Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH IBU BEKERJA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK CEMARA JAKARTA UTARA Wulan, Fitria; Ernawani; Sibualamu, Khalida Ziah
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pola asuh ibu bekerja dan perkembangan sosial anak prasekolah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, sebanyak 52 ibu bekerja di TK Cemara dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi data demografi, kuesioner pola asuh, dan kuesioner perkembangan sosial anak. Analisis data menggunakan uji Spearman menunjukkan mayoritas ibu menerapkan pola asuh positif (96,2%), namun 50% anak berisiko tinggi mengalami keterlambatan sosial. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asuh ibu bekerja dan perkembangan sosial anak (r = 0,191; p = 0,174).
Intervensi Non-farmakologis Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Anak di Era Digital: A Narrative Review : Memahami Tantangan Baru dan Strategi Efektif untuk Kesejahteraan Mental Anak Kusmayanti, Evi; Suntin, Suntin; Sibualamu, Khalida Ziah; Abu, Muhammad; Saranga, Jenita Laurensia; Allo, Sarjani linggi; Rasimin, Rosmini; Rara, Abdul Rahman
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental anak usia sekolah dan remaja semakin rentan di era digital akibat paparan teknologi, tuntutan akademik, dan perubahan interaksi sosial. Peningkatan kecemasan, stres, dan depresi semakin banyak dilaporkan, diperburuk oleh penggunaan gawai berlebihan yang memicu gangguan tidur, kelelahan emosional, dan risiko kecanduan digital. Kondisi ini menuntut intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diakses untuk mendukung kesejahteraan mental generasi muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis berbagai intervensi non-farmakologis yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental anak di era digital. Metode:Tinjauan naratif dilakukan melalui pencarian literatur pada ProQuest, PubMed, ScienceDirect, dan SAGE Journals menggunakan kata kunci terkait kesehatan mental dan intervensi digital. Dari 4.014 artikel yang ditemukan, enam artikel memenuhi kriteria inklusi setelah proses seleksi dan penilaian kualitas dengan daftar periksa JBI. Hasil: Sintesis menunjukkan enam intervensi non-farmakologis yang efektif, yaitu terapi seni berbasis kesadaran, pembelajaran interaktif berbasis web, program aktivitas fisik digital REAP, kombinasi latihan aerobik dan ACT, pendidikan teman sebaya, dan iCBT. Intervensi ini terbukti meningkatkan regulasi emosi, resiliensi, kualitas tidur, serta menurunkan kecemasan dan depresi. Kesimpulan: Secara keseluruhan, intervensi non-farmakologis berbasis teknologi relevan untuk diterapkan di sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan, serta berpotensi menjadi strategi penting dalam memperkuat kesehatan mental anak dan remaja.