Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PUSAT AUTISME DI MANADO. Arsitektur Perilaku (Ruang Personal) Christie S. A. Rorah; Cynthia E. V. Wuisang; Ricky M. S. Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30160

Abstract

Anak adalah pemberian Tuhan. Anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus citacita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Anak adalah orang yang mempunyai pikiran, perasaan, sikap dan minat dengan segala keterbatasan serta merupakan mahluk yang membutuhkan pemeliharaan, kasih sayang dan tempat bagi perkembangannya. Semua anak terlahir dengan keadaan normal, tetapi ada beberapa anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus salah satunya adalah anak autis. Menelusuri tingkat autisme di seluruh dunia memiliki banyak tantangan. Ini karena banyak negara tidak mendapatkan atau melaporkan tingkat autisme mereka. Juga tidak ada kriteria spesifik dan seragam untuk menilai autisme. Bahkan jika ada, ada banyak negara yang tidak memiliki sumber daya untuk melakukan penilaian. perancangan menggunakan pendekatan arsitektur perilaku yaitu ruang personal. Bangunan ini diharapkan dapat menjadi bangunan yang tepat untuk sekolah, pusat terapi dan bangunan autis lainnya. Diharapkan Pusat Autisme ini dapat memaksimalkan segala bentuk kebutuhan dan fasilitas penyembuhan yang berguna untuk anak autis. Karena anak autis juga adalah manusia yang membutuhkan hak untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan.Kata kunci: Anak, Autis, Ruang Personal, Perancangan, Manado
PUSAT PELATIHAN DAN EKSIBISI TATA BUSANA DI MANADO. Arsitektur Metafora Christanty Srirejeki; Cynthia E. V. Wuisang; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31152

Abstract

Perkembangan fashion yang pesat pada masa kini memberikan dampak pada bidang tata busana, dimana pelaku dan peminat tata busana semakin banyak bermunculan. Di Indonesia sendiri khususnya Kota Manado merupakan salah satu kota yang dengan cepat bisa mengikuti perkembangan fashion, namun industri fashionnya belum cukup terlihat. Oleh karena itu, diperlukan suatu wadah pendidikan yang bisa mengembangkan bakat dan minat dalam membuat busana serta mendesain model sampai cara memadukan karya mereka sendiri. Dimana tersedia fasilitas lengkap untuk menciptakan karya, memberikan informasi rancangan dan mempromosikan rancangan, memperagakan berbagai mode, serta mengembangkan diri seperti pembentukan mental dan kepercayaan diri, etika dan sikap professional. Dengan adanya Pusat Pelatihan dan Eksibisi Tata Busana ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin mempelajari ilmu dan perancangan fashion dari awal dan lebih dalam lagi, yang tidak hanya melahirkan desainer dan model yang berkualitas dan professional dan juga membantu meningkatkan perkembangan mode dan perekonomian di Indonesia, khususnya di Manado. Dan juga bisa memfasilitasi setiap acara berupa pameran tata busana, maupun pesta pernikahan. Tema perancangan yang digunakan untuk bangunan ini yaitu Arsitektur Metafora. Konsep yang diterapkan adalah Metafora Tangible, yang mengambil bentuk dari kepompong ulat sutera.Kata Kunci: Fashion, Pusat Pelatihan dan Eksibisi Tata Busana, Arsitektur Metafora
PUSAT LAYANAN KANKER DI MANADO. Biofilik Arsitektur Jessica M. Walukow; Octavianus H. A. Rogi; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.32078

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang sensitif dan dapat menimbulkan gangguan psikis terhadap penderita karena membuat penderita takut dan strs untuk menanggapi penyakit tersebut lebih lanjut sehingga tidak sedikit penderita yang kehilangan nyawanya akibat takut dan stres.. Melihat permasalahan ini, muncul tujuan untuk mendesain sebuah Pusat Layanan Kanker dengan penerapan tema Arsitektur Biofilik di Sulawesi Utara, tepatnya di kota Manado, Kecamatan Mapanget dengan tujuan menghadirkan layanan informasi khusus tentang Kanker yang diharapkan dapat memberikan suasana yang tenang dan damai bagi para pengunjung yang terkait didalamnya para pasien dan keluarganya juga masyarakat luas.Kata Kunci : Pusat Layanan Kanker, Arsitektur Biofilik, Manado
IDENTIFIKASI LANSEKAP BERSEJARAH DI KECAMATAN KAIDIPANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Petrik Runtuwene; Cynthia E. V. Wuisang; Alvin J. Tinangon
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v18i1.37061

Abstract

The historical event is a journey of the nation starting from the era of the Hindu, Buddhist and Islamic style kingdoms, to the era of European colonization. The arrival of foreign nations in the past has left many sites and areas of cultural and historical value as valuable assets that describe people's lives in the past. Based on its history, the Great Kaidipang kingdom was a combination of the Kaidipang kingdom and the Bolangitang kingdom. The residential area of the Kaidipang community still maintains its customs. However, the Kaidipang sub-district experienced a change in the cultural landscape due to the changing times. The purpose of this study was to identify historical landscapes in Kaidipang District, North Bolaang Mongondow Regency and analyze the characteristics of historical landscapes in Kaidipang District, Bolaang Mongondow Regency. The method used in this research is descriptive qualitative by collecting historical landscape data in Kaidipang District. Descriptive analysis was conducted to determine the characteristics of the historical landscape in the study area. The results of this study indicate that settlements in Kaidipang District follow the same pattern as the royal era under the leadership of King Sam Suit Pontoh which is divided into 2, namely the northern region and the southern region where these two areas also have the same landscape, namely linear (settlement pattern follows the road). . The residential area used to be divided into 2, namely residential areas and agricultural areas, but with the expansion of the North Bolaang Mongondow Regency, land conversion occurred so that the distribution of the community tends to the north and south areas. The cultural landscape of the Kaidipang community has its own characteristics related to traditions, settlement culture, and landscape order. The analysis carried out on eleven components of the formation of the cultural landscape characteristics of the Kaidipang Community is a type of landscape character that is still traditional and life relies on the surrounding natural environment and agricultural products. The life of the people still upholds the values of tradition and culture that are still practiced.
PAPUA MIX-USE BUILDING DI KOTA JAYAPURA: Implementasi Arsitektur Hi-tech Nidia Rantia; Frits O. P. Siregar; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang diikuti dengan pertambahan hunian dan fasilitas lainnya menyebabkan penyempitan lahan sehingga berpengaruh pada harga tanah yang semakin mahal. Meningkatnya kebutuhan akan hunian masyarakat di pusat Kota Jayapura pada kondisi lahan yang cukup kecil ini menjadikan konsep pembangunan kearah vertikal merupakan solusi dari kondisi tersebut. Perancangan objek ini bertujuan untuk mewadahi kebutuhan hunian, jual-beli serta refreshing dalam satu objek arsitektural pada kawasan yang dinamis serta strategis melalui penerapan tema Arsitektur Hi-tech dan memberikan aspek-aspek pendukung aktifitas yang lebih aman mudah dan nyaman baik didalam bangunan maupun diarea sekitar Kawasan. Papua Mix-use Building yang berada di pusat Kota Jayapura dengan pengimplementasi tema arsitektur Hi-tech diharapkan mampu menjadi referensi dalam suatu perancangan bangunan multi fungsi. Melalui Perancangan yang terukur, mampu menjawab akan kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang nyaman dan aman dengan fasilitas jual-beli yang mudah dan fleksibel didalam satu tapak. Begitu pula dengan karakteristik tema rancangan yang sesuai dengan pemanfaatan objek. Sehingga menciptakan bangunan kokoh dan estetik dengan penggunaan struktur yang ditonjolkan dan warna-warna natural dari material. Hal ini juga mendukung citra bangunan, menjadi ciri yang melekat dan mudah diingat. Yang paling utama perencanaan yang tepat pada bangunan Papua Mix-use Building didalam tapak memberi nilai tambah pada aspek Ekologi, Sosial dan Ekonomi. Kata Kunci: Papua Mix-use Building, Arstitektur Hi-tech, Kota Jayapura
MIX-USE TERMINAL DAN PUSAT PERBELANJAAN DI TAHUNA: Arsitektur Neo Vernakular Oscar V. Tatengkeng; Cynthia E. V. Wuisang; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminalimerupakan tempat berpusatnyaitransportasi yangisangat dibutuhkanioleh masyarakat berkaitanidengan transportasi darat . Terminali termasukisalah satu unit pelayananiumum dalam hal transportasi yaitu dalam pergerakan serta perpindahan manusia dan barang dari suatu tempat ke tempat lainiyang merupakan simpulidari sistem jaringanitransportasi. Pusat perbelanjaan dalm parawisata merupakan wadahi bagi perdagangan, pasari yang asli setempat (indigenous, native) yang berlangsung isejak lama. Menurut Max Waber,memandang suatu tempatiitu kota jikaipenghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannyailewat pasar setempat. Oleh sebab itu pasaribisa di katakan dapat menjadiisebuah ciri khas dan meningkatkanicitra suatuikawasan menjadiilebih baik. Terkaitidenganiakses suatu kawasan parawisata, moda transportasi termasuk elemen yang penting dalam parawisata yang berperan dalam memudahkaniakses dalam keterjangkauanitempat wisata. Sementara fasilitas yangidibutuhkan lebih disarankan kedalam pembangunan dan perbaikan fasilitas umum seperti angkutan umum dan wadah bagi angkutan umum. Kondisi transportasi di Kabupaten Tahuna saat ini terdiri atas angkutanitradisionalibecak, dan taksi sebagai angkutanitransportasi umum yang dapat mengantaripenumpang ke seluruh tujuan tanpa pembagian rute atau jaluriarah kendaraan. Kondisi – kondisiiini menyebabkan terjadi ketidakaturan dalam lalu lintasikendaraan umum di Kabupaten Tahuna yang menimbulkan masalah kecelakaan akibat kacaunya lintasanikendaraan umum. Konsep Perancangan MIX-USE Terminal dan Pusat Perbelanjaan KabupateniKepulauan Sangiheikhususnya KotaiTahuna menerapkanitema ArsitekturiNeo Vernakularipada bangunan, yang memunculkaniikon baruidengan tetap mempertahankan unsur-unsuritradisional di kotaiTahuna. Kata Kunci: terminal, perbelanjaan, neo vernakular
FASILITAS WISATA ALAM GUNUNG SOPUTAN: Arsitektur Organik Daniel Mawati; Pierre H. Gosal; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alam dan segala hal yang berkaitan gunung, laut dan pepohonan tak lepas juga kaitan hubungan dengan akal dan pikiran manusia serta keadaan sosial, ekonomi, dan geografis masyarakat. Pentingnya suatu Fasilitas Wisata Alam pegunungan yang selain menjadi tempat hiburan namun lebih dari itu sebagai area rekreasi hutan membawa pengunjung lebih dekat dengan alam. Minahasa adalah kabupaten yang mempunyai wilayah penduduk di perbukitan tinggi atau pegunungan di bandingkan penduduk di wilayah pesisir pantai. Namun tempat wisata alam yang ada masih kurang dan belum memadai. Menurut pengamatan awal, banyak pengunjung wisata pegunungan di Minahasa. Namun di karenakan tidak adanya fasilitas penunjang yang tidak tertata dan tidak di buatkan suatu fasilitas yang mewadahi dan bersifat edukatif, maka sering terjadinya kerusakan alam di sekitarnya. Lokasi terpilih dalam perancangan ini bertempat di Kabupaten Minahasa tepatnya di Kecamatan Langowan Barat, di Desa Tumaratas 2, Lokasi yang berada di kawasan Gunung Soputan atau berada di kaki Gunung Soputan. Kehadiran Fasilitas Wisata Alam pegunungan yang selain menjadi tempat hiburan namun lebih dari itu sebagai area rekreasi hutan membawa pengunjung lebih dekat dengan alam. Usaha perencanaan perancangan Fasilitas Alam Gunung Soputan memiliki tingkat fisibilitas yang besar, dilihat dari sektor pariwisata dan karena biaya operasionalnya dibiayai oleh pihak swasta dan diawasi oleh pemerintah, nilai ekonomi ini dianggap menguntungkan. Pendekatan Arsitektur Organik menjadi tema pilihan dimana akan diadukan antara bentuk dan ruang serta konsep dalam bangunan yang dimana alam tetap dapat menyatu dengan manusia tanpa hilangnya unsur modern. Kata Kunci: Wisata, Gunung Soputan, organik
IMPLEMENTASI KONSEP ARSITEKTUR ORGANIK (FRANK LLOYD WRIGHT) PADA PERANCANGAN RESORT DI DANAU MOAT Agung W. Matfiqih; Cynthia E. V. Wuisang; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dengan perkembangan Tempat Wisata di Bolaang Mongondow Timur yang semakin hari semakin bertambah namun banyak fasilitas yang belum tersedia di Bolaang Mongondow seperti Tempat penginapan untuk menampung para Wisatawan yang datang menjadi permasalahan saat ini di Bolaang Mongondow Timur,dengan perencanaan dan perancangan Objek Resort di Danau Moat ini dapat melengkapi Fasilitas di Bolaang Mongondow Timur. Dan juga kurangnya lapangan kerja untuk masyarakat yang ada di sekitar lokasi yaitu di desa Moat Kecamatan Modayag namun dengan adanya Objek Resort ini dapat menambah lapangan kerja untuk Masyarakat sekitar. Hasil dari objek ini adalah untuk membuat perencanaan dan perancangan Resort di Danau Moat dengan Tema Arsitektur Organik Frank Llyod Wright,dengan Tema ini Bangunan akan selaras dengan Tapak dan Tidak merusak lingkungan sekitar dan menggunakan Material Alami yang ada di sekitar. Kata Kunci: Resort di Danau Moat, Arsitektur Organik Frank Lloyd Wright.
PUSAT PENELITIAN DAN LITERASI BOTANI DI SULAWESI UTARA: Arsitektur Ekologi Anna P. Jempormase; Suryono; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulawesi termasuk dalam tujuh wilayah utama biogeografi di Indonesia, yang artinya merupakan wilayah dengan penyebaran jenis flora beraneka ragam, termasuk Sulawesi Utara yang memiliki Taman Hutan Raya Gunung Tumpa. Dari hasil inventaris biofisik hutan yang dilakukan pada tahun 2017 oleh Dinas Kehutan Sulawesi Utara, terdapat jumlah rata-rata 5 pohon per plot dengan volume rata-rata 2.33m^2 per plot pegnamatan pada Taman Hutan Raya Gunung Tumpa. Dengan potensi alam tersebut diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti sumber daya genetik yang ada, sehingga membutuhkan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan aktifitas penlitian mengenai botani dan juga rekreasi botanikal bagi masyarakat untuk kepentingan edukasional sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan alam. Objek perancangan Pusat Penelitian Dan Literasi Botani Di Sulawesi Utara ini diharapkan dapat menampung kebutuhan masyarakat tersebut. Penggunaan Arsitektur Ekologis sebagai pendekatan tematikal yang dipilih juga dapat menyelaraskan hasil perancangan objek dengan alam sekitar sehingga menjadi padu. Kata Kunci: Pusat Penelitian, Sulawesi Utara, Arsitektur Ekologi
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL RUMAH YANG MEMILIKI POHON DI PEKARANGAN PADA PERUMAHAN MAHKOTA SIOW KOTA MANADO Priscilla N. Gosal; Sangkertadi; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Penelitian ini bertujuan untuk didapati hasil kenyamanan pada hunian yang dipengaruhi oleh adanya Pohon. Terdapat berbagai variabel didalam studi ini yang dibatasi yakni suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, suhu radiasi, aktivitas manusia, dan insulasi pakaian. Dalam proses yang dilalui dalam penelitian dengan membandingkan kondisi rumah yang ada pohon dan tidak ada pohon, akan diketahui seberapa besar kenyamanan yang ada baik ruamah yang ada pohon dan tidak ada pohon. Dengan dilakukan pengukuran secara langsung ke rumah yang akan diteliti untuk mendapatkan data suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, suhu radiasi, aktivitas manusia, dan insulasi pakaian. Lalu terdapat kuisioner untuk penghuni rumah yang nantinya akan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh melalui pengukuran. Kemudian dilakukan perhitungan menggunakan program computer yaitu Deltalog 10 untuk mendapatkan hasil kenyamanan termal PMV dan PPD didalam ruangan rumah baik yang ada pohon dan rumah yang tidak ada pohon. Jadi hasilnya menunjukkan bahwa temperature rumah yang ada pohon lebih rendah dari pada rumah yang tidak ada pohon karena pohon berperan penting dalam keseimbangan kenyamanan termal, untuk menciptakan kenyamanan termal pada bangunan hunian beriklim tropis – lembab dengan meminimalisir tingginya temperatur udara, dijadikan sebagai peneduh, mengurangi polusi udara, mengeluarkan oksigen, dan mengurangi terjadinya pemanasan global dan dapat meningkatkan kenyamanan. Kata kunci : kenyamanan termal, pohon, hunian, tropis lembab