Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Edukasi Kesiapsiagaan Dan Tanggap Darurat Bencana Pada Siswa Di SDN Bojonggede 03 Sibualamu, Khalida Ziah; Chairunisa, Ratu; Wahdini, Rizqa; Puspita Wulan Dari; Pinasti, Retno; Ratna
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v7i1.2132

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara rawan bencana, sehingga kesiapsiagaan dan tanggap darurat menjadi kompetensi penting, terutama bagi siswa sekolah dasar di wilayah rawan bencana. Kurangnya edukasi mitigasi bencana di sekolah menyebabkan rendahnya pemahaman siswa terhadap langkah antisipasi dan tanggapan yang tepat dalam situasi darurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terkait kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana melalui pendekatan edukasi kesehatan di SDN Bojonggede 03, Kabupaten Bogor. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan 32 siswa kelas 5, menggunakan media pembelajaran interaktif. Pengumpulan data dilakukan sebanyak dua kali, sebelum dan setelah pelaksanaan edukasi untuk mengevaluasi pengetahuan dan sikap siswa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan aspek pengetahuan siswa sebesar 93,75% (kategori baik), serta aspek sikap sebesar 84,38% (kategori baik) setelah diberikan edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan PkM berupa edukasi kesehatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa di SDN Bojonggede 03 terkait kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana.
Sleep Hygiene Education untuk Menurunkan Insomnia dan Peningkatan Kualitas Tidur Wanita Emmi Wahyuni; Ni Luh Emilia; Adi Anggriawan Bambi; Saharuddin Saharuddin; Khalida Ziah Sibualamu
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk309

Abstract

Women have stages in their lives from menarche to menopause that affect hormones and can have an impact on sleep health. The purpose of this review was to determine the effectiveness of sleep hygiene education on insomnia and sleep quality in women. This study uses a literature review method. The PRISMA checklist is used as a writing guide. Article searches were carried out through the following databases: Pubmed, Ebsco, Proquest, Science Direct, Wiley, Cochrane and Portal Garuda published from 2010 to 2022. Of the 6217018 articles found, there were 6 articles that met the inclusion criteria. The results obtained are the method of providing sleep hygiene education using direct face-to-face education methods and online education via email. The duration of the intervention ranged from 5 to 12 weeks. The measuring instruments used to measure insomnia symptoms are the insomnia severity index (ISI) questionnaire and the Women's Health Initiative Insomnia Rating Scale (WHIIRS). Sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Sleep hygiene education has been shown to reduce insomnia and improve sleep quality in women. This literature review provides information regarding sleep hygiene education that is effective in reducing insomnia and improving sleep quality in women.Keywords: insomnia; sleep hygiene education; sleep quality; women ABSTRAK Wanita mempunyai tahap dalam kehidupannnya mulai dari menarche sampai menopause yang mempengaruhi hormon dan dapat berdampak terhadap kesehatan tidur. Maka diperlukan studi yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendidikan kebersihan tidur terhadap insomnia dan kualitas tidur pada wanita. Studi ini menggunakan metode literature review. Daftar periksa PRISMA digunakan sebagai panduan penulisan. Penelusuran artikel dilakukan melalui beberapa database Pubmed, Ebsco, Proquest, Science Direct, Wiley, Cochrane dan Portal Garuda yang diterbitkan mulai dari 2010 hingga 2022. Dari 6.217.018 artikel yang ditemukan, terdapat 6 artikel yang memenuhi dengan kriteria inklusi. Hasil review menunjukkan bahwa pendidikan tentang kebersihan tidur diberikan melalui tatap muka langsung dan secara online melalui email. Durasi intervensi adalah 5 sampai 12 minggu. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur insomnia yaitu insomnia severity index (ISI) Questionnaire dan Women's Health Initiative Insomnia Rating Scale (WHIIRS). Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner indeks kualitas tidur Pittsburgh. Pendidikan kebersihan tidur terbukti dapat menurunkan insomnia dan meningkat kualitas tidur pada wanita. Disimpulkan bahwa pendidikan kebersihan tidur efektif menurunkan insomnia dan meningkatkan kualitas tidur pada wanita. Kata kunci: insomnia; kualitas tidur; pendidikan kebersihan tidur; wanita
Efikasi Diri Kader Kesehatan dalam Pengelolaan Kusta di Kabupaten Cilacap Nadhia Elsa Silviani
Journal of Nursing and Health Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v10i1.433

Abstract

The discovery of new cases of leprosy in Cilacap Regency has increased since 2017, but the role of cadres in leprosy management in several areas has not been optimal. There needs to be an evaluation of self-efficacy in cadres in leprosy management. The purpose of this study was to see the picture of self-efficacy of health cadres in leprosy management in Cilacap Regency. The method used was a quantitative method with a descriptive research design. The sample consisted of 69 respondents taken using the randomized cluster sampling technique. The GSES questionnaire was used to measure the self-efficacy of respondents. Data analysis used frequency distribution. The results showed that the majority of health cadres were women (89.9%), housewives (57.9%), had a high school education (46.3%), had no experience receiving leprosy counseling (55.1), had experience as a cadre for 2-5 years (42%), income range 500,000-2,500,000 (43.5%), never had experience treating leprosy patients (88.4%). The majority of respondents showed poor self-efficacy in the magnitude and generality domains (42%), while a small portion showed very good categories in all three domains: magnitude (22%), strength (29%), generality (25%). The conclusion of this study is that the self-efficacy category in each self-efficacy domain varies, but the less category is more in the magnitude and generality domains. This study is expected to be input for the Health Center to improve the self-efficacy of cadres in their work areas so that the role of cadres is more optimal. In addition, further research needs to be conducted to determine the factors that influence self-efficacy in health cadres in leprosy management.
Lansia Kuat (Latihan Aktif Dan Edukasi Untuk Sendi Lutut Kuat): Program Pencegahan dan Penanganan Osteoartritis Lutut Di Panti Werda Budi Mulia 2 Cengkareng Chairunisa, Ratu; Setyaningsih, Tri; Sibualamu, Khalida Ziah; Wahdini, Rizqa; Pratama, Alfia Suryo; Salsabila, Levina
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v7i2.2725

Abstract

Osteoartritis lutut merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dijumpai pada populasi lanjut usia dan sering kali berdampak terhadap kemampuan fungsional serta kualitas hidup. Kondisi ini menyebabkan nyeri, keterbatasan gerak, dan penurunan kemandirian lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam pencegahan serta penanganan osteoartritis lutut melalui pendekatan latihan fisik aktif dan edukasi. Program ini dilaksanakan di Panti Werda Budi Mulia 2 Cengkareng dengan melibatkan 30 peserta lansia. Rangkaian kegiatan meliputi identifikasi karakteristik peserta, penyuluhan mengenai osteoartritis lutut, serta pelatihan latihan fisik yang sesuai dengan kondisi fisik peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test guna menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman, di mana sebelum intervensi hanya 6,7% peserta berada pada kategori baik, meningkat menjadi 66,7% setelah intervensi. Sebagian besar peserta juga menunjukkan kemampuan mobilitas mandiri, sehingga program dapat dijalankan secara efektif. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif yang disertai latihan fisik terstruktur berkontribusi positif dalam meningkatkan kesiapan lansia dalam menghadapi risiko osteoarthritis lutut.
Hubungan Health Literacy Orang Tua Dengan Perilaku Konsumsi Makanan Manis Pada Anak Sekolah Dasar Sibualamu, Khalida Ziah; Wahdini, Rizqa; Chairunisa, Ratu; Ernawati; Handayani, Nur Windi
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.633

Abstract

Konsumsi makanan manis berlebihan merupakan faktor risiko utama obesitas dan penyakit tidak menular pada anak sekolah dasar. Literasi kesehatan orang tua yang rendah seringkali menjadi kendala dalam mengarahkan pola makan anak. Orang tua berperan dalam membentuk kebiasaan makan anak, dan hal ini berkaitan erat dengan tingkat litarasi kesehatan yang mereka miliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara health literacy orang tua dengan perilaku konsumsi makanan manis anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional, melibatkan 50 orang tua dan anak kelas 5 di SDN 01 Pasar Manggis, Jakarta Selatan. Literasi kesehatan orang tua diukur menggunakan kuesioner HLS-EU-Q16 yang telah diadaptasi dengaan fokus pada asppek yang berkaitan dengan pola makan sehat anak, khususnya konsumsi makanan tinggi gula. Perilaku konsumsi makanan manis anak diukur melalui kuesioner berbasis SQ-FFQ, yang menilai frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis selama tujuh hari terakhir. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Cramer’s V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua (62%) memiliki literasi kesehatan rendah, dan 52% anak memiliki konsumsi makanan manis tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara health literacy orang tua dengan perilaku konsumsi makanan manis pada anak (p<0,05), dengan kekuatan hubungan yang kuat (Cramer’s V= 0,732). Simpulan, literasi kesehatanorang tua berperan penting dalam mengendalikan perilaku konsumsi makanan manis pada anak. Disarankan perlu adanya intervensi edukatif yang terstruktur untuk meningkatkan kapasitas literasi kesehatan keluarga sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit tidak menular sejak usia dini.
Pemberian Edukasi Ergonomi Dalam Pencegahan Keluhan Muskulosketal Pada RW 13 Di Kelurahan Bojong Baru Jawa Barat Chairunisa, Ratu; Sibualamu, Khalida Ziah; Wahdini, Rizqa; Sari, Nurrita; Sabrina; Nazwara, Angelita
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v6i2.1827

Abstract

Keluhan pada sistem muskuloskeletal merupakan masalah kesehatan yang dapat mengurangi produktivitas dan aktivitas sehari-hari individu maupun masyarakat, yang meliputi keluhan pada bagian-bagian otot dan rangka yang dirasakan dari ringan hingga sangat sakit. Masalah ini mencakup berbagai gejala atau cedera yang mempengaruhi otot, tendon, ligamen, saraf, dan tulang. Keluhan semacam ini umumnya dialami oleh individu yang aktif dalam kegiatan sehari – hari seperti mengangkat beban, mencuci, memasak, menyapu, berkegiatan dengan postur statis dan janggal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan keluhan muskuloskeletal melalui edukasi ergonomi, serta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang latihan dan posisi ergonomis dalam mencegah keluhan muskuloskeletal di RW 13 kelurahan Bojong Baru. Sebanyak 37 orang berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi, identifikasi, penyuluhan, dan edukasi mengenai latihan fisik kepada masyarakat. Sebelum dan setelah kegiatan dilakukan, dilakukan evaluasi dengan memberikan kuesioner untuk mengumpulkan informasi mengenai pengetahuan dan sikap ergonomi masyarakat dalam kegiatan sehari-hari. Hasil pengabdian yang didapatkan yaitu peningakatan  pengetahuan  masyarakat terhadap sikap ergonomi dalam aktivitas sehari – hari.
Hubungan Frekuensi Bermain Game Digital Dengan Keterampilan Sosial Anak Usia Sekolah Romayuliana, Romayuliana; Sibualamu, Khalida Ziah; Br Saragih, Dameria
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/7zgyv754

Abstract

Perkembangan teknologi digital menyebabkan peningkatan jumlah anak usia sekolah yangbermain game digital. Data proporsi anak yang bermain game digital pada usia 5-15 tahunmeningkat dari tahun 2015 sebesar 45% hingga pada tahun 2019 sebesar 59%. Aktivitasini memiliki manfaat edukatif, namun jika berlebihan dapat menghambat perkembanganketerampilan sosial anak, yang penting untuk interaksi dan penyesuaian sosial. Penelitianini bertujuan menganalisis hubungan frekuensi bermain game digital dengan keterampilansosial siswa kelas III di SDN Sunter Jaya 09 Jakarta Utara. Menggunakan pendekatankuantitatif dengan metode cross-sectional, penelitian melibatkan 56 siswa kelas III yangdipilih dengan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi bermaingame digital dan keterampilan sosial, kemudian dianalisis dengan uji Spearman. Hasilpenelitian menunjukkan mayoritas siswa memiliki frekuensi bermain dalam kategorisedang (67,86%) dan keterampilan sosial juga dalam kategori sedang (51,79%). Analisisstatistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara frekuensi bermain gamedigital dan keterampilan sosial (p > 0,05; r = 0,187). Kesimpulannya, frekuensi bermaingame digital tidak berhubungan signifikan dengan keterampilan sosial anak. Faktor lainseperti dukungan keluarga, lingkungan, dan karakter individu diduga berperan dalamperkembangan keterampilan sosial anak. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua dansekolah sangat diperlukan untuk mengawasi serta mengedukasi penggunaan game digitaldan memperkuat keterampilan sosial anak
Hubungan Antara Konsumsi Makanan Manis Dan Regulasi Emosi Anak Prasekolah Novitasari, Novitasari; Sibualamu, Khalida Ziah; Br Saragih, Dameria
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jqapkx95

Abstract

Konsumsi makanan manis berlebih dapat berdampak pada regulasi emosi anakprasekolah. Regulasi emosi yang berperan penting dalam perkembangan sosial danpsikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara konsumsimakanan manis dengan kemampuan regulasi emosi pada anak prasekolah di TK Al-QubaPademangan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desaincross-sectional, melibatkan 65 responden anak prasekolah. Data konsumsi makananmanis diukur menggunakan kuesioner konsumsi makanan/minuman manis pada anakprasekolah, sedangkan regulasi emosi diukur dengan kuesioner Emotional RegulationChecklist (ERC). Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar anak (76,9%) memiliki tingkat konsumsi makananmanis sedang, sementara (73,8%) anak menunjukkan regulasi emosi yang kurang baik.Uji spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi makananmanis dengan kemampuan regulasi emosi (p<0,05). Simpulan, semakin tinggi konsumsimakanan manis, semakin rendah kemampuan regulasi emosi anak. Disarankan adanyaperan aktif dari pihak terkait dalam mengontrol pola makan anak serta memberikanstimulasi emosional yang tepat sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Education and Introduction of Cucumbar Juice as a Natural Alternative for Reducing Blood Pressure among Hypertensive Patients in Ciomas District Wahdini, Rizqa; Sibualamu, Khalida; Chairunisa, Ratu
Journal of Evidence-Based Community Health Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Evidence-Based Community Health
Publisher : CV. Paperhome Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64871/fcgn8158

Abstract

Hypertension is one of the leading non-communicable diseases contributing to high morbidity and mortality rates in Indonesia. Natural management of hypertension through lifestyle modifications and the consumption of healthy foods is increasingly favored as a complementary therapy. Cucumber juice is known to contain active compounds with the potential to lower blood pressure. This community service program aimed to provide education and introduce cucumber juice as a natural alternative for reducing blood pressure among individuals with hypertension in Ciomas, Bogor. A total of 40 hypertensive participants took part in activities that included educational sessions, demonstrations on how to prepare cucumber juice, and blood pressure measurements before and after the intervention. The results showed an average decrease of 14.8 mmHg in systolic blood pressure and 8.4 mmHg in diastolic blood pressure after consuming cucumber juice for seven consecutive days. Additionally, participants' knowledge regarding hypertension and the benefits of cucumber juice significantly improved, as evidenced by pre-test and post-test assessments. This activity demonstrates that cucumber juice can serve as an effective natural alternative to help lower blood pressure, and highlights the importance of education in raising public awareness about hypertension management. Further research with a larger sample size and extended duration is recommended to validate these findings.
Manajemen Cairan Pada Anak Dengan Diare: Scoping Review Kusmayanti , Evi; Sibualamu, Khalida Ziah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i2.1276

Abstract

Diare termasuk dalam  penyebab kematian kedua pada anak dibawah lima tahun. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak, sehingga dapat terjadi berbagai macam komplikasi yaitu dehidrasi berat, syok hipovolemik, kerusakan organ, koma sampai kematian. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis artikel terkait jenis intervensi pemberian cairan pada anak dengan diare. Penelitian ini menggunakan metode scoping review untuk mengetahui manajemen intervensi yang diterapkan di klinik dan lingkungan komunitas. Proses Pencarian menggunakan populasi, konsep dan konteks sesuai dengan tujuan penulisan melalui database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Oxford Academic Journal yang diterbitkan antara 2012-2021. Proses seleksi yang dilakukan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) dan melakukan Critical Appraisal  menggunakan The Joanna Briggs Institute checklist. Dari 3.484 didapatkan 7 artikel yang dipilih dalam  review ini. Beberapa manajemen cairan yang dapat diterapkan baik di klinik maupun di komunitas diantaranya pemberian oralit, actitan- F dengan standard oral rehydration (SOR),  pemberian cairan intravena seperti Normal saline (NaCl 0,9%) , Ringer laktat atau Dextrose 5%, dan pemberian jus apel/cairan pilihan. Kesimpulan: Intervensi pemberian cairan tersebut dapat diterapkan pada anak dengan diare baik di klinik maupun di lingkungan komunitas.