Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Nilai Dosis Efektif Pada Pemeriksaan MSCT Kepala Non Kontras Di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar Wirawan, I Gede Eka; Juliantara, I Putu Eka; Serima, I Nyoman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.17762

Abstract

Pemeriksaan Multislice Computed Tomography (MSCT) kepala non-kontras digunakan secara luas dalam diagnosis gangguan intrakranial seperti trauma kepala dan stroke. Meskipun memberikan manfaat diagnostik yang signifikan, penggunaan radiasi ionisasi menimbulkan potensi risiko terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sebaran dosis efektif pada pemeriksaan MSCT kepala non-kontras di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar. Data diperoleh dari 30 pasien dengan rentang usia 35-84 tahun. Parameter teknis yang diamati mencakup CTDIvol (Computed Tomography Dose Index Volume) dan DLP (Dose Length Product). Nilai CTDIvol rata-rata sebesar 39,21 mGy, dan nilai DLP rata-rata sebesar 952,52 mGy∙cm. Kedua nilai ini berada di bawah referensi nasional yang ditetapkan oleh BAPETEN, yaitu 60 mGy untuk CTDIvol dan 1275 mGy∙cm untuk DLP. Optimisasi protokol pemindaian, termasuk penggunaan teknik modulasi arus tabung otomatis, diharapkan dapat mengurangi paparan radiasi lebih lanjut tanpa mengorbankan kualitas gambar.
PERANAN SEQUENCE CISS 3D PADA MRI BRAIN DENGAN KASUS NERVUS TRIGEMINUS Faisal, Muhammad; Juliantara, I Putu Eka; Widodo, Rahmat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.12328

Abstract

Abstrak: Peranan Sequence CISS 3D Pada MRI Brain Dengan Kasus Nervus Trigeminus. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan modalitas utama pada pasien dengan gejala yang berhubungan dengan saraf trigeminal. Constructive Interference In Study State CISS merupakan Sequence untuk menunjukkan Nervus Trigeminus dengan sensitivitas yang tinggi dari Sequence CISS 3D dengan penekanan nilai T2 antar cairan dan Serebrospinal (CSF) dan struktur patologisnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan Sequence CISS 3D pada kasus Nervus Trigeminus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dengan menggunakan 3 pasien yang melakukan pemeriksaan MRI Brain pada kasus Nervus Trigeminus. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara radiografer dan radiolog. Hasil data yang telah dikumpulkan dapat disimpulkan pemeriksaan MRI Brain pada kasus Nervus yang dilakukan di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta, menggunakan Sequence T2 Axial FSE, T1 Axial SE, T2 Axial FLAIR, Diffusion Weighted Image (DWI), T1 Sagital SE, T2 Coronal FSE dengan tambahan Sequence Ciss3d_tra_iso_0.5 dengan Slice Thickness 0.50 mm. karena dengan digunakan potongan yang lebih tipis dan lebih detail dalam mengevaluasi kelainan patologisnya.
PENERAPAN DIFFUSION WEIGHTED IMAGING (DWI) PADA PEMERIKSAAN MRI KNEE JOINT DENGAN KASUS SUSP. LESI DI RUMAH SAKIT BALIMÉD DENPASAR Wisma Pratama, I Made; Eka Juliantara, I Putu; Sugiartha, I Putu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12269

Abstract

Abstrak: Penerapan Diffusion Weighted Imaging (Dwi) Pada Pemeriksaan MRI Knee Joint Dengan Kasus Susp. Lesi Di Rumah Sakit Baliméd Denpasar. Lesi merupakan pertumbuhan sel-sel dari tubuh yang abnormal. Lesi dapat terjadi hampir di seluruh organ tubuh termasuk di Knee Joint. Knee joint memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan dari kaki dan untuk menggerakan kaki. Pemeriksaan MRI merupakan suatu pemeriksaan terbaik yang dapat menggambarkan jaringan lunak pada Knee Joint. Pemeriksaan MRI Knee Joint dengan kasus Susp. Lesi di Rumah Sakit BaliMéd Denpasar tidak menggunakan media kontras melainkan dengan pemeriksaan MRI konvensional dengan ditambahkan DWI. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan Diffusion Weighted Imaging (DWI) pada pemeriksaan MRI Knee Joint pada kasus Susp. Lesi di Rumah Sakit BaliMéd Denpasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu 3 pemeriksaan MRI Knee Joint dengan kasus Susp. Lesi. Responden penelitian ini terdapat 3 dokter spesialis radiologi dan 1 radiografer. Analisa data dilakukan dengan interaktif model berdasarkan wawancara dan artikel pendukung. Hasil dari 3 sampel penelitian yang terkumpul berdasarkan hasil wawancara dan didukung oleh beberapa artikel yang terkait peneltian ini menunjukkan bahwa DWI memiliki peran yang penting dalam memberikan suatu informasi tentang karakteristik lesi dan selularitas jaringan. DWI dapat memberikan informasi selularitas jaringan yang membedakan antara jaringan abnormal dengan jaringan normal. DWI juga memberikan informasi yang signifikan untuk melihat karakterisasi dari lesi tanpa perlu menggunakan media kontras. Namun DWI memiliki kekurangan tidak dapat menampakkan infiltrasi kesekitaran jaringan dan DWI tidak dapat menggantikan peran dari media kontras.
PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING) WHOLE SPINE SENTRASI THORACOLUMBAL DENGAN TEKNIK COMPOSSING PADA MRI 0.35 TESLA DI KASIH IBU HOSPITAL SABA Agus Resdiana, I Gede; Eka Juliantara, I Putu; Ariec Sugiantara, I Wayan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.12394

Abstract

Abstrak : Penatalaksanaan Pemeriksaan MRI Whole Spine Sentrasi Thoracolumbal Dengan Teknik Compossing Pada MRI 0.35 Tesla Di Kasih Ibu Hospital Saba. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan Modalitas penunjang yang mampu memperlihatkan kelainan patologis pada jaringan lunak, seperti otot, ligamen dan discus intervertebral. MRI terdiri dari high tesla, medium tesla, dan low tesla, di Kasih Ibu Hospital Saba menggunakan MRI low tesla. Berdasarkan data pemeriksaan MRI di Kasih Ibu Hospital Saba selama bulan Juni-Juli 2023 sejumlah 45% adalah MRI Whole Spine sentrasi thoracolumbal. Untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan MRI Whole spine Sentrasi Thoracolumbal dengan Teknik Compossing pada MRI 0.35 Tesla di Unit Radiologi Kasih Ibu Hospital Saba.Penelitian ini bersifat  kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dimana penulis melakukan observasi, pencatatan, dan pengumpulan data, kemudian melakukan wawancara terhadap responden sesuai rumusan masalah yang ada, dan ditarik suatu kesimpulan. Dari hasil observasi, langkah pertama yang dilakukan adalah membuat whole spine dengan squence T2 TSE Sagital yang dikerjakan dengan tiga kali tahapan yaitu cervical, thoracal, lumbal, kemudan dilakukan compossing. Setelah itu membuat MRI Thoracolumbal dengan squence T2 TSE Axial, coronal, dan sagital, T1 TSE sagital, T2 Tirm Fat saturation sagital, T2 3D axial, T2 3D coronal myelo. Setelah citra terbentuk kemudian dilakukan filter, dan dikirim ke radiolog melalui PACS. Penatalaksanaan pemeriksaan MRI Whole spine sentrasi thoracolumbal terdiri dari beberapa tahapan yakni mengerjakan whole spine, kemudian dilanjutkan dengan thoracolumbal menggunakan sequence T2 TSE Axial, coronal, dan sagital, T1 TSE sagital, T2 Tirm Fat saturation sagital, T2 3D axial, T2 3D coronal myelo. Kelebihan dari penatalaksanaan ini mampu mengoptimalkan software compossing untuk mengerjakan whole spine. Sementara kekurangannya, pasien dengan berat badan berlebih akan mempengaruhi SNR, sehingga radiolog kesulitan dalam mendiagnosa.
EVALUASI NILAI CTDIvol DAN DLP PADA PEMERIKSAAN MSCT KEPALA DEWASA DENGAN KLINIS SUSPECT SNH (STROKE NON-HEMORRHAGIC) DI INSTALASI RADIOLOGI RSU PRIMA MEDIKA DENPASAR Nuriawan, I Made Sutha; Eka Juliantara, I Putu; Pratista, Made Sayang
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i2.12415

Abstract

Abstrak: Evaluasi Nilai CTDIvol dan DLP Pada Pemeriksaan MSCT Kepala Dewasa Dengan Klinis Suspect Snh (Stroke Non-Hemorrhagic) Di Instalasi Radiologi Rsu Prima Medika Denpasar. DRL (Diagnostic Reference Level) merupakan indeks estimasi dosis radiasi sebagai acuan optimalisasi dosis pada CT Scan yang dinyatakan dalam CTDIvol (Computed Tomography Dose Index Volume) dan DLP (Dose Length Product). Fasilitas pelayanan kesehatan direkomendasikan untuk dapat memiliki DRL lokal sebagai salah satu indikator mutu dalam suatu instalasi radiologi sebagai indikator pembanding dengan DRL nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sebaran nilai dosis radiasi pada CT scan kepala orang dewasa dengan klinis SNH berdasarkan nilai CTDIvol dan DLP mengacu pada referensi IDRL dari BAPETEN. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional untuk menganalisis data dosis pasien berdasarkan nilai CTDIvol dan DLP pada pemeriksaan CT Scan kepala dewasa dengan klinis suspect SNH di Instalasi Radiologi RSU Prima Medika Denpasar periode Desember 2022 sampai dengan Mei 2023 dengan sampel sebanyak 141 pasien. Sampel nilai CTDIvol dan DLP yang diperoleh kemudian dilakukan analisis frekuensi untuk mendapatkan sebaran nilai minimum, maximum, nilai rata-rata serta nilai persentil 50 dan 75. Nilai persentil yang dihasilkan selanjutnya dibandingkan dengan nilai IDRL tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan Nilai CTDIvol pada pemeriksaan MSCT kepala dewasa dengan klinis suspect SNH (Stroke Non-Hemorrhagic) bervariasi dengan nilai terendah 34,03 mGy, nilai tertinggi 72,44 mGy, rata-rata 36,91 mGy, nilai persentil 50 sebesar 36,50 mGy dan persentil 75 sebesar 37,00 mGy. Nilai DLP terendah sebesar 631,19 mGy*cm, nilai tertinggi sebesar 1569,94 mGy*cm, rata-rata 877,89 mGy*cm, serta nilai persentil 50 sebesar 890,97 mGy*cm dan persentil 75 sebesar 946,74 mGy*cm. Nilai CTDIvol dan DLP yang dihasilkan pada pemeriksaan MSCT kepala dewasa dengan klinis suspek SNH (Stroke Non-Hemorrhagic) di RSU Prima Medika Denpasar masih dibawah nilai referensi yang direkomendasikan BAPETEN dalam IDRL 2021.
Pengaruh variasi NAQ terhadap Signal To Noise Ratio (SNR) pada MRI Lumbal Sekuen Sagittal T2-FSE (Speeder) dengan Kasus Low Back Pain (LBP) Ariadi, Ilham; Juliantara, I Putu Eka; Supriyani, Nyoman
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i6.532

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi NAQ terhadap SNR serta mengetahui nilai variasi NAQ yang optimal untuk mendapatkan SNR baik dengan waktu scanning singkat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh variasi nilai NAQ terhadap SNR MRI lumbal sekuen sagittal T2-FSE dengan kasus low back pain (LBP) antara variasi NAQ 2, NAQ 3, dan NAQ 4. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara penggunaan NAQ dengan nilai p value <0,05. Berdasarkan hasil uji mean rank pada informasi citra dapat dilihat bahwa nilai variasi dengan mean tertinggi terdapat pada variasi NAQ 4 pada setiap anatomi. Hasil uji korelasi setiap anatomi menunjukkan korelasi antara NAQ 2 terhadap NAQ 3, NAQ 2 terhadap NAQ 4 hampir semua anatomi menunjukkan p value<0.05 hal ini menyatakan terdapat perbedaan yang bermakna. Dan hasil uji korelasi NAQ 3 terhadap NAQ 4 hal ini menyatakan tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Dapat disimpulkan bahwa pemilihan variasi NAQ 3 merupakan nilai terbaik.
Penerapan Sekuen 3d Sagital Pd Cube Fs Dalam Pemeriksaan Mri Lutut Kasus Susp Ruptur Acl Dan Meniscus Injury Adipranata, I Made Darma; Juliantara , I Putu Eka
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.61304

Abstract

MRI of knee is a key imaging modality for detecting soft tissue injuries such as anterior cruciate ligament (ACL) rupture and meniscal tears. The 3D SAGITAL PD CUBE FS sequence offers volumetric image acquisition with isotropic voxels and multiplanar reconstruction capabilities without significant image quality loss. This study was conducted at the radiology installation of Hospital in East Java. A descriptive qualitative method was employed through direct observation, interviews with radiologists and radiographer and documentation of knee MRI result. The findings demonstrated that the 3D SAGITAL PD CUBE FS sequence provides superior visualization of intra-articular structures, especially in sagital planes, and effectively reduce slice gap artifacts. However, it does not fully replace conventional sequence, especially in detecting edema and inflammation, in conclusion, the 3D SAGITAL PD CUBE FS Sequence is highly valuable as a complementary imaging technique in the diagnosis of knee injuries particularly ACL ruptures.
The Use of HU Thresholding in Carotid-Cerebral CT Angiography: A Qualitative Study Juliantara, I Putu Eka; Pratama, Angga
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 5 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v5i2.9575

Abstract

Background: CT scans with contrast media administration have been used to confirm the presence of pathology in the blood vessel of the brain. High accuracy and fast scanning time produced by CT scans make this modality the main choice in assessing aneurysm pathology in the brain. Technological advances and the development of CT-helical image acquisition techniques have enabled neuroradiologists to evaluate brain aneurysms in a short time. Magnetic resonance (MR) angiography has also been reported to be useful in the diagnosis of brain aneurysms, but it is generally more time-consuming than 3D CTA, and MRI is very sensitive to movement artifacts.Methods: This research is qualitative research with an observational approach that aims to determine the management of carotid-cerebral CTA artery examination in Premier Bintaro Hospital. Unstructured interviews and documentation are used as study instruments to complete the required data.Results: Cerebral Angiography CT examination technique in Premier Bintaro Hospital uses a bolus tracking scanning technique with ROI monitoring of the Carotid Internal Artery and using triggering of 100-120 HU as a peak enhancement to ROI monitoring. This has been proven to produce optimal enhancement in the Circulus of Willis (CoW) region as Volume of Investigation (VOI) in cerebral Angiography CT-Scan. Post-processing is done by displaying images ranging from axial pre-contrast, axial post-contrast, study (pathology), MIP (Axial, coronal, sagittal), Region of Interest MIP (structure labeling), 3D VRT-bone removal.Conclusion: Scanning technique with bolus tracking and ROI monitoring of the Internal Carotid Artery and using triggering of 100-120 HU as a peak enhancement on ROI monitoring can display the arterial artery image very well so that it can be post-processed easily without reducing quality and related image information.
Perbandingan Nilai CNR Sekuen Double Inversion Recovery (DIR) Menggunakan DAN Tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) pada Pemeriksaan MRI Brain dengan Klinis Epilepsi: Comparison of CNR Values in Double Inversion Recovery (DIR) Sequence with and Without Sensitivity Encoding (SENSE) in MRI Brain Examination for Epilepsy Cases Pinontoan, Andrila B. K.; Aris Diartama, Anak Agung; Triningsih, Triningsih; Juliantara, I Putu Eka
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7888

Abstract

Epilepsi adalah gangguan neurologis yang menyebabkan kejang karena adanya kelainan aktivitas sinkronisasi pada sejumlah besar neuron. Dalam kasus epilepsi, MRI (Magnetic Resonance Imaging) menjadi pilihan utama untuk memeriksa otak karena berbagai kemungkinan penyakit yang mendasarinya. Teknik pencitraan khusus seperti Double Inversion Recovery (DIR) dapat memberikan supresi dari materi putih (myelin) dan cairan serebrospinal, meningkatkan ketajaman gambar dan memungkinkan identifikasi yang lebih baik dari perubahan patologis. Teknik MRI Double Inversion Recovery (DIR)  menggunakan langkah ganda pembalikan sinyal untuk mengurangi sinyal dari cairan serebrospinal, memungkinkan identifikasi yang lebih tepat terhadap perubahan patologis dalam jaringan otak. Namun, pemeriksaan dengan Double Inversion Recovery (DIR) dapat memerlukan waktu yang lebih lama dan menghasilkan gambaran yang memerlukan interpretasi lebih teliti. Selain Double Inversion Recovery (DIR), teknik MRI seperti SENSE mempercepat proses pemindaian dengan menggabungkan data dari berbagai saluran koil, meningkatkan kenyamanan pasien, mengurangi durasi pemeriksaan, dan mengurangi risiko gerakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen yang dilakukan pada April 2024. Data diolah dengan uji Wilcoxon pada CNR sekuen Double Inversion Recovery (DIR) dengan dan tanpa Sensitivity Encoding (SENSE). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kualitas citra CNR sekuen Double Inversion Recovery (DIR) dengan dan tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) dengan p value 0.027. Berdasarkan uji Wilcoxon, nilai mean rank CNR sekuen Double Inversion Recovery (DIR) dengan Sensitivity Encoding (SENSE) sebesar 3.50, sedangkan tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) sebesar 0.00. Hasil ini menunjukkan bahwa mean rank pada sekuen DIR dengan SENSE lebih tinggi dibandingkan sekuen Double Inversion Recovery (DIR) tanpa menggunakan Sensitivity Encoding (SENSE).
Analisis Perbandingan Algorithma Pemeriksaan MSCT Kepala dengan Klinis SOL Serebri di Instalasi Radiologi RSUD Tabanan: Comparative Analysis of the Head MSCT Examination Algorithma with Cerebral SOL Clinical in the Radiology Installation of Tabanan Regional Hospital Hadriyani, Ni Luh Putu Siska; Juliantara, I Putu Eka; Serima, I Nyoman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7934

Abstract

SOL adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan lesi yang mengisi ruang tengkorak. Diperlukan diagnosa yang tepat agar SOL dapat segera ditangani. Salah satu modalitas radiologi yang dapat digunakan adalah MSCT. Agar gambaran MSCT yang dihasilkan berkualitas maka diperlukan parameter pemeriksaan yang sesuai. Salah satunya adalah algorithma. Berdasarkan manual book yang diterbitkan oleh vendor MSCT 128 slice untuk pemeriksaan kepala pada SOL, digunakan algorithma J30s, J40s dan J45s. Namun di instalasi Radiologi RSUD Tabanan selalu menggunakan algorithma J30s. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin mengkaji lebih lanjut mengenai algoritma mana yang terbaik untuk memvisualisasikan citra anatomi pemeriksaan MSCT kepala pada kasus SOL. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan eksperimen dan desain crossectional retrospectif. Penelitian ini dilakukan dengan merekonstruksi raw data dengan algorithma J30s, J40s dan J45s pada 15 sampel. Kemudian dilanjtkan dengan pengukuran nilai CNR pada patologi, sulcus gyrus dan cerebrosfinal fluid. Nilai CNR yang diperoleh kemudian dituangkan kedalam Microsoft Excel untuk dilakukan analisa menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil uji SPSS, pada seluruh area pengujian diperoleh nilai Sig>0,05, yang berarti bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Meskipun demikian, untuk menampilkan gambaran SOL yang terbaik dapat dilakukan dengan memilih algorithma J40s yang dapat menghasilkan gambaran dengan resolusi spasial yang lebih tajam jika dibandingkan dengan J30s namun dengan noise yang lebih rendah jika dibandingkan dengan J45s.
Co-Authors Adi, Langkir Sapto Adipranata, I Made Darma Agus Resdiana, I Gede Ananda, Afrilla Rika Andry Putra Wijaya Angga Pratama Angga Pratama Ariadi, Ilham Ariec Sugiantara, I Wayan Ariec, I Wayan Aris Diartama, Anak Agung Assa Watari Joan Astuti, Wulan Aulia Askar, Ishry Ahsani Ayuningrum, Rizka Cokorda Istri Ary Widiastuti Cokorda Istri Ary Widiastuti Cory Amelia Cory Amelia Dananjaya, I Made Bayu Darmawan, Ifan Aji De Sena, Bevinda Maria Cesario Devina Fikli Dewa Ayu Made Pramita Dewi Dharmawan, I Bagus Gede Diartama, A.A Aris Dwi Royansyah, Firman Edwien Setiawan Saputra Edwien Setiwan Saputra Erni R Rusmana Eva Maulidiana Hikmah Gede Dharma Putra Hadi Eka Hamdani Hadi Hadriyani, Ni Luh Putu Siska Hanisa Hanisa Hanisa, Hanisa I Bagus Gede Dharmawan I Kadek Sukadana I Made Lana Prasetya I Made Purwa Darmita I Made Purwa Dharmita I Putu Sugiartha I Wayan Ariec Sugiantara Ici Zuhra Wulandari Sekedang Ilham Ariadi Indra Mulia Utama Irma Wulandari, Putu Ishry Ahsani Aulia Askar Kadek Yuda Astina Kartyapratiwi, Putu Ayu Lintjewas, Christina Aptriana Venia Luh Gede Yunda Rustika Putri Made Dwipa Nararta Made Purwa Darmita Made Suryantana, I Madurini, Suci Maghfirotul Iffah Martoyo, Angel Lingkan Maulana, Muhammad Farhan Mirza, Dhea Muhammad Ardiansyah Muhammad Faisal Muhammad Faisal Nadra Natalia Imelda Seran Natalia Imelda Seran Ni Luh Putu Ema Ardiantari Ni Luh Putu Ema Ardiantari Ni Luh Putu Sari Widari Ni Nyoman Sri Wikanadi Ni Nyoman Supriyani Ni Nyoman, Ratini Ni Putu Rita Jeniyanthi Ni Wayan Mega Savira Utami Nuriawan, I Made Sutha Nyoman Supriyani Nyoman Supriyani Nyoman Supriyani Pinontoan, Andrila B. K. Pradnya Dewi, Dewa Ayu Mas Pratista, Made Sayang Putri Rizqiyah Putri, Ni Kadek Rika Adi Putu Didit Suranta Putu Rita Jeniyanthi, Ni Putu Sastra Andriani Reski Ramadhani Rifaldi Sugeha, Muhamad Fiqi Risma, Fina Widya Rizki Surya Permana Ruha, Amabel Odelia Anggri Ryangga, Dea Serima, I Nyoman Stefania Layola Pasire Stifany Elena Herlianti Duri Suandari P.V.L Sugiantara , I Wayan Ariec Sugiantara, I Wayan Ariec Sugiartha, I Putu Sugiartha, Putu Supriyani, Nyoman Surtika Umar Susanta, I Putu Adi Tajuddin, Nur Wahyu Tengku Riza Zarzani N Triningsih Triningsih Triningsih Triningsih Wahab, Revalita Wayan Angga Wirajaya, I Wayan Ariec Sugiantara, I Wellya Herlina Widari, Ni Luh Putu Sari widodo, Rahmat Wijaya, Made Wirawan, I Gede Eka Wisma Pratama, I Made Wulandari, Putu Irma Zulvania Do Rego Jesus