Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

TRADISI TARI RONGGENG PASER DI KELURAHAN KUARO KABUPATEN PASER PADA TAHUN 2008-2025 Maulida Rusdiana Zuhriah; Syaharuddin; Fitri Mardiani; Dewicca Fatma Nadilla
Historia Vol 15 No 1 (2027): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah (Issu in Progress)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v15i1.17374

Abstract

Along with rapid globalization and modernization, the Ronggeng Paser Dance Tradition in the Village of Kuaro serves as an identity and adhesive force within society, but is starting to be marginalized by foreign cultures entering the region. The aim of this research is to describe the background of the Ronggeng Paser Dance in the Village of Kuaro and the development of the Ronggeng Paser Dance Tradition in the Village of Kuaro from 2008 to 2025. The method used is a historical method consisting of four stages: first, heuristics is carried out by collecting primary sources in the form of interviews with informants, documents, and documentation. Second, source criticism is applied in two steps: external criticism and internal criticism. Third, interpretation is carried out by interpreting and examining the historical facts of the Ronggeng Paser Dance Tradition in Kuaro Village. Fourth, historiography, namely the presentation of a chronological and analytical reconstruction of events in the form of scientific writing. This study reveals that Tari Ronggeng Paser represents a cultural acculturation between the indigenous Paser and Malay peoples, emerging during the Sadurengas Sultanate era. Since becoming part of the Kuaro Village administration, Ronggeng Paser Dance has undergone changes in its presentation, accessories, and cultural status. In conclusion, this traditional dance meaningfully represents the cultural identity of the Kuaro Village community.
Pernikahan Adat Batak Toba di Kota Banjarbaru Tahun 2006-2023 Ruth Ekakristi Banjarnahor; Mansyur Mansyur; Dewicca Fatma Nadilla
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4936

Abstract

Masyarakat Batak Toba di Kota Banjarbaru menghadapi tantangan dalam mempertahankan tradisi pernikahan adat di tengah pengaruh modernisasi dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan pelaksanaan pernikahan adat Batak Toba di Banjarbaru tahun 2006-2023, mengidentifikasi perubahan struktur upacara, dan mengkaji upaya pelestarian nilai-nilai budaya. Metode penelitian menggunakan metode sejarah melalui tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menyimpulkan dua hal utama untuk menjawab rumusan masalah. Pertama, latar belakang pelaksanaan pernikahan adat Batak Toba di Banjarbaru didorong oleh ikatan marga dan komitmen menjaga identitas di tanah rantau. Prosesi pernikahan ini secara utuh bersandar pada struktur Dalihan Na Tolu (hula-hula, dongan tubu, boru) yang diwujudkan melalui tahapan terstruktur mulai dari marhori-hori dinding, marhusip, marhata sinamot, martumpol, hingga pesta unjuk. Kedua, perkembangan tradisi pada periode 2006–2023 menunjukkan pola adaptasi kreatif berupa pemadatan waktu dan tempat akibat keterbatasan biaya, ruang, serta tokoh adat di perantauan. Adaptasi ini memicu pergeseran makna benda adat seperti ulos, tandok, boras si pir ni tondi, dan sinamot yang kini lebih difungsikan sebagai simbol identitas budaya dan penghormatan sosial dibandingkan sebagai sarana ritual sakral-keagamaan. Meskipun terjadi simplifikasi teknis, tradisi ini menunjukkan resiliensi budaya (cultural resilience) yang kuat karena nilai-nilai inti filosofinya tetap dipertahankan secara kolektif.