Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca linn) dalam Pembuatan Brownies Oktavia Gita Hidiarti; Mia Srimiati
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 1 No. 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Agustus 2019
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.742 KB) | DOI: 10.36590/jika.v1i1.5

Abstract

Banana peel flour is a by-product of processed bananas that have not been widely used. Brownies is a food that is loved by many people from the age of children to adulthood. The aimed of this study was to analyse the effect of substitution of Kepok banana peel flour on the formulation of brownies. There were 4 treatments of the formulation, consists of: F0 (without banana peel flour), F1 45%, F2 50% and F3 55%. All of the formula were tested organoleptically, the test including colour, flavour, aroma, and texture. Furthermore, the best formula compared with the control (F0) on the proximate level. Based on the organoleptic test, the best formula was F1 (45% banana peel flour), this product has 32.99% of water content, 1.37% of ash, 15.04% of fat, 5.93% of protein, 44.67% of carbohydrates, and 1.51% of fiber. The control formula (F0), contain 31.18% of water, 0.73% of ash, 12.23% of fat, 8.22% of protein, 47.64% of carbohydrate, and 1.55% of fiber. Based on t-test, the water content, ash, fat, protein and carbohydrate of control formula (F0) and F1 (45% banana peel flour) were different statistically (P<0.05). We conclude that, banana peel flour can be used to substitute wheat flour until 45%, also can be used to make other product that similar with brownies.
Analisis Proksimat Snack Bar dengan Substitusi Tepung Pisang Kepok (Musa paradisiaca linn) Nur Nida Afiifah; Mia Srimiati
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 April 2020
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.001 KB) | DOI: 10.36590/jika.v2i1.46

Abstract

Utilization of bananas that are processed into flour can be a substitute for flour and increase local food thereby reducing the use of wheat flour. Objective: This study aimed to analyze the effect of Kepok banana flour substitution to produce snacks with nutritional value and organoleptic properties. Methods: This study was experimental with 4 treatments namely flour: banana flour in a row, F0 (100%: 0%), F1 (50%: 50%), F2 (25%: 75%), F3 (0 %: 100%). Results: F1 formula was chosen from the organoleptic test results as the selected formula with a ratio of 50%: 50% followed by proximate tests, ash content, water content, fat, protein, and carbohydrates respectively 11,96%, 1,54%, 18,95%, 7,68%, and 58,05%. Conclusion: Based on statistic tests on chemical properties, there were no significant differences in water, fat, protein and carbohydrate content between the control formula and the selected formula, while there were significant differences in the ash content between the control formula and the selected formula.
KARAKETERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KADAR KALSIUM CRACKERS YANG DISUBSTITUSI DENGAN TEPUNG KACANG TUNGGAK (Vigna ungiculata L.) UNTUK PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS Anggi Juliana Saputri; Mia Srimiati
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 2, No 1 (2022): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.032 KB) | DOI: 10.24114/jnc.v2i1.32011

Abstract

ABSTRAK: Salah satu faktor penyebab terjadinya osteoporosis adalah kurangnya asupan kalsium. Kacang tunggak merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan kalsium yang tinggi. Kacang ini dapat diolah menjadi tepung kemudian dijadikan produk crackers. Selain dapat meningkatkan kadar kalsium pada produk, penggunaan kacang tunggak pada pembuatan crackers juga dapat mengurangi penggunaan tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung kacang tunggak terhadap karakteristik organoleptik dan kadar kalsium pada pembuatan crackers. Penelitian ini adalah experimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu kontrol   F0(0%), dan tiga perlakuan F1(10%), F2 (20%), dan F3(30%). Organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Penilaian dari uji hedonik dan mutu hedonik didapatkan  formula terpilih yaitu formula kontrol (F0) dan (F2) sebagai formula kontrol. Hasil analisis proksimat pada formula terpilih mengandung kadar air 7,39%, kadar abu 2,66%, energi total 425,73%, protein 11,32%, lemak 13,19%, karbohidrat 65,73%, dan kalsium 165,86%. Kandungan energi crackers formula terpilih dalam 100 gram sebesar 425,73 kkal dan per takaran saji (60 gram) sebesar 255,43 kkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi kacang tunggak berpengaruh terhadap karakteristik organoleptik (uji hedonik dan mutu hedonik) crackers. Selain itu, kadar proksimat dan kalsium pada formula kontrol dan formula terpilih memiliki perbedaan yang signifikan yang menunjukkan perbedaan nyata (p<0,05) pada setiap analisis, kadar kalsium crackers terpilih memiliki klaim sumber kalsium menurut ALG (2016) dengan nilai 165 mg per hari.Kata kunci: crackers, kalsium, osteoporosis,  tepung kacang tunggak
STATUS GIZI IBU SEBELUM HAMIL DAN STATUS ANEMIA IBU HAMIL MENINGKATKAN RESIKO MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH Khoirul Bariyyah; Mia Srimiati
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 1, No 1 (2021): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.084 KB) | DOI: 10.24114/jnc.v1i1.22543

Abstract

Berat badan yang terlalu rendah saat konsepsi dapat meningkatkan resiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya BBLR adalah anemia pada ibu hamil. Untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan status anemia ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita periode bulan Januari – Juni tahun 2017. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2018. Sampel penelitian terdiri dari kelompok kasus 114 orang, kelompok kontrol 114 orang. Desain penelitian case control dengan uji regresi logistik. Data yang digunakan adalah data sekunder dari hasil pencatatan rekam medis periode Januari-Juni 2017. Terdapat 16,2% ibu hamil berusia dibawah 20 tahun dan atau lebih dari 35 tahun, berpendidikan diatas SMA/SLTA (66,6%), memiliki paritas ≥ 4 anak (12,7%), berstatus gizi kurang (11,8%), mengalami anemia sebesar 40,8%. Ada hubungan yang signifikan antara status gizi ibu sebelum hamil (p value = 0,000, OR = 15,73), dan status anemia ibu hamil (p value = 0,000, OR = 3,752) dengan kejadian BBLR. Status gizi sebelum hamil dan status anemia ibu hamil meningkatkan resiko melahirkan bayi BBLR
HUBUNGAN FAKTOR MAKANAN DAN LINGKUNGAN DENGAN SISA MAKANAN LUNAK PASIEN DEWASA KELAS 2 DAN 3 RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT GRHA PERMATA IBU KOTA DEPOK Ari Handayani; Mia Srimiati
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.648 KB) | DOI: 10.24114/jgpkm.v1i1.24921

Abstract

Sisa makanan lunak masih banyak terjadi pada Rumah Sakit di Indonesia yaitu >20%. Sisa makanan lunak timbul karena pasien meninggalkan makanannya, menyebabkan asupan makan yang tidak adekuat sehingga berdampak pada lama hari rawat, tingginya biaya perawatan serta hilangnya biaya makan yang merugikan pasien dan rumah sakit. Sisa makanan bisa disebabkan dari faktor makanan (penampilan makanan dan rasa makanan) dan faktor lingkungan (ketepatan waktu makan dan keramahan petugas penyaji makanan). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor makanan dan faktor lingkungan dengan sisa makanan lunak pada pasien dewasa kelas 2 dan 3 ruang rawat inap di Rumah Sakit Grha Permata Ibu Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 50 orang pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Dilakukan pada pasien dewasa yang mendapatkan diet lunak di Rumah Sakit Grha Permata Ibu Kota Depok. Pengumpulan data meliputi penimbangan sisa makan lunak pasien dan wawancara dengan mengisi kuesioner. Analisis data dengan menggunakan Uji Chi Square dengan menggunakan Uji Kenormalan Kolmogorov Smirnov-Z. Rata-rata sisa makanan lunak di Rumah sakit Grha Permata Ibu sebesar 17,14% sudah memenuhi standar minimal rumah sakit. Makanan pokok dan sayur merupakan sisa makanan terbanyak berdasarkan jenisnya yaitu sebanyak 25,9% dan 21,9%. Waktu makan pagi merupakan waktu yang paling sedikit menyisakan makanan dibandingkan waktu makan siang dan sore. Diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna faktor makanan dengan sisa makanan lunak sebesar p=0,005 (p<0,05) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna faktor lingkungan dengan sisa makanan lunak p=0,721 (p>0,05).
PENGARUH FREKUENSI PENDIDIKAN GIZI DENGAN MEDIA VIDEO MOTION GRAPHIC TENTANG ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN DAN POLA KONSUMSI SISWI SMAN 72 JAKARTA UTARA Ayu Lidya Ningsih; Mia Srimiati
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.209 KB) | DOI: 10.24114/jgpkm.v1i1.24926

Abstract

Hasil Riskesdas 2013 menyatakan prevalensi anemia di Indonesia mencapai 21,7%, pada remaja usia 15-24 tahun sebesar 18,4% adapun yang mendominasi adalah pada kelompok perempuan sebesar 23,9%. Ditemukan bahwa pengetahuan remaja sebagai orang dewasa masa depan pengetahuannya tentang gizi masih rendah1 khususnya manfaat tablet tambah darah sebesar 48,9%2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi pendidikan gizi dengan video motion graphic tentang anemia terhadap pengetahuan dan pola konsumsi siswi SMAN 72 Jakarta Utara. Sedangkan, jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain penelitian menggunakan pretest-posttest control group. Responden dibagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok 37 responden. Penelitian ini menggunakan uji one paired samples t-test dan one way Anova dengan uji lanjutan Duncan. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh frekuensi pendidikan gizi dengan menggunakan video motion graphic tentang anemia remaja putri terhadap pengetahuan dan pola konsumsi siswi SMAN 72 Jakarta Utara (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa, ada pengaruh pendidikan gizi dengan video motion graphic tentang anemia remaja putri terhadap pengetahuan (p=0,000), namun pada pola konsumsi sumber Fe belum cukup berpengaruh (p=0,312). Peneliti menyarankan untuk meneliti lebih mendalam terkait frekuensi pendidikan gizi menggunaman media video motion graphic sehingga dapat diketahui sampai frekuensi ke berapa perilaku siswi dapat berubah.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, AKTIVITAS FISIK DANTINGKAT STRES DENGAN INDEKS MASSA TUBUH MAHASISWA AKHIR GIZI STIKES BINAWAN Fierda Rizanty; Mia Srimiati
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.537 KB) | DOI: 10.24114/jgpkm.v1i1.24917

Abstract

Masalah gizi yang dialami mahasiswa merupakan pengaruh dari perubahan lingkungan yang ditandai dengan kebiasaan makan yang tidak sehat dan kurang aktivitas fisik yang menempatkan mahasiswa pada risiko obesitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara asupan energi, aktivitas fisik dan tingkat stres dengan indeks massa tubuh mahasiswa gizi tingkat akhir STIkes Binawan. Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 51 orang pengambilan sampel dengan menggunakan Purposive sampling. Data asupan energi diperoleh dari wawancara food recall 2x24 jam, aktivitas fisik didapat dari pengisian Baecke Questionnare dan tingkat stres dari pengisian kuesioner DASS 42. Berat badan diukur menggunakan timbangan injak, tinggi badan menggunakan microtoise. Uji korelasi yang digunakan adalah Spearman. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p=0,000; r=0,636) dengan Indeks Massa Tubuh dan terdapat hubungan antara Aktivitas fisik (p=0,000;r= -0,638) dengan Indeks Massa Tubuh tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan Indeks Massa Tubuh. Dapat dikatakan bahwa asupan energi dan aktivitas fisik berhubungan dengan indeks massa tubuh.
Effect of Strawberry Powder Substitution on the Organoleptic of Instant Pudding : Pengaruh Substitusi Bubuk Stroberi terhadap Karakteristik Puding Instan Mia Srimiati; Putri Habibah; Annisa Dinya Zahra; Febry Harsanti; Alfisa R Ratu Maharani
Media Gizi Indonesia Vol. 18 No. 1 (2023): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v18i1.74-81

Abstract

Strawberries are a nutrient-dense fresh fruit, but their use is restricted and they are quickly damaged due to their high water content. Therefore, innovation in strawberry processing is required so that the range of strawberry-processed goods is wider and has a longer shelf life, such as instant pudding. This study examined the effects of substituting strawberry powder to produce instant pudding with the highest nutritional and organoleptic qualities. The experimental design of the study includes four treatments, F1 (2%), F2 (4%), F3 (6%), F4 (8%), and F0, each of which contains a different dose of strawberry powder (control). The research was conducted at the Saraswati Indo Genetech laboratory in Bogor and the culinary and dietetics laboratory at Binawan University. Using Microsoft Excel 2019 and SPSS, the normality test (Kolmogorov Smirnov) and the Kruskal-Wallis test were applied to the organoleptic test results data. The results of the Kruskal Wallis test indicated a significant effect; the Mann-Whitney test was then conducted. The results revealed that instant pudding significantly altered color, flavor, texture, and odor. The most popular product is the F4 formulation, which contains 8% strawberry powder. The instant pudding has a water content of 75,62%, an ash content of 0,72%, protein content of 2,84%, a fat content of 1,25%, and carbohydrate content of 19,56%, according to an approximate analysis. It was impossible to determine the vitamin C content of the instant pudding because it was not recognizable. 
Effect of strawberry fruit substitution (Fragaria x ananassa) on organoleptic, proximate levels and dietary fiber levels for diabetes mellitus patients Mia Srimiati; Febry Harsanti
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 8, No 2 (2023): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v8i2.961

Abstract

Strawberry is a nutritious food, but the variety of processed foods is still limited; therefore, innovation is required to develop a wider range of strawberry-based products. This study aimed to analyze the effect of strawberry substitution on the characteristics of snack bars. The experimental design employed a completely randomized design (CRD) with three levels of strawberry fruit substitution on the flour: F0 (without strawberries), F1 (25%), F2 (50%), and F3 (75%). All snack bar ingredients were mixed until it became a smooth dough, then baked at 180°C with a low heat setting for 30 minutes. The study was conducted in March-June 2022, with 35 respondents. The organoleptic test data were analyzed with the Kruskal Wallis test and the Mann-Whitney test (data was not normal), the proximate content and dietary fiber were analyzed with a t-test. The result, the organoleptic test revealed that the snack bar with the selected formula was F1 (25%) with proximate results of 5,65% water content, 0,45% ash content, 2,7% protein, 13,93% fat, 27,26% carbohydrates, and food fiber content of 5,68%. Based on the proximate test and dietary fiber content, there was no statistically significant (p= 0,112) difference between the control and F1 formulas. In conclusion, strawberry fruit substitution affects the characteristics of snack bars.
Frying Time on the Nutritional Content of Strawberry Chips as an Alternative Healthy Snack for Teenagers Mia Srimiati; Alfisa Ratu Maharani; Annisa Dinya Zahra; Febry Harsanti; Putri Habibah
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 April 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v5i1.373

Abstract

Covid-19 is a disease that is transmitted through a virus that attacks the human respiratory system and appeared in early 2020. During the Covid-19 pandemic, people, especially teenagers, were required to increase their immune systems. This study aimed to determine the effect of frying time on the quality of strawberry chips as a healthy snack during the COVID-19 pandemic. The design used was a basic Completely Randomized Design (CRD), by analyzing the results of the organoleptic test using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test. The content analysis was selected from the highest treatment value, namely P3 with 4,62 percent water content, 1,73 percent ash, 1,52 percent protein, 17,88 percent fat, 14,44 percent carbohydrates, 8,34 percent fiber, and vitamins C 62,8 mg/100g. The calorie contribution of selected strawberry chips per 40 grams was 223 kcal. In conclusion, the frying time has an effect on the quality of the strawberry chips which has a big effect on the organoleptic characteristics and vitamin C.