Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG SARANA PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI DESA BINANGGA KECEMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI Saiful A; Lexy Kareba
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 23 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesmas-IJ, September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas merupakan suatu unit fungsional strata pertama yang merupakan ujung tombak pusat pelayanan kesehatan yang wajib menyelenggarakan pelayanan dan pemeliharaan kesehatan secara bermutu, terjangkau, adil dan merata kepada masyarakat dalam wilayah kerjanya. Jumlah kunjungan di wilayah kerja Puskesmas Marawola pada tahun 2017 sebesar 7551 orang, tahun 2018 mengalami peningkatan jumlah kunjungan menjadi 7890 orang dan tahun 2019 kembali mengalami penurunan jumlah kunjungan sebesar 6371 orang, dengan data kunjungan terendah dari Desa Binangga. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan dan sikap masyarakattentang pemanfaatan pelananan Puskesmas di Desa Binangga Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Jenis Penelitian adalah deskriptif.Variabel dalam penelitian ini terdiri dari pengetahuan, sikap tentang pemanfaatan sarana pelananan Puskesmas. Data diperoleh melalui data primer dan sekunder dengan menggunakan analisa univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang tercatat pada data penduduk Desa Binangga Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi dengan jumlah 311 jiwa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang yang dihitung dengan metode proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa15 responden (38,5%) dengan kategori pengetahuan kurang baik dan 24 responden (61,5%) dengan kategori pengetahuan baik. Untuk sikap terdapat 18responden (46,2%) dengan kategori sikap kurang baik dan 21 responden (53,8%) dengan kategori sikap baik. Pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pemanfaatan sarana pelayanan Puskesmas sudah baik.Diharapkan kepada pemerintah desa Binangga dan pihak Puskesmas untuk selalu berkoordinasi melakukan promosi kepada masyarakat akan pentingnya melakukan kunjungan berobat ke puskesmas.
PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA TINGGEDE WILAYAH KERJA PUSKESMAS TINGGEDE KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI Lexy Kareba; Yeri Dwivatni
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 23 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesmas-IJ, September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data WHO memperkirakan 2,5 miliaratau 40% populasi di dunia berisiko terhadap penyakit DBD terutama yang tinggal di daerah perkotaan di Negara tropis dan subtropis. Hasil wawancara awal pada 5 orang masyarakat di Desa Tinggede, 5 orang menyatakan telah memahami memahami apa yang dimaksud dengan Demam Berdara dengue. bagaimana cara mencegah Demam Berdarah Dengue, 1 orang menjawab, yang terutama adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur), Menggosok atau menyikat dinding tempat penampungan air, mencegah agar nyamuk tidak menepelkan telurnya, dan 2 orang menjawab mencegah Demam Berdarah Dengue hanya dengan melakukan 3M yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur.. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pencegahan demam berdarah. Data yang digunakan data primer dan sekunder. Analisa data dengan menggunakan analisis univariat. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 44 kepalakeluarga. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan kepala keluarga tentang pencegahan demam berdarah baik 31,8%, cukup 38,6%, dan kurang sebanyak 29,5%.Sikap kepala keluarga tentang pencegahan demam berdarah baik 72,7%, cukup 27,3%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat (kepalakeluaraga) tentang pencegahan demam berdarah lebih banyak cukup dan Sikap Masayarakat (Kepala Keluarga) lebih banyak baik. Saran diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat (kepalakeluarga) tentang pentingnya pencegahan demam berdarah dengue.
Analisis Kebutuhan Pasien Rawat Jalan Pada Pelayanan Kesehatan Primer: Studi Kasus Puskesmas Induk Kamaipura Lexy Kareba; Sudirman Sudirman; Subardin AB; Parmi Parmi; Saiful Ambodale; Robert V. Pelima
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 11, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.11.3.2023.281-288

Abstract

According to Law Number 36 of 2009 concerning Health, Article 5, paragraph 2 states that everyone has an equal right to access resources in the health sector and obtain safe, quality, and affordable health services. Health services in Primary Health Care involve two parties, so Assessing the quality of service should involve both the perspective of the Primary health care and the patients. This study aims to measure the aspects most needed by the community in outpatient health services at Pprimary Health Care using service quality indicators. The study uses a quantitative descriptive approach with a factor analysis design. The study was conducted at the Kamaipura Main Primary Health Care, Sigi Regency, Central Sulawesi Province, in 2022. The variables in this study include tangibility, responsiveness, reliability, assurance, and empathy. Data collection was carried out through observations, with the population and sample consisting of all patients who used outpatient services at the Kamaipura Primary Health Care totaling 228 people. Outpatients have two levels of needs divided into two components. Variables are grouped into components based on the highest correlation. The first component consists of variables such as reliability, assurance, tangible, and responsiveness. Variables in the first component can be prioritized as follows: 1) Responsiveness, 2) Tangible, 3) Assurance, 4) Reliability. In conclusion All aspects of healthcare services, such as Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, and Responsiveness, are primary needs for outpatient patients. The analysis indicates that Responsiveness, Tangible, Assurance, and Reliability need improvement.
EDUKASI KESEHATAN PENCEGAHAN SCHISTOSOMIASIS MELALUI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) MASYARAKAT DI DESA PURO KECAMATAN LINDU KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH Jumain; Wahyu; Talindong, Agustinus; Parmi; Kareba, Lexy; Rikwan
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 7 No 02 (2024): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v7.i02.a8389

Abstract

Schistosomiasis di Indonesia disebabkan Schitosoma japonicum ditemukan endemic di dua daerah Sulawesi Tengah, tepatnya di dataran Tinggi Lindu dan Dataran Tinggi Napu, penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh Muller dan Tesch pada tahun 1937. Pada tahun yang sama, Desa Tomado dinyatakan sebagai daerah endemis schitoosomiasis oleh Brug dan Tesch. Masalah Schistosomiasis di daratan tinggi Lindu hanya menyangkut keong sebagai perantara dan cacing sebagai penular. Perilaku masyarakat dalam mendukung ataupun pencegahan terjadinya penularan penyakit sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut. Pengetahuan yang baik terhadap suatu penyakit akan memberikan pengaruh untuk bersikap dan bahkan melakukan tindakan yang dapat mendukung upaya pencegahan penularan terhadap penyakit. Aspek sosial budaya mempunyai peranan dalam penularan schistosomiasis meliputi: pengetahuan, perilaku, kepercayaan masyarakat terhadap schistosomiasis.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pencegahan penyakit Schistosomiasis melalui penggunaan alat pelindung diri (APD) pada masyarakat di desa Puro Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta dapat menjawab kuesioner setelah dilakukan pelaksanaan penyuluhan dengan hasil yang sangat baik sebesar 68.18% dan hasil yang baik sebesar 31.82%. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui penyuluhan diikuti oleh warga desa Poru Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KEAKTIFAN IBU MEMBAWA BALITA KE POSYANDU DI DESA TAGOLU KECAMATAN LAGE KABUPATEN POSO Lexy Kareba; Jean Susanti Laeto
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 24 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESMAS – IJ (INDONESIA JAYA)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita. Salah satu upaya dengan melakukan penimbangan berat badan balita di Posyandu. Namun kenyataannya kunjungan ibu membawa balita ke Posyandu belum memenuhi target puskesmas yaitu 80%. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara pendidikan dan pekerjaan ibu dengan keaktifan ibu membawa balita ke Posyandu di Desa Tagolu Kecamatan Lage Kabupaten Poso tahun 2023. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel penelitian ini adalah Pendidikan dan pekerjaan (independen) dan keaktifan ibu keposyandu (Dependen). Data yang digunakanadalah data primer dan sekunder. Analisis data dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita sebesar 71 orang, dengan sampel total populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan Pendidikan pekerjaan ibu dengan keaktifan ibu membawa balita ke posyandu nilai p-value = 0,007 (p < 0,05) dan ada hubungan pekerjaan ibu dengan keaktifan ibu membawa balita keposyandu p-value = 0,016 (p < 0,05) Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pendidikan dan pekerjaan ibu dengan keaktifan ibu membawa balita ke posyandu di Desa Tagolu. Disarankan bagi petugas kesehatan di Desa Tagolu Kecamatan Lage Kabupaten Poso khususnya bagian Kesehatan Balita agar lebih aktif melakukan penyuluhan tentang pentingnya keaktifan membawa balita ke Posyandu.
SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT DALAM PENURUNAN STUNTING Jumain Jumain; Wahyu Wahyu; Agustinus Talindong; Subardin AB; Robert V. Pelima; Lexy Kareba; Rikwan Rikwan; Parmi Parmi; Veny Mornalita Kolupe
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22819

Abstract

Abstrak: Stunting jika tidak segera ditangani akan berdampak buruk dimasa depan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah melakukan sosialisasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dengan cara pemberian informasi tentang stunting karena dapat membentuk perilaku yang baik. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan ibu tentang cara pencegahan stunting. Kegiatan sosialisasi ini menggunakan metode penyuluhan dengan media powerpoint dan leafleat yang dihadiri 20 orang ibu. Evaluasi yang dilakukan pada kegiatan ini dengan melihat hasil jawaban yang diperoleh dari pretest dan posttes dari pada peserta. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan skor pengetahuan ibu sebelum diberikan sosialisasi terdapat 19 ibu (95%) dengan pengetahuan kurang tentang stunting dan setelah diberikan sosialisasi terjadi peningkatan pada pengetahuan ibu menjadi baik sebanyak 17 ibu (85%). Saran yang dapat diberikan adalah perlu adanya peningkatan sosialisasi atau penyuluhan tentang stunting.Abstract: Stunting, if not treated immediately, will have negative impacts in the future. One effort that can be made to prevent stunting is by conducting outreach to pregnant women and mothers with toddlers by providing information about stunting because it can shape good behavior. This outreach activity aims to increase mothers' understanding and knowledge about how to prevent stunting. This socialization activity used the counseling method using PowerPoint and leaflets which was attended by 20 mothers. Evaluation is carried out in this activity by looking at the results of the answers obtained from the pretest and posttest from the participants. The result of this activity was that there was an increase in mothers' knowledge scores before being given the socialization, there were 19 mothers (95%) with poor knowledge about stunting and after being given the socialization there was an increase in mothers' knowledge to good for 17 mothers (85%). Suggestions that can be given are the need to increase socialization or education about stunting.
Parenting Patterns for Pre-School Age Children at Al-Khairat Kindergarten Wahyu; Talindong, Agustinus; Jumain; Kareba, Lexy; Saiful Ambodale; Parmi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 11: NOVEMBER 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i11.6223

Abstract

Introduction: Parenting patterns are classified into three, namely authoritarian parenting models, permissive parenting models and democratic parenting models. During interviews with several children's parents, parents said that their children were difficult to direct, they did not hear what was being said, their children often threw tantrums such as throwing, hitting them if their wishes were not met, there were also children who did not want to talk when gathered with the family, children only wanted to talk. when parents ask. Objective: The aim of the research is to determine the parenting patterns of parents and the emotional development of preschool age children at Al-Khairaat Parigi Kindergarten, Loji Village, Parigi Moutong Regency.. Method: This research method uses a quantitative design with a descriptive research design. The variables in this research are parenting patterns, with the types of data used namely primary data and secondary data, data analysis uses univariate analysis. The population in this study was 56 people and the sample was 36 people with a sampling technique, namely simple random sampling Result: The research results showed that democratic parenting was 23 respondents (63.9%), permissive parenting was 9 respondents (25.0%) and authoritarian parenting was 4 respondents (11.1%). Conclusion: Most respondents apply a democratic parenting style to preschool-aged children at Al-Khairaat Kindergarten, Loji Village, Parigi Moutong Regency. The advice from this research is that it is hoped that parents and schools will pay attention to which parenting style will be given to children so that they can develop optimal emotional development.
Edukasi Pemanfaatan Pembuatan Kapsul Nanopartikel dari Tanaman Pinang (Areca catechu L) sebagai Upaya Terapi Adjuvan Pencegahan Schistosomiasis di Desa Alitipu Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah: Education on the Utilization of Making Nanoparticle Capsules from Areca Nut Plants (Areca catechu L) as an Adjuvant Therapy Effort for Schistosomiasis Prevention in Alitipu Village, North Lore District, Poso Regency, Central Sulawesi Tandi, Joni; Magfirah, Magfirah; Kareba, Lexy; Handayani, Tien Wahyuni
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i3.8420

Abstract

Alitupu Village, located in Napu Valley, North Lore District, Poso Regency, Central Sulawesi Province has the highest prevalence rate of schistosomiasis in humans, which is around 3.36%. Praziquantel as an antischistosomiasis causes side effects such as increased SGPT and SGOT, which is an obstacle in eradicating schistosomiasis, therefore developing natural resources with plants that have been proven to have properties as anthelmintic drugs, namely areca nut in the form of nanoparticles to maximize the biological availability of drugs given orally. This community service activity was carried out for 2 days in community groups and Gapoktan farmer groups with a socialization method by providing a pre-test, posters followed by a discussion session, questions and answers, and post-test and practice of making areca nut nanoparticles and making toilets followed by measuring satisfaction with community service by giving questionnaires to a total of 50 respondents. The results of the activity, the community was very enthusiastic and could increase their knowledge through the post-test. From the pretest calculation results of 24.4 and the posttest results obtained 86.8 people know how to prevent schistosomiasis. The results of the community satisfaction assessment showed that in general partners were satisfied with the activity by 92%. It can be concluded that this PKM activity is very beneficial for the people of Alitipu Village.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Masyarakat Tentang Hipertensi di Desa Sibalaya Utara Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi: The Influence of Health Education on Community Behavior Regarding Hypertension in North Sibalaya Village, Tanambulava District, Sigi Regency Suwandi; Masiti; Yolan Abe; Listina Paulus; Fitrayani Lasawedi; Yudistira Ramlan; Zen; Nabila Pakaya; Alfia Labadjo; Meylan Adam; Siti Khumaira; Nur Ain; Alan Suryatna; Nur Ainun; Moh. Andri; Ayu Lestari; Nurcholis; Herman Hatta; Lexy Kareba
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7240

Abstract

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu masalah penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Seringkali, pengidap hipertensi tidak menunjukkan gejala dan baru diketahui apabila telah terjadi gangguan pada organ seperti gangguan fungsi jantung, stroke, gagal ginjal, bahkan sampai pada kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku pada masyarakat mengenai hipertensi di desa Sibalaya Utara wilayah kerja Puskesmas Kamaipura Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan pre eksperimen (the one group pre test post test. jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu Masyarakat desa Sibalaya Utara dan sampel sebanyak 20 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T Test, dengan variabel independen penyuluhan kesehatan dan variabel dependen pengetahuan, sikap dan perilaku pada masyarakat mengenai hipertensi di desa Sibalaya Utara wilayah kerja Puskesmas Kamaipura Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Hasil analisis diperoleh ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku pada masyarakat mengenai hipertensi di desa Sibalaya Utara wilayah kerja Puskesmas Kamaipura Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku pada masyarakat mengenai hipertensi di desa Sibalaya Utara wilayah kerja Puskesmas Kamaipura Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi.
Factors in the Incidence of Stunting in Children Under Five: Literature Review Jumain; Talindong, Agustinus; Wahyu; AB, Subardin; Pelima, Robert V.; Parmi; Kareba, Lexy; Rikwan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7: JULY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5350

Abstract

Introduction: Stunting is a chronic condition of stunted growth caused by long-term malnutrition. This condition can be measured by the length or height of more than minus two standard child growth standards from the World Health Organization (WHO). Objective: This literature review study aims to determine factors related to the incidence of stunting in children under five. Method: This article uses a literature review research method using the PRISMA (Preferred Reporting Items and Meta-analysis) method. Literature searches were carried out on Pubmed, Science Direct, Google Scholar which were published in 2013-2023. The number of articles reviewed in this literature review was 11 articles. Results: Of the 126 articles, 11 articles came from various regions in Indonesia. There was 1 article that conducted descriptive survey research, 8 cross-sectional research articles, 1 analytical observational article and 1 retrospective research article, which discussed factors related to the occurrence of stunting in children under five and met the inclusion criteria. Factors in the incidence of stunting from the articles obtained include maternal education, economic or family income, low birth weight (LBW), MPASI and nutritional status. Conclusion: Factors related to the incidence of stunting in children under five are maternal education, child, environment, early breastfeeding, exclusive breastfeeding, early complementary feeding before 6 months of age, food quality, child growth and development, a history of low birth weight (LBW) or prematurity, socioeconomic status.