Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pembinaan Olimpiade Sains Nasional Bidang Geografi di SMA Negeri 1 Banda Aceh Putri Afriyani, Mice; Kasih, Dar; Vita Rajiatul Jummi, Cut
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol.1 No.1 (Juni 2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.015 KB) | DOI: 10.47498/meuseuraya.v1i1.1050

Abstract

Kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. OSN diselenggarakan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan sains sekaligus upaya untuk menumbuhkan karakter siswa yang jujur, disiplin, sportif, tekun, kreatif, tangguh dan cinta tanah air. Sasaran yang ingin di capai dalam pengabdian ini agar siswa mampu bersaing di tingkat Kabupaten/Kota, Nasional, maupun Internasional, Secara umum pelaksanaan kegiatan Pembinaan olimpiade di SMA Negeri 1 Banda Aceh berjalan dengan baik. Pembinaan ini dilaksanakan dalam bentuk tambahan pelajaran yang berlangsung sekali pada Bulan Juli sampai dengan Agustus tahun 2021 jam 15.00 WIB. Peserta kegiatan Pembinaan OSN di SMA Negeri 1 Banda Aceh berjumlah tiga siswa terdiri dua orang kelas X (sepuluh) dan satu orang berasal dari kelas XI (sebelas). Pembinaan Olimpiade Sains ini telah mencapai tujuan yang diharapkan yaitu keberhasilan seorang siswa atas nama Azizil Mutaqim yang mampu melangkah ke tahap selanjutnya. Hasil dari kegiatan pembinaan Olimpiade Sains ini adalah tumbuhnya niat belajar pada pelajaran Sains dan menimbulkan niat berkompetisi untuk Olimpiade Sains tahun selanjutnya.
Study of Groundwater Feasibility in Residential Settlements Near the Former Final Waste Disposal Place, Kutaraja District, Banda Aceh City Afriyani, Mice Putri; Muttakin, Muttakin; Prakatiwi, Aulia Margareta; Kamil, Puspita Annaba
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.507-515

Abstract

As the population increases, the amount of water needed increases. Banda Aceh needs more clean water every year. The total needs range from 130-150 liters/person/day. The research was carried out at the Kutaraja department. The purpose of the research is to examine the properties of groundwater around the former final drainage site. The research was carried out through field surveys that included measurements of the geographical coordinates of the well location using a sampling grid according to the physical parameters of freatic soil water. The results of the ground water in Kutaraja district on the freatic ground water temperature parameter are a maximum of 35 °C and a minimum of 28 °C. Results Physical parameters such as smell, color, and flavor still meet the requirements. TDS parameters, with the highest TDS value of 12020 mg/l. The measured pH of the groundwater obtained still qualifies for groundwater quality.
Hubungan Antar Kedalaman Muka Air Tanah Freatik Dan Kualitas Air Tanah Berdasarkan Parameter Fisik Dan Parameter Kimia Afriyani, Mice Putri; Alisda, Mela; Zahara, Amelia; Ridayani, Ridayani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.42776

Abstract

Sumur freatik merupakan salah satu alternatif masyarakat dalam mengantipasi berkurangnya pasokan air bersih yang disediakan oleh PDAM. Air sumur freatik rentan terhadap pencemaran karena kontruksi sumur yang buruk dan kedalamannya kurang dari 15 meter sehingga memungkinkan adanya bahan pencemar masuk kedalam sumur. Gampong jawa adalah sebuah Gampong yang terletak di kecamatan kutaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah dengan parameter fisika, warna, bau, rasa. Dhl, ph, suhu. Terutama yang digunakan untuk kebutuhan komsumsi. Metode yang digunakan adalah analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis secara kualitatif mengamati kualitas air tanah freatik berdasarkan parameter fisika seperti warna, bau, rasa. Dhl, ph,suhu. Untuk analisis kuantitatif yang dilakukan mengukur dan koordinat, elevasi, kedalaman airtnah. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa kedalam muka air tanah dari 30 sumu, empat lokasi yaitu 0,3 sampai 8,6 M. Analisis kualitas air berdasarkan parameter fisika untuk bau terdapat 4 sampel air yang tidak memenuhi kategori yaitu berbau amis, payau, dan lagang. Hasil pengamatan kualitas fisika untuk rasa 18 sampel air yangg tidak memenuhi syarat, terdapat rasa asin dan payau. Bersadarkan analisis kualitas fisika warna terdapat 18 sampel air yang perlu tindak lanjut analisi laboratorium karna air tersebut memiliki warna.
Edukasi Teknologi Digital untuk Mendukung Inovasi Pembelajaran Guru Sekolah Dasar Imanda, Riska; Setiawaty, Sri; Muttakin, Muttakin; Afriyani, Mice Putri; Khairuddin, Khairuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2376

Abstract

Melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital, guru dapat mengelola tugas-tugas siswa secara lebih efektif dengan memanfaatkan berbagai platform kolaboratif. Media digital juga memungkinkan peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran kapan pun dan dari lokasi mana pun. Beberapa media pembelajaran digital interaktif yang dapat dimanfaatkan oleh guru antara lain: Genially, yang digunakan untuk menyusun presentasi interaktif; Google Sites, untuk membuat situs pembelajaran; Book Creator, untuk menyusun buku digital; Animation Studio, untuk membuat video animasi edukatif; serta Blogger, yang berfungsi sebagai platform untuk membagikan dan mempublikasikan materi pembelajaran kepada siswa. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, yaitu para guru yang tergabung dalam MGMP guru SD di Kabupaten Bireuen, meliputi: Masih banyak guru yang belum memanfaatkan media pembelajaran digital dalam proses mengajar dan Metode pembelajaran yang diterapkan masih cenderung monoton dan kurang inovatif karena keterbatasan pemanfaatan media digital. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut mencakup dua hal: Memberikan edukasi dan pelatihan mengenai penggunaan media pembelajaran digital kepada para guru MGMP SD Kabupaten Bireuen dan Melaksanakan praktik langsung serta pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran digital. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, ditemukan bahwa mayoritas guru belum memanfaatkan media pembelajaran digital secara optimal. Hal ini terlihat dari banyaknya guru yang baru pertama kali mengenal aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu, sebagian besar guru masih menggunakan media pembelajaran konvensional karena keterbatasan pengetahuan dan kurangnya edukasi terkait pemanfaatan media digital dalam pembelajaran.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR STASIUN BMKG DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL SISWA SMAN 1 INDRAPURI Huda, Nurul; Abdi, Abdul Wahab; Afriyani, Mice Putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i2.32224

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hal penting untuk menentukan majunya suatu bangsa. Kemajuan suatu bangsa didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dalam usaha mencapai sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan strategi belajar mengajar yang diharapkan mampu memberi inovasi sistem pendidikan. Upaya dalam menunjang capaian keberhasilan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, peranan guru menjadi komponen penting dalam mewujudkan hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar geografi menggunakan sumber belajar Stasiun BMKG lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional siswa SMAN 1 Indrapuri. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental Design, dengan jenis penelitian Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa di kelas X IPAS SMAN 1 Indrapuri yang berjumlah 128 siswa dengan pengambilan sampel dua kelas (kelas eksperimen dan kelas konvensional). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPAS 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPAS 1 sebagai kelas konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes, kemudian data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai = 4,50 dan = 1,671. Sesuai dengan kriteriapengujiannya terima Ha jika atau 4,50 1,671 yang berarti Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar geografi menggunakan sumber belajar Stasiun BMKG lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar geografi menggunakan pembelajaran konvensional siswa SMA Negeri 1 Indrapuri.Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, geografi, Bmkg, konvensional
PENGARUH MODEL COLLABORATIVE CREATIVITY LEARNING (CCL) TERHADAP PROBLEM SOLVING ABILLITES (PSA) SISWA PADA MATERI MITIGASI BENCANA DI SMA BABUL MAGHFIRAH Damayanti, Rizki; Desfandi, Mirza; Afriyani, Mice Putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i2.32262

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor utama dalam membentuk generasi berbudaya, unggul dan siap dalam menghadapi era abad 21 saat ini. Pembelajaran abad 21 mengharuskan siswa untuk memiliki keterampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thingking), berfikir kreatif (creative thingking), keterampilan komunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration). Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan dalam penerapan model Collaborative Creativity Learning (CCL) terhadap Problem Solving Abilites (PSA) siswa pada materi mitigasi bencana di SMA Babul Maghfirah. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dalam penerapan model collaborative creativity learning (CCL) terhadap problem solving abillites (PSA) siswa pada materei mitigasi bencana di SMA Babul Maghfirah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan jenis quasi eksperimental design. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIC sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XIB sebagai kelas kontrol. Langkah-langkah penelitian yang dilaksanakan yaitu, melakukan uji validitas soal, memberikan pre-test, memberikan materi, membagikan LKPD, dan melihat pengaruh setelah penerapan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam penerapan model collaborative creativity learning (CCL) terhadap problem solving abillites (PSA) siswa pada materi mitigasi bencana di SMA Babul Maghfirah dengan skor signifikan 1,89 1,68. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan kepada guru-guru geografi agar turut menggunakan model collaborative creativity learning (CCL) agar hasil belajar menjadi lebih baik.Kata Kunci: Model Pembelajaran, CCL, PSA
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PERAGA TATA SURYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN UNGGUL TUNAS BANGSA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Ifdhal, Asyraqul; Afriyani, Mice Putri; Desfandi, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 8, No 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v8i1.33962

Abstract

Model pembelajaran problem based learning dapat diartikan sebagai model pembelajaran berbasis masalah, dimana siswa ditekankan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ditemukan selama proses pembelajaran secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning berbantuan media peraga tata surya untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMAN Unggul Tunas Bangsa Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu dengan sampel berjumlah 61 siswa. Pada pengujian hipotesis, hipotesis diterima jika Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan nilai thitung = 4,001 dibandingkan dengan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan dk=n1 + n2 2= 31+30-2 = 59, dengan nilai tabel ditribusi t diperoleh ttabel = 1,671. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh model Problem based learning berbantuan media peraga tata surya terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai hasil belajar siswa dengan penerapan model problem based learning berbantuan media peraga tata surya diketahui meningkat dari nilai rata-rata 27 menjadi 75. Sementara itu, hasil belajar siswa dengan penerapan model Problem based learning tanpa berbantuan media peraga tata surya dari nilai rata-rata 29 menjadi 63.
Evaluation of Land Suitability for Shrimp Ponds in Alue Naga village, Syiah Kuala sub-district Afriyani, Mice Putri; Muttakin, Muttakin; Nurfachdini, Nurfachdini
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.3.293-306

Abstract

Alue Naga Village is located in the coastal area of the Syiah Kuala sub-district, which has the potential for shrimp pond cultivation. A mistake in choosing a pond location will cause problems, one of which is environmental. The purpose of this study was to determine the suitability of land for shrimp pond cultivation in Alue Naga village. The samples tested directly in this study measured the level of salinity and soil pH at predetermined pond points and were marked using the Avenza Maps application based on a simple random sampling technique. This research uses overlay and scoring method analysis. The parameters used and analyzed were: land use, soil texture, soil type, soil pH, land slope, distance from the river, distance from the coastline, and salinity. The results of the spatial analysis show three classifications of land classes for shrimp pond cultivation, namely: 1) The class is very suitable for pond cultivation (S1), with an area of 85.15 ha and a percentage of 59.72%. 2) Class suitable for pond cultivation (S2), with an area of 56.91 ha and a percentage of 39.91% 3) Conditionally suitable class for pond cultivation (S3), with an area of 0.52 ha and a percentage of 0.36% There are no ponds in unsuitable areas. The dominant factor affecting the development of ponds in Alue Naga village is land use, most of which is already in the area where they should be, and the salt content is in accordance with the criteria.
SOSIALISASI KEBENCANAAN SEBAGAI PENINGKATAN PENGETAHUAN MITIGASI BENCANA SISWA SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Nabila, Nisa; Abdi, Abdul Wahab; Afriyani, Mice Putri
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i1.28681

Abstract

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng aktif, yaitu Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik yang mengakibatkan Indonesia termasuk ke dalam negara yang memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi terhadap bencana alam. Anak-anak memiliki tingkat kerentanan bencana yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, hal tersebut dikarenakan anak-anak belum mampu mengontrol dan mempersiapkan diri dari bencana. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa terhadap mitigasi bencana dengan melakukan sosialisasi kebencanaan. Bertujuan mengedukasi siswa untuk mengurangi dampak pada saat terjadi bencana alam. Memberikan materi berupa pengertian bencana, dampak yang ditimbulkan dari bencana, hingga upaya untuk mengatasi bencana tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur hasil tingkat pengetahuan siswa terhadap mitigasi bencana dengan memberikan sosialisasi kebencanaan di SMP 16 Banda Aceh. Sampel penelitan ini adalah 35 siswa dari SMP Negeri 16 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes soal pilihan ganda digunakan untuk mengukur hasil pengetahuan siswa terhadap mitigasi bencana yang terdiri dari empat alternatif jawaban. Tes soal pilihan ganda digunakan untuk pre-test dan post-test pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan siswa SMP Negeri 16 Banda Aceh menunujukkan lebih dari setengah yaitu 19 orang atau 54,2% secara keseluruhan rata-rata nilai gain siswa berjumlah 0,56 berada dalam kategori sedang dan telah mengalami peningkatan pengetahuan melalui sosialisasi kebencanaan.Kata Kunci: Sosialisasi, Kebencanaan, Pengetahuan, Mitigasi Bencana
Analysis of Groundwater Salinity Levels in the Lampulo Coastal Area Kuta Alam Sub-District Afriyani, Mice Putri; Salsabila, Salsabila; Muttakin, Muttakin; Rajiatul Jummi, Cut Vita; Diah, Husna
JURNAL GEOGRAFI Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i1.49619

Abstract

The problem of seawater seepage in coastal areas can result in a decrease in groundwater quality due to the mixing of seawater and groundwater, so seawater seepage has an impact on increasing salinity, including in the research area. The research location is in the Lampulo beach area, Kuta Alam sub-district. Phreatic well water is generally not liked by residents of this coastal area because it tastes brackish. The high salinity of phreatic groundwater is caused by seawater seepage into alluvial land. The aim of this research is to analyze the level of groundwater salinity in the Lampulo coastal area, Kuta Alam sub-district. This research uses a grid sampling method and criteria for assessing groundwater salinity (o/oo) based on salt content. Groundwater salinity was measured randomly in 50 phreatic wells using a refractometer and marked with sample coordinates using the Avenza Maps application. Field measurement results show that there are variations in salinity values ranging from 0 to 32 ppt. Phreatic well water at the research location based on its salt content is grouped into three groups, namely fresh water, brackish water and salt water. For the freshwater group, a percentage value was obtained with a prevalence of 68%; for the brackish water group, a percentage value was obtained with a prevalence of 26%; and for the salt water group, a percentage value was obtained with a prevalence of 6%.Keywords: Salinity, Groundwater, Phreatic Well, Seawater Seepage, Grid Sampling