Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FASILITAS WISATA ALAM GUNUNG SOPUTAN: Arsitektur Organik Daniel Mawati; Pierre H. Gosal; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alam dan segala hal yang berkaitan gunung, laut dan pepohonan tak lepas juga kaitan hubungan dengan akal dan pikiran manusia serta keadaan sosial, ekonomi, dan geografis masyarakat. Pentingnya suatu Fasilitas Wisata Alam pegunungan yang selain menjadi tempat hiburan namun lebih dari itu sebagai area rekreasi hutan membawa pengunjung lebih dekat dengan alam. Minahasa adalah kabupaten yang mempunyai wilayah penduduk di perbukitan tinggi atau pegunungan di bandingkan penduduk di wilayah pesisir pantai. Namun tempat wisata alam yang ada masih kurang dan belum memadai. Menurut pengamatan awal, banyak pengunjung wisata pegunungan di Minahasa. Namun di karenakan tidak adanya fasilitas penunjang yang tidak tertata dan tidak di buatkan suatu fasilitas yang mewadahi dan bersifat edukatif, maka sering terjadinya kerusakan alam di sekitarnya. Lokasi terpilih dalam perancangan ini bertempat di Kabupaten Minahasa tepatnya di Kecamatan Langowan Barat, di Desa Tumaratas 2, Lokasi yang berada di kawasan Gunung Soputan atau berada di kaki Gunung Soputan. Kehadiran Fasilitas Wisata Alam pegunungan yang selain menjadi tempat hiburan namun lebih dari itu sebagai area rekreasi hutan membawa pengunjung lebih dekat dengan alam. Usaha perencanaan perancangan Fasilitas Alam Gunung Soputan memiliki tingkat fisibilitas yang besar, dilihat dari sektor pariwisata dan karena biaya operasionalnya dibiayai oleh pihak swasta dan diawasi oleh pemerintah, nilai ekonomi ini dianggap menguntungkan. Pendekatan Arsitektur Organik menjadi tema pilihan dimana akan diadukan antara bentuk dan ruang serta konsep dalam bangunan yang dimana alam tetap dapat menyatu dengan manusia tanpa hilangnya unsur modern. Kata Kunci: Wisata, Gunung Soputan, organik
IMPLEMENTASI KONSEP ARSITEKTUR ORGANIK (FRANK LLOYD WRIGHT) PADA PERANCANGAN RESORT DI DANAU MOAT Agung W. Matfiqih; Cynthia E. V. Wuisang; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dengan perkembangan Tempat Wisata di Bolaang Mongondow Timur yang semakin hari semakin bertambah namun banyak fasilitas yang belum tersedia di Bolaang Mongondow seperti Tempat penginapan untuk menampung para Wisatawan yang datang menjadi permasalahan saat ini di Bolaang Mongondow Timur,dengan perencanaan dan perancangan Objek Resort di Danau Moat ini dapat melengkapi Fasilitas di Bolaang Mongondow Timur. Dan juga kurangnya lapangan kerja untuk masyarakat yang ada di sekitar lokasi yaitu di desa Moat Kecamatan Modayag namun dengan adanya Objek Resort ini dapat menambah lapangan kerja untuk Masyarakat sekitar. Hasil dari objek ini adalah untuk membuat perencanaan dan perancangan Resort di Danau Moat dengan Tema Arsitektur Organik Frank Llyod Wright,dengan Tema ini Bangunan akan selaras dengan Tapak dan Tidak merusak lingkungan sekitar dan menggunakan Material Alami yang ada di sekitar. Kata Kunci: Resort di Danau Moat, Arsitektur Organik Frank Lloyd Wright.
PUSAT PENELITIAN DAN LITERASI BOTANI DI SULAWESI UTARA: Arsitektur Ekologi Anna P. Jempormase; Suryono; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulawesi termasuk dalam tujuh wilayah utama biogeografi di Indonesia, yang artinya merupakan wilayah dengan penyebaran jenis flora beraneka ragam, termasuk Sulawesi Utara yang memiliki Taman Hutan Raya Gunung Tumpa. Dari hasil inventaris biofisik hutan yang dilakukan pada tahun 2017 oleh Dinas Kehutan Sulawesi Utara, terdapat jumlah rata-rata 5 pohon per plot dengan volume rata-rata 2.33m^2 per plot pegnamatan pada Taman Hutan Raya Gunung Tumpa. Dengan potensi alam tersebut diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti sumber daya genetik yang ada, sehingga membutuhkan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan aktifitas penlitian mengenai botani dan juga rekreasi botanikal bagi masyarakat untuk kepentingan edukasional sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan alam. Objek perancangan Pusat Penelitian Dan Literasi Botani Di Sulawesi Utara ini diharapkan dapat menampung kebutuhan masyarakat tersebut. Penggunaan Arsitektur Ekologis sebagai pendekatan tematikal yang dipilih juga dapat menyelaraskan hasil perancangan objek dengan alam sekitar sehingga menjadi padu. Kata Kunci: Pusat Penelitian, Sulawesi Utara, Arsitektur Ekologi
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL RUMAH YANG MEMILIKI POHON DI PEKARANGAN PADA PERUMAHAN MAHKOTA SIOW KOTA MANADO Priscilla N. Gosal; Sangkertadi; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Penelitian ini bertujuan untuk didapati hasil kenyamanan pada hunian yang dipengaruhi oleh adanya Pohon. Terdapat berbagai variabel didalam studi ini yang dibatasi yakni suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, suhu radiasi, aktivitas manusia, dan insulasi pakaian. Dalam proses yang dilalui dalam penelitian dengan membandingkan kondisi rumah yang ada pohon dan tidak ada pohon, akan diketahui seberapa besar kenyamanan yang ada baik ruamah yang ada pohon dan tidak ada pohon. Dengan dilakukan pengukuran secara langsung ke rumah yang akan diteliti untuk mendapatkan data suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, suhu radiasi, aktivitas manusia, dan insulasi pakaian. Lalu terdapat kuisioner untuk penghuni rumah yang nantinya akan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh melalui pengukuran. Kemudian dilakukan perhitungan menggunakan program computer yaitu Deltalog 10 untuk mendapatkan hasil kenyamanan termal PMV dan PPD didalam ruangan rumah baik yang ada pohon dan rumah yang tidak ada pohon. Jadi hasilnya menunjukkan bahwa temperature rumah yang ada pohon lebih rendah dari pada rumah yang tidak ada pohon karena pohon berperan penting dalam keseimbangan kenyamanan termal, untuk menciptakan kenyamanan termal pada bangunan hunian beriklim tropis – lembab dengan meminimalisir tingginya temperatur udara, dijadikan sebagai peneduh, mengurangi polusi udara, mengeluarkan oksigen, dan mengurangi terjadinya pemanasan global dan dapat meningkatkan kenyamanan. Kata kunci : kenyamanan termal, pohon, hunian, tropis lembab