Claim Missing Document
Check
Articles

Edmodo-Based Mathematical Learning Analysis Rahmi Rahmi; Putri Yulia; Rahmi Putri
Logaritma : Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan dan Sains Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/logaritma.v10i2.5795

Abstract

The number of students who do not participate in the online mathematics learning process makes it difficult for teachers to control students and it is also difficult to create discipline. This study aims to describe: planning, implementation, evaluation, the obstacles that hinder the learning of mathematics using Edmodo. The approach and type of research used is a qualitative method with the type of research being grounded theory. The research subjects were teachers and students of class VIII SMP N 7 Sungai Penuh. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The data obtained were analyzed through data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of this study are 1) the planning of the use of media was successfully implemented by the teacher., 2) the implementation of the use of the Edmodo learning media was coherent starting from the preliminary stage, the core stage and the closing stage., 3) the evaluation was carried out to the maximum, because the teacher could monitor student performance in the learning process through edmodo media during the learning process takes place and students are also on time in collecting assignments, there are even no more students who do not collect assignments., 4) and the obstacles that hinder e-learning learning using edmodo in learning mathematics, such as the internet network and also the lack of supervision from parents of students.
Analisis Profesionalisme Guru Matematika Madrasah Aliyah Negeri Ice Dwi Novelza; Putri Yulia
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.4025

Abstract

Dunia pendidikan yang semakin berkembang pesat dan semakin kompleksnya persoalan pendidikan yang dihadapi bukanlah tantangan yang tidak boleh dibiarkan begitu saja, akan tetapi harus memerlukan pemikiran yang membangun demi tercapainya kualitas yang baik. Persoalan yang dimaksud diantaranya adalah kompetensi mengajar guru. Guru professional merupakan kemampuan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik yang memiliki kualifikasi, kompetensi, kepribadian yang baik, mengembangkan etos kerja yang bermutu tinggi, berdedikasi serta mampu membuat inovasi atau trobosan baru dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu seorang guru harus meyakini bahwa pekerjaan yang dilakukan haruslah professional dalam upaya terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap 2 orang guru matematika di MAN 2 Sungai Penuh.metode yang digunakan peneliti adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Dan menggunakan teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika MAN 2 Sungai Penuh sudah menjalankan dengan baik perannya sebagai pendidik dalam mengajar dan membimbing peserta didik, serta telah cukup baik dalam menjalankan tugasnya secara profesionalisme sebagai guru atau sebagai pendidik. Hal tersebut ditunjukkan oleh 7 indikator mengenai frofesionalisme seorang guru. The world of education which is growing rapidly and the increasing complexity of the educational problems it faces is not a challenge that should not be allowed to go unpunished but requires constructive thinking to achieve good quality. The problem in question is one of the teacher's teaching competence. Professional teachers are the ability of teachers to carry out their duties as educators who have qualifications, competence, and good personality, develop a high-quality work ethic, are dedicated, and can make innovations or breakthroughs in the world of education. Therefore a teacher must believe that the work done must be professional to create quality educational processes and outcomes. Data were collected through observation and interviews conducted by researchers with 2 mathematics teachers at MAN 2 Sungai Penuh. The method used by researchers is a qualitative descriptive research method. And using data source triangulation techniques. The results showed that the math teacher at MAN 2 Sungai Penuh had carried out his role as an educator in teaching and guiding students well, and was quite good at carrying out his duties professionally as a teacher or as an educator. This is shown by 7 indicators regarding the professionalism of a teacher.
Kompetensi Kepribadian Guru Matematika di Madrasah Tsanawiyah Nia Monika Sari; Putri Yulia
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.2463

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi kepribadian guru matematika di Madrasah Tsanawiyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa matematika di Madrasah Tsanawiyah Tanah Kampung. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara untuk memperoleh informasi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa guru matematika di Madsarsah Tsanawiyah Tanah Kampung termasuk dalam kategori Terampil dengan rata-rata skor angket kompetensi kepribadian guru sebesar 51,2. Ada beberapa aspek yang termasuk dalam kategori Terampil antara lain: 1). Menampil sosok guru sebagai seseorang yang mantap dan stabil; 2). Menampilkan diri guru sebagai pribadi yang dewasa, bijaksana dan berwibawa; 3). bangga menjadi guru dan percaya diri; 4). bijaksana dan mulia. The purpose of this study was to determine the personality competencies of math teachers at Madrasah Tsanawiyah. This study uses a quantitative descriptive research method. The subjects of this study were mathematics teachers and students at Tanah Kampung Madrasah Tsanawiyah. Methods of data collection using questionnaires and interviews to obtain information. Based on the results of the analysis it is known that the mathematics teacher at Madsarsah Tsanawiyah Tanah Kampung is included in the Skilled category with an average teacher personality competency questionnaire score of 51.2. There are several aspects included in the Skilled category, including: 1). Showing the figure of the teacher as someone who is steady and stable; 2). Presenting the teacher as a mature, wise, and authoritative person; 3). proud to be a teacher and confident; 4). wise and noble.
Aspek etnomatematika pada anyaman bambu Desa Bunga Tanjung Kabupaten Kerinci Suci Mayang Sari; Putri Yulia; Nur Rusliah
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/pythagoras.v12i1.5029

Abstract

Abstrak. Desa Bunga Tanjung Kabupaten Kerinci memiliki kearifan lokal berupa anyaman bambu, dibalik proses dan hasil karya kerajinan anyaman yang tercipta terdapat unsur matematika yang disebut etnomatematika yang sebagian besar masyarakat disana tidak mengetahui akan hal itu.  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat khususnya pengrajin anyaman bambu desa Bunga Tanjung Kerinci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah aspek-aspek matematika yang terdapat pada anyaman bambu Desa Bunga Tanjung Kabupaten Kerinci adalah a) mengukur, aspek etnomatematika mengukur terdapat pada saat pengrajin menentukan ukuran bambu, ketebalan bambu, jarak dan sudut saat membuat pola atau motif anyaman. b) menghitung, aspek etnomatematika menghitung terdapat pada saat pengeringan bambu yang membutuhkan perhitungan waktu atau durasi, juga pada saat membuat pola yang membutuhkan perhitungan dengan langkah yang sistematis. c) mendesain, aspek etnomatematika mendesain terdapat pada saat pengrajin membuat pola atau motif anyaman,  seperti pada saat pengrajin mendesain motif atau pola angkat satu, angkat tiga, motif padat dan motif matahari dan membuat pola bentuk karya anyaman yang diinginkan.d) menjelaskan, aspek etnomatematika menjelaskan terdapat pada makna atau arti dari anyaman ataupun motif anyaman.Kata kunci: Eksplorasi, Etnomatematika, Anyaman Bambu Abstract. Bunga Tanjung Village, Kerinci Regency has local wisdom in the form of woven bamboo, behind the process and the results of the woven crafts that are created there is a mathematical element called ethnomathematics which most of the people there do not know about. The type of research used in this study is qualitative research through an ethnographic approach. The subjects in this study were the community, especially woven bamboo craftsmen in Bunga Tanjung Kerinci village. Data collection techniques in this study are observation, interviews, and documentation. The results of this study are that the mathematical aspects contained in woven bamboo in Bunga Tanjung Village, Kerinci Regency are a) measuring, the ethnomathematics aspect of measuring occurs when the craftsman determines the size of the bamboo, the thickness of the bamboo, the distance and the angle when making the pattern or motif of the woven. b) counting, the ethnomathematics aspect of counting occurs when drying bamboo which requires calculation of time or duration, also when making patterns which require calculations in systematic steps. c) designing, the ethnomathematics aspect of designing occurs when craftsmen make woven patterns or motifs, such as when craftsmen design one, three, solid motifs and sun motifs and make patterns of the desired form of woven work. d) explains aspects Ethnomatematics explains that it is found in the meaning or meaning of the woven or woven motifsKeywords: Exploration, Ethnomathematics, Bamboo Weaving
PERSEPSI SISWA TERHADAP KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS DI SMPN 1 KERINCI Rani Manisa Putri; Putri Yulia
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v10i2.26420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam mengelola kelas, selanjutnya dapat merekomendasikan kepada para guru untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola kelas siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar yang menyenangkan, disiplin serta dapat mengatur ruang belajar yang rapi dan nyaman untuk digunakan pada saat siswa belajar. peneletian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dikumpulkan dengan melalui angket yang diberikan kepada siswa kelas 8 di SMPN 1 Kerinci. Dalam pengelolaan kelas, salah satu cara guru mengatasi permasalahan kelas yaitu dengan mengatur tempat duduk siswa sesuai dengan metode mengajar guru sebelum memulai materi sehingga siswa leibih nyaman dalam belajar.
Analisis Kompentensi Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran Matematika Siswa SMA N 5 Ulfa Fadhillah; Putri Yulia
Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 2 (2023): FAKTOR Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/fjik.v10i2.15557

Abstract

Kemampuan seorang guru dalam memahami materi pembelajaran secara umum dan mendalam, termasuk pengajaran berbasis konsep, menggunakan prinsip-prinsip ilmiah dalam kehidupan sehari-hari, dan menjunjung 4.444 nilai dan budaya bangsa yang berbeda, dikenal sebagai kompetensi guru profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan instruktur profesional kelas XI SMA Negeri 5 Sungai penuh dalam memahami isi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmiah, menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta menghasilkan materi matematika secara kreatif. Pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif merupakan strategi yang diterapkan. Trimulasi data adalah metode analisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan instruktur profesional dalam mengajar matematika di bawah standar. Hal ini terlihat dari tiga komponen penilaian yang guru hanya melengkapi satu yaitu kemampuan. untuk menguasai materi pelajaran, organisasi, ide, dan perspektif ilmiah. Penguasaan Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi guru belum maksimal. prosedur pendidikan. Guru telah melakukan beberapa upaya untuk mengembangkan materi secara kreatif, namun belum maksimal. Hal ini terlihat dari masih jarangnya pemanfaatan strategi pembelajaran, materi pembelajaran, dan media pembelajaran.
Minat Belajar Matematika Siswa di MTsN 2 Kerinci Aulia Sefti Rahmadhani; Putri Yulia
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v3i2.3000

Abstract

Minat siswa dalam mengikuti lingkungan pembelajaran, keaktifan mereka dalam bertanya, dalam menjawab pertanyaan, dalam  menyimpulkan tujuan pembelajaran, dan indikator lainnya menunjukkan betapa bersemangatnya mereka dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan minat belajar siswa di MTsN 2 Kerinci. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII C yang terdiri dari 21 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan 8 siswa memiliki minat belajar sangat baik dan 13 siswa minat belajar siswa cukup baik. Jika dilihat dari indikator siswa 57 % siswa senang dengan matematika, 85% siswa mengikuti pembelajaran dengan baik, 61% siswa aktif untuk berdiskusi, 85% siswa merasa puas jika berhasil menyelesaikan soal matematika dan 85% siswa giat belajar matematika untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Jadi, siswa memiliki minat yang cukup baik untuk pembelajaran matematika dan mereka giat dalam belajar agar bisa mendapatkan nilai yang tinggi.Students' interest in participating in the learning environment, their activeness in asking questions, in answering questions, in concluding learning objectives, and other indicators show how enthusiastic they are in learning. This study aims to analyze and describe students' interest in learning at MTsN 2 Kerinci. This type of research uses quantitative descriptive research. The research subjects were students of class VIII C which consisted of 21 students. Data collection techniques using a questionnaire. The results showed that 8 students had a very good interest in learning and 13 students had a good interest in learning. When viewed from student indicators, 57% of students are happy with mathematics, 85% of students follow the lesson well, 61% of students are active in discussions, 85% of students are satisfied if they successfully complete math problems and 85% of students are active in learning mathematics to get high scores. So, students have a pretty good interest in learning mathematics and they are active in learning so they can get high scores.
Eksplorasi Etnomatematika pada Motif Batik Incung Kerinci Junita Kumala Putri; Anisa Fitri; Nur Rusliah; Putri Yulia
ARITHMETIC: Academic Journal of Math Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ja.v5i2.8129

Abstract

Culture can be a place to learn mathematical concepts. One culture that contains elements of mathematics is the art of batik. The various batik motifs contain mathematical elements in them. One of the batiks that has various motifs is the Incung Kerinci Sungai Penuh batik. The aim of this study was to conduct an ethnomathematics study on the Incung Kerinci Sungai Penuh batik motif. The research method used in this study is a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. Information was obtained through field observation techniques, interviews, and documentation. Researchers took pictures of batik cloth, then the results of the documentation were analyzed one by one to find mathematical concepts in each of the Incung Kerinci Sungai Penuh batik motifs. The subjects in this study were the owners of the Batik Incoang GNCE house located in the city of Sungai Penuh. The results showed that the Incung batik motif contained mathematical elements, in the form of flat geometric concepts such as rectangles, triangles, and circles. In addition to the concept of flat plane geometry, the Incung batik motif also contains mathematical concepts in transformation material, in the form of translations, reflections, and rotations.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VIII MTsN 2 KERINCI Nurul Amelia; Putri Yulia
JUPIKA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jupika.v6i2.2818

Abstract

Low mathematical problem-solving abilities can affect student learning outcomes. This study aims to determine the mathematical problem-solving skills of class VIII students of MTsN 2 Kerinci on relations and functions. The subjects in this study were students of class VII I MTsN 2 Kerinci which consisted of 21 students in one class. This study used a descriptive qualitative method. The instrument used in this research is a test of mathematical problem-solving ability. To determine the level of students' mathematical problem-solving abilities, guidelines are used which are modified from Mawaddah & Anisah's research namely the formula used to determine student scores and categories of problem-solving ability assessment results. From the results of the analysis of the data obtained, it can be concluded that the ability to solve students' mathematical problems is still in the low category. This is to the results of the questions done by students on the material relations and functions in the form of story questions where only 9.5% of students out of 21 students got quite good categories, and the rest got bad and very poor categories.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Tiktok terhadap Akhlak Madzmumah Siswa di SDN 109/III Lubuk Suli Putri Yulia; Dina Cahaya Taufina
TA'DIBAN Vol 4 No 1 (2023): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjie.v4i1.144

Abstract

Perkembangan akhlak juga dipengaruhi oleh media sosial. Media sosial memiliki fungsi berbagi pesan dengan banyak pengguna media sosial lainnya, baik berupa informasi, gambar dan video. Saat ini aplikasi yang sedang viral dan banyak digunakan oleh kaum mileneal adalah TikTok. Aplikasi ini memungkinkan seseorang untuk bertindak positif dan negatif (tidak etis) dalam pemanfaatannya. Penggunaan aplikasi secara tidak tepat dan negatif dapat merusak akhlak. Banyak diantara siswa yang menjadikan aplikasi ini untuk pamer video mereka dengan berbagai gaya untuk dilihat oleh siapa saja yang menggunakan aplikasi ini. Penelitian mengungkapkan, sebagian besar bentuk akhlak mahasiswa pengguna Aplikasi TikTok tergolong akhlakul mazmumah karena mereka dilalaikan oleh aplikasi ini, serta bertindak tidak etis dan elanggar syariat agama. Faktor yang mempengaruhi mahasiswa menggunakan aplikasi TikTok, yaitu faktor internal dan eksternal. Untuk mengatasi permasalahan karena penggunaan aplikasi, dapat dilakukan layanan informasi dan penguasaan konten.