Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Communication and Collaboration Model of Indonesian Delegation in Myanmar Earthquake Humanitarian Assistance Hidayat, Muhamad; Mirza, Fajar Iqbal; Riyanto, Budi; Riyadi, Kezia Nariswari
Nyimak: Journal of Communication Vol 9, No 2 (2025): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v9i2.14063

Abstract

This research analyzes the communication and collaboration model of the Indonesian delegation during the humanitarian assistance mission following the 2025 Myanmar earthquake. While natural disasters in Southeast Asia are frequent and require coordinated international responses, the effectiveness of such missions is heavily dependent on communication and collaboration dynamics, especially within politically sensitive environments. This study addresses a specific scholarly gap by empirically examining how a multi-agency delegation's operational model functions in a context of domestic conflict and political instability. The analysis is guided by a synthesized theoretical framework that integrates crisis communication, disaster diplomacy, and collaborative governance theory. Using a qualitative case study approach, data was collected through in-depth interviews with delegation members, document analysis, and participant observation. The findings reveal that the delegation's model, initiated through formal coordination with the Myanmar government and the ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance (AHA Centre), was characterized by an active, adaptive, and highly structured information exchange. The mission's success was enabled by a robust institutional design that included the formation of an agile advance team, and by facilitative leadership that guided the mission's humanitarian and diplomatic objectives. The study contributes to the academic literature by providing a novel application of the Ansell & Gash collaborative governance model to a humanitarian, cross-border context and by offering an empirical example of how disaster diplomacy is operationalized. Practical implications for developing training and guidelines for future international disaster responses are also discussed.Keywords: Communication, collaboration, humanitarian aid, Indonesian delegation, Myanmar earthquake ABSTRAKPenelitian ini menganalisis model komunikasi dan kolaborasi delegasi Indonesia selama misi bantuan kemanusiaan pascagempa bumi Myanmar 2025. Meskipun bencana alam di Asia Tenggara sering terjadi dan membutuhkan respons internasional yang terkoordinasi, efektivitas misi tersebut sangat bergantung pada dinamika komunikasi dan kolaborasi, terutama dalam lingkungan yang sensitif secara politik. Studi ini membahas kesenjangan ilmiah yang spesifik dengan mengkaji secara empiris bagaimana model operasional delegasi multi-lembaga berfungsi dalam konteks konflik domestik dan ketidakstabilan politik. Analisis ini dipandu oleh kerangka teori terpadu yang mengintegrasikan komunikasi krisis, diplomasi bencana, dan teori tata kelola kolaboratif. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota delegasi, analisis dokumen, dan observasi partisipan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa model delegasi, yang diinisiasi melalui koordinasi formal dengan pemerintah Myanmar dan Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan (AHA Centre), dicirikan oleh pertukaran informasi yang aktif, adaptif, dan sangat terstruktur. Keberhasilan misi ini dimungkinkan oleh desain kelembagaan yang kokoh, yang mencakup pembentukan tim tanggap tanggap, dan kepemimpinan fasilitatif yang memandu tujuan kemanusiaan dan diplomatik misi. Studi ini berkontribusi pada literatur akademis dengan menyediakan aplikasi baru model tata kelola kolaboratif Ansell & Gash dalam konteks kemanusiaan lintas batas, serta dengan menawarkan contoh empiris tentang bagaimana diplomasi bencana dioperasionalkan. Implikasi praktis untuk pengembangan pelatihan dan pedoman bagi respons bencana internasional di masa mendatang juga dibahas.Kata Kunci: Komunikasi, kolaborasi, bantuan kemanusiaan, delegasi Indonesia, gempa bumi Myanmar
Strategi Komunikasi Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Agung oleh Relawan Pasebaya Kharisma, Lucky Mochamad; Hidayat, Muhamad; Paramitha, Kadek Dyah Pradnya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11297

Abstract

Provinsi Bali adalah salah satu magnet pariwisata terkenal yang ada di Indonesia, dengan pesona alam, budaya, dan keramahan penduduknya menjadikan Bali sebagai surga tropis bagi wisatawan domestik maupun internasional. Namun, keindahan ini seringkali diimbangi oleh potensi ancaman bencana alam, salah satunya ialah erupsi Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem. Gunung berapi aktif yang menjadi salah satu pusat spiritual bagi masyarakat Bali, sampai saat ini masih berpotensi menimbulkan ancaman serta tantangan yang harus dihadapi oleh penduduk setempat dan pemerintah. Sejak erupsi terakhirnya yang terjadi pada tahun 2017, sejumlah tindakan mitigasi dan kesiapsiagaan telah diambil untuk menghadapi potensi erupsi. Komunikasi kolaboratif sangat diperlukan dalam penanganan bencana erupsi Gunung Agung, pelibatan masyarakat dalam perencanaan mitigasi, serta pengembangan sumber daya komunikasi yang inovatif, seperti platform digital dan kampanye sosial. Penerapan strategi komunikasi yang inklusif dipercaya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat kapasitas lokal, dan mempromosikan partisipasi aktif dalam upaya mitigasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur untuk mencapai tujuan penelitian dalam menganilisis model komunikasi kolaboratif forum kepada berbagai elemen yang terlibat dalam pengurangan risiko bencana di Provinsi Bali.
Praktik Bisnis Berkelanjutan: Mengevaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Pertimbangan Environmental, Social, and Governance (ESG) Dwianto, Agus; Hidayat, Muhamad; Setyowati, Rr Dyah Eko; Triyantoro, Andri; Judijanto, Loso
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik bisnis berkelanjutan telah menjadi fokus utama dalam konteks korporat modern, dengan perusahaan semakin memahami perlunya mengintegrasikan pertimbangan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengambilan keputusan keuangan mereka. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak praktik bisnis berkelanjutan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian menggunakan analisis data keuangan dan indikator ESG untuk sejumlah perusahaan yang menerapkan praktik bisnis berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan praktik bisnis berkelanjutan memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menerapkannya. Penilaian ini mencakup aspek keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan yang efektif. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana ESG mempengaruhi kinerja keuangan, mendukung argumen bahwa praktik bisnis berkelanjutan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga memberikan nilai tambah finansial bagi perusahaan.
COMMUNITY-BASED DISASTER COMMUNICATION IN THE EMERGENCY RESPONSE PHASE OF THE ERUPTION OF MOUNT LEWOTOBI MEN, EAST FLORES Hidayat, Muhamad; Ananto Akbar
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3054

Abstract

East Flores is an area in Indonesia that is prone to various types of natural disasters, one of which is the volcanic eruption disaster. The Center for Volcanology and Geological Disaster Mitigation (PVMBG) released data on the status of the Male Lewotobi Volcano in Wulanggitang District, East Flores Regency, East Nusa Tenggara (NTT) upgraded from Level III or Alert to Level IV or Alert since January 9, 2024 at 23.00 WITA. Disaster management in the emergency phase requires the active role of the community or community in disaster communication efforts. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sikka Regency is one of the community organizations that plays an active role in helping to handle the disaster of the eruption of Lewotobi Laki Volcano. This study aims to analyze and describe the communicationmanagement during emergency response carried out by MDMC Sikka Regency. Data collection is carried out by qualitative methods such as: interviews, observations, documentation and Focus Group Discussion (FGD). The results ofthe study found that in the disaster emergency phase, the importance of the role of the community in assisting the disaster management process as carried out byMDMC Sikka Regency during the emergency disaster of the eruption of Mount Lewotobi Laki in East Flores.
Perspektif Sosial dan Ekonomi dalam Penilaian Kapasitas Penanganan Darurat Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Marapi Tanipu, Funco; Hidayat, Muhamad
Jurnal Geosains West Science Vol 2 No 01 (2024): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v2i01.993

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi perspektif sosial dan ekonomi yang membentuk kapasitas manajemen darurat masyarakat yang terkena dampak letusan Gunung Marapi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, sepuluh partisipan dilibatkan melalui wawancara dan diskusi kelompok terarah, dan data dianalisis menggunakan NVivo. Studi ini mengidentifikasi tema-tema utama, termasuk kohesi sosial dan jaringan masyarakat, tantangan komunikasi, faktor budaya dan mekanisme penanggulangan, kerentanan ekonomi, dan kepemimpinan masyarakat. Temuan-temuannya menekankan pada sifat saling keterkaitan dari faktor-faktor ini dan pengaruh kolektifnya terhadap ketahanan masyarakat. Studi ini memberikan kontribusi wawasan yang berharga bagi para pembuat kebijakan, petugas tanggap darurat, dan pemimpin masyarakat dalam mengembangkan intervensi yang ditargetkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yang terkena dampak Gunung Marapi dalam mengelola keadaan darurat.
Dampak Sosial dan Lingkungan dari Eksploitasi Migas dan Tambang Batubara di Jambi Hidayat, Muhamad; Supriandi, Supriandi
Jurnal Geosains West Science Vol 2 No 01 (2024): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v2i01.1023

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis kualitatif mengenai dampak sosial dan lingkungan dari eksploitasi minyak dan gas bumi serta pertambangan batu bara di Jambi, Indonesia. Melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan analisis konten, penelitian ini mengeksplorasi berbagai konsekuensi dari kegiatan ekstraktif terhadap masyarakat lokal dan ekosistem. Hasilnya menunjukkan bahwa penggusuran masyarakat, kesenjangan ekonomi, erosi budaya, deforestasi, polusi, dan perubahan iklim merupakan isu-isu yang menonjol. Tantangan seperti partisipasi yang terbatas dalam pengambilan keputusan dan pengawasan peraturan yang tidak memadai semakin memperumit lanskap. Studi ini merekomendasikan peningkatan keterlibatan masyarakat, penguatan kerangka kerja peraturan, dan diversifikasi ekonomi untuk pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Temuan-temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik mengenai konteks lokal dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti oleh para pembuat kebijakan, pemangku kepentingan industri, dan masyarakat yang bergulat dengan dampak kegiatan ekstraktif di Jambi.
Preserving Primate Paradises: Innovative Communication Risk Strategies For Deforestation Prevention In The Enchanting Mentawai Islands, Indonesia Chania, Indah; Hidayat, Muhamad
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition January - March 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As one of the tropical countries in Southeast Asia, Indonesia boasts a remarkable diversity of flora that serves as a habitat for the wildlife within its borders. This diversity has positioned Indonesia as a nation with the highest diversity of primate species globally, comprising 61 species out of the 479 primate species worldwide, with 38 of them being endemic. The distribution of primate species in Indonesia extends from the far reaches of Papua to the tip of Sumatra, including the Mentawai Islands. Mentawai, known as a regency beyond the boundaries of Sumatra, is home to four endemic primate species: Bilou (Hylobates Klosi); Joja (Presbytis Potenziani); Monyet Ekor Babi (Simias Concolor); and Bokkoi (Macaca Pagensis). According to the International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, these four species are currently listed as critically endangered due to deforestation activities leading to the loss of their habitats. This study aims to determine barriers and risk communication strategies in preventing deforestation (case study of biodiversity of four endangered endemic primates in Mentawai Islands, Indonesia). This research method uses descriptive qualitative research methods with data collection techniques using observation, interviews, documentation, and literature review.
Get to Know More About “The Power of Mama”, Community – Based Disaster Preparedness and Female Heroes for Indonesia’s Borneo Forests Nabilla, Nada; Hidayat, Muhamad
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition January - March 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has unique astronomic location which positioning in the south of the equator exerts substantial influence on various facest of the region, including weather patterns, land and forest arrangement, economic dynamics, societal structures, and disaster vulnerability. The country’s reputation as the “world’s lungs” stems from its high precipitation levels, profoundly impacting the expanse of forests. Conversely, the equatorial dry season can usher in extreme high temperatures, giving rise to hazards like forest and land fires, as exemplified in the protected forest areas of Ketapang Village, West Kalimantan. Consequently, comprehensive mitigation strategies involving both structural and non-structural approaches are imperative, engaging a multitude of stakeholders. Notably, women’s leadership roles play a pivotal part in disaster risk management and decision-making, given their influential contributions to rural community development. Furthermore, this initiative aims to curtail the disproportionate toll that disasters, and their aftermath, impose on women. In response to these circumstances, YIARI has instituted “The Power of Mama,” a women’s community initiative spearheaded by homemakers in Ketapang Village, focused on addressing the wildfire disaster risk in Borneo’s Protected Forest, Kalimantan. This analysis of women’s empowerment in forest and land fire disaster governance in Kalimantan draws upon semi-srtuctured qualitative interviews and insights gleaned from an extensive literature review.
Analisis Komunikasi Bencana melalui Media Sosial Instagram @bnpb_indonesia dalam Membangun Budaya Sadar Bencana Maretyana, Rahma Nur; Hidayat, Muhamad
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.387

Abstract

Abstract -   Disaster awareness is the main thing in disaster management. In this case, the community is an important aspect and active participation is needed. This makes the Indonesian National Disaster Management Agency (BNPB) strive to build a disaster awareness culture, one of which is through Instagram @bnpb_indonesia. Appropriate Instagram social media management is needed in order to maximize efforts to build a disaster-aware culture so that it is expected to reduce the number of fatalities due to disasters every year. This study aims to determine the management of BNPB Indonesia's Instagram social media in building a disaster awareness culture and its obstacles. Researchers used the concept of social media management stages according to Luttrell's The Circular Model of SoMe theory, namely Share, Optimize, Manage, and Engage. This research uses descriptive qualitative research methods. Researchers collected data with in-depth interviews, and documentation. The results of this study indicate that the management of Instagram @bnpb_indonesia in building a disaster-aware culture has implemented social media management steps according to Luttrell's The Circular Model of SoMe theory. Internal factors inhibiting the management of Instagram @bnpb_indonesia social media are the lack of human resources and inadequate budget allocation.Keywords: Disaster Communication, Social Media, Instagram, Disaster Awareness CultureAbstrak - Kesadaran akan bencana merupakan hal utama dalam penanggulangan bencana. Dalam hal ini, masyarakat menjadi aspek penting dan dibutuhkan partisipasi aktif. Hal ini membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya membangun budaya sadar bencana, salah satunya melalui Instagram @bnpb_indonesia. Pengelolaan media sosial Instagram yang tepat diperlukan agar dapat memaksimalkan upaya membangun budaya sadar bencana sehingga diharapkan dapat mengurangi jumlah korban jiwa akibat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan media sosial Instagram BNPB Indonesia dalam membangun budaya sadar bencana dan hambatannya. Peneliti menggunakan konsep tahapan pengelolaan media sosial menurut teori The Circular Model of SoMe yaitu Share, Optimize, Manage, dan Engage. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan, pengelolaan Instagram @bnpb_indonesia dalam membangun budaya sadar bencana telah menerapkan langkah-langkah pengelolaan media sosial menurut teori The Circular Model of SoMe. Faktor internal yang menjadi penghambat pengelolaan media sosial Instagram @bnpb_indonesia adalah kurangnya sumber daya manusia dan alokasi anggaran yang kurang memadai.Kata Kunci: Komunikasi Bencana, Media Sosial, Instagram, Budaya Sadar Bencana
Social Transformation and Managerial Strategies in Fire Management: A Comparative Study in Disaster Prone Areas Supriatna, Agus; Duwila, Iwan; Sianipar, Godlif; Hidayat, Muhamad
Socious Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Socious Journal - April
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/gkatx768

Abstract

Fire risks in disaster-prone areas are increasing due to climate change and anthropogenic activities, such as illegal land clearing and weak law enforcement, especially in Indonesia, Brazil, and Australia. This study uses a qualitative approach with literature review methods and thematic content analysis to explore the dynamics of social transformation and managerial strategies in fire management through a comparative cross-case study. Social transformation is driven by citizen participation and local actors integrating local knowledge with modern technology, such as the Masyarakat Peduli Api program in Indonesia that reduced fires by 40% and "FireWise" in Australia that accelerated collective awareness. However, conflicting interests, such as plantation expansion, and weak institutional structures hinder effectiveness, especially in Indonesia and Brazil. Co-management and CBFiM strategies have proven to be more adaptive than centralized technocratic approaches, which often fail in Sub-Saharan Africa. Responsive managerial institutions, such as in Australia, support inclusive policies, while hierarchical systems in Latin America hinder adaptation. Community resilience depends on citizen empowerment, equitable resource distribution, and collaborative governance, making social transformation and community-based approaches key to sustainable fire management.