Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI INVERSION PULSE DAN TIME INVERSION TERHADAP KUALITAS CITRA MRI ABDOMEN SEKUEN AXIAL-T2 SPAIR Tajuddin, Nur Wahyu; Juliantara, I Putu Eka; Supriyani, Nyoman
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i2.2790

Abstract

Abdomen merupakan bagian dari tubuh yang berada di antara thorax superior dan pelvis inferior sendi yang paling besar dan yang paling kompleks pada tubuh manusia. Salah satu sekuen yang digunakan untuk penekanan lemak yaitu Axial T2-SPAIR. Inversion pulse dan time inversion berpengaruh pada hasil SNR dan CNR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi inversion pulse dan time inversion terhadap kualitas citra MRI Abdomen sekuen Axial T2-SPAIR dan untuk mengetahui nilai inversion pulse dan time inversion yang lebih optimal dalam memberikan kualitas citra pada pemeriksaan MRI Abdomen pada sekuen Axial T2-SPAIR. Ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Penelitian dilakukan di Rumah Universitas Hasanuddin dengan kombinasi nilai inversion pulse 140° dengan time inversion 160 ms, inversion pulse 140° dengan time inversion 170 ms, inversion pulse 150° dengan time inversion 160 ms dan inversion pulse 150 ° dengan time inverison 170 ms terhadap 10 volunteer. Hasil citra pada anatomi hati, limpa, ginjal dan pankreas dilakukan penghitungan SNR dan CNR. Selanjutnya data SNR dan CNR dilakukan uji statistik SPSS yaitu uji normalitas dan uji Friedman. Pada hasil uji beda Friedman didapatkan nilai p-value ˃ 0,05 yang artinya tidak ada pengaruh dari Kombinasi inversion pulse dan time inversion pada MRI Abdomen sekuen Axial T2-SPAIR, tetapi dari segi scan time terdapat perbedaan. Peningkatan nilai time inversion akan menghasilkan nilai scan time yang lebih lama sedangkan peningkatan inversion pulse tidak akan meningkatkan scan time. Kombinasi inversion pulse dan time inversion pada MRI Abdomen sekuen Axial T2-SPAIR sangat cocok dilakukan untuk melihat kelainan atau patologi pada abdomen seperti fatty liver. Hasilnya kombinasi inversion pulse IP 140° dan TI 160 ms merupakan kombinasi yang lebih optimal diantara kombinasi inversion pulse dan time inversion lainnya yang ditunjukkan dari hasil scan time sebesar 00:55 detik dan hasil rata-rata pada SNR yaitu 2,72 dan rata-rata pada CNR yaitu 2,72.
PENERAPAN KOMBINASI INVERSION PULSE DAN TIME INVERSION PADA MRI KNEE JOINT SEKUEN AXIAL-T2 SPIR Astuti, Wulan; Juliantara, I Putu Eka; Sugiantara , I Wayan Ariec
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i2.2853

Abstract

Knee Joint merupakan sendi yang paling besar dan yang paling kompleks pada tubuh manusia. Salah satu sekuen yang digunakan yang digunakan untuk penekanan lemak yaitu Axial T2-SPIR. Inversion pulse dan time inversion berpengaruh pada hasil SNR dan CNR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan kombinasi inversion pulse dan time inversion pada MRI Knee Joint sekuen Axial T2-SPIR dan untuk mengetahui nilai inversion pulse dan time inversion yang optimal dalam memberikan kualitas citra pemeriksaan MRI Knee Joint pada sekuen Axial T2-SPIR. Ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dengan kombinasi nilai inversion pulse 110° dengan time inversion 90 ms, inversion pulse 120° dengan time inversion 80 ms dan inversion pulse 160 ° dengan tanpa nilai time inverison terhadap 6 volunteer. Hasil citra pada anatomi patella, patellofemoral joint, anterior cruciate ligamen dan posterior cruciate ligament dilakukan penghitungan SNR dan CNR. Selanjutnya data SNR dan CNR dilakukan perhitungan secara deskriptif dengan menghitung nilai min, max dan rata-rata. Ada perbedaan nilai SNR dan CNR pada masing-masing kombinasi. Peningkatan nilai inversion pulse akan menghasilkan peningkatan pada SNR dan CNR. Nilai SNR yang rendah menandakan supresi lemak yang dihasilkan baik sedangkan CNR yang tinggi menandakan kontras gambar yang dihasilkan baik. Hasilnya kombinasi inversion pulse 120° Dengan nilai time inversion 80 ms adalah yang terbaik diantara kombinasi inversion pulse dan time inversion lainnya yang ditunjukkan dari hasil rata-rata pada SNR yaitu 8,22 dan rata-rata pada CNR yaitu 3,79.
Prosedur Pemeriksaan CT-Scan Angiography (CTA) Upper Ekstremity Pada Kasus Pseudoaneurisma Arteri Subclavia Kanan Di Rumah Sakit Primaya Tangerang Muhammad Faisal; I Putu Eka Juliantara; Edwien Setiwan Saputra
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v2i2.1686

Abstract

Upper Extremity CT-Scan Angiography (CTA) Examination Procedure in Right Subclavian Artery Pseudoaneurysm Cases at Primaya Hospital Tangerang. Upper Extremity CT-Scan Angiography (CTA) is described as a technique for non-invasively evaluating vascular structures via peripheral contrast injection. Upper Extremity CTA is carried out starting from patient preparation, tools and materials used, examination protocols, and image reconstruction techniques. In addition, the contrast infusion technique must also be appropriate to provide an informative image. The purpose of this study was to determine the procedure for examining the Upper Extremity CTA in cases of subclavian artery pseudoaneurysm with excess of the Upper Extremity CTA. This research is a qualitative research with a case study method using 1 patient. Data were collected using observation, documentation and radiographer interview methods. The results of the data collected can be concluded with the Upper Extremity CTA procedure using Scanning Scannogram, pre-contrast, & post-contrast arterial phase, and venous phase, then image reconstruction from the MPR image and 3D VR image. The advantages of the CTA procedure using the smart prep technique image resolution quality could be higher.
SAFIRE STRENGTH OPTIMIZATION: EFFECT ON TISSUE CONTRAST AND PATHOLOGICAL ASSESSMENT OF BRAIN MSCT WITH NON-HEMORRHAGE STROKE (SNH) Juliantara, I Putu Eka; Martoyo, Angel Lingkan; Pratista, Made Sayang
Journal of Vocational Health Studies Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V7.I3.2024.142-150

Abstract

Background: Sinogram Affirmed Iterative Reconstruction (SAFIRE) is an Iterative Reconstruction algorithm that combines IR techniques that utilize raw data and image data iterations as parameters that underlie noise regularization in images in the reconstruction process to improve image quality. Purpose: Analyze the effect of variations in SAFIRE strength values on image contrast and pathological evaluation of CT scan brain with clinical Stroke Non-Hemorrhage (SNH). Method: This research is a quantitative analytic study with an experimental approach to analyze the effect of SAFIRE strength values on image contrast and pathological assessment on CT scan brain examination. Result: Statistical test results showed a significant difference (p-value < 0.05) in all variations of SAFIRE strength, with the resulting Contrast-to-Noise Ratio (CNR) value increasing as the SAFIRE strength value used increased. The average CNR improvement was 18.4% on all SAFIRE strength values compared. This increase is affected by a linear decrease of the noise value from one SAFIRE strength value to another. Image contrast improvement also affects the pathological assessment of SNH due to the increased density differences in the hypodense lesion compared to the surrounding tissues. Conclusion: The use of the SAFIRE strength variation significantly affects image contrast values and pathological assessment in the SNH brain MSCT examination.
EVALUASI DOSIS RADIASI PADA PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAX Wulandari, Putu Irma; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Prasetya, I Made Lana; Susanta, I Putu Adi; Juliantara, I Putu Eka; Diartama, A.A Aris
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.19824

Abstract

Dosis radiasi yang diterima pasien pada pemeriksaan Thorax bisa bervariasi antara satu rumah sakit dengan rumah sakit lainnya. Untuk itu, pemerintah Indonesia melalui BAPETEN telah menetapkan Indonesian Diagnostic Reference Levels tahun 2021 sebagai referensi dosis radiasi dalam pencitraan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan pada dosis radiasi pemeriksaan Thorax di rumah sakit yang berbeda, serta membandingkan dosis tersebut dengan referensi IDRL 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dan survei yang dilaksanakan di 2 rumah sakit pusat rujukan di Bali. Nilai dosis radiasi berupa Entrance Surface Air Kerma (ESAK) dikumpulkan di setiap rumah sakit. Nilai ESAK didapatkan melalui simulasi atau pengukuran dengan menggunakan dosimeter digital yang diletakkan pada permukaan water phantom untuk pemeriksaan Thorax. Adapun parameter pemeriksaan yang dipakai adalah parameter standar untuk pemeriksaan Thorax dewasa pada pasien dengan berat badan 50-70 kg. Secara keseluruhan, 60 nilai ESAK dikumpulkan dari dua rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi signifikan pada dosis radiasi pemeriksaan Thorax di rumah sakit yang berbeda dengan rata-rata dosis sebesar 0,033 mGy untuk RS A, dan 0,03 mGy untuk RS B. Sedangkan nilai median ESAK adalah 0.032 mGy (RS A) dan 0.027 mGy (RS B). Meski demikian, penelitian menunjukkan bahwa nilai median ESAK pemeriksaan Thorax di kedua rumah sakit lokasi penelitian masih dalam batas rekomendasi IDRL 2021 yaitu dibawah 0,4 mGy. Penelitian ini menunjukkan pentingnya upaya optimasi berkelanjutan untuk menjamin keselamatan radiasi pada pasien yang menjalani pemeriksaan radiologi diagnostik.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KAPSUL VITAMIN RAMBUT SEBAGAI ALTERNATIF BODY MARKER PADA PASIEN PEMERIKSAAN MRI VERTEBRA THORACAL MENGGUNAKAN MRI 0,35 TESLA Putu Rita Jeniyanthi, Ni; Made Suryantana, I; Wayan Ariec Sugiantara, I; Irma Wulandari, Putu; Putu Eka Juliantara, I; Wayan Angga Wirajaya, I
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.22073

Abstract

Pemeriksaan MRI Vertebrae thoracal menggunakan pesawat MRI Low tesla (0,35) pada citra potongan sagital sulit untuk membedakan anatomi thoracal dan lumbal, karena keterbatasan ukuran coil spine yang digunakan  pada pemeriksaan ini maka solusinya pemeriksaan MRI thoracal di BRSUD Tabanan menggunakan kapsul vitamin rambut sebagai penanda atau body marker agar lebih jelas membedakan anatomi thoracal dan lumbal dengan tujuan untuk menambah informasi dalam penegakan diagnosa. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen menggunakan tipe posttest only intervensi group design. Dari uji statistik didapatkan hasil nilai p value < 0.05 yang artinya ada hubungan antara menggunakan marker maupun tanpa marker karena dapat memudahkan radiolog dalam dalam penegakkan diagnosa dan menentukan lokasi kelainan pasien. Didapatkan hasil ada hubungan penggunaan kapsul vitamin rambut sebagai body marker pada pemeriksaan MRI Thoracal menggunakan 0,35 Tesla dalam membantu penegakkan diagnose dengan cepat dan menentukan lokasi kelainan pasien meskipun terdapat keterbatasan area body coil yang digunakan.
PERAN SEQUENCE 3D AXIAL SWAN PADA MRI BRAIN KASUS PARKINSON Dwi Royansyah, Firman; Juliantara, I Putu Eka; Ariec, I Wayan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35098

Abstract

Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3D Axial SWAN otak adalah teknik pencitraan non-invasif yang digunakan untuk memvisualisasikan struktur dan fungsi otak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran sequence 3D Axial SWAN pada pemeriksaan MRI otak pada kasus klinis Parkinson. Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang ditandai dengan gangguan motorik dan non-motorik. Pemeriksaan MRI otak menggunakan sequence 3D Axial SWAN mampu memberikan visualisasi yang lebih jelas terkait perubahan mikrostruktural di otak, terutama dalam mendeteksi kelainan vaskular kecil dan penumpukan zat besi yang berhubungan dengan degenerasi jaringan. Penelitian ini dilakukan di salah satu rumah sakit di Jakarta, dengan melibatkan beberapa radiografer, dokter radiologi, dan pasien yang didiagnosis Parkinson. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai peran sequence SWAN dalam diagnosis Parkinson, serta memberikan wawasan praktis dalam meningkatkan akurasi diagnostik MRI Brain pada pasien Parkinson.
PEMERIKSAAN MRI LUMBOSACRAL DALAM MENDIAGNOSA SYNDROME PIRIFORMIS PADA MRI 0,35 TESLA Pradnya Dewi, Dewa Ayu Mas; Juliantara , I Putu Eka; Sugiantara, I Wayan Ariec
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35159

Abstract

MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan modalitas pencitraan diagnostic karena menggunakan radiasi non ionisasi, bersifat non invasif, dan menghasilkan resolusi yang tinggi pada jaringan lunak serta memungkinkan pencitraan dari berbagai arah irisan pada segala bidang (transversal, sagittal, coronal, bahkan oblique) sehingga hasil gambaran lebih detail dan jelas. Sistem muskuloskeletal memiliki berbagai struktur seperti; tulang, otot, tulang rawan, tendon, sendi, dll. Salah satu yang dapat dilakukan seperti pemeriksaan MRI Lumbosacral. Untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan MRI Lumbosacral dalam menegakkan diagnose syndrome piriformis pada MRI 0.35 Tesla di Unit Radiologi Kasih Ibu Hospital Saba. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dimana penulis melakukan observasi, pencatatan, dan pengumpulan data, kemudian melakukan wawancara terhadap responden sesuai rumusan masalah yang ada, dan ditarik suatu kesimpulan. Penatalaksaan MRI Lumbal dilakukan dengan sequence T1 TSE Sagital, dan Axial, T2 TSE Sagital Coronal, dan Axial, T2 Tirm Fat saturation sagittal, T2 Hasteirm3D coronal myelo. Pada kasus syndrome piriformis MRI Lumbosacral dilakukan dengan penambahan sequence T2 Trufi3D Axial Periformis. Setelah citra terbentuk kemudian dilakukan filter, dan dikirim ke radiolog melalui PACS. Kelebihan dari penatalaksanaan ini membantu melihat penyebab dari syndrome piriformis dan mengoptimalkan hasil citra pada diagnosa syndrome piriformis. Sementara kekurangannya, penambahan waktu yang lebih lama dalam melakukan pemeriksaan.
ANALISIS VERIFIKASI GEOMETRI LAPANGAN PENYINARAN PESAWAT LINAC PADA KASUS KNF Ayuningrum, Rizka; Kartyapratiwi, Putu Ayu; Juliantara, I Putu Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35263

Abstract

Teknik VMAT pada penyinaran KNF perlu dilakukan verifikasi geometri sebelum dilakukan penyinaran. Verifikasi geometri bertujuan untuk memeriksa bahwa presisi geometri dari suatu perawatan berada dalam batas toleransi yang ditetapkan. Verifikasi dilakukan kepada pasien sebelum dilakukan terapi radiasi pada 5 fraksi pertama dan diikuti 5 fraksi berikutnya, dengan batas toleransi  3mm. Pada RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung verifikasi geometri dilakukan hanya sekali sebelum dilakukan penyinaran pada pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat berapa besar pergeseran yang terjadi dan apakah melebihi batas toleransi yang sudah ditentukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2024 di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Data dikumpulkan melalui pencarian data retro verifikasi geometri pertama, serta observasi verifikasi kedua pada fraksi ke-16. Analisis data dilakukan dengan membuat tabel kategorisasi dan mencari nilai rata – rata pergeseran menggunakan excel. Pada hasil penelitian ini terdapat nilai pergeseran pada sumbu X 0,29 sedangkan sumbu Y 0,22 dan sumbu Z 0,25. Nilai terbesar pergeseran yaitu pada sumbu X dengan nilai 0,29 dan tidak melebihi batas toleransi yaitu 3mm. Pergeseran ini dipengaruhi oleh faktor seperti penurunan berat badan dan perubahan ukuran tumor yang mempengaruhi fiksasi masker thermoplastik.
PERAN SEKUEN DIXON PADA PEMERIKSAAN MRI MRCP DENGAN KASUS KOLELITIASIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP PROF. DR. I. G. N. G. NGOERAH DENPASAR Lintjewas, Christina Aptriana Venia; Juliantara, I Putu Eka; Sugiartha, Putu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35271

Abstract

Kolelitiasis adalah penyakit yang sering terjadi pada sistem bilier, ditandai dengan adanya batu empedu yang dapat menyebabkan nyeri akut dan komplikasi lainnya. Magnetic Resonance Cholangiopancreatography (MRCP) merupakan salah satu metode non-invasif yang digunakan untuk visualisasi saluran empedu dan pankreas, dengan penggunaan sekuen Dixon yang bertujuan untuk memisahkan jaringan lemak dari jaringan non-lemak guna meningkatkan kualitas citra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekuen dixon pada pemeriksaan MRCP dengan kasus kolelitiasis di Instalasi Radiologi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan radiografer dan dokter spesialis radiologi, serta analisis citra hasil pemeriksaan MRI MRCP. Lima pasien dengan kasus kolelitiasis dari Januari hingga Maret 2024 menjadi subjek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sekuen Dixon pada prosedur MRI MRCP dapat meningkatkan kontras citra dengan meminimalkan artefak yang disebabkan oleh jaringan lemak, sehingga memudahkan identifikasi batu empedu. Namun, kekurangan dari sekuen ini adalah durasi pemeriksaan yang lebih lama, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien. Kesimpulannya, sekuen Dixon memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas hasil pencitraan pada pemeriksaan MRI MRCP, terutama dalam kasus kolelitiasis, meskipun terdapat beberapa kendala teknis yang perlu diperhatikan.
Co-Authors Adi, Langkir Sapto Adipranata, I Made Darma Agus Resdiana, I Gede Ananda, Afrilla Rika Andry Putra Wijaya Angga Pratama Angga Pratama Ariadi, Ilham Ariec Sugiantara, I Wayan Ariec, I Wayan Assa Watari Joan Astuti, Wulan Aulia Askar, Ishry Ahsani Ayuningrum, Rizka Cokorda Istri Ary Widiastuti Cokorda Istri Ary Widiastuti Cory Amelia Cory Amelia Dananjaya, I Made Bayu Darmawan, Ifan Aji De Sena, Bevinda Maria Cesario Devina Fikli Dewa Ayu Made Pramita Dewi Dharmawan, I Bagus Gede Diartama, A.A Aris Dwi Royansyah, Firman Edwien Setiawan Saputra Edwien Setiwan Saputra Erni R Rusmana Eva Maulidiana Hikmah Gede Dharma Putra Hanisa Hanisa Hanisa, Hanisa I Bagus Gede Dharmawan I Kadek Sukadana I Made Lana Prasetya I Made Purwa Darmita I Made Purwa Dharmita I Putu Sugiartha I Wayan Ariec Sugiantara Ici Zuhra Wulandari Sekedang Ilham Ariadi Indra Mulia Utama Irma Wulandari, Putu Ishry Ahsani Aulia Askar Kadek Yuda Astina Kartyapratiwi, Putu Ayu Lintjewas, Christina Aptriana Venia Luh Gede Yunda Rustika Putri Made Dwipa Nararta Made Purwa Darmita Made Suryantana, I Madurini, Suci Maghfirotul Iffah Martoyo, Angel Lingkan Mirza, Dhea Muhammad Faisal Muhammad Faisal Nadra Natalia Imelda Seran Natalia Imelda Seran Ni Luh Putu Ema Ardiantari Ni Luh Putu Ema Ardiantari Ni Luh Putu Sari Widari Ni Nyoman Sri Wikanadi Ni Nyoman, Ratini Ni Putu Rita Jeniyanthi Ni Wayan Mega Savira Utami Nuriawan, I Made Sutha Nyoman Supriyani Nyoman Supriyani Nyoman Supriyani Pradnya Dewi, Dewa Ayu Mas Pratista, Made Sayang Putri, Ni Kadek Rika Adi Putu Didit Suranta Putu Rita Jeniyanthi, Ni Putu Sastra Andriani Reski Ramadhani Rifaldi Sugeha, Muhamad Fiqi Risma, Fina Widya Ruha, Amabel Odelia Anggri Ryangga, Dea Serima, I Nyoman Stefania Layola Pasire Stifany Elena Herlianti Duri Suandari P.V.L Sugiantara , I Wayan Ariec Sugiantara, I Wayan Ariec Sugiartha, I Putu Sugiartha, Putu Supriyani, Nyoman Surtika Umar Susanta, I Putu Adi Tajuddin, Nur Wahyu Tengku Riza Zarzani N Triningsih Triningsih Triningsih Triningsih Wahab, Revalita Wayan Angga Wirajaya, I Wayan Ariec Sugiantara, I Wellya Herlina Widari, Ni Luh Putu Sari widodo, Rahmat Wijaya, Made Wirawan, I Gede Eka Wisma Pratama, I Made Wulandari, Putu Irma Zulvania Do Rego Jesus