Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ULANG KURSI ANTROPOMETRI UNTUK MEMENUHI STANDAR PENGUKURAN Agung Santoso; Benedikta Anna; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.253 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.317

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu sarana untuk kegiatan praktikum mahasiswa. Dalam kegiatan praktikum,adanya sarana dan prasarana dapat berpengaruh terhadap kelancaran kegiatan praktikum itu sendiri. Salah satu sarana dan prasarana tersebut adalah kursi antropometri. Kursi Antropometri digunakan untuk pengukuran antropometri posisi duduk. Alat tersebut hanya digunakan untuk pengukuran 6 dari 21 dimensi antropometri. Sehingga kurang berfungsi sebagaimana mestinya. Rata - rata waktu pengukuran untuk 6 dimensi antropometri adalah 18,45 menit.Berdasarkan dari kondisi tersebut akan dilakukan perancangan ulang terhadap kursi antropometri laboratorium ergonomi, agar dapat memenuhi pengukuran 21 dimensi antropometri. Beberapa hal yang akan dijadikan dasar dalam melakukan perancangan ulang ini adalah antropometri, rancangan adjustable tool. Selanjutnya akan di bandingkan kondisi kursi antropometrirancangan lama dan rancangan baru.Dari hasil analisa yang telah dilakukan dapat di ketahui bahwa kondisi kursi antropometrisesudah perancangan ulang lebih baik dari pada kondisi kursi antropometri sebelum perancangan ulang, seperti berikut ini: Kursi dapat digunakan untuk pengukuran 21 variabel antropometri. Setelah dilakukan uji-t didapatkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan mengenai waktu pengukuran. Waktu pengukuran menjadi lebih cepat, dari rata – rata 18,45 menit untuk kursi antropometri sebelum perancangan menjadi 4,26 menit dengan penurunan waktu pengukuran sebesar 76,87%.Kata kunci :Kursi Antropometri, Antropometri, Perancangan, Uji-t.
PERANCANGAN ALAT PEMOTONG TAHU UNTUK MENGURANGI GERAK DENGAN METODE MOTION TIME MEASUREMENT (MTM)-MOTION TIME STUDY (STUDI KASUS PABRIK TAHU PAK JOKO) Benedikta Anna Haulian Siboro; Rudi Antonius Siregar; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.785 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1206

Abstract

Pabrik tahu Pak Joko adalah pabrik yang bergerak dalam industri rumah tangga yang memproduksi tahu jawa yang dibuat dari bahan kacang kedelai asli. Berdasarkan pengamatan peneliti yang langsung terjun ke tempat pabrik tahu mendapati pekerjaan yang berulang- ulang yang terjadi saat proses pemotongan di stasiun pemotongan yang menurut peneliti seharusnya dapat di minimalisir agar dapat mengurangi pergerakan tangan saat pemotongan tahu.Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang ulang alat pemotong tahu yang lebih baik untuk meminimalisir pergerakan tangan saat proses pemotongan dengan menggunakan metode “Motion Time Measurement (MTM- 1) dan Anthropometri”.Perancangan alat pemotong tahu sebelumnya peta tangan kiri tangan tangan kanan TMU sebesar 1312.7 atau 0.788 menit , sedangkan untuk perancangan alat baru dengan ukuran tinggi 15 cm, lebar 53.5 cm dan panjang 54.2 cm. TMU sebesar 213.8 atau 0.128 menit. Adanya perbedaan hasil yang dapat dilihat dari alat pemotong lama dengan alat pemotong yang baru, dan hal itu juga dapat dilihat dari adanya beberapa gerakan yang berulang – ulang saat pemotongan tahu pada stasiun pemotongan
ANALISA RESIKO ERGONOMI KERJA OPERATOR INSPEKSI Benedikta Anna Haulian Siboro
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.072 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1200

Abstract

Dalam suatu proses manufaktur ada beberapa bagian kerja yang menuntut adanya proses inspeksi dan penginputan data inspeksi  untuk memastikan produk berkualitas dan diserahkan pada proses selanjutnya. Kebanyakan inspektor tersebut bekerja dengan proses kerja duduk dengan menggunakan komputer dalam jangka waktu yang lama sehingga berpengaruh pada kenyamanan operator tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa resiko ergonomi yang muncul pada operator inspeksi perusahaan manufaktur di Batam dengan menggunakan metode ROSA dan SNQ (Standard Nordic Questionnaire) yang merupakan metode office ergonomics, dimana cara penilaian metode ini dirancang untuk mengukur resiko cedera pekerja yang berhubungan dengan penggunaan komputer serta menetapkan tingkat tindakan perubahan berdasarkan laporan dari ketidaknyamanan pekerja.Berdasarkan hasil SNQ  yang dilakukan terhadap 12 operator inspeksi produk IC (integrated circuit)  diperoleh adanya keluhan pada leher, punggung, pinggang dan pantat yang disebabkan oleh posisi kerja pekerja yang lebih sering duduk dan fokus terhadap komputer. Berdasarkan metode ROSA menunjukkan nilai total 7 dimana  faktor resiko yang memiliki nilai resiko paling tinggi yaitu pada sandaran punggung, sandaran tangan dan monitor. Pada kursi kerja aktual sandaran punggung kaku dan tidak bisa di disesuaikan dengan kemiringan maksimal dari sandaran punggung adalah 110˚ sesuai untuk mengurangi resiko cedera daerah lumbar.Kata kunci :  resiko ergonomi, ROSA, SNQ, operator inspeksi.
ANALISA PERBANDINGAN ANTROPOMETRI BENTUK TUBUH MAHASISWA PEKERJA GALANGAN KAPAL DAN MAHASISWA PEKERJA ELEKTRONIKA THE COMPARATIVE ANALYSIS OF ANTHROPOMETRY BETWEEN STUDENT OF SHAPE VESSEL SHIPYARD WORKERS AND STUDENTS OF WORKERS ELECTRONIC M. Angga Wijaya; Benedikta Anna Haulian Siboro; Anissa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): ROFISIENSI JOURNAL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.889 KB) | DOI: 10.33373/profis.v4i2.593

Abstract

Batam merupakan kota industri dimana mayoritas penduduknya bekerja di industri galangan kapal dan elektronika. Pekerja di kota batam masih banyak yang tidak bekerja dengan alat-alat yang ergonomi. Berdasarkan observasi diketahui adanya perbedaan ukuran tubuh dari mahasiswa pekerja galangan kapal dan elektronika itu berbeda sehingga penelitian ini akan mengarah pada analisa perbandingan antropometri bentuk tubuh mahasiswa pekerja galangan kapal dan elektronika.Antropometri merupakan pengukuran dimensi tubuh, untuk mengetahui ukuran dari masing-masing objek penelitian. Pengukuran antropometri bentuk tubuh yang diambil meliputi panjang kepala, lebar kepala, dagu ke puncak kepala, lebar telapak tangan, lebar maksimum telapak tangan, panjang pangkal telapak tangan, lebar kaki, panjang telapak kaki, dan lebar bahu. Perhitungan ini dilakukan pada mahasiswa pekerja galangan kapal dan mahasiswa pekerja elektronika dengan umur 20-30 tahun yang bekerja diatas 3 tahun. Uji T merupakan perhitungan statistik yang menunjukkan perbandingan antropometri bentuk tubuh.Dari hasil penelitian diketahui perbandingan bentuk tubuh mahasiswa pekerja galangan kapal dan mahasiswa pekerja elektronika ialah lebar bahu dan panjang kepala. Hasil ini sebabkan oleh pengaruh aktivitas pekerjaan sehari-hari mahasiswa pekerja galangan kapal lebih banyak menggunakan bahu daripada aktivitas pekerjaan mahasiswa pekerja elektronika.Kata Kunci: Antropometri, perhitungan statistik, Uji T Batam is an industrial city where the majority of  population works in the shipyard industry and electronics. There many people in Batam city work without the ergonomics tools.  Based on observations found differences in body size of students shipyard worker and electronics so that this research will lead to a comparative analysis of anthropometric form student body shipyard worker and electronics.Anthropometry is the measurement of  body dimensions to determine the size of each objects. The measurements of  anthropometric taken shape includes head length, head width, chin to the top of head, the width of the palm of the hand, the maximum width of  palm, length of the heel of  hand, foot width, long legs and shoulder width. This calculation is performed on the student shipyard workers and students of electronics workers with 20-30 years of age who worked over 3 years. T test is a statistical calculation that shows the comparison anthropometry body shape.The research results revealed comparative form of a student body of shipyard workers and students of electronics workers are shoulder width and length of the head. These results caused by the influence of daily work activities students shipyard workers shoulder more use than the activity of student job electronics workers.Keywords: anthropometric, statistical calculation, T test
PERANCANGAN PANGGUNG RUANG BELAJAR ERGONOMI DI RUANG A101 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN Kasmianto Kasmianto; Benedikta Anna Haulian Siboro; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 6, No 2 (2018): PROFISIENSI DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1344.654 KB) | DOI: 10.33373/profis.v6i2.1619

Abstract

Ruang kuliah merupakan tempat yang penting dalam kegiatan belajar dan mengajar disuatu perkuliahan. Fakultas Teknik UNRIKA yang memiliki kapasitas maksimal 40 mahasiswa. Ruangan belajarnya memiliki permasalahan  yaitu terganggunya pandangan mahasiswa yang duduk pada bangku kedua, ketiga dan seterusnya hingga barisan terakhir kearah depan atau papan tulis yang diakibatkan terhalang posisi duduk mahasiswa yang duduk didepannya sehingga menjadi  kurang nyaman, sehingga perlu solusi pemecahanya dengan sebuah rancangan panggung yang nyaman dan aman. Metode perancangan panggung dalam penelitian ini menggunakan kaidah Ergonomi dengan Antropometri populasi mahasiswa yang menggunakan ruang tersebut dengan menentukan lebar panggung dari Lebar Pinggul/pantat(LP) dan Panjang Paha Posisi Duduk(PPD), kemudian ketinggian Panggung ditentukan dengan menghitung selisih Tinggi Badan Duduk(TBD) dengan Tinggi Mata Duduk(TMD) sementara Panjang panggung sesuai dengan ruangan yang digunakanya sedangkan perhitungan kekuatan rangka menggunakan Mekanika Teknik. Hasil rancangan adalah panggung dengan 5 baris dengan beda ketinggian 13 cm pada masing-masing baris mulai dari  baris dasar, baris ke-1 = 13 cm, ke-2 = 26 cm, ke-3 = 39 cm, ke-4 = 52 cm dan ke-5 = 65 cm dengan lebar adalah 115 cm dan panjang 680 cm. Hasil pengujian rancangan panggung menghasilkan tidak ditemukanya lagi gangguan pandangan pada baris kedua, ketiga hingga baris terakhir ke papan tulis dan secara pengujian dihasilkan peningkatan kenyamanan dari 46% pada rancangan tanpa panggung menjadi 86% setelah rancangan panggung digunakan.
PENERAPAN STATISTICAL PROCESS PADA PROSES PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN YIELDOUTPUT PRODUKSI (Study kasus di PT Sanmina Sci Batam) Safwadi Safwadi; Refdilzon Yasra; Benedikta Anna Haulian
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 1 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.01 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i1.314

Abstract

PT Sanmina SCI Batam merupakan perusahaan manufakturing yang bergerak dibidang PCBA(Printing Circuit Boards Assembly), serta selalu berusaha melakukan perbaikan berkaitan dengan kualitas dan peningkatan efisiensi proses produksinya guna memenuhi kepuasan pelanggan. Usaha peningkatan kualitas produk dilakukan dengan cara mengatasi penyebab cacat pada suatu proses produksi. Peningkatan dan pengendalian kualitas produksi memerlukan komitmen untuk perbaikan yang melibatkan antara faktor manusia (motivasi) dan faktor mesin (teknologi). Pengendalian kualitas dilakukan mulai dari proses input hingga menjadi output bahkan pengendalian kualitas juga dilakukan setelah adanya purna jual, untuk memenuhi kebutuhan ini tentunya perlu adanya berbagai macam tool yang mampu mempresentasikan data tersebut hingga didapat suatu kesimpulan.Statistical Process Controlmerupakan suatu bagan visual untuk memberi gambaran proses yang sedang berjalan, untuk mengetahui apakah proses berada didalam batas-batas yang telah ditetapkan sebelumnya atau tidak. Statistical Process Controldapat diterapkan dimana saja, baik di perusahaan kecil, menengah, maupun perusahaan besar. Selain itu Statistical Process Control juga dapat diterapkan pada bagian quality, proses produksi, mesin maupun manusianya. Alat-alat yang digunakan untuk menganalisa penelitian ini adalah diagram sebab akibat, diagram pareto, histogram, Control Chart.Dari hasil penelitian diketahui adanya peningkatan yield dari 94% bulan Maret menjadi 95% pada bulan April dengan jenis defect paling dominan Misaligment.Kata kunci : pengendalian kualitas, yield, defect, Statistical Process Control
Penerapan Metode Weighted Product (WP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) pada Pembuatan Wastafel Injak Portabel Florida S Tambunan; Angelina F Simarmata; Desy CN Silalahi; Friska R Turnip; Benedikta Anna Haulian Siboro
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i1.15094

Abstract

Menjaga kebersihan tangan merupakan salah satu kewajiban dalam mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Banyak produk sudah ditawarkan agar pengguna dapat mencuci tangan dengan aman dan nyaman, salah satunya produk wastafel. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah menentukan vendor yang menjadi alternatif terbaik dari 5 vendor yang ditawarkan  untuk pembuatan Wastafel Injak Portabel di Kabupaten Dairi dengan menggunakan metode Weighted Product (WP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS).  Adapun kriteria yang menjadi pertimbangan dalam memilih vendor pembuatan produk tersebut adalah jarak dari vendor ke rumah (C1), jarak dari vendor ke toko peralatan (C2), waktu pengerjaan (C3), biaya (C4) dan jumlah tenaga kerja (C5) dengan bobot masing-masing adalah C1 dan C2 = 0.2667 ; C3 = 0.2 ; C4 dan C5 = 0.1333. Hasil perhitungan dengan metode WP dan Topsis  maka vendor ke 5 merupakan alternatif yang memiliki nilai preferensi tertinggi dibandingkan 4 vendor yang lain yaitu 0.2302 untuk metode WP dan 0.5004 dengan menggunakan metode Topsis.
Perancangan Meja dan Kursi Komputer Sesuai Dengan Sistem Smart Class pada Laboratorium Desain Produk dan Inovasi Institut Teknologi Del Chrisdio Ebenezer Marbun; Benedikta Anna Haulian Siboro
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 10 No. 3 (2020): Volume 10 No 3 November 2020
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.571 KB) | DOI: 10.25105/jti.v10i3.8411

Abstract

Intisari— Pembuatan rancangan fasilitas merupakan salah satu bagian yang harus dikerjakan dalam pembangunan laboratorium. Meja dan kursi komputer merupakan salah satu fasilitas yang akan dibuat di dalam laboratorium desain produk dan inovasi yang sedang dibangun di Institut Teknologi Del. Dalam hal ini perancangan meja dan kursi komputer dibuat menggunakan metode Quality Fucntion Deployment (QFD) yang digunakan untuk membangun rumah kualitas, sehingga dapat dilihat upaya pengembangan seperti apa yang dilakukan untuk menghasilkan meja dan kursi komputer yang sesuai. Dalam membangun rumah kualitas, dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan sampel sebanyak 112 responden sesuai dengan perhitungan rumus slovin dan penggunaan dimensi kualitas produk sebagai acuan pengumpulan data. Dalam hal ini juga digunakan pendekatan antropometri untuk menemukan ukuran desain yang dibuat dengan software solidworks 2018. Dalam penggunaan pendekatan antropometri, data dikumpulkan dengan jumlah sampel yang sama dan dilakukan pengujian kesesuaian data menggunakan pengujian normalitas, keseragaman data, kecukupan data, hingga akhirnya menghasilkan data persentil untuk pembuatan desain.Abstract— Facility design is one part that must be done in the construction of a laboratory. Computer desks and chairs are among the facilities that will be built in the product design and innovation laboratory being built at the Del Institute of Technology. In this case, the design of computer desks and chairs is made using the Quality Function Deployment (QFD) method which is used to build the house of quality, so it can be seen what kind of development efforts are being made to produce appropriate computer desks and chairs. In building the house of quality, data collection was carried out using a sample of 112 respondents according to the calculation of the Slovin formula and the use of product quality dimensions as a reference for data collection. In this case, the anthropometric approach is also used to find the design size to be made with Solidworks 2018 software. In the use of the anthropometric approach, data is collected with the same number of samples and data suitability testing is carried out using normality testing, data uniformity, data adequacy, and finally producing the data of percentile for design creation
Penerapan Metode SAW dan TOPSIS untuk Pemilihan Vendor Menempah Produk Marble Bella Salsana; Artha Simanjuntak; Donda Simanjuntak; Benedikta Anna Haulian Siboro
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 11 No. 1 (2021): VOLUME 11 NO 1 MARET 2021
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.208 KB) | DOI: 10.25105/jti.v11i1.9663

Abstract

Intisari— Pemilihan vendor adalah salah satu bagian penting dalam pembuatan sebuah produk. Pemilihan vendor yang tepat akan membantu konsumen dalam memperoleh mutu serta kualitas produk yang sesuai dengan keinginan ataupun kebutuhan. Berdasarkan survei yang telah dilakukan sebelumnya bahwa produk yang dibutuhkan oleh konsumen atau para siswa/i di pendidikan dasar untuk membantu dalam pengerjaan tugas yaitu marble (meja portabel), khususnya di masa pandemi saat ini yang mengharuskan siswa/i belajar secara daring. Marble adalah sebuah meja portable yang ketinggiannya dapat diatur oleh pengguna, dilengkapi dengan peletakan tempat minuman atau makanan agar tidak tumpah saat meja digeser atau dipindahkan, terdapat roda pada sisi meja dan berbagai fitur lainnya. Melalui penelitian ini, maka pihak konsumen dapat memilih vendor mana yang paling konsisten atau paling baik dalam menempah produk marble yang dibutuhkan. Adapun metode pada penelitian ini adalah menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode SAW adalah metode yang menyediakan kriteria tertentu yang berbobot sehingga setiap nilai jumlah dari bobot dari hasil yang diperoleh akan menjadi keputusan akhir. Sedangkan metode TOPSIS adalah metode yang digunakan secara praktis dalam menyelesaikan sebuah pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan 3 alternatif yaitu UD. Romaida, UD. Tolong Kita, dan UD. Parrona. Sedangkan kriteria yang digunakan terdiri dari 6 kriteria yaitu harga, jarak, kualitas bahan, ketersediaan bahan, pelayanan/respon penjual dan waktu pengerjaan. Untuk mengetahui sistem penilaian dalam pemilihan vendor digunakan kuesioner yang dibagikan kepada 35 responden. Hasil perhitungan diperoleh untuk metode SAW pada nilai preferensi dengan nilai tertinggi sebesar 0,9642 yaitu pada UD. Romaida. Sedangkan pada metode TOPSIS diperoleh nilai preferensi sebesar 0,9042 pada UD. Romaida. Maka diperoleh dari hasil kedua metode tersebut bahwa UD. Romaida adalah sebagai alternatif terbaik dalam menempah marble yang dapat dipilih oleh konsumen. Abstract— Choosing a vendor is an important part of making a product. Choosing the right vendor will help consumers get the quality and quality of the product according to their wants or needs. Based on a survey that has been conducted previously, the product needed by consumers or students in primary education to help with the task is marble (portable table), especially in the current pandemic era which requires students to study online. Marble is a portable table whose height can be adjusted by the user, equipped with a place for drinks or food so it doesn't spill when the table is moved or moved, there are wheels on the side of the table and various other features. Through this research, consumers can choose which vendor is the most consistent or best in forging the required marble products. The method in this study is to use the Simple Additive Weighting (SAW) method and the Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). The SAW method is a method that provides weighted certain criteria so that each value of the total weight of the results obtained will be the final decision. While the TOPSIS method is a method that is used practically in completing a decision making. This study uses 3 alternatives, namely UD. Romaida, UD. Help Us, and UD. Parrona. While the criteria used consisted of 6 criteria, namely price, distance, quality of materials, availability of materials, service / seller response and processing time. To find out the scoring system in selecting vendors, a questionnaire was used which was distributed to 35 respondents. The calculation results obtained for the SAW method on the preference value with the highest value of 0.9642, namely at UD. Romaida. While the TOPSIS method obtained a preference value of 0.9042 at UD. Romaida. Then obtained from the results of these two methods that UD. Romaida is the best alternative for refining marble that consumers can choose from.
Pemilihan Produk Pandemi (Masker Kain) menggunakan Metode SAW dan WP Rut Juni Grace Silalahi; Ricka Juslia Sinaga; Grace Esther Karana Ziliwu; Novia Kristina Siagian; Benedikta Anna Haulian Siboro
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 11 No. 1 (2021): VOLUME 11 NO 1 MARET 2021
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.935 KB) | DOI: 10.25105/jti.v11i1.9698

Abstract

Intisari— Indonesia menjadi salah satu negara yang memastikan masyarakatnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat terjadi pandemi Covid-19. Alat Pelindung diri (APD) digunakan oleh orang-orang yang berada di luar ruangan atau saat berada di ruang publik karena penyebaran virus ini sangat cepat, dimana Covid-19 dapat menular dari satu orang ke orang lainnya. Pemilihan Produk Pandemi adalah contoh masalah pengambilan keputusan berdasarkan banyak faktor atau kriteria semi terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan jenis masker yang sesuai dengan kriteria alternatif dalam perankingan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan metode Weighted Product (WP). Kriteria yang dipilih dalam metode ini adalah harga, lapisan masker, pengulangan, efektivitas filtrasi, kualitas, penampilan, kesesuaian pelindung wajah, dan kenyamanan. Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan metode SAW dan WP, diketahui bahwa jenis masker yang paling efektif dan paling baik digunakan saat terjadi pandemi adalah jenis masker medis. Pemilihan alternatif diperoleh berdasarkan perhitungan metode SAW dengan nilai terbesar 0,6875, sedangkan dengan metode WP diperoleh nilai terbesar yaitu 0,2810. Abstract— Indonesia is one of the countries that ensures that its people use Personal Protective Equipment (PPE) during the Covid-19 pandemic. Personal Protective Equipment (PPE) is used by people outside the room or when in public rooms because the spread of this virus is very fast, where Covid-19 can be transmitted from one person to another through droplets. Pandemic Product Selection is an example of a decision-making problem based on many factors or semi-structured criteria. This study aims to analyze and determine which type of mask fits the criteria of the alternatives in the ranking using method the Simple Additive Weighting (SAW) and Weighted Product (WP) methods. The criteria chosen in this method are price, mask coating, repeatability, filtration effectiveness, quality, appearance, suitability of the face shield, and comfort. Based on the analysis conducted using the SAW and WP methods, it was found that the type of mask that was the most effective and best used during a pandemic was the type of medical mask. The choice of alternative was obtained based on the calculation of the SAW method with the largest value of 0.6875, while using the WP method the largest value was obtained, namely 0.2810. Determination of the best alternative is obtained by involving the criteria chosen by the author for further analysis using available literature source.
Co-Authors Agung Santoso Agung Santoso, Agung Agustina Panjaitan, Kathrin Rut Alex, Mr. Angelina F Simarmata Anissa Purbasari Annisa Purbasari Annisa Purbasari Annisa Purbasari Annisa Purbasari Annisa Purbasari Annisa Purbasari, Annisa Ardi Pratama Artha Simanjuntak Astin Ariesna Nurkholid Ariesna Nurkhodi Ayu Siagian, Ester Bella Salsana Bintang Rachel Aprilia Marpaung Chrisdio Ebenezer Marbun Chrisdio Ebenezer Marbun Chrisdio Marbun Damanik, O.K Abdul Rahman Desy CN Silalahi Devis Wawan Saputra Simanjuntak Donda Simanjuntak Drika Olivia Drika Olivia, Drika El Isma Naomi Thorndike Sihombing Elisabeth Yohana R. Pardede Elserida Nababan Esmijati Esmijati Esmijati Esmijati, Esmijati Florida S Tambunan Friska R Turnip Grace Esther Karana Ziliwu Hutauruk, Joshua Partogi Hutri Rayani Tampubolon Jessica Tesalonika Johann Sebastian Napitupulu Joshua Partogi Hutauruk Kasmianto Kasmianto Kasmianto, Kasmianto Kathrin Rut Agustina Panjaitan Lina Dianati Fathimahhayati Lina Dianati Fathimahhayati, Lina Dianati Lina Setyaningsih Lumbantobing, Hariman M. Angga Wijaya Manalu, Lyandry Manalu, Windy Marbun, Chrisdio Ebenezer Marpaung, Bintang Rachel Aprilia Mesarah Hutasoit Murni Telaumbanua Nababan, Elserida Napitupulu, Johann Sebastian Novia Kristina Siagian Nurkhodi, Astin Ariesna Nurkholid Ariesna Nursinta Vania Azalia Simanjuntak O.K Abdul Rahman Damanik Panjaitan, Kathrin Rut Agustina Pardede, Elisabeth Yohana R. Pratama, Ardi Purbasari, Anissa Rahmat Sofian Refdilzon Yasra Refdilzon Yasra, Refdilzon Ricka Juslia Sinaga Rizal Horas Manahan Sinaga Rr. Ruth Citra Handayani Rr. Ruth Citra Handayani Rudi Antonius Siregar Rut Juni Grace Silalahi Safwadi Safwadi Safwadi Safwadi, Safwadi Sanny Hahury, Sanny Santi Agustina Manalu Septiana Sinurat, Artha Setyaningsih, Lina Simamora, Yenny Adriyanti Simanjuntak, Donda Natalia R. Sinaga, Helena Hotmauli Sinaga, Hotma Sintong Joshua Siahaan Siregar, Rudi Antonius Sitanggang, Franciscus Situmorang, Eva Daoni Veronika Sofian, Rahmat Suhendrianto Suhendrianto, Suhendrianto Sulaiman, Mohamad Surifto Surifto Suroso Suroso Suroso Suroso Tampubolon, Grace Manzoya Tampubolon, Hutri Rayani Uly Tampubolon, Nathasya Dona Vera Methalina Afma Vera Methalina Afma, Vera Methalina Wijaya, M. Angga Yosef Barita Sar Manik Yulindah Sandri Saragih