Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KECEPATAN PENGEBORAN ANTARA JUMBO DRILL TIPE AXERA 7 DAN TIPE DD422I PADA AREA DEVELOPMENT DI TAMBANG BAWAH TANAH GBC-KL PT FREEPORT INDONESIA Saptono, Singgih; Azkiya, Ahmad Azkal; Dwinagara, Barlian; Wiyono, Bagus; Horman, Juanita R.
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 10, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13251

Abstract

     PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan yang memiliki izin usaha pertambangan khusus (IUPK) operasi produksi bijih tembaga dan emas melalui sistem penambangan bawah tanah. Salah satu area penambangan yang berada PTFI adalah tambang bawah tanah Grasberg Block Cave-Kucing Liar (GBC-KL). Sampai saat ini tambang bawah tanah GBC-KL masih terus melakukan kegiatan development. Dalam cycle time tahap development salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu proses drilling dimana alat yang digunakan yakni jumbo drill. Kegiatan pengeboran tersebut bertujuan untuk membuat lubang ledak yang akan digunakan pada proses peledakan nantinya.  PT Freeport Indonesia memiliki beberapa tipe jumbo drill diantaranya yaitu Axera 6, Axera 7, Axera 8, dan tipe baru yaitu DD422i. Penggunaan tipe jumbo drill ini disesuaikan dengan ukuran dan kondisi lubang bukaan yang akan dilakukan pada proses pengeboran. Sehingga dengan adanya jumbo drill tipe baru ini diperlukan analisis terhadap kecepatan pengeboran jumbo drill tipe baru DD422i. Analisis tersebut dapat kita bandingkan terhadap jumbo drill tipe lama khususnya jumbo drill tipe Axera 7 yang memiliki spesifikasi dan ukuran yang mendekati tipe baru DD422i. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kecepatan pengeboran alat jumbo drill tipe Axera 7 dan tipe DD422i. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk Mendapatkan faktor yang berpengaruh pada kegiatan pengeboran jumbo drill tipe Axera 7 dan tipe DD422i. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode statistik dengan mengelompokkan nilai drill rate jumbo drill tipe Axera 7 dan tipe DD422i yang telah diperoleh berdasarkan kondisi batuan area pengeboran. Kemudian dilakukan dilakukan analisis terkait faktor-faktor yang berpengaruh pada kegiatan pengeboran tersebut. Berdasarkan hasil pembahasan, diperoleh rata-rata drill rate jumbo drill antara tipe Axera 7 dan DD422i. Pada area good rock diperoleh rata-rata drill rate untuk tipe Axera 7 sebesar 1,58 meter/menit, sedangkan untuk tipe DD422i sebesar 1,63  meter/menit. Pada area fair rock diperoleh rata-rata drill rate untuk tipe Axera 7 sebesar 2,09 meter/menit, sedangkan untuk tipe DD422i sebesar 2,14 meter/menit. Pada area poor rock diperoleh rata-rata drill rate untuk tipe Axera 7 sebesar 2,14  meter/menit, sedangkan untuk tipe DD422i sebesar 2,29 meter/menit. Jumbo drill tipe DD422i cenderung memiliki nilai rata-rata drill rate yang lebih tinggi daripada jumbo drill tipe Axera 7 pada berbagai kondisi batuan. Hubungan Drill Rate dengan Nilai RMR area pengeboran diperoleh persamaan y = -0,0184x + 3,0238. Faktor-faktor yang berpengaruh pada kegiatan pengeboran diantaranya yaitu Tipe jumbo drill yang digunakan, kedalaman lubang ledak, kondisi batuan area pengeboran, dan hambatan (delay) yang terjadi.
PENGARUH PENERAPAN METODE TOP AIR DECK TERHADAP TINGKAT DISTRIBUSI FRAGMENTASI PELEDAKAN DI PIT BUKIT OSHOR PT KARYA BHUMI LESTARI SITE PT KARTIKA SELABUMI MINING Ramadhan, Muhammad Raflie; Saptono, Singgih; Wiyono, Bagus; Dwinagara, Barlian; Metboki, Matilda
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 10, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13239

Abstract

Penelitian dilakukan di PT Karya Bhumi Lestari yang merupakan perusahaan kontraktor pertambangan komoditas batubara yang berlokasi di Kecamatan Kotabangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan peledakan yang dilakukan di lokasi penelitian menerapkan metode bottom air deck dengan panjang satu meter untuk lubang ledak dengan kedalaman >6 meter. Metode yang diterapkan belum memenuhi target ukuran fragmentasi dan digging time alat gali muat yang ditetapkan oleh perusahaan dengan ukuran fragmentasi P85 sebesar 900,89 mm dan digging time alat gali selama 12,65 detik. Oleh karena itu, diperlukan perancangan geometri lubang ledak dengan penerapan metode airdeck sehingga memenuhi target fragmentasi dan digging time serta tidak mengganggu produktivitas dari kegiatan penambangan. Kegiatan peledakan yang diteliti menerapkan metode top air deck dengan rasio ADF 0,14 – 0,20 dengan penggunaan powder factor yang bervariasi antara 0,206 – 0,252 kg/m3. Penerapan metode top air deck dilakukan dengan pertimbangan peningkatan kualitas fragmentasi pada massa batuan bagian permukaan serta kemudahan dalam memodifikasi tinggi kolom udara dalam lubang ledak. Analisis tersebut menghasilkan data bahwa penelitian yang dilakukan menghasilkan hasil fragmentasi dengan P85 <860 mm dan digging time alat gali muat <12 detik. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa nilai ADF optimal pada lapisan overburden B3 adalah sebesar 0,170 yang menghasilkan fragmentasi P85 berukuran 821,28 mm dan digging time sebesar 11,64 detik. Besar nilai powder factor dapat direduksi menjadi 0,229 kg/m3 untuk lubang ledak dengan kedalaman 5,5 – 9 meter dengan geometri lubang ledak optimal dalam kondisi before gassing yaitu tinggi ADL 0,79 – 1,33 meter dan tinggi PC 2,20 – 3,67 meter. Sedangkan pada kondisi after gassing yaitu tinggi stemming 2,51 – 4,00 meter, tinggi ADL 0,50 – 0,85 meter dan tinggi PC 2,49 – 4,15 meter.
EVALUASI ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PIT NORTH WEST PT ANAK TAMBANG INDONESIA JOB SITE PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, KALIMANTAN TIMUR Parissing, Vinsentia; Hariyadi, Sundek; Saptono, Singgih; Dwinagara, Barlian
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 6, No 1 (2024): April
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v6i1.128

Abstract

On a mine slope there will be a driving force and a resisting force. The mine slope will collapse if the driving force is greater than the resisting force. Thus, the principle of mitigating mine slope failure is to reduce the driving force or increase the resisting force. PT Adimitra Baratama Nusantara intends to develop a new mining area in the North-West area within the IUP area. Therefore, it is necessary to carry out a geotechnical study that focuses on slope stability analysis to support open-pit coal mining plans based on data from geotechnical investigations in the field, secondary data and geotechnical laboratory test data. Geotechnical modeling for slope stability analysis was carried out using the Finite Element Method because the overburden and interburden sedimentary rocks of coal seams are considered to have behavior approaching elasto-plastic, so that it will provide results that are close to the actual situation in the field. Modeling and slope stability analysis of the mine opening design represented by section-01 and section-03 with the height of each opening being 126 m and 119 m shows that the high-wall and low-wall slope designs are not yet stable, so a re-design is necessary. with the mine opening floor simulated at level -110 and level -90.
Analysis of Excavation Methods Against Deformation in Highway Tunnels Aryanti, Dian Eka; Saptono, Singgih
Journal La Multiapp Vol. 5 No. 5 (2024): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v5i5.1579

Abstract

Cisumdawu tunnel is a highway tunnelling which composed of very weak rock mass conditions has an average compressive strength less than 1 MPa. It is located below groundwater level. The shape of tunnell is horseshoe, diameter of tunnel section 14,413 m and height 11,083 m. Cisumdawu tunnel is a shallow tunnel which has a maximum overburden of 52,8 m and minimum overburden approximately 14 m. In the case of shallow tunnel which has a large section could be lead an instability during tunnel construction. Tunnel deformation analysis is using an observation and numerical modelling approach with finite element method which is assisted by RS 2019 (Rocscience) software. Based on the research is obtained that excavation method greatly affects the level of deformation that occurs during tunnel construction. As tunnelling advanced, Vertical displacement in the longitudinal direction using three bench seven step excavation method is smaller than full face and bench excavtion method. The maximum displacement using three bench excavation method is -4.23 mm, the full face method is -5.51 mm and the bench method is -4.91 mm. The amount of displacement is affected by the length of excavation and stage in tunnelling. The rate of deformation is increasing as the length of excavation getting deeper, but this is applied in unsupported tunnel.
PENGARUH PENERAPAN METODE TOP AIR DECK TERHADAP TINGKAT DISTRIBUSI FRAGMENTASI PELEDAKAN DI PIT BUKIT OSHOR PT KARYA BHUMI LESTARI SITE PT KARTIKA SELABUMI MINING Ramadhan, Muhammad Raflie; Saptono, Singgih; Wiyono, Bagus; Dwinagara, Barlian; Metboki, Matilda
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13239

Abstract

Penelitian dilakukan di PT Karya Bhumi Lestari yang merupakan perusahaan kontraktor pertambangan komoditas batubara yang berlokasi di Kecamatan Kotabangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan peledakan yang dilakukan di lokasi penelitian menerapkan metode bottom air deck dengan panjang satu meter untuk lubang ledak dengan kedalaman >6 meter. Metode yang diterapkan belum memenuhi target ukuran fragmentasi dan digging time alat gali muat yang ditetapkan oleh perusahaan dengan ukuran fragmentasi P85 sebesar 900,89 mm dan digging time alat gali selama 12,65 detik. Oleh karena itu, diperlukan perancangan geometri lubang ledak dengan penerapan metode airdeck sehingga memenuhi target fragmentasi dan digging time serta tidak mengganggu produktivitas dari kegiatan penambangan. Kegiatan peledakan yang diteliti menerapkan metode top air deck dengan rasio ADF 0,14 – 0,20 dengan penggunaan powder factor yang bervariasi antara 0,206 – 0,252 kg/m3. Penerapan metode top air deck dilakukan dengan pertimbangan peningkatan kualitas fragmentasi pada massa batuan bagian permukaan serta kemudahan dalam memodifikasi tinggi kolom udara dalam lubang ledak. Analisis tersebut menghasilkan data bahwa penelitian yang dilakukan menghasilkan hasil fragmentasi dengan P85 <860 mm dan digging time alat gali muat <12 detik. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa nilai ADF optimal pada lapisan overburden B3 adalah sebesar 0,170 yang menghasilkan fragmentasi P85 berukuran 821,28 mm dan digging time sebesar 11,64 detik. Besar nilai powder factor dapat direduksi menjadi 0,229 kg/m3 untuk lubang ledak dengan kedalaman 5,5 – 9 meter dengan geometri lubang ledak optimal dalam kondisi before gassing yaitu tinggi ADL 0,79 – 1,33 meter dan tinggi PC 2,20 – 3,67 meter. Sedangkan pada kondisi after gassing yaitu tinggi stemming 2,51 – 4,00 meter, tinggi ADL 0,50 – 0,85 meter dan tinggi PC 2,49 – 4,15 meter.
ANALISIS KECEPATAN PENGEBORAN ANTARA JUMBO DRILL TIPE AXERA 7 DAN TIPE DD422I PADA AREA DEVELOPMENT DI TAMBANG BAWAH TANAH GBC-KL PT FREEPORT INDONESIA Saptono, Singgih; Azkiya, Ahmad Azkal; Dwinagara, Barlian; Wiyono, Bagus; Horman, Juanita R.
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13251

Abstract

     PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan yang memiliki izin usaha pertambangan khusus (IUPK) operasi produksi bijih tembaga dan emas melalui sistem penambangan bawah tanah. Salah satu area penambangan yang berada PTFI adalah tambang bawah tanah Grasberg Block Cave-Kucing Liar (GBC-KL). Sampai saat ini tambang bawah tanah GBC-KL masih terus melakukan kegiatan development. Dalam cycle time tahap development salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu proses drilling dimana alat yang digunakan yakni jumbo drill. Kegiatan pengeboran tersebut bertujuan untuk membuat lubang ledak yang akan digunakan pada proses peledakan nantinya.  PT Freeport Indonesia memiliki beberapa tipe jumbo drill diantaranya yaitu Axera 6, Axera 7, Axera 8, dan tipe baru yaitu DD422i. Penggunaan tipe jumbo drill ini disesuaikan dengan ukuran dan kondisi lubang bukaan yang akan dilakukan pada proses pengeboran. Sehingga dengan adanya jumbo drill tipe baru ini diperlukan analisis terhadap kecepatan pengeboran jumbo drill tipe baru DD422i. Analisis tersebut dapat kita bandingkan terhadap jumbo drill tipe lama khususnya jumbo drill tipe Axera 7 yang memiliki spesifikasi dan ukuran yang mendekati tipe baru DD422i. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kecepatan pengeboran alat jumbo drill tipe Axera 7 dan tipe DD422i. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk Mendapatkan faktor yang berpengaruh pada kegiatan pengeboran jumbo drill tipe Axera 7 dan tipe DD422i. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode statistik dengan mengelompokkan nilai drill rate jumbo drill tipe Axera 7 dan tipe DD422i yang telah diperoleh berdasarkan kondisi batuan area pengeboran. Kemudian dilakukan dilakukan analisis terkait faktor-faktor yang berpengaruh pada kegiatan pengeboran tersebut. Berdasarkan hasil pembahasan, diperoleh rata-rata drill rate jumbo drill antara tipe Axera 7 dan DD422i. Pada area good rock diperoleh rata-rata drill rate untuk tipe Axera 7 sebesar 1,58 meter/menit, sedangkan untuk tipe DD422i sebesar 1,63  meter/menit. Pada area fair rock diperoleh rata-rata drill rate untuk tipe Axera 7 sebesar 2,09 meter/menit, sedangkan untuk tipe DD422i sebesar 2,14 meter/menit. Pada area poor rock diperoleh rata-rata drill rate untuk tipe Axera 7 sebesar 2,14  meter/menit, sedangkan untuk tipe DD422i sebesar 2,29 meter/menit. Jumbo drill tipe DD422i cenderung memiliki nilai rata-rata drill rate yang lebih tinggi daripada jumbo drill tipe Axera 7 pada berbagai kondisi batuan. Hubungan Drill Rate dengan Nilai RMR area pengeboran diperoleh persamaan y = -0,0184x + 3,0238. Faktor-faktor yang berpengaruh pada kegiatan pengeboran diantaranya yaitu Tipe jumbo drill yang digunakan, kedalaman lubang ledak, kondisi batuan area pengeboran, dan hambatan (delay) yang terjadi.
ANALISIS FRAGMENTASI BATUAN DI QUARRY B PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, UNIT PALIMANAN, CIREBON Kurniawati, Savani; Saptono, Singgih; Wiyono, Bagus; Lusantono, Oktarian Wisnu
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i2.14550

Abstract

PT Indocement Tunggal Prakarsa carries out limestone distribution activities by drilling and blasting methods. One of the parameters for the success of a blasting activity is rock fragmentation. The distribution of rock fragmentation must meet the company's targets so that production activities run optimally. The purpose of this study is to obtain the ideal blasting geometry in order to produce the fragmentation of the blasted rock in accordance with the company's target, namely the daily uncovered rock volume of 3.000 m3 and the boulder size ≥ 80 cm with a percentage of ≤ 10%. The results of research in the field show that the actual blasting operation of the company's limestone was found to be a problem in the form of fragmentation that did not meet the required criteria. Based on the results of the analysis using Software Split Desktop, there are still many rock fragments resulting from the blasting in the form of boulders ≥ 80 cm with an average percentage of 25,44%. To increase rock fragmentation, a proposed blasting geometry design was carried out using the R. L. Ash, C. J. Konya, and ICI Explosive methods which are expected to reduce the formation of boulders. The proposed blasting geometry design is the ICI Explosive method with a burden of 2,5 m, a spacing of 3 m, and a level height of 6 m which can produce a volume of exposed rock of 3.015 m3 with a powder factor of 0,48 kg/m3 and fragmentation that passes the sieve of 97,77%.
Perancangan Geometri Peledakan Berdasarkan Karakteristik Batuan dan Struktur Geologi Permukaan Hasil Pemetaan UAV pada Batuan Metamorf di Penambangan Emas Frampton, Samantha Michelle; Saptono, Singgih; Wiyono, Bagus; Nurkhamim; Nursanto, Edy
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 11 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v11i1.14710

Abstract

Ukuran fragmentasi hasil peledakan memegang peran penting dalam keberhasilan proses ekstraksi emas di PT J Resources Bolaang Mongondow. Permasalahan yang dihadapi adalah belum optimalnya rancangan peledakan akibat belum diperhitungkannya variasi karakteristik batuan berdasarkan tipe alterasi. Fragmentasi yang tidak sesuai sasaran menghambat proses pelindian dan menurunkan efisiensi operasional. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menentukan nilai Blastability Index (BI) dari berbagai tipe alterasi batuan metamorf dan menyusun rancangan geometri peledakan yang adaptif terhadap kondisi geologi setempat, sehingga diperoleh fragmentasi batuan dengan ukuran P80 ≤ 10 cm.Penelitian ini dilakukan untuk menentukan nilai Blastability Index (BI) berdasarkan parameter geoteknik dari berbagai tipe alterasi batuan, serta menyusun rancangan geometri peledakan adaptif menggunakan pendekatan teoritis C.J. Konya, R.L. Ash, dan ICI Explosive. Penelitian melibatkan pemetaan struktur geologi menggunakan UAV dan fotogrametri, pengukuran BI dengan metode Lilly (1986), analisis fragmentasi aktual menggunakan Split Desktop, serta simulasi fragmentasi teoritis dengan model Kuz-Ram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Konya menghasilkan fragmentasi paling mendekati target (P80 ≤ 10 cm), terutama pada batuan dengan RF tinggi. Model Kuz-Ram efektif memprediksi distribusi ukuran berdasarkan nilai A dari BI. Pendekatan berbasis BI terbukti efisien dan adaptif, serta mampu meningkatkan kinerja pelindian. Oleh karena itu, rancangan geometri peledakan berbasis Konya direkomendasikan untuk diterapkan di lokasi penelitian.
ROCK MASS CLASSIFICATION FOR SEDIMENTARY ROCK MASSES IN INDONESIA COAL MINING AREAS Saptono, Singgih; Yulianto, M. Rahman; Vergiagara, Vega; Sofyan, Herry
Journal TECHNO Vol. 6 No. 1 (2020): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/journal techno.v6i1.4225

Abstract

The stability of rock slopes is important for the safety of personnel and equipment in the open pit mine. Slope instability and failure occur due to many factors such as adverse slope geometry, geological discontinuities, weak or weathered slope material due to weather influences. External loads such as high rainfall and seismicity could play an important role in slope failure. For this reason, a precise classification of rock mass is needed for the basis of determining technical policy. Rock slopes in open pit coal mining areas, especially in Indonesia, are characterized by applying various rock mass classification systems, such as Rock Mass Rating (RMR) and Geological Strength Index (GSI), because the study area comprises well exposed rock formations. In the RMR system, there are five main parameters viz. Uniaxial Compressive Strength (UCS) of rocks, Rock Quality Designation (RQD), spacing of discontinuity, discontinuity conditions, and groundwater conditions were considered. In this paper, several rock mass classification systems developed for the assessment of rock slope stability were evaluated with the condition of rock slopes in the tropics, especially Indonesian region, particularly in sedimentary rocks in the open pit coal mining area in order to get the corrected GSI equation used to characterize rock slopes based on quantitative analysis of rock mass structure and surface conditions of discontinuities.
PENILAIAN PERBANDINGAN KESTABILAN LERENG BATUAN MENGGUNAKAN GENERALIZED ANISOTROPIC DAN JOINT NETWORK Akbar, Wahyu Nusantara; Barlian Dwinagara; Singgih Saptono; Dahono Haryanto; Shofa Rijalul Haq; Bagus Wiyono; Oktarian Wisnu Lusantono
Indonesian Mining Journal Vol 28 No 1 (2025): Indoneisan Mining Journal, April 2025
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/imj.Vol28.No1.2025.1548

Abstract

Rock slope stability analysis in a geotechnical study is an important issue in mining engineering. Kinematic analysis is a well-known method to determine potential failures of the rock slope based on structural orientations, but it sometimes disregards the structural properties information. Structural properties are often known as the highly interpreted domains in rock slope engineering; thus, simplification was made for the analysis. Simplification may lead to vague conditions of analysis and reduce its accuracy. Therefore, the aims of this research is to assess the effect of rock structure properties such as heterogeneity, discontinuity, and anisotropic properties of the rock mass. The assessment conducted using the limit-equilibrium method employed the Generalized Anisotropic (GA) material model were compared with finite element method (FEM) using the shear strength reduction (SSR) method employing the joint network rock mass model. The analysis results show that an actual rock slope with a generalized anisotropic material model in the LEM analysis and joint network material model in the FEM analysis is stable with Safety Factor > 1, and the maximum strain model is less than the minimum strain threshold (maximum strain < 0.1). Combining rock slope stability analysis methods aims to produce accurate and representative results regarding the rock mass' condition. This research improves the interpretation of rock slope stability analyses, resulting in a more accurate estimation of the factor of safety (FOS).
Co-Authors Akbar, Wahyu Nusantara Alfat, Sayahdin Andesta Granitio Irwan Ardya Pramesti Putri Arindry Aryanti, Dian Eka Astika Putri Roshinta Azizi, Masagus Ahmad Azkiya, Ahmad Azkal Bagus Wiyono Bagus Wiyono, Bagus Barlian Dwi Nagara Barlian Dwinagara Bartolomeus Windyaldi Saksono Cahyadi, Tedy Agung D Haryanto Dahono Haryanto Danu Mirza Reky Doli Jumat Rianto Dwi Yolanda Sumbung Eddy Winarno Eddy Winarno Edy Nursanto Faisal Akbar Putra Frampton, Samantha Michelle Fresly Widodo Malau Gabriel Ranteallo Gunawan Nusanto Haq, Shofa Rijalul Hariyadi, Sundek Hasywir Thaib s Hasywir Thaib Siri Hendra Rezkie Herry Sofyan Herry Sofyan Herry Sofyan Horman, Juanita R. Ilep Prengki Ilyasa, Muhammad Wildan Indun Titisariwati Indun Titisariwati, Indun Ir. H. Hasywir Thaib Siri, M.Sc, Ir. H. Hasywir Ira, Nurmaya Putri Kevin Bagaskara Khalilullah, Hanif Koesnaryo, S. Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawati, Savani Larasingati, Margaret Aubrey Linggasari, Shenny Lusantono, Oktarian Wisnu M. Dadang Wahyudi M. Dadang Wahyudi, M. Dadang M. Rahman Yulianto M. Rahman Yulianto Metboki, Matilda Misdiyanta, Partama Nurkhamim Oktarian Wisnu Lusantono Parissing, Vinsentia Peter Eka Rosadi Prabandaru, Prasodo Datu Putri Nova Haryu Dhanti Raden Hariyanto Raden Hariyanto, Raden Rahmatyo Gilang Trilaksono Ramadhan, Muhammad Raflie Resa Risal Pradita Rianse, Mohammad Suriyaidulman Rianto, Doli Jumat Ridho Kresna Wattimena Rika Ernawati Risaldi Hidayat S Koesnaryo S Koesnaryo S. Koesnaryo S. Koesnaryo Santika Adi Pradhana Sari B Kusumayudha Sari Bahagiarti Kusumayudha Shenny Linggasari Shofa Rijalul Haq Simarmata, Bestian Parnan Siwidiani, Indri Lesta Stefanus Jagad Sudarsono Sudarsono Tien Veny Vera Vega Vergiagara Vega Vergiagara Vergiagara, Vega Wawong Dwi Ratminah, Wawong Dwi Winda Winda Yulianto, M. Rahman