Iswan Dewantara
Fakutas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI MASYARAKAT DUSUN PEMATANG MERBAU TERHADAP KONSERVASI ORANGUTAN (Pongo pygmaeus) OLEH YIARI KABUPATEN KETAPANG Erianto, Erianto; Rawani, Muhammad Dandi; Dewantara, Iswan
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i3.53954

Abstract

Orangutans are great apes that live on the Asian continent, where in Indonesia they are only found on the islands of Sumatra and Kalimantan. Indonesia has three orangutan species with critical and protected status, namely the Sumatran orangutan, the Kalimantan orangutan and the Tapanuli orangutan. YIARI is a non-governmental organization engaged in conservation and is located within the community of Pematang Merbau Village. Therefore, YIARI plays an important role in providing a good understanding of orangutans in the hope that these efforts can raise awareness and actions that can help the orangutan conservation process. The purpose of this study was to determine the local community's perception of orangutan conservation by YIARI in the Dusun Pematang Merbau area and to analyze the relationship between the level of knowledge, cosmopolitan and counseling with community perceptions of orangutan conservation activities by YIARI in the Dusun Pematang Merbau area. This study uses a purposive sampling method in this technique, the sample is determined intentionally by the researcher which is usually based on certain criteria or considerations. Based on research conducted in Pematang Merbau Village, the results obtained are 71 respondents (88.75%) have high perceptions, 8 respondents (10%) have moderate perceptions and 1 respondent (1.25%) have low perceptions. There is a relationship between counseling and community perception of conservation carried out by YIARI, there is a relationship between the level of knowledge and public perception of conservation carried out by YIARI and there is a relationship between the cosmopolitan level and community perception of conservation carried out by YIARI.Keywords : Community, Pematang Merbau Village, Perception, Orangutan Conservation,AbstrakOrangutan merupakan kera besar yang hidup di Benua Asia, dimana di Indonesia hanya terdapat di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Indonesia memiliki tiga spesies orangutan yang berstatus kritis dan dilindungi,  yakni orangutan Sumatera, orangutan Kalimantan dan orangutan Tapanuli. YIARI merupakan lembaga non pemerintah yang bergerak dibidang konservasi dan terletak di ruang lingkup masyarakat Dusun Pematang Merbau.  Oleh karena itu,  YIARI berperan penting dalam memberikan pemahaman yang baik mengenai orangutan dengan harapan upaya tersebut dapat menumbuhkan kesadaran dan tindakan yang dapat membantu proses pelestarian orangutan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat setempat terhadap konservasi orangutan oleh YIARI di kawasan Dusun Pematang Merbau dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, kosmopolitan dan penyuluhan dengan presepsi masyarakat terhadap kegiatan konservasi orangutan oleh YIARI di kawasan Dusun Pematang Merbau. Penelitian ini   menggunakan metode purposive sampling pada teknik ini, sampel ditetapkan secara sengaja oleh penliti yang lazimnya didasarkan atas kriteria atau pertimbangan tertentu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Dusun Pematang Merbau diperoleh hasil yaitu 71 responden (88,75%) persepsi tinggi, 8 responden (10%) persepsi sedang dan 1 responden (1,25%) persepsi rendah. Terdapat hubungan antara penyuluhan dengan persepsi masyarakat terhadap konservasi yang dilakukan oleh YIARI, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan persepsi masyarakat terhadap konservasi yang dilakukan oleh YIARI dan terdapat hubungan antara tingkat kosmopolitan dengan persepsi masyarakat terhadap konservasi yang dilakukan oleh YIARI.Kata kunci : Masyarakat, Dusun Pematang Merbau, Persepsi, Konservasi Orangutan.
KONDISI LINGKUNGAN LOKASI PENELURAN PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI DESA SEBUBUS KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Fernandi, Gregoius; Astiani, Dwi; Dewantara, Iswan
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i3.55524

Abstract

Coastal forest is a group of trees that grows on sandy beaches above the highest tide line in the tropics. This study intends to collect data of the vegetation and environmental conditions ideal for a green turtle nesting site. The method used is a survey method by collecting data by purposive sampling where the turtle nests found. The measuring plots used are plots with sizes of 20m x 20m, 10m x 10m, 5m x 5m, and 2m x 2m consecutively for tree, pole, sapling dan seedling three growth level, where the plots are placed in each sector that has been determined. The results indicate that the Paloh turtles build their nest for layering their eggs within the area that has land cover vegetation that covered by 16 species, which at the sapling level were dominated by Cerbera manghas with an INP of 94.485% and Scaevola taccada with an INP of 57.274%. Meanwhile, at the pole level, it was dominated by Ficus aurea with an INP value of 63.937% and Ficus septica with 59.634% of the Moraceae family. At the tree level, vegetation is dominated by Casuarina equisetifolia which has an INP value of 48.695% from the Casuarinaceae family and Hibiscus tiliaceus with an INP value of 42.066% from the Malvaceae family. Keywords: Environment condition, Paloh district, Green turtle, Vegetation. Abstrak Vegetasi hutan pantai merupakan vegetasi yang tumbuh di pantai berpasir diatas garis pasang tertinggi di wilayah tropika. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kondisi vegetasi dan lingkungan yang ideal sebagai tempat bertelur penyu hijau. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pengambilan data secara purposive sampling sarang penyu yang ditemukan. Plot ukur yang digunakan adalah plot dengan ukuran 20m x 20m, 10m x 10m, 5m x 5m, dan 2m x 2m dimana plot diletakkan pada masing-masing sektor yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil yang telah didapat pada pantai peneluran penyu paloh, vegetasi tutupan lahan pada sektor 5,6, dan 7 yang ditemukan sebanyak 16 jenis yang mana pada tingkat pancang didominasi oleh Cerbera manghas dengan INP 94.485% dan Scaevola taccada dengan INP 57.274%. Sedangkan pada tingkat tiang didominasi oleh Ficus aurea dengan nilai INP 63.937% dan Ficus septica dengan 59.634% dari familli Moraceae. Pada vegetasi tingkat pohon didominasi oleh Casuarina equisetifolia yang memiliki nilai INP 48.695% dari famili Casuarinaceae dan Hibiscus tiliaceus dengan INP 42.066% dari famili Malvaceae. Kata kunci: kondisi lingkungan, paloh, penyu hijau, vegetasi.
POLA SEBARAN JENIS FAMILI ARACEAE (Talas-talasan) DI KEBUN RAYA SAMBAS KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Taufik, Nur Mohammad; Dewantara, Iswan; Destiana, Destiana
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i2.77752

Abstract

AbstrakTumbuhan Araceae merupakan salah satu jenis tumbuhan tingkat rendah yang hidup di daratan, epifit, dan akuatik. Kebun Raya Sambas terletak pada ketinggian 32 "“ 75 m (dpl) dan mempunyai 3 tipe hutan yang berbeda yaitu hutan dataran rendah, hutan rawa dan hutan riparian dengan kondisi lingkungan lembab, berair dan teduh serta curah hujan yang tinggi sesuai dengan habitat tumbuhnya. dari spesies Araceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pola sebaran tumbuhan Araceae di Kebun Raya Sambas. Metode penelitian menggunakan metode survei dan eksplorasi dengan teknik roaming. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan petak ganda tanpa beraturan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 20 spesies dari 10 genus tumbuhan famili Araceae yaitu Aglaonema, Alocasia, Amorphophallus, Cyrtosperma, Dieffenbachia, Epipremnum, Homalomena, Rhaphidopora, Schismatoglottis dan Scindapsus. Tumbuhan Araceae yang ditemukan mempunyai 2 cara hidup yaitu terestrial dan epifit. Perhitungan indeks morisita menunjukkan pola sebaran tanaman Araceae di Kebun Raya Sambas mempunyai sebaran yang mengelompok.Kata Kunci : Araceae, Kebun Raya, Pola Sebaran  AbstrakTumbuhan Araceae merupakan salah satu jenis dari tumbuhan bawah yang hidup di teresterial, epifit dan aquatik. Tumbuhan Araceae hidup di daerah tropis dengan kelembapan yang tinggi. Kebun Raya Sambas terletak pada ketinggian 32 - 75 m (dpl) dan memiliki 3 tipe hutan yang berbeda yaitu hutan dataran rendah, hutan rawa dan hutan riparian dengan kondisi lingkungan yang lembab, berair dan teduh serta curah hujan yang tinggi sesuai dengan habitat tumbuh jenis- jenis Araceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pola sebaran tumbuhan Araceae di Kebun Raya Sambas. Metode penelitian menggunakan metode survei dan eskplorasi dengan teknik jelajah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan petak ganda tanpa beraturan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 20 spesies dari 10 genus tumbuhan famili Araceae yaitu Aglaonema, Alocasia, Amorphophallus, Cyrtosperma, Dieffenbachia, Epipremnum, Homalomena, Rhaphidopora, Schismatoglottis dan Scindapsus. Tumbuhan Araceae yang ditemukan memiliki 2 cara hidup yaitu terestrial dan epifit. Hasil perhitungan indeks morisita menunjukkan pola sebaran tumbuhan Araceae di Kebun Raya Sambas memiliki persebaran yang mengelompok.  Kata kunci: Araceae, Kebun Raya, Pola Sebaran.
STRUKTUR KOMUNITAS ZONA RIPARIAN TERHADAP KONDISI FISIK-KIMIA KELOMPOK HUTAN SUNGAI KUBANG PT. ERNA DJULIAWATI Erianto, Erianto; Marissa, Dila; Dewantara, Iswan
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i2.82419

Abstract

PT. Erna Djuliawati Central Kalimantan is a company engaged in the timber industry, in the PBPH area there are many Sub-Watersheds, one of which is the Kubang Sub-DAS This study aims to identify the community structure of riparian vegetation in the waters of the Kubang River and analyze the quality and conditions of the physical and chemical waters of the Kubang River. This study uses a survey method with a purposive sampling technique. The results of the study showed that there were 43 species of riparian vegetation at the lower plant level with 149 individuals, 18 species of seedlings with 94 individuals, 31 species of stakes with 125 individuals, 20 species of poles with 110 individuals, and 30 species of trees with 173 individuals. Riparian diversity between tilapia \bar{H} 0.82-1.27 is in the low to medium category. The distribution pattern of vegetation at each station shows that all vegetation growth stages are distributed in a clustered pattern, except for the seedling stage at the downstream section of the river, which is distributed randomly.. Based on the results of the Kubang River water quality laboratory test, the values of BOD 1-2, COD 3.0-13, DO 4.05-4.47, pH 7.12-7.78, TSS 5.0-10, and TDS 24-25 are included in the standard water quality. Keywords: Distribution patterns, diversity, physico-chemical, riparian vegetation. Abstrak PT. Erna Djuliawati Kalimantan Tengah merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri kayu, dalam kawasan PBPH terdapat banyak Sub Daerah Aliran Sungai salah satunya Sub DAS Kubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi struktur komunitas vegetasi riparian di kawasan perairan Sungai Kubang dan menganalisis kualitas dan kondisi perairan fisik kimia Sungai Kubang. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa vegetasi riparian tingkat tumbuhan bawah ditemukan 43 jenis dengan 149 individu, 18 jenis semai dengan 94 individu, 31 jenis pancang dengan 125 individu, 20 jenis tiang dengan 110 individu, 30 jenis pohon dengan 173 individu. Keanekaragaman jenis vegetasi riparian adalah \bar{H} 0,82-1,27 termasuk ke dalam kategori rendah sampai sedang. Pola penyebaran vegetasi pada setiap stasiun menunjukan semua tingkat pertumbuhan vegetasi tersebar secara berkelompok dan hanya tingkat pertumbuhan semai pada sungai bagian hilir tersebar secara acak. Berdasarkan hasil uji laboratorium kualitas air Sungai Kubang nilai BOD 1-2, COD 3,0-13, DO 4,05-4,47, pH 7,12-7,78, TSS 5,0-10, TDS 24-25 masuk kedalam standar baku mutu air. Kata kunci: Pola distribusi, keanekaragaman, fisik-kimia, vegetasi riparian.
Co-Authors . Burhanuddin A F Tanjung Abdurrani Muin Adriana Yunita Ahmad Muslim ahmad yani Al bertus, Al Arrafi Nursyahdi Augustine Lumangkun Ayu Wahyuni Bachrun Nurdjali Bibiana Ating Andewi Budiyana, . Bur hanuddin Bur hanudin Cassanova, Kresna Destiana, Destiana Dewi Kurniasih Dora, Dora Dwi Astiani Dwi Yoga Budi Pranoto Elok Susilawati Emi Roslinda Eni, Anggelia Erianto Erianto Erianto, . Erianto, . Fachrudin, Abang Fernandi, Gregoius Florensius, Marselinus Gusti Hardiansyah Hafiz Ardian Hairunnsisah, . Hapzi Ali Hari Prayogo Hariska, Hariska Harmoko, Eko Puji Haryono, Zuhry Hasan Ashari Oramahi Herlina Darwati Ibab, Sumiati Iskandar A M Iskandar A M Jannah, Farida Nurul Jawek, Asmanto Juita, Sumyndra Kalsum, Emilya Karmelitha, Yolanda Lestari, Andriyani Limpa, Octavianus Linoria, Rose Merry Melawati Lolyta Sisillia Luh Putu Ratna Sundari Lumangkun, Agustine manurung, kartika chandra Mardekawati Linda Margawuk, Maulidya Marissa, Dila Marwanto Marwanto Mohammad Taufiq Hidayat Muflihati, . Muhammad Irfan Nita Mariana Nur Rizkiyah Oktebriyani, Putri Nurul Prabowo, Apik Pranoto, Dwi Yoga B Purbowo, Satriyo DS Putra, Diki Heryanto Ratna Herawatiningsih Rawani, Muhammad Dandi Riya, Riya Rosa, Nandini Safitri, Melia Sarma Siahaan Satri Lestari Septi Damiska Septiawan, Safri Setiawan, David Agus Simaremare, Emika Siti Masitoh Kartikawati Sofyan Zainal Sofyan Zainal Sulistiawati, Nanda Taufik, Nur Mohammad Trecyana, Lana Ulandari, Sari Wahyu Erwanto Widhanarto Oki Ganjar Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yeni Mariani Yuniarty, Rinny Zainudin Zainudin Zuhry Haryono