Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Buku Ajar Matematika SMP Kelas VIII Hayani, Budi; Maulina, Intan
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 1 No. 01 (2021): Artikel Riset Periode Oktober 2021
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v1i01.1240

Abstract

Buku teks pelajaran atau buku ajar merupakan faktor penunjang bagi peserta didik dan merupakan media pembelajaran yang penting. Buku teks atau buku ajar dipandang sebgai suatu sarana untuk mengkomunikasikan ilmu pengetahuan. Artinya, buku ajar yang digunakan di sekolah oleh guru atau peserta didik harus secara jelas dapat dipahami untuk mengkomunikasikan informasi pelajaran, konsep, dan pengetahuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa: 1) Isi dari buku siswa kurikulum 2013 semester 1 dan semester 2 didominasi konten geometri 2) Domain kognitif applying memiliki persentase terbesar dibandingkan domain kognitif knowing dan reasoning. 3) Domain konten bilangan memiliki porsi paling sedikit. Bagi guru matematika SMP/M.Ts. kelas VIII Buku siswa matematika kurikulum 2013 kelas VIII Semester 1 dan semester 2 terbitan Kemendikbud bisa dijadikan pedoman dalam pembelajaran dilihat dari kelebihan penyajian materinya dalam mencapai tingkat kognitif. Meskipun masih perlu diadakan penyempurnaan dan perbaikan pada beberapa materi.
Pembentukan Karakter Siswa Kelas III SDN 054871 KW. Begumit Melalui Fabel Pendidikan Kewarganegaraan Nanda, Ficha Aulia; Maulina, Intan
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 01 (2021): Article Research Edisi April 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i1.1002

Abstract

Pendidikan nasional berfungsi sebagai pemelihara nilai-nilai di dalam masyarakat agar terus dapat dilestarikan. Pendidikan karakter merupakan filter bagi hal negatif dalam globalisasi. Untuk menanamkan nlai-nilai pendidikan karakter, tentu tidak cukup hanya sekadar diberikan hafalan atau nilai ujian yang memenuhi standar kelulusan, namun secara keseluruhan haruslah terintegrasi antara kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji peningkatan karakter siswa kelas 3 SDN 054872 KW.Begumit  melalui fabel Pendidikan Kewarganegaraan . Fabel merupakan cerita binatang yang diajarkan di SD kelas 3. Fabel berisi berbagai nilai yang dapat diajarkan kepada siswa. Banyak nilai pembelajaran yang dapat dieksplorasi dalam fabel yang selanjutnya dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengedukasi siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menunjukkan apa saja nilai pendidikan karakter yang dapat diambil dalam fable dan mendeskripsikan bagaimana pembentukan karakter siswa kelas 3 SDN 054871 KW. Begumit melalui Pendidikan kewarganegaraan fabel. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai karakter di dalam fabel yang dapat menjadi suri tauldan untuk siswa Sekolah Dasar Negeri 091320 diantaranya: sikap jujur, sikap tanggung jawab juga sikap rasa ingin menolong dan pembentukkan karakter siswa SDN 054871 KW. Begumit melalui fabel pendidikan kewarganegaraan dilakukan dengan pendekatan buku-buku, komunikasi yang baik, serta implementasi yaitu dengan mengajak siswa berpartisipasi untuk tampil dan guru mengajak siswa untuk mengaplikasikan apa yang mereka dapat dari cerita-cerita fabel yang telah mereka pelajari bersama
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Koloid Sitompul, Hamela Sari; Maulina, Intan
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 01 (2021): Article Research Edisi April 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i1.1008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (make a match) lebih tinggi daripada hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan di SMA Yapim Taruna Dolok Masihul dengan populasi adalah seluruh siswa kelas XI SMA yang terdiri dari 2 Kelas. Sampel penelitian diambil secara acak berjumlah 2 kelas yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (make a match) sedangkan kelas kontrol diberi perlaukan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Data yang diamati adalah hasil belajar kimia siswa, yang dikumpulkan melalui tes pilihan berganda sebanyak 20 soal yang terdiri dari 5 option jawaban, yang telah diujicobakan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t, dimana sebelumnya telah diuji normalitas dan homogenitas data. Hasil belajar kelas eksperimen rata-rata pre test (27,81 ± 7,21) dan rata-rata post test (76,88 ± 5,70) dengan peningkatan hasil belajar Gain sebesar 68% sedangkan hasil belajar kelas kontrol rata-rata pre test (22,03 ± 6,70) dan rata-rata post test (70,47 ± 6,00) dengan peningkatan hasil belajar Gain sebesar 62%. Uji hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi ? = 0,05 menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan dimana thitung > ttabel (3,05 > 1,667139), yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan melihat hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kimia siswa yang diberi perlakuan melalui penerapan model pembelajaran make a match lebih tinggi daripada menggunakan pengajaran konvensional.
Peningkatan Hasil belajar IPS melalui Model Contextual Teaching and Learning pada Siswa Kelas IV SDN Babulawan Kab. Simalungun Manik, Yuni Mariani; Maulina, Intan
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 01 (2021): Article Research Edisi April 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i1.1012

Abstract

Latarbelakang: Tujuan    dilaksanakan    penelitian    ini    ialah    (1)    untuk    menjelaskan implementasi model CTL dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Babulawan, dan (2) untuk menjelaskan peningkatan hasil belajar IPS siswa dengan diterapkannya model CTL pada siswa kelas IV SDN Babulawan Kab. Simalungun. Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang menerapkan model CTL dengan menggunakan desain model PTK Stephen Kemmis dan Robin Mc Taggartdengan langkah PTK: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, tes, catatan lapangan dan dokumentasi Hasil penelitian: Hasil penelitian siklus I pengelolaan pembelajaran guru mencapai persentase ketuntasan 71,5% dengan kriteria “baik” dan mengalami peningkatan siklus II menjadi 92,5% dengan kriteria “sangat baik”. Hasil belajar IPS siswa ranah kognitif pada siklus I 72,22% dan pada siklus II meningkat menjadi 94,44%. Hasil belajar IPS ranah afektif siswa siklus I mencapai persentase 72,93% dengan kriteria “baik” dan siklus II meningkat menjadi 85,38% dengan kriteria “sangat baik”. Hasil belajar IPS ranah psikomotorik siswa siklus I 71,5% dengan kriteria “sangat baik” dan siklus II meningkat menjadi 86,1% dengan kriteria “sangatbaik”. Kesimpulan: Simpulan pada penelitian ini yakni dengan menggunakan model CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa baik dari ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik siswa kelas IV SDN Babulawan Kab. Simalungun. Dalam setiap proses. Siswa hendaknya aktif dalam pembelajaran dan kerjasama diantara siswa dalam kelompok perlu. Diharapkan peneliti yang akan datang diharapkan dapat dijadikan referensi dengan menerapkan model CTL dengan topik pelestarian sumber daya alam dengan materi yang lebih luas.
Pandangan Orang Tua dan Lingkungan Sekitar Terhadap Pendidikan di Kelurahan Bantan Kota Pematangsiantar Pratama, Janri Lendha; Maulina, Intan
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 01 (2022): Artikel Riset Edisi April 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i01.1369

Abstract

Pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia. Pertama, pendidikan dapat menghasilkan insan yg terdidik, cerdas serta terampil. Kedua, pendidikan mempunyai peranan krusial pada kehidupan perseorangan, rakyat, bangsa dan negara. Maju mundurnya negara dipengaruhi pendidikan pada negara itu sendiri. Ketiga, manusia akan berkembang maju jika dapat menunjukkan potensinya. Taraf perkembangan tadi dilakukan melalui pendidikan yg diharapkan mencapai tingkat yang setinggi-tingginya, karena insan yang terdidik menjadi kunci perkembangan warga.   Metode penelitian ini merupakan penelitian analisis deskeriptif dengan jenis penelitian studi perkara. Adapun jenis penelitian naratif yg dipergunakan pada penelitian ini artinya jenis studi masalah sebab penelitian ini bermaksud buat meneliti realitas secara mendalam wacana pandangan orangtua serta lingkungan terhadap pendidikan. Haisl dalam penelitian ini menunjukkan ada beberapa orang tua yg memiliki pemahaman yang rupawan ihwal pendidikan, dengan menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi walaupun ekonomi mereka masih pas-pasan. Terdapat pula beberapa anak yg lebih memilih untuk bekerja tamat sekolah untuk membantu perekonomian keluarganya. Pandangan orang tua terhadap pendidikan anak adalah sesuatu yang penting dan seharusnya tetap dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi jika ekonomi keluarga mendukung. Sikap kepedulian yang dimiliki orang tua pada pendidikan anak cukup baik, hal ini terbukti adanya fasilitas pendidikan anak yang selalu diupayakan orang tua dan tanggapan/respon orang tua terhadap pendidikan anak yang pada umumnya baik, karena orang tuan selalu memberikan nasehat pada anaknya terkait betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan juga dorongan secara moril
Digital Reading Practices and Urban Narratives: Exploring Medan’s Cityscape in Contemporary Literature Maulina, Intan; Fithriani, Rahmah; Pardi, Pardi
Journal of English Language and Education Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i6.1625

Abstract

This study investigates how Medan’s urban identity is constructed and reimagined through both traditional literary works and digital reading practices. Grounded in the constructivist–interpretive paradigm, it analyzes texts by Titan Sadewo, Ika Natassa, Hasan Al Banna, and Lucya Chriz, along with digital platforms such as @beyondthepage.mdn and KleioBuku. The findings reveal that Medan’s cityscape is a dynamic cultural construct shaped by memory, modernity, and digital participation. Digital literary communities foster new modes of interaction, where readers and writers collaboratively reinterpret urban experiences beyond the printed page. By examining these intersections, the study expands Indonesian urban literary discourse and highlights the transformative role of digital media in shaping contemporary representations of place and identity.
Strategi Penerjemahan Gaya Bahasa Figuratif dalam Novel Lelaki Harimau: Kajian Stilistika Indonesia–Inggris: Translation Strategies of Figurative Language Style in the Novel "Lelaki Harimau": An Indonesian–English Stylistic Study Fardeni, Haekal; Maulina, Intan
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Periode November 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i02.7139

Abstract

This study aims to analyze translation strategies for figurative language in Indonesian literary works into English, using a stylistic approach and translation theory. The main focus of the study is how translators maintain the meaning, aesthetic effects, and cultural context of the source text without sacrificing the beauty of the language in the target text. This study uses a qualitative descriptive method with content analysis techniques on a number of figurative language style sentences found in selected literary works. The results show that the most frequently used translation strategies are equivalence, adaptation, and paraphrase. These three strategies have proven effective in maintaining the aesthetic and emotional value of the source text, though in some cases, shifts in meaning arise due to cultural and linguistic differences between the two languages. Numerically, the stylistic analysis reveals that metaphor is the most frequently used figurative device, accounting for 36% of all stylistic findings. This finding confirms that figurative language style not only functions as linguistic ornamentation but also represents the author's complex cultural values, imagination, and emotional expression. Therefore, translators need to be sensitive to stylistic elements and cultural contexts to produce communicative translations while remaining faithful to the original meaning and nuances of the source text. This research is expected to enrich the study of literary translation in Indonesia and to serve as a reference for researchers and translators in understanding the challenges of translating figurative language across cultures.