Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ESG Communication, Green Marketing Mediation, and Brand Trust in Fore Coffee Indonesia Hermawan, Chika Agina; Alifah Putri, Mayangsari; Hidayat, Muhamad
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 6 No. 2 (2025): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103006220256

Abstract

Purpose. This study examines the effect of ESG communication on brand trust among Fore Coffee Indonesia consumers and investigates the mediating role of green marketing in this relationship, addressing how ESG communication is translated into consumer trust within a local post-IPO food and beverage context. Method. A quantitative explanatory design was used with a purposive survey of 180 Fore Coffee consumers who had recent purchase experience and exposure to the brand’s ESG-related communication. Data were analyzed using a two-stage Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach: Stage 1 generated latent variable scores for lower-order constructs; Stage 2 used those scores to estimate higher-order structural relationships among ESG communication, green marketing, and brand trust. Findings. Results indicate that ESG communication significantly strengthens green marketing practices, which in turn have a strong positive effect on brand trust. The direct effect of ESG communication on brand trust is relatively weak, while the indirect effect through green marketing is significant, confirming green marketing as a key mediating mechanism. Conclusion. ESG communication enhances brand trust primarily when operationalized through credible green marketing practices; sustainability communication alone is insufficient to build consumer trust without consistent implementation in the marketing mix. The study clarifies the mechanism linking ESG communication and brand trust and offers practical guidance for integrating ESG strategies with green marketing execution.
Communication Management in Local Government: Crisis Communication Strategies and Public Relations Syailendra Reza Irwansyah Rezeki; Julia Magdalena Wuysang; Muhamad Hidayat; E. Rizky Wulandari; Muhamad Teguh Setiadi
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol. 5 No. 3 (2023): Birokrasi dan Pemerintahah di Daerah 12
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jbpd.v5i3.30635

Abstract

This article discusses the vital role of communications management in the local government context, focusing on crisis communications strategies and community relations. This research aims to evaluate the effectiveness of local government communication practices in dealing with crises and in establishing good relationships with local communities. Research methods involve interviews with public relations practitioners and stakeholders and online surveys to gather community views. The research results show that local governments have positively tried to convey information, respond quickly, and listen to citizens' views during crises. However, there is still room for improvement, especially in technology such as virtual meetings and text messaging. These findings provide valuable insights into communication management practices in local government and their implications for building transparent and responsive government.
Analisis Komunikasi Bencana melalui Media Sosial Instagram @bnpb_indonesia dalam Membangun Budaya Sadar Bencana Rahma Nur Maretyana; Muhamad Hidayat
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.387

Abstract

Abstrak - Kesadaran akan bencana merupakan hal utama dalam penanggulangan bencana. Dalam hal ini, masyarakat menjadi aspek penting dan dibutuhkan partisipasi aktif. Hal ini membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya membangun budaya sadar bencana, salah satunya melalui Instagram @bnpb_indonesia. Pengelolaan media sosial Instagram yang tepat diperlukan agar dapat memaksimalkan upaya membangun budaya sadar bencana sehingga diharapkan dapat mengurangi jumlah korban jiwa akibat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan media sosial Instagram BNPB Indonesia dalam membangun budaya sadar bencana dan hambatannya. Peneliti menggunakan konsep tahapan pengelolaan media sosial menurut teori The Circular Model of SoMe yaitu Share, Optimize, Manage, dan Engage. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan, pengelolaan Instagram @bnpb_indonesia dalam membangun budaya sadar bencana telah menerapkan langkah-langkah pengelolaan media sosial menurut teori The Circular Model of SoMe. Faktor internal yang menjadi penghambat pengelolaan media sosial Instagram @bnpb_indonesia adalah kurangnya sumber daya manusia dan alokasi anggaran yang kurang memadai. Kata Kunci: Komunikasi Bencana, Media Sosial, Instagram, Budaya Sadar Bencana
PERBANDINGAN AKURASI MOVING AVERAGE DAN EXPONENTIAL SMOOTHING PADA PENJUALAN TEH PTPN III Nitbani, Ade Intan; Haryadi, Dudi; Hidayat, Muhamad
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 1 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 1 MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i1.38715

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi metode Moving Average dan Exponential Smoothing dalam peramalan penjualan teh pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deret waktu (time series) berdasarkan data sekunder penjualan teh tahunan periode 2017–2024. Peramalan dilakukan menggunakan metode Moving Average dan Single Exponential Smoothing, sedangkan akurasi diukur menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Pengolahan data menggunakan perangkat lunak POM-QM for Windows versi 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode dapat digunakan untuk peramalan berdasarkan data historis. Metode Moving Average periode 4 menghasilkan kesalahan paling rendah, yaitu MAD sebesar 35.925,06, MSE sebesar 1.964.862.000, dan MAPE sebesar 4,149%. Sementara itu, Exponential Smoothing dengan α = 0,3 menghasilkan MAD sebesar 50.724,19, MSE sebesar 3.523.359.000, dan MAPE sebesar 5,851%. Hasil ini menunjukkan bahwa Moving Average periode 4 memiliki tingkat akurasi yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan metode peramalan perlu disesuaikan dengan karakteristik data, khususnya pada data yang berfluktuasi tanpa tren yang kuat. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan.
PERBANDINGAN AKURASI MOVING AVERAGE DAN EXPONENTIAL SMOOTHING PADA PENJUALAN TEH PTPN III Nitbani, Ade Intan; Haryadi, Dudi; Hidayat, Muhamad
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 1 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 1 MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i1.38714

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi metode Moving Average dan Exponential Smoothing dalam peramalan penjualan teh pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deret waktu (time series) berdasarkan data sekunder penjualan teh tahunan periode 2017–2024. Peramalan dilakukan menggunakan metode Moving Average dan Single Exponential Smoothing, sedangkan akurasi diukur menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Pengolahan data menggunakan perangkat lunak POM-QM for Windows versi 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode dapat digunakan untuk peramalan berdasarkan data historis. Metode Moving Average periode 4 menghasilkan kesalahan paling rendah, yaitu MAD sebesar 35.925,06, MSE sebesar 1.964.862.000, dan MAPE sebesar 4,149%. Sementara itu, Exponential Smoothing dengan α = 0,3 menghasilkan MAD sebesar 50.724,19, MSE sebesar 3.523.359.000, dan MAPE sebesar 5,851%. Hasil ini menunjukkan bahwa Moving Average periode 4 memiliki tingkat akurasi yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan metode peramalan perlu disesuaikan dengan karakteristik data, khususnya pada data yang berfluktuasi tanpa tren yang kuat. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan.
PERBANDINGAN AKURASI MOVING AVERAGE DAN EXPONENTIAL SMOOTHING PADA PENJUALAN TEH PTPN III Nitbani, Ade Intan; Haryadi, Dudi; Hidayat, Muhamad
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 1 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 1 MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i1.38713

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi metode Moving Average dan Exponential Smoothing dalam peramalan penjualan teh pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deret waktu (time series) berdasarkan data sekunder penjualan teh tahunan periode 2017–2024. Peramalan dilakukan menggunakan metode Moving Average dan Single Exponential Smoothing, sedangkan akurasi diukur menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Pengolahan data menggunakan perangkat lunak POM-QM for Windows versi 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode dapat digunakan untuk peramalan berdasarkan data historis. Metode Moving Average periode 4 menghasilkan kesalahan paling rendah, yaitu MAD sebesar 35.925,06, MSE sebesar 1.964.862.000, dan MAPE sebesar 4,149%. Sementara itu, Exponential Smoothing dengan α = 0,3 menghasilkan MAD sebesar 50.724,19, MSE sebesar 3.523.359.000, dan MAPE sebesar 5,851%. Hasil ini menunjukkan bahwa Moving Average periode 4 memiliki tingkat akurasi yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan metode peramalan perlu disesuaikan dengan karakteristik data, khususnya pada data yang berfluktuasi tanpa tren yang kuat. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan.