Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Susu Jagung sebagai Diversifikasi Produk Hasil Pertanian Kelompok Wanita di Desa Butu Bone Bolango Sakinah Ahyani Dahlan; Silvana Apriliani; Yoyanda Bait
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan kelompok wanita di Desa Butu, Kabupaten Bone Bolango, dalam memanfaatkan jagung manis menjadi susu jagung sebagai salah satu bentuk diversifikasi hasil pertanian. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode penyuluhan, diskusi, dan praktik langsung yang mencakup tahap persiapan bahan, pembuatan sari jagung, proses pemanasan dan pencampuran, pengemasan, pelabelan, hingga simulasi pemasaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa jagung manis yang selama ini lebih banyak dijual dalam kondisi segar dapat dikembangkan menjadi minuman nabati bernilai tambah dan berpotensi sebagai produk usaha. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pemasaran luring dan daring, pengembangan merek, pembuatan label, inovasi rasa, serta pentingnya pemenuhan legalitas produk. Susu jagung berpeluang menjadi alternatif minuman bergizi sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi kelompok wanita di Desa Butu. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan lanjutan untuk meningkatkan mutu produk serta mendukung pengurusan izin PIRT, sertifikasi halal, dan izin edar BPOM.
Transformasi Jagung menjadi Maizena sebagai Diversifikasi Pangan dari Komoditas Unggulan Desa Tamboo Widya Rahmawaty Saman; Sakinah Ahyani Dahlan; Marleni Limonu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan komoditas utama di Desa Tamboo, Kabupaten Bone Bolango, namun pemanfaatannya masih terbatas sebagai pakan ternak sehingga belum memberikan nilai tambah optimal bagi masyarakat. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk memperkenalkan teknologi tepat guna (TTG) pengolahan jagung menjadi maizena sebagai salah satu strategi diversifikasi pangan dan pengembangan usaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi, penyuluhan, pelatihan, praktik produksi, dan evaluasi partisipatif. Proses pembuatan maizena dilakukan dengan tahapan sederhana, mulai dari pemipilan, perendaman, penggilingan, penyaringan, pengendapan, pengeringan, hingga pengemasan dengan peralatan rumah tangga yang mudah diperoleh. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, ditandai dengan kemampuan peserta memproduksi maizena secara mandiri, memahami analisis usaha sederhana, serta mengenal strategi pemasaran digital. Evaluasi juga memperlihatkan tingkat penerimaan yang tinggi, di mana mayoritas peserta menilai kegiatan bermanfaat, mudah diterapkan, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Dengan demikian, pengolahan jagung menjadi maizena mampu mendukung diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi berbasis komoditas lokal.
Pengaruh Penyimpanan pada Suhu Ruang dan Suhu Dingin terhadap Karakter Fisik Pisang Sakinah Ahyani Dahlan; Widya Rahmawaty Saman; Marleni Limonu; Husain Panggi; Dwi Cahyani Amelia
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v9i1.1342

Abstract

Penyimpanan produk pertanian berupa pisang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan kualitas sebelum pemasaran, mencegah pasokan berlebihan ke pasar, dan memperpanjang periode pemasaran komoditas pisang. Umumnya pisang mengalami kerusakan akibat pola respirasi yang terjadi pada setiap produk pangan khususnya komoditi hortikultura yang diakibatkan oleh pematangan sel terutama setelah komoditi tersebut dipanen. Penanganan pascapanen pada komoditi buah segar membutuhkan teknik yang baik mengingat buahan segar merupakan produk yang lebih sensitif dibandingkan produk lain, karena nilai kadar air yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu ruangan dan suhu dingin terhadap karakteristik fisik pisang Barangan, pisang Uli, pisang Kepok, dan pisang Goroho. Penelitian ini dianalisis dengan metode deskriptif menggunakan 4 jenis pisang yang berbeda selama penyimpanan 10 hari pada 2 suhu yang berbeda yaitu suhu dingin dan suhu ruangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah karakteristik fisik seperti penampilan visual pisang pada suhu penyimpanan ruangan mengalami penurunan warna lebih cepat dibandingkan dengan penyimpanan pada suhu dingin. Hasil lainnya adalah penurunan berat pisang yang disimpan pada suhu ruangan diketahui lebih tinggi dibandingkan dengan pisang yang disimpan pada suhu dingin. Data mengenai diameter pisang menunjukkan bahwa yang disimpan pada suhu ruangan menurun lebih rendah dibandingkan pada suhu dingin. Perubahan rasa pisang yang disimpan pada suhu ruangan lebih cepat dibandingkan pada suhu dingin.