Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Manajemen Cairan Pada Anak Dengan Diare: Scoping Review Kusmayanti , Evi; Sibualamu, Khalida Ziah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i2.1276

Abstract

Diare termasuk dalam  penyebab kematian kedua pada anak dibawah lima tahun. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak, sehingga dapat terjadi berbagai macam komplikasi yaitu dehidrasi berat, syok hipovolemik, kerusakan organ, koma sampai kematian. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis artikel terkait jenis intervensi pemberian cairan pada anak dengan diare. Penelitian ini menggunakan metode scoping review untuk mengetahui manajemen intervensi yang diterapkan di klinik dan lingkungan komunitas. Proses Pencarian menggunakan populasi, konsep dan konteks sesuai dengan tujuan penulisan melalui database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Oxford Academic Journal yang diterbitkan antara 2012-2021. Proses seleksi yang dilakukan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) dan melakukan Critical Appraisal  menggunakan The Joanna Briggs Institute checklist. Dari 3.484 didapatkan 7 artikel yang dipilih dalam  review ini. Beberapa manajemen cairan yang dapat diterapkan baik di klinik maupun di komunitas diantaranya pemberian oralit, actitan- F dengan standard oral rehydration (SOR),  pemberian cairan intravena seperti Normal saline (NaCl 0,9%) , Ringer laktat atau Dextrose 5%, dan pemberian jus apel/cairan pilihan. Kesimpulan: Intervensi pemberian cairan tersebut dapat diterapkan pada anak dengan diare baik di klinik maupun di lingkungan komunitas.
Edukasi Psikososial Sebagai Upaya Meningkatan Kualitas Hidup Pada Anak Dengan Leukemia: Scoping Review Kusmayanti, Evi; Sibualamu, Khalida Ziah; Mustafa, Sri Resky; Eppang, Yudiarsi; Thalib, Abdul
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 3 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i3.1557

Abstract

Leukemia merupakan salah satu penyakit yang paling umun dialami oleh anak pada usia dibawah 15 tahun. Angka kejadian leukemia mengalami peningkatan setiap tahunnya khususnya pada sebagian negara maju. Leukemia yang dialami anak dapat menurunkan efikasi diri dan kualitas hidupnya. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis edukasi psikososial yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup anak dengan leukemia. Artikel ini menggunakan metode Scoping Review. Pencarian berbasis elektronik dari 4 databases (PubMed, ScienceDirect, Oxford Academic Journal, Sage journal) dengan pendekatan analisis pada jurnal yang sesuai dengan tujuan penulisan. Dari pencarian didapatkan 1.772 artikel dan terdapat 6 artikel yang di review. hasil review beberapa edukasi psikososial yang efektif dan dapat diterapkan yaitu, meningkatkan pengetahuan terkait strategi koping yang efektif (Cognitive Behavioral Intervention), edukasi sleep hygiene dan relaksasi sebelum tidur, motivasi dan konseling, serta terapi permainan kognitif. Kesimpulan: Intervensi edukasi psikososial tersebut dapat diterapkan pada anak dengan leukemia baik di klinik maupun di lingkungan komunitas.
Intervensi Nonfarmakologis sebagai Solusi Kelelahan pada Pasien Kanker Payudara: Sebuah Tinjauan Sistematik Panjaitan, Ribka Sabarina; Sibualamu, Khalida Ziah; Harahap, Sarah Geltri; Prawitasari, Shinta; Setyaningsih, Tri; Ludovikus, Ludovikus
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22320

Abstract

ABSTRACT Fatigue is one of the most common and debilitating symptoms experienced by breast cancer patients, particularly during chemotherapy. Pharmacological management often remains insufficient, highlighting the need for safe and effective non-pharmacological interventions. To systematically identify and analyze various non-pharmacological interventions used to manage fatigue in breast cancer patients undergoing chemotherapy. This study employed a systematic review method following the PRISMA and Joanna Briggs Institute guidelines. Literature was searched from databases including PubMed, ScienceDirect, and Sagejournal using PICOT-based keywords. Included articles were Randomized Controlled Trials (RCTs) studies, published in English between 2015 and 2025.Results: Out of 585 articles identified, 6 met the inclusion criteria. The reviewed studies demonstrated the effectiveness of several non-pharmacological interventions in reducing cancer-related fatigue, including ATAS acupuncture, structured physical exercise programs (aerobic and strength training), yoga, and traditional Chinese herbal medicine (XBYRT). These interventions also showed additional benefits on sleep quality, anxiety, depression, and overall quality of life. Non-pharmacological interventions show significant potential in alleviating fatigue among breast cancer patients undergoing chemotherapy. A holistic approach that integrates physical, psychological, and spiritual strategies is recommended to improve patient well-being. Further large-scale and long-term studies are warranted to strengthen these findings. Keywords: Breast Cancer, Chemotherapy, Fatigue Non-Pharmacological Interventions ABSTRAK Kelelahan merupakan salah satu gejala paling umum dan melemahkan yang dialami pasien kanker payudara, terutama selama menjalani kemoterapi. Penanganan kelelahan dengan pendekatan farmakologis seringkali belum optimal, sehingga diperlukan strategi tambahan berupa intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematik berbagai intervensi nonfarmakologis yang digunakan untuk mengatasi kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada panduan PRISMA dan Joanna Briggs Institute Guideline. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Sagejournal dengan  kata kunci sesuai format PICOT. Artikel yang dianalisis berjenis Randomized Controlled Trial (RCT), berbahasa Inggris, dan dipublikasikan dalam rentang 2015–2025. Dari 585 artikel yang ditemukan, sebanyak 6 artikel memenuhi kriteria inklusi. Intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kelelahan meliputi akupunktur ATAS, program latihan fisik (aerobik dan kekuatan), yoga, dan ramuan herbal TCM (XBYRT). Efek positif juga terlihat pada aspek tambahan seperti kualitas tidur, kecemasan, depresi, dan kualitas hidup pasien. Intervensi nonfarmakologis terbukti memberikan manfaat signifikan dalam mengurangi kelelahan pada pasien kanker payudara selama kemoterapi. Penggabungan pendekatan fisik, psikologis, dan spiritual melalui intervensi yang terencana dapat menjadi strategi holistik dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan durasi yang lebih panjang untuk memperkuat temuan ini. Kata Kunci: Intervensi Nonfarmakologis, Kanker Payudara, Kelelahan, Kemoterapi.
The Pendidikan Kesehatan Gigii pada Anak Usia Sekolah di SDN Kapasa: Dental Health Education in Primary School-Aged Children at SDN Kapasa Sibualamu, Khalida Ziah; Mustafa, Sri Resky; Saharuddin
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 1 No 2 (2024): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/sqj.v1i2.231

Abstract

Background: Dental health problems such as caries are still mostly experienced by elementary school-aged children in Indonesia. Health education is one of the preventive strategies employed to mitigate these problems. Dental health education was chosen as a PkM activity at SDN Kapasa. Objectives: The objective of this activity was to enhance students’ knowledge and attitudes regarding the maintenance of dental health. Methods: The approach used in this activity involved lectures supplemented by audiovisual media. A questionnaire was administered twice, before (pre-test) and after (post-test) the intervention, to assess students' knowledge and attitudes. Data were analyzed using a frequency distribution test. Results: The pre-test results indicated that a majority of students had inadequate knowledge (46.4%) and attitudes (82.1%). In contrast, the post-test results indicated an improvement in knowledge (57.1% rated as good; 42.9% rated as adequate) and attitudes ( 46.4% rated good; 35.7% rated adequate). These findings suggest that dental health education can substantially improve both the knowledge and attitudes of students at SDN Kapasa.
The MOCI (Menjadi Orang Tua Cerdik) Dalam Deteksi Dini Diabetes Melitus Pada Anak Kelurahan Bojong Baru Wahdini, Rizqa; Ellynia; Chairunisa, Ratu; Sibualamu, Khalida Ziah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 1 No 2 (2024): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/sqj.v1i2.232

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) poses a significant global health issue, with Indonesia ranking seventh in the world for the number of DM cases and an increasing prevalence. Objective: This community service initiative aims to enhance knowledge and skills related to early detection of diabetes in children through a community-based educational program in Bojong Baru Village, Bogor City. Methods: The implementation involved preparation, delivery of education to parents, and health assessments of children. Results: Evaluation revealed a significant increase in parental knowledge about diabetes mellitus following the educational intervention, with 70% of parents demonstrating good knowledge post-intervention compared to 30% pre-intervention. Health assessments and random blood glucose tests of children indicated that the majority were within normal ranges and had good nutritional status. These findings underscore the importance of health education for early diabetes detection and management of diabetes risk in children, as well as the effectiveness of community involvement in preventive health programs.
Love Your Self, Love People, Together We Are Stronger: Health Literacy For Better Health Behaviours Harahap, Sarah Geltri; Sibualamu, Khalida Ziah; Hermawan, Catherine; Mailintina, Yurrita; Ellynia, Ellynia
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/sqj.v2i1.245

Abstract

Digital literacy also plays a role in promoting proactive health behaviors. With good digital literacy, people can use health applications to monitor their health conditions, find information about disease prevention, and access health services online. The high number of infectious and non-communicable diseases is an important concern in the Society 5.0 era. This Community Service Activity (PKm) aims to increase the knowledge of adolescents about the importance of digital literacy for the sake of rehab at SMAN -2 Jakarta. The activity was carried out for two days involving 32 students of grade XII Science, using interactive learning media. Data collection was carried out in two cases, before and after counseling was given to evaluate student knowledge. The results of the evaluation showed that there was an improvement in the knowledge aspect of students with an n gain value of 52%. The t-dependent results showed a p value of 0.004 which means that there was a difference in adolescent knowledge before being given education and after being given education about health literacy. This finding confirms that PKm activities in the form of health education can increase students' knowledge at N-2 High School related to digital literacy about health.
Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja sebagai Strategi Awal Pencegahan Stunting Sibualamu, Khalida Ziah; Wahdini, Rizqa; Chairunisa, Ratu; Ernawati, Ernawati; Qothrunnada, Iqoh
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2 No 2 (2025): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama pada remaja di Indonesia dan berkontribusi terhadap risiko stunting. Pencegahan sejak dini melalui pendidikan kesehatan di sekolah menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesadaran siswa. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja SMP tentang pencegahan anemia sebagai langkah awal pencegahan stunting. Metode: Program dilaksanakan di SMPN 1 Ciomas, Bogor, melibatkan 40 siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, media audiovisual, diskusi kelompok, dan simulasi pemilihan makanan bergizi. Pengetahuan siswa diukur dengan kuesioner pre-test dan post-test, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar siswa (55%) memiliki pengetahuan kurang, sedangkan 30% cukup dan 15% baik. Setelah intervensi, pengetahuan meningkat dengan mayoritas berada pada kategori baik (62,5%) dan cukup (20%), sementara hanya 17,5% masih kurang. Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman siswa dan menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan berbasis sekolah dalam pencegahan stunting, sehingga perlu dilanjutkan dan diperluas dengan dukungan pihak terkait.
Effectiveness of Kinesiotaping in Knee Osteoarthritis: A Scoping Review: Efektivitas Pemberian Kinesio Taping Pada Osteoartritis Lutut: Scoping Review Chairunisa, Ratu; Wahdini, Rizqa; Sibualamu, Khalida Ziah; Suryo Pratama, Alfia
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i2.61577

Abstract

Osteoartritis merupakan salah satu penyebab utama nyeri dan gangguan gerak pada populasi usia lanjut. Kinesio taping (KT) merupakan intervensi fisioterapi non-invasif yang dirancang menyerupai elastisitas kulit, digunakan untuk berbagi keperluan di dalam penanganan cidera ataupun gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai efektivitas kinesio taping dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi lutut pada pasien dengan osteoartritis. Kajian ini menggunakan pendekatan scoping review berdasarkan panduan PRISMA-ScR (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews), dengan penilaian kualitas artikel menggunakan The Joanna Briggs Institute Checklist. Dari 120 artikel yang diidentifikasi, lima studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Studi-studi tersebut diterbitkan antara tahun 2015–2022, melibatkan lebih dari 350 partisipan dari berbagai negara seperti Meksiko, Australia, India, Italia, dan Jerman. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa KT dapat menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi lutut, terutama bila dikombinasikan dengan latihan penguatan otot atau terapi manual. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa kinesio taping berpotensi memberikan manfaat terhadap pengurangan nyeri dan perbaikan fungsi pada penderita osteoartritis lutut, meskipun hasil antar penelitian masih bervariasi. Kajian ini juga mengidentifikasi perlunya penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih homogen dan analisis kuantitatif untuk memahami efektivitas KT secara lebih mendalam dalam konteks rehabilitasi osteoartritis lutut
Hypertension Exercise: A Non-Pharmacological Strategy for Reducing Blood Pressure in Adults with Hypertension Wahdini, Rizqa; Sibualamu, Khalida Ziah; Chairunisa, Ratu
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.4624

Abstract

Hypertension is recognized as a leading contributor to cardiovascular diseases and is frequently labeled a "silent killer" due to its lack of clear symptoms, despite its significant impact on global illness and death rates.  This research aimed to evaluate the influence of such exercise on blood pressure in adults diagnosed with hypertension. A pre-experimental design utilizing a one-group pretest–posttest method was applied, involving 43 participants selected via purposive sampling based on set inclusion criteria. The data were examined using the Shapiro–Wilk test for normality and the Wilcoxon Signed Rank Test for hypothesis testing. Findings revealed that prior to the intervention, the median systolic pressure was 148 mmHg, and the median diastolic pressure stood at 88 mmHg. Following the exercise intervention, the systolic median dropped to 141.75 mmHg and the diastolic to 84 mmHg. Statistical analysis with the Wilcoxon test returned a p-value of 0.000 (below 0.05) for both measures, indicating a statistically significant change post-intervention. These outcomes demonstrate that hypertension exercise can be an effective method for lowering blood pressure in hypertensive adults. The results support the broader adoption of non-drug-based strategies in communities to help manage and control hypertension.
Training Preschool Teachers in Early Detection of Emotional-Behavioral Problems and ADHD using Audiovisual and Booklet Media Khalida Ziah Sibualamu; Elsi Dwi Hapsari; Sri Hartini
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 1 (2025): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i1.925

Abstract

Background: Early identification of emotional and behavioral problems, including attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), is essential for optimizing preschool children’s development. In Indonesia, many preschool teachers lack sufficient competence due to limited structured training. Evidence comparing audiovisual and booklet-based instructional media is scarce. This study addresses this gap, providing insights to enhance teacher preparedness in early detection. Purpose: This study compared the effectiveness of audiovisual and booklet-based training programs in improving preschool teachers’ knowledge and skills in the early detection of emotional behavior problems and ADHD. Methods: A quasi-experimental study with a non-equivalent group design was conducted among 58 preschool teachers selected through purposive sampling. Preschools were assigned to two formats that delivered identical training content through either audiovisual or booklet-based media. Participants’ knowledge was assessed using a questionnaire, and practical skills were evaluated with a checklist, both of which were validated and reliable. Data were analyzed using independent t-tests and Mann–Whitney U tests. Results: Audiovisual training produced significantly greater improvements in participants’ knowledge (p < 0.001) and skills in early detection of emotional behavior problems (p < 0.001) and ADHD (p = 0.009) compared with booklet training. The audiovisual group achieved higher post-test scores and demonstrated better knowledge retention. Conclusion: Audiovisual-based training was more effective than booklet-based training in enhancing preschool teachers’ knowledge and skills for identifying early emotional and behavioral problems in children. These findings highlight the importance of integrating audiovisual learning into teacher development programs to strengthen early childhood mental health surveillance.