Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Uji Antiinflamasi Ekstrak Etanol Lidah Buaya (Aloe Vera (L.) Burm. F.) Dengan Metode Stabilisasi Membran Sel Darah Merah In Vitro Rahadian, Rifky Aditya; Mambo, Christi Diana; Nangoy, Edward; Fatimawali, Fatimawali; Regina Masengi, Angelina Stevany; Posangi, Jimmy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i2.3809

Abstract

Inflamasi merupakan respons tubuh terhadap cedera yang berpotensi menjadi kronis jika tidak terkendali. Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm. f.) mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, saponin, dan tanin yang memiliki potensi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol lidah buaya menggunakan metode stabilisasi membran sel darah merah secara in vitro. Gel lidah buaya diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Kandungan fitokimia dianalisis, dan uji antiinflamasi dilakukan pada berbagai konsentrasi ekstrak (50 ppm hingga 800 ppm) dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 576 nm. Data dianalisis untuk menghitung persentase inhibisi hemolisis dan IC50. Berdasarkan dari penelitian didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol lidah buaya memiliki aktivitas antiinflamasi dengan nilai IC50 sebesar 395,263 ppm, lebih rendah dibandingkan kontrol positif natrium diklofenak. Aktivitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 800 ppm dengan persentase inhibisi sebesar 71,28%. Senyawa fitokimia yang dinilai memiliki aktivitas antiinflamasi didapatkan positif dan hasil dari uji antiinflamasi ekstrak etanol lidah buaya dinyatakan positif.  
Evaluasi Drug Related Problems (Drp’s) Pada Pasien Anak Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) Di Instalasi Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit Tipe C Di Provinsi Sulawesi Utara Vastelita Lengkong, Injili Anugerah; Posangi, Jimmy; Regina Masengi, Angelina Stevany; Tatura, Suryadi N.N.; Mambo, Christi Diana; Nangoy, Edward
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i2.3811

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular pada anak. ISPA terutama terjadi di negara-negara dengan pendapatan perkapita rendah dan menengah termasuk Indonesia. Menurut hasil Riskesdas 2013 periode prevalensi ISPA pada kelompok umur 1-4 tahun yaitu sebesar 25,8 % dan kelompok umur 5-14 tahun adalah 15,4 %. Kejadian masalah terkait obat (DRPs) lebih sering terjadi pada anak dibandingkan dengan orang dewasa. Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kejadian yang tidak diharapkan dari pengalaman pasien atau diduga akibat terapi obat sehingga potensial mengganggu keberhasilan penyembuhan yang dikehendaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kejadian dari DRPs yang meliputi ketidaktepatan dosis yaitu dosis kurang dan dosis lebih, indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi, potensial interaksi serta ketidaktepatan pemilihan obat pada terapi pengobatan infeksi saluran pernapasan akut pada pasien anak dengan infeksi saluran pernapasan akut di instalasi rawat inap salah satu rumah sakit tipe C di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bersifat restropektif dimana data diperoleh melalui data sekunder berupa rekam medis pasien periode Juli 2023 sampai Juni 2024 dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan data berupa total sampling, didapatkan 78 sampel yang sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian Drug related Problems (DRPs) yang terjadi adalah dosis rendah sebanyak 53 %, interaksi obat yaitu sebanyak 47,43 % , dosis tinggi sebanyak 10,25 % , kategori obat tanpa indikasi 1,29 %, serta tidak terdapat DRPs kategori indikasi tanpa obat dan ketidaktepatan pemilihan obat.
Phytochemical Compounds and Antibacterial Test of Theonella cylindrica against Staphylococcus aureus and Escherichia coli Mambo, Christi D.; Warouw, Finny; Nangoy, Edward; Rumengan, Inneke; Kepel, Billy; Bara, Robert
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v15i2.59230

Abstract

Infectious diseases are a health problem faced by developing countries like Indonesia. This disease is caused by bacteria that attack humans. Improper use of antibiotics can cause bacterial resistance to antimicrobials. Antimicrobial resistance is the most significant public health threat, resulting in greater demand for finding new effective antimicrobials from natural products such as sea sponges. This research aimed to test the antibacterial activity of Theonella extract against Staphylococcus aureus and Escherichia coli and determine the class of chemical compounds contained therein. Research stages include sampling, sample preparation and extraction, qualitative phytochemical screening, making solutions, media creation, and antibacterial testing. The research showed that sponges metabolite compounds consisted of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and phenolics. The diameter of the inhibition zone at concentrations of 80% and 100% showed potential antibacterial activity but more strongly inhibited the growth of Staphylococcus aureus bacteria than Escherichia coli bacteria.