Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KEPASTIAN HUKUM AKTA NOTARIS PENGGANTI: TINJAUAN ATAS LEGALITAS DAN KEABSAHAN Klau, Ricardo Goncalves; Muhammad Saiful Fahmi; Andi Ervin Novara Jaya
Collegium Studiosum Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Collegium Studiosum Journal
Publisher : LPPM STIH Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/csj.v7i1.1301

Abstract

Notaris adalah pejabat yang diangkat oleh Negara dan diberikan kewenangan untuk membuat akta otentik. Dalam Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris disebutkan bahwa, “Notaris pengganti adalah seorang yang untuk sementara diangkat sebagai Notaris untuk menggantikan Notaris yang sedang cuti, sakit, atau untuk sementara berhalangan menjalankan jabatannya sebagai Notaris. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tanggungjawab hukum dan kepastian hukum akta yang sudah dibuat dan ditandatangani oleh Notaris Pengganti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan. Hasilnya Notaris yang menjalankan cuti wajib menyerahkan Protokol Notaris kepada Notaris Pengganti. Konsep Notaris Pengganti berdasarkan Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Jabatan Notaris (Pengganti No. 2 Tahun 2014) adalah seorang yang untuk sementara diangkat sebagai Notaris untuk menggantikan Notaris yang sedang cuti, sakit, atau untuk sementara berhalangan menjalankan jabatan sebagai Notaris.
Pelatihan Penulisan Esai Mahasiswa Universitas Musamus Diliana, Ekfindar; Habeahan, Nova Lina Sari; Enala, Syahrabudin Husein; Nainggolan, Herrio Tekdi; Klau, Ricardo Goncalves
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.896

Abstract

Abstrak Keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa Universitas Musamus dinilai masih rendah. Terlihat sekilas dari hasil skripsi mahasiswa yang masih terdapat banyak kesalahan di struktur isi, paragraf maupun kalimat, banyak kalimat tidak koheren dan kohesif, serta banyaknya kesalahan ejaan. Oleh karena itu diperlukan pelatihan-pelatihan yang meyasar pada penulisan karya ilmiah. Namun sebelum karya ilmiah, mahasiswa harus dibekali pengetahuan dasar tentang pembuatan esai yang merupakan cikal bakal karya ilmiah. Kegiatan PkM ini berbentuk pelatihan penulisan esai yang menyasar mahasiwa Universitas Musamus. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung perkuliahan PBSI di F.1.10. Tujuan Pkm ini adalah memberi pengetahuan serta meningkatkan keterampilan menulis esai mahasiswa. Hasilnya adalah setelah pelatihan ini mahasiswa mengaku senang dan termotivasi dalam menulis esai. Kata Kunci: Pelatihan, Penulisan Esai, Mahasiswa Universitas Musamus Abstract The academic writing skills of Musamus University students are perceived to be low. This is evident from the outcome of students' theses which still contain numerous errors in content structure, paragraphs, and sentences. Many sentences lack coherence and cohesion, and there are also numerous spelling errors. Therefore, training targeting academic writing is needed. However, before engaging in academic writing, students need to be equipped with basic knowledge of essay writing, which serves as the foundation for academic work. This Community Service Program (PkM) takes the form of essay writing training aimed at Musamus University students. The activity is conducted at the PBSI lecture building in F.1.10. The goal of this PkM is to provide knowledge and improve students' essay writing skills. As a result of this training, students have expressed their enjoyment and motivation in essay writing Keywords: Training, Essay Writing, Students of Musamus University
Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Hukum (Tindak Pidana Karena Minuman Keras) di PT. Bio Inti Agrindo Fahmi, Muhammad Saiful; Klau, Ricardo Goncalves; Rado, Rudini Hasyim
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v5i1.4671

Abstract

Dalam tatanan masyarakat ada sejumlah nilai sosial yang berlaku, yang tidak jarang banyak dihadapkan pada berbagai kendala, memitigasi kendala tersebut diperlukan dengan pembinaan hukum. Perilaku menyimpang salah satunya adalah minum-minuman keras yang berujung pada tindak pidana. Pembinaan hukum harus dilakukan dengan sebuah pendekatan yang sistemik termasuk di dalamnya budaya hukum. Kepatuhan budaya hukum pada PT.BIA salah satunya dilakukan dengan melakukan penyuluhan hukum. Pengabdian di Area Estate A PT. BIA ini menggunakan metode sosialisai/penyuluhan berupa tindak pidana yang diakibatkan oleh minum-minuman keras dengan teknik ceramah dari narasumber, studi kasus, dan diskusi/tanya jawab. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan ini disambut dengan respon yang positif oleh para pekerja pada Area Estate A PT. BIA dimana minum-minuman keras memiliki dampak negatif baik diantaranya biasa menyebabkan tindak pidana dan menurunkan produktivitas kerja. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa sosialisasi hukum ini sangat bermanfaat bagi para pekerja di Area Estate A PT. BIA untuk menumbuhkan rasa kesadaran hukum secara kolektif.
Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Platform Digital untuk Literasi Hukum Kesehatan: Inovasi Edukasi Hak Anak dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Perbatasan Indonesia–Papua Nugini Klau, Ricardo Goncalves; Fahmi, Mohammad Saiful; Buono, Lintang Cahyo; Enala, Syahrabudin Husein
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1485

Abstract

A community service activity entitled socialization and training on the use of digital platforms for health legal literacy: innovation in child rights education in stunting prevention in the indonesia-papua new guinea border area was held on november 1-3, 2025, in kweel village, eligobel district, merauke regency, south papua. This activity was motivated by the low legal and health literacy of border communities, particularly regarding children's rights, nutrition, and stunting prevention. The program's objective was to improve children's health legal knowledge and digital skills in accessing and disseminating educational information. Implementation methods included health law socialization, training on the use of digital platforms, and community mentoring in family and school environments. Participants included teachers, community leaders, and youth from Kweel Village. Evaluation results showed an average increase of 35% in understanding of children's health legal matters and 40% in the ability to utilize digital platforms. This program supports the achievement of SDGs 3, 4, and 16 and contributes to IKU 2 and IKU 3 of higher education through the involvement of lecturers and students in real-impact activities.
Peningkatan Literasi Hukum Melalui Pemanfaatan ChatGPT dan Grammarly dalam Penulisan Esai Hukum pada Siswa SMA Negeri KPG Khas Papua Merauke Diliana, Ekfindar; Klau, Ricardo Goncalves; Retnaningtyas, Hanova Rani Eka
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/q96d7239

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi hukum dan keterampilan menulis esai hukum siswa SMA Negeri KPG Khas Papua Merauke melalui pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT dan Grammarly. Pelaksanaan berlangsung pada Agustus–September 2025 melalui tahapan sosialisasi, pelatihan menulis, penerapan teknologi, monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan menulis siswa, terutama dalam aspek argumentasi hukum, struktur esai, dan penggunaan bahasa akademik. Dari 30 peserta, 18 siswa (60%) mampu menghasilkan esai dengan struktur sistematis dan argumen hukum relevan. Kendala seperti gangguan jaringan internet diatasi dengan Starlink, sedangkan rendahnya kemampuan awal siswa diatasi melalui peer review. Luaran mencakup peningkatan keterampilan menulis, terbentuknya komunitas literasi hukum, serta publikasi hasil berupa video, poster, dan draft artikel ilmiah. Program ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah lain di Papua Selatan untuk memperluas dampak positif terhadap kesadaran hukum generasi muda.Top of Form Peningkatan Literasi Hukum Melalui Pemanfaatan ChatGPT dan Grammarly dalam Penulisan Esai Hukum pada Siswa SMA Negeri KPG Khas Papua Merauke  This community service activity aims to improve law-related literacy and law-related essay writing skills among students of SMA Negeri KPG Khas Papua Merauke using artificial intelligence–based technology, particularly ChatGPT and Grammarly. The program was carried out from August to September 2025 through several stages: socialization, writing training, technology implementation, monitoring, evaluation, and program sustainability. The results showed a significant improvement in students’ writing abilities, especially in law-related argumentation, essay structure, and academic language use. Out of 30 participants, 18 students (60%) successfully produced essays with systematic structures and relevant law-related arguments. Challenges such as unstable internet connections were overcome by using Starlink, while students’ low initial abilities were addressed through a peer review approach. The program outputs included enhanced essay writing skills, the establishment of a law-related literacy community, and publications in the form of videos, posters, and a draft scientific article. This program is expected to be replicated in other schools in South Papua to expand its positive impact on young people’s awareness of the law.
Peran TNI AL dan BAKAMLA dalam Menjaga Kedaulatan Laut di Wilayah Perbatasan Papua Selatan sebagai Implementasi Asta Cita Muhammad Saiful Fahmi; Burhanuddin Burhanuddin; Ricardo Goncalves Klau; Andi Ervin Novara Jaya; Ilham Majid
AHKAM Vol 4 No 4 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v4i4.8095

Abstract

As the world’s largest archipelagic state, Indonesia possesses vast and strategically important maritime areas, including the southern Papua maritime border adjacent to Australia and Papua New Guinea, which is vulnerable to sovereignty violations such as illegal fishing, smuggling, and border incursions. This study examines the role of the Indonesian Navy (TNI AL) as the main component of national defense in Indonesian jurisdictional waters in safeguarding the territorial integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) and securing sea lines of communication and national interests from various threats, while also analyzing the role of the Indonesian Maritime Security Agency (Bakamla), particularly the Bakamla Station in Merauke, as a non-military maritime security and safety guardian operating through the Indonesia Maritime Patrol system. The research employs an empirical juridical approach by reviewing key regulations, including Law Number 34 of 2004 on the Indonesian National Armed Forces (TNI) as last amended by Law Number 3 of 2025 on the TNI, Law Number 32 of 2014 on Maritime Affairs, and Presidential Regulation Number 178 of 2014, and by analyzing the implementation of these legal frameworks in society. The findings show that TNI AL and Bakamla (Bakamla Station Merauke) constitute the front line of national maritime security in line with Indonesia’s national development vision as articulated in Asta Cita, particularly its second pillar on consolidating the national defense and security system. However, optimalizing the role of these two institutions is still constrained by limited resources, the complex geopolitical dynamics of the southern Papua border area, and regional sentiments in the Asia–Pacific. These findings underscore the importance of strengthening institutional capacity, enhancing inter-agency coordination, and updating maritime security strategies to support the realization of a robust maritime defense posture that is responsive to the evolving threat landscape in border regions.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Terhadap Tata Tertib Musyawarah Kelurahan Serta Ketertiban, Keamanan, Dan Kesehatan Di Kampung Sidomulyo Muhammad Saiful Fahmi; Ricardo Goncalves Klau; Gusti Ayu Utami; Ilham Majid; Andi Ervin Novara Jaya; Nurul Widhanita Y. Badilla
Sagu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): SAGU - JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Astha Grafika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65675/sjp.v3i1.248

Abstract

Musyawarah pada tingkat kelurahan atau kampung merupakan sarana partisipasi masyarakat dalam membahas kepentingan bersama dan merumuskan keputusan yang dapat diterima oleh seluruh pihak. Pelaksanaan musyawarah yang tidak tertib berpotensi menimbulkan dominasi pembicaraan, kesalahpahaman, konflik, serta keputusan yang tidak terdokumentasi dengan baik. Di sisi lain, ketertiban, keamanan, dan kesehatan lingkungan merupakan prasyarat penting bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan produktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman hukum masyarakat mengenai tata tertib musyawarah, kewajiban menjaga ketertiban dan keamanan, serta partisipasi dalam mewujudkan lingkungan yang sehat. Kegiatan dilaksanakan di Balai Kampung Sidomulyo, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke pada 9 Mei 2026 melalui metode ceramah interaktif, pemaparan kasus sederhana, diskusi, dan tanya jawab. Materi meliputi tahapan musyawarah, etika menyampaikan pendapat, pengambilan keputusan secara mufakat, pencatatan hasil musyawarah, pencegahan konflik, pelaporan gangguan keamanan, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, dan perilaku hidup sehat. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipasi dan pertanyaan reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih mampu mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam musyawarah, memahami batas penyelesaian masalah secara kekeluargaan, serta merumuskan tindakan bersama untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kesehatan lingkungan. Penyuluhan hukum yang kontekstual dan partisipatif dapat memperkuat kesadaran hukum sekaligus mendorong tanggung jawab kolektif masyarakat.
Analisis Profiling Surat Wasiat Bunuh Diri Ibu Paruh Baya: Studi Kasus Linguistik Forensik Ekfindar Diliana; Ricardo Goncalves Klau
ANWARUL Vol 3 No 2 (2023): ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v3i2.1595

Abstract

This study intends to (1) identify the features of language in a middle-aged mother named Pini's suicide will in Talang Village, Sendang District, Tulung Agung on October 23, 2022, and (2) identify the motive for suicide in this case. This study is a qualitative descriptive study that analyzes language aspects using Osslon's (2008) forensic linguistics theory. The investigation yielded (1) the language elements in Pani's suicide will, written by a 41-year-old woman in Tulungagung, were a text structure with certain characteristics that are common in suicide notes, as stated by prokofyeva (2013), there were many spelling, punctuation, and letter errors capital, the use of the pronoun 'aku', and grammar which used a lot of declarative sentences (commands), and some of the emotions implied by the words in the will show emotions of doubt, despair, and the actors' desperation stems from a lack of self-control in the face of unforeseen occurrences. In this scenario, it's conceivable that she was stressed out because her ex-husband remarried. (2) While the perpetrator's suicide was considered to be motivated by mental problems such as depression. This could be seen in various word choices that demonstrated the players' desperation as a result of their inability to control themselves in unforeseen situations. In this scenario, it's conceivable that she was stressed out because her ex-husband remarried. Furthermore, the offender feels alone and without family support; this is classified as egoistic suicide due to a lack of social engagement with people closest to them.
Critical Discourse Analysis of Megawati Soekarno Putri’s Amicus Curiae Letter for MK trial of Presidential Election Disputes Ekfindar Diliana; Nova Lina Sari Haheahan; Tobias Nggaruaka; Ricardo Goncalves Klau
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 3 (2024): NJMS - Oktober 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes Megawati’s Amicus Curiae letter using discourse analysis, focusing on the construction of in-groups and out-groups, representation of social actors, and discursive strategies. The data analysis method involves Critical Discourse Analysis (CDA), focusing on how Megawati’s letter constructs in-group and out-group identities, represents social actors positively or negatively, and employs discursive strategies to legitimize in-group actions while criticizing the out-group. This approach utilizes frameworks from Van Dijk, Van Leeuwen, and Wodak to explore linguistic devices that shape audience perceptions. The findings revealed that the letter constructs the in-group as morally superior and aligned with justice, while the out-group is implied to be responsible for undermining democracy. Discursive strategies, such as moral appeals, historical references, and passive voice, are employed to legitimize in-group actions and subtly criticize the out-group. Additionally, Megawati's motives are highlighted as an effort to assert her political identity, position herself as a defender of democratic values, and enhance her influence in a competitive political landscape.