaman peserta dimana rata-rata persentase pretest peserta sebesar 67% meningkat menjadi 90% pada saat postest. Kesimpulan: Pelaksanaan penyuluhan pemanfaatan dan pembuatan teh daun salam di Desa Bode Lor dapat terlaksana dengan baik, dengan hasil akhir menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan.
IN VITRO ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF CARICA PAPAYA LEAF EXTRACT-LOADED ACNE PATCHES AGAINST Propionibacterium acnes Indriaty, Sulistiorini; Rizikiyan, Yayan; Gianto, Vinie Regina Putri; Karlina, Nina; Hidayati, Nur Rahmi; Sulastri, Lela; Firmansyah, Deni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i1.1673

Abstract

Acne vulgaris is a prevalent skin condition that is characterized by inflammatory lesions. Propionibacterium acnes is a key bacterium implicated in its pathogenesis. This study aimed to investigate the antibacterial potential of Carica papaya leaf extract against P. acnes and its efficacy when formulated into acne patches. Ethanolic extracts of C. papaya leaves were prepared at concentrations of 20%, 25%, and 30%. These extracts were incorporated into acne patch formulations and evaluated for antibacterial activity using the paper disc diffusion method. Clindamycin 1% was used as a positive control and 70% ethanol was used as a negative control. The results demonstrated that all concentrations of the C. papaya leaf extract exhibited significant antibacterial activity against P. acnes. The 30% concentration demonstrated the largest zone of inhibition, which was comparable to that of the positive control. These findings suggest that C. papaya leaf extract-based acne patches are promising natural alternatives for the treatment of acne vulgaris. Keywords: Papaya leaves (Carica papaya L), Propionibacterium acne, Acne patch, Inhibitory power
Co-Authors Aan Kunaedi Aeni, Markhamatul Aisya Madina Alfara, Fauzan Agry Alya Najmatul Laila Alya Suciyanti Angelica Alma Sera Ani Fatonah Ani Fatonah Anoez, Nawaal Hilmy Apriliani, Fiska Arsyad Bachtiar Atiqoh Rohmawati Ayu Mulyani Ayu Mulyani Azzahra, Nabilla Bachtiar, Arsyad Choerunnisa, Sari Choirun Annisah Deni Firmansyah Destri Putri Ramadhanti Desy Wulan Dari Dewi Kartika Dhea Aulia Ramadhani Dhea Aulia Ramadhani Diah Rodiah Dian Dwi Septiani Didi Rohadi Didin Ahidin Eka Mardiyani Elinawati Elvaretha, Saskia Ernawati Ernawati Ewit Lestari Ewit Lestari Fadila, Fasiha Nur Farhan Zulfa Madani Farhan Zulfa Madani Gianto, Vinie Regina Putri Grendy Rezaldi Arianto Hidayat, Salsabila Aulia Hilal Haidar Hilma Aynun Rahmatillah IIN INDAWATI Inayatul Fajriyah Indah Fitriani Indah Setyaningsih Islamiyyah Nur Aini Ohorella Islamiyyah Nur Aini Ohorella Ismayanti, Anisah Nur Khofifah Lani Sheha Rachmany Lela Sulastri, Lela Lingga, Candra Listiyani, Lilis Madina, Aisya Markhamatul Aeni Muhamad Agustian Erlangga Muhammad Kusnendar Muhammad Yani Zam Zam Muhammad Yani Zamzam Nabila, Syakira Putri Nafa Trisnia Nahdia Fajri Mahmudah Nahla Nur Amaliyah Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Novia Nurchamidah Nufus, Hana Syifaun Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Pradita Putri Suratman Pradita Putri Suratman Pratami, Trysha Inka Lutfi Putri Amalia Putri Sabhika Imany Ramdani, Jenia Putrie heryanti Rani Dwi A Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizki Nurbaeti Rizqia Shafa Fauziah Rudyastuti, Shilvie Febian Rury Dwi Lestari Saeful Ghozi Salma Audhita Santana Santana, Salma Audhita Sela Jovita Amanda Septiyati, Tri Putri Setyaningsih, Indah Shelly Taurhesia Siti Nurhasanah Siti Pandanwangi TW Sopiah, Sopi Siti Suci Naluriah Suci Nurlia Suharyani, Ine Sulistiani Susilo, Rinto Syakira Putri Nabila Taurhesia, Shelly Teti Indrawati Titin Sumarni Tomi Tomi . Trisna Lestari Vanessa Michelle Vinie Regina Putri Gianto Winda Sari Winda Sari Yadi Supriyadi Yasmin Zahiyah Yayan Rizikiyan Zam Zam, Muhammad Yani Zamzam, Muhammad Yani