Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Citra MRI Ankle Joint Dengan Penerapan Oblique 3D FSPGR Di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi Dewa Ayu Made Pramita Dewi; I Putu Eka Juliantara; I Putu Sugiartha
Jurnal Ventilator Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v1i4.677

Abstract

MRI (Magnetic Resonance Imaging) examination becomes tool diagnostic important in evaluation the soft tissue anatomy of the human body. MRI examination of the ankle joint role crucial in detect soft tissue impingement in the ankle joint. Fast Spoiled Gradient Echo (FSPGR) is an MRI method with high sensitivity in diagnose soft tissue problems in the ankle joint. Ankle joint MRI protocol at RSUD Dr. Moewardi uses several types of sequences with addition 3D sequences but not routinely. This study aims to examine the use of the 3D FSPGR oblique sequence in MRI ankle joint, while comparing it with the Sagittal T1 FSE and Sagittal FSE STIR sequences. This quantitative study involved 5 people to compare imaging 3D oblique FSPGR, sagittal T1 FSE and sagittal FSE STIR sequences. Analysis was carried out using the intraclass correlation coefficient (ICC) test, Friedman test, and Kruskal Wallis test. The results study showed there is difference information MRI ankle joint anatomy with oblique 3D FSPGR, sagittal T1 FSE, and sagittal FSE STIR sequences (p-value = 0.000). Test Kruskal Wallis show sequence 3D FSPGR and sagittal T1 FSE produce imaging different on every type anatomy (p-value= 0.045; 0.020), whereas Sagittal FSE STIR sequence shows results No different significant (p-value= 0.065. 3D oblique sequence of FSPGR is proven effective show anatomy ankle joint and posterior talofibular ligament.
Efektif Pemeriksaan CT-Scan Kepala Non-Kontras Berdasarkan Gender Dengan Menggunakan Kalkulator Dosis Radiasi Di RS Hermina Bitung Darmawan, Ifan Aji; Juliantara, I Putu Eka; Adi, Langkir Sapto; Astien, Astien; Wahab, Revalita
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2024.v7.274-281

Abstract

Background The need for CT Scan radiology examinations, which offer more detailed image results than X-rays, continues to increase. Head CT scans are the most frequently performed examinations, reaching 60%. Objective This study aims to evaluate the effective dose distribution of radiation to the tissues involved in head CT-Scan examinations at RS Hermina Bitung and assess its compliance with the regulations set by the Indonesia Diagnostic Reference Level (I-DRL). Methods This study involved 100 patients, consisting of 50 men and 50 women. Data in the form of Dose Length Product (DLP) values were collected from each patient and converted to effective dose using a radiation dose calculator. Results The results showed that 6 out of 100 samples exceeded the dose limit set by the Nuclear Energy Regulatory Agency (BAPETEN). Factors that affect the effective dose include exposure, body weight, object thickness, scan length, age, tissue weight, tissue sensitivity, FOV, and pitch. Nonetheless, the overall average effective dose of the patients was still within the I-DRL. Conclusions Factor such as gender can affect the effective dose received by patients. The 75 percentile value of the effective dose of non-contrast head CT-Scan examination at Hermina Bitung Hospital is in accordance with the provisions of the I-DRL. The radiation dose calculator used can be applied in Indonesia, but still requires increased information literacy regarding its use.
ANALISIS NILAI ESAK PADA PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAX PA : STUDI PENGARUH FAKTOR EKSPOSI DAN KARAKTERISTIK PASIEN Juliantara, I Putu Eka; Wulandari, Putu Irma; Putri, Ni Kadek Rika Adi; Dananjaya, I Made Bayu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31113

Abstract

Dalam melakukan pemeriksaan radiologi diperlukan penerapan prinsip dasar untuk mengurangi efek bahaya dari radiasi pengion yang dikenal dengan konsep As Low As Reasonably Achievable (ALARA) artinya seluruh penyinaran yang digunakan serendah mungkin dengan tujuan agar paparan dosis radiasi yang diterima oleh petugas radiasi, pasien dan masyarakat rendah namun tetap mendapatkan kualitas citra yang baik untuk menegakkan diagnosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa adanya pengaruh variasi faktor eksposi dan karakteristik pasien terhadap dosis radiasi pada pemeriksaan radiografi thorax PA. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan observasional. Dosis ESAK dalam penelitian ini didapatkan dari pengaturan variasi faktor eksposi dan karakteristik pasien kemudian dilakukan simulasi pemeriksaan radiografi thorax PA menggunakan phantom galon air sehingga dosis radiasi dapat diukur. Secara keseluruhan terdapat 60 sampel pemeriksaan radiografi thorax PA di kedua rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan dalam uji F, nilai Sig. 0,001 < 0,05 sehingga faktor eksposi secara simultan berpengaruh terhadap dosis radiasi. Berdasarkan karakteristik pasien, berat badan memiliki korelasi yang lebih besar dibandingkan dengan tebal objek, jenis kelamin, dan umur dengan nilai Sig. 0,001 < 0,05 sehingga terdapat kolerasi yang signifikan antara berat dengan dosis radiasi pada pemeriksaan radiografi thorax PA. Pengaruh kV dan mAs secara simultan terhadap dosis radiasi sebesar 0,982 yang berarti 98,2% perubahan nilai ESAK dipengaruhi oleh kV dan mAs. Sedangkan korelasi berat badan terhadap dosis radiasi sebesar 0,791.
PERBANDINGAN CNR MRI BRAIN T2-FLAIR PADA PASIEN TLE DENGAN VARIASI K-SAPCE FILLING De Sena, Bevinda Maria Cesario; Juliantara, I Putu Eka; Triningsih, Triningsih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32128

Abstract

K-space filling berfungsi untuk menyimpan data digital yang disebabkan oleh frekuensi spasial yang dihasilkan oleh pengkodean spasial. Data digital yang diperoleh dari waktu ke waktu scanning akan disimpan pada k-space filling selama pemindaian dan secara matematis diubah menjadi informasi gambar menggunakan transformasi fourier. Metode yang paling umum digunakan adalah cartesian trajectory. Cartesian trajectory merupakan metode pengisian k-space yang dilakukan secara linier dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. Dan radial trajectory (BLADE), k-space diisi mulai dari sumbu tengah k-space kemudian diputar hingga diperoleh blok data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran metode k-space dalam kualitas citra MRI Brain sekuen T2 FLAIR axial pada klinis Temporal Lobe Epilepsy (TLE). Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Pada penelitian ini jumlah sampel sebanyak 10 pasien yang menjalani MRI Brain dengan klinis TLE. Data diolah dengan radiant DICOM kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon menggunakan software SPSS 25. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai Asymp. Sig (2_tailed) adalah 0,000. Karena nilai Sig. 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat perbedaan Contrast to Noise Ratio (CNR) dengan variasi pengisian k-space menggunakan metode cartesian trajectory dan radial trajectory (BLADE). Dan hasil nilai mean rank 3,50 untuk cartesian trajectory dan hasil nilai mean rank 17,35 untuk radial trajectory (BLADE). Oleh karena itu menunjukkan bahwa variasi pengisian k-space radial trajectory (BLADE) dapat memberikan CNR yang lebih optimal dibandingkan variasi cartesian trajectory pada pemeriksaan MRI Brain sekuen T2-FLAIR axial klinis TLE.
PERBANDINGAN CNR MRI KNEE JOINT PASIEN LIGAMENT INJURY DENGAN DAN TANPA MTC Ruha, Amabel Odelia Anggri; Juliantara, I Putu Eka; Widari, Ni Luh Putu Sari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32157

Abstract

Magnetization Transfer Contrast (MTC) adalah teknik dalam pencitraan medis yang dirancang untuk menekan sinyal background dan meningkatkan Contrast to Noise Ratio (CNR). Dengan menekan sinyal dari makromolekul dalam lemak, gray matter, dan white matter. Pada pemeriksaan MRI knee joint, MTC memberikan kontras jaringan yang lebih baik dibandingkan tanpa MTC, sehingga sangat bermanfaat dalam evaluasi muskuloskeletal dengan meningkatkan kontras antara otot yang aktif dan kurang aktif, membantu diagnosis kondisi terkait sendi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa perbedaan kontras jaringan pada pemeriksaan MRI knee joint dengan kasus ligament injury yang menggunakan penerapan Magnetization Transfer Contrast (MTC) pada sequence T2 Sagital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi eksperimen. Populasi dan sampel penelitian yaitu 10 pasien pemeriksaan MRI knee joint klinis ligament injury, dan masing-masing sampel dilakukan penerapan MTC dan tanpa penerapan MTC pada sekuen T2WI Sagital. Data yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak Radiant DICOM dan dianalisis dengan uji normalitas serta uji Paired T-Test menggunakan SPSS 25. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p-value) untuk CNR dengan dan tanpa MTC adalah > 0,05, menunjukkan bahwa data CNR terdistribusi normal. Oleh karena itu, uji parametrik (Paired T-Test) dilakukan, menghasilkan nilai Asymp. Sig (p-value) sebesar 0,000. Karena nilai p-value < 0,05, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak, menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam CNR pada pemeriksaan MRI knee joint sekuen T2WI Sagital dengan penerapan MTC dibandingkan tanpa MTC. Metode MTC memberikan CNR yang lebih optimal dalam pemeriksaan MRI knee joint untuk kasus ligament injury.
PERBANDINGAN CNR MRI KNEE JOINT PASIEN LIGAMENT INJURY : STUDI KOMPARASI KOMBINASI FLIP ANGLE DAN TIME INVERSION Risma, Fina Widya; Juliantara, I Putu Eka; Widari, Ni Luh Putu Sari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32160

Abstract

Salah satu sekuen digunakan untuk penekanan lemak yaitu sagital PD fat suppression. Inversion Pulse dan Time Inversion salah satu faktor yang berpengaruh pada hasil SNR dan CNR. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan kombinasi flip angle dan time inversion MRI Knee Joint klinis ligament injury sekuen sagittal PD fat suppression dan untuk mengetahui nilai flip angle dan time inversion yang optimal terhadap nilai kontas jaringan (CNR). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Sampel penelitian yaitu 10 pasien Knee Joint dengan klinis ligament injury, masing-masing sampel diterapkan sekuen PD fat suppression dengan menambahkan kombinasi flip angle 130° time inversion 80 ms, dan flip angle 120° time inversion 90 ms. Data yang diperoleh diolah menggunakan Radiant DICOM, dianalisis dengan uji normalitas serta uji Wilcoxon menggunakan SPSS 26. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data CNR tidak berdistribusi normal (p < 0,05). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara kombinasi satu dan dua pada MRI Knee Joint dengan cedera ligament pada potongan sagittal PD Fat Suppression (p = 0,000). kombinasi flip angle 130° time inversion 80 ms dinilai mampu menghasilkan CNR yang lebih optimal dibandingkan dengan kombinasi flip angle 120° time inversion 90 ms. dilihat dari nilai mean rank pada kombinasi flip angle 130° time inversion 80 ms yaitu 20,97 sedangkan pada kombinasi flip angle 120° time inversion 90 ms yaitu 16,25. Terdapat perbedaan kontras jaringan (CNR) pada pemeriksaan MRI knee joint kasus ligament injury dengan penerapan kombinasi Flip Angle dan Time inversion. kombinasi Flip Angle 130° dan Time inversion 80ms merupakan kombinasi paling optimal dalam menampilkan kontras jaringan (CNR).
PROSEDUR PEMERIKSAAN MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING) PROSTAT PADA KASUS BENIGN PROSTAT HYPERPLASIA Rifaldi Sugeha, Muhamad Fiqi; Eka Juliantara, I Putu; Dharmawan, I Bagus Gede
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.12715

Abstract

Abstrak : Prosedur Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) Prostat Pada Kasus Benign Prostat Hyperplasia. Benign prostat hyperplasia merupakan suatu kondisi dimana adanya peningkatan ukuran kelenjar prostat yang bersifat jinak, kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan uretra saat melewati prostat. MRI Prostat merupakan pemeriksaan MRI pelvis pria yang digunakan untuk mendiagnosa patologi benign prostate hyperplasia. Tujuan Penelitian untuk mengetahui prosedur serta kelebihan dan kekurangan pemeriksaan MRI Prostat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan study kasus waktu penelitian bulan juli-agustus 2023. Subyek penelitian adalah prosedur pemeriksaan MRI prostat pada kasus benign prostat hyperplasia dimana responden meliputi 3 orang radiographer dan 3 orang radiolog. Hasil dari penelitian ini yaitu pemeriksaan MRI Prostat sangat baik untuk melihat anatomy dan efek-efek yang disebabkan oleh adanya Benign Prostat Hyperplasia, seperti pendesakan prostat ke dalam vesical urinaria atau penyempitan urethra di pars prostatica, karena setiap organnya dapat dilihat dengan jelas. Teknik Pemeriksaan MRI Prostat pada kasus Benign Prostat Hyperplasia di awali dengan puasa 8 jam sebelum pemeriksaan, sebelum dilakukan pemeriksaan pasien minum air putih diikuti menahan kencing. Kemudian parameter menggunakan T2 (sagital, coronal, axial oblique), T1 axial oblique, Diffusi B1000. Kelebihan menggunakan persiapan khusus berupa puasa sangat baik untuk memberikan hasil citra yang optimal, dengan mengosongkan feses pada daerah rectum. Minum air putih diikuti menahan kencing dapat memberikan hasil citra yang lebih jelas untuk masing-masing organ. Sequen axial potongan oblique dapat memberikan gambaran yang lebih baik mengenai hubungan antara dasar prostat dengan vesicula seminalis, sehingga sangat berguna untuk melihat invasi ke vesicula seminalis.
Analisis Nilai Dosis Efektif Pada Pemeriksaan MSCT Kepala Non Kontras Di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar Wirawan, I Gede Eka; Juliantara, I Putu Eka; Serima, I Nyoman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.17762

Abstract

Pemeriksaan Multislice Computed Tomography (MSCT) kepala non-kontras digunakan secara luas dalam diagnosis gangguan intrakranial seperti trauma kepala dan stroke. Meskipun memberikan manfaat diagnostik yang signifikan, penggunaan radiasi ionisasi menimbulkan potensi risiko terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sebaran dosis efektif pada pemeriksaan MSCT kepala non-kontras di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar. Data diperoleh dari 30 pasien dengan rentang usia 35-84 tahun. Parameter teknis yang diamati mencakup CTDIvol (Computed Tomography Dose Index Volume) dan DLP (Dose Length Product). Nilai CTDIvol rata-rata sebesar 39,21 mGy, dan nilai DLP rata-rata sebesar 952,52 mGy∙cm. Kedua nilai ini berada di bawah referensi nasional yang ditetapkan oleh BAPETEN, yaitu 60 mGy untuk CTDIvol dan 1275 mGy∙cm untuk DLP. Optimisasi protokol pemindaian, termasuk penggunaan teknik modulasi arus tabung otomatis, diharapkan dapat mengurangi paparan radiasi lebih lanjut tanpa mengorbankan kualitas gambar.
PERANAN SEQUENCE CISS 3D PADA MRI BRAIN DENGAN KASUS NERVUS TRIGEMINUS Faisal, Muhammad; Juliantara, I Putu Eka; Widodo, Rahmat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.12328

Abstract

Abstrak: Peranan Sequence CISS 3D Pada MRI Brain Dengan Kasus Nervus Trigeminus. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan modalitas utama pada pasien dengan gejala yang berhubungan dengan saraf trigeminal. Constructive Interference In Study State CISS merupakan Sequence untuk menunjukkan Nervus Trigeminus dengan sensitivitas yang tinggi dari Sequence CISS 3D dengan penekanan nilai T2 antar cairan dan Serebrospinal (CSF) dan struktur patologisnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan Sequence CISS 3D pada kasus Nervus Trigeminus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dengan menggunakan 3 pasien yang melakukan pemeriksaan MRI Brain pada kasus Nervus Trigeminus. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara radiografer dan radiolog. Hasil data yang telah dikumpulkan dapat disimpulkan pemeriksaan MRI Brain pada kasus Nervus yang dilakukan di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta, menggunakan Sequence T2 Axial FSE, T1 Axial SE, T2 Axial FLAIR, Diffusion Weighted Image (DWI), T1 Sagital SE, T2 Coronal FSE dengan tambahan Sequence Ciss3d_tra_iso_0.5 dengan Slice Thickness 0.50 mm. karena dengan digunakan potongan yang lebih tipis dan lebih detail dalam mengevaluasi kelainan patologisnya.
PENERAPAN DIFFUSION WEIGHTED IMAGING (DWI) PADA PEMERIKSAAN MRI KNEE JOINT DENGAN KASUS SUSP. LESI DI RUMAH SAKIT BALIMÉD DENPASAR Wisma Pratama, I Made; Eka Juliantara, I Putu; Sugiartha, I Putu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12269

Abstract

Abstrak: Penerapan Diffusion Weighted Imaging (Dwi) Pada Pemeriksaan MRI Knee Joint Dengan Kasus Susp. Lesi Di Rumah Sakit Baliméd Denpasar. Lesi merupakan pertumbuhan sel-sel dari tubuh yang abnormal. Lesi dapat terjadi hampir di seluruh organ tubuh termasuk di Knee Joint. Knee joint memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan dari kaki dan untuk menggerakan kaki. Pemeriksaan MRI merupakan suatu pemeriksaan terbaik yang dapat menggambarkan jaringan lunak pada Knee Joint. Pemeriksaan MRI Knee Joint dengan kasus Susp. Lesi di Rumah Sakit BaliMéd Denpasar tidak menggunakan media kontras melainkan dengan pemeriksaan MRI konvensional dengan ditambahkan DWI. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan Diffusion Weighted Imaging (DWI) pada pemeriksaan MRI Knee Joint pada kasus Susp. Lesi di Rumah Sakit BaliMéd Denpasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu 3 pemeriksaan MRI Knee Joint dengan kasus Susp. Lesi. Responden penelitian ini terdapat 3 dokter spesialis radiologi dan 1 radiografer. Analisa data dilakukan dengan interaktif model berdasarkan wawancara dan artikel pendukung. Hasil dari 3 sampel penelitian yang terkumpul berdasarkan hasil wawancara dan didukung oleh beberapa artikel yang terkait peneltian ini menunjukkan bahwa DWI memiliki peran yang penting dalam memberikan suatu informasi tentang karakteristik lesi dan selularitas jaringan. DWI dapat memberikan informasi selularitas jaringan yang membedakan antara jaringan abnormal dengan jaringan normal. DWI juga memberikan informasi yang signifikan untuk melihat karakterisasi dari lesi tanpa perlu menggunakan media kontras. Namun DWI memiliki kekurangan tidak dapat menampakkan infiltrasi kesekitaran jaringan dan DWI tidak dapat menggantikan peran dari media kontras.
Co-Authors Adi, Langkir Sapto Adipranata, I Made Darma Agus Resdiana, I Gede Ananda, Afrilla Rika Andry Putra Wijaya Angga Pratama Angga Pratama Ariadi, Ilham Ariec Sugiantara, I Wayan Ariec, I Wayan Aris Diartama, Anak Agung Assa Watari Joan Astuti, Wulan Aulia Askar, Ishry Ahsani Ayuningrum, Rizka Cokorda Istri Ary Widiastuti Cokorda Istri Ary Widiastuti Cory Amelia Cory Amelia Dananjaya, I Made Bayu Darmawan, Ifan Aji De Sena, Bevinda Maria Cesario Devina Fikli Dewa Ayu Made Pramita Dewi Dharmawan, I Bagus Gede Diartama, A.A Aris Dwi Royansyah, Firman Edwien Setiawan Saputra Edwien Setiwan Saputra Erni R Rusmana Eva Maulidiana Hikmah Gede Dharma Putra Hadi Eka Hamdani Hadi Hadriyani, Ni Luh Putu Siska Hanisa Hanisa Hanisa, Hanisa I Bagus Gede Dharmawan I Kadek Sukadana I Made Lana Prasetya I Made Purwa Darmita I Made Purwa Dharmita I Putu Sugiartha I Wayan Ariec Sugiantara Ici Zuhra Wulandari Sekedang Ilham Ariadi Indra Mulia Utama Irma Wulandari, Putu Ishry Ahsani Aulia Askar Kadek Yuda Astina Kartyapratiwi, Putu Ayu Kurniawan, Muhammad Aziz Lintjewas, Christina Aptriana Venia Luh Gede Yunda Rustika Putri M. Solehuddin Made Dwipa Nararta Made Purwa Darmita Made Suryantana, I Madurini, Suci Maghfirotul Iffah Martoyo, Angel Lingkan Maulana, Muhammad Farhan Mirza, Dhea Muhammad Ardiansyah Muhammad Faisal Muhammad Faisal Nadra Natalia Imelda Seran Natalia Imelda Seran Ni Luh Putu Ema Ardiantari Ni Luh Putu Ema Ardiantari Ni Luh Putu Sari Widari Ni Nyoman Sri Wikanadi Ni Nyoman Supriyani Ni Nyoman, Ratini Ni Putu Rita Jeniyanthi Ni Wayan Mega Savira Utami Nuriawan, I Made Sutha Nyoman Supriyani Nyoman Supriyani Nyoman Supriyani Pinontoan, Andrila B. K. Pradnya Dewi, Dewa Ayu Mas Pratista, Made Sayang Putri Rizqiyah Putri, Ni Kadek Rika Adi Putu Didit Suranta Putu Rita Jeniyanthi, Ni Putu Sastra Andriani Ramadhan, Yumna Zahran Reski Ramadhani Rifaldi Sugeha, Muhamad Fiqi Risma, Fina Widya Rizki Surya Permana Ruha, Amabel Odelia Anggri Ryangga, Dea Sazkia, Adelia Chitra Serima, I Nyoman Stefania Layola Pasire Stifany Elena Herlianti Duri Suandari P.V.L Sugiantara , I Wayan Ariec Sugiantara, I Wayan Ariec Sugiartha, I Putu Sugiartha, Putu Supriyani, Nyoman Surtika Umar Susanta, I Putu Adi Tajuddin, Nur Wahyu Tengku Riza Zarzani N Triningsih Triningsih Triningsih Triningsih Wahab, Revalita Wayan Angga Wirajaya, I Wayan Ariec Sugiantara, I Wellya Herlina Widari, Ni Luh Putu Sari widodo, Rahmat Wijaya, Made Wirawan, I Gede Eka Wisma Pratama, I Made Wulandari, Putu Irma