Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting pada Balita Ratih Sakti Prastiwi; Meyliya Qudriani; Istiqomah Dwi Andari
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.159

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah besar di dunia, meskipun dalam satu decade sudah mengalami penurunan namun prevalensinya masih cukup besar. Stunting yang tidak tertangani memiliki dampak panjang pada kehidupan anak. Adanya pandemic COVID-19 menambah beban dalam pelaksanaan penanganan stunting. Oleh karena itu ibu menjadi sasaran yang tepat untuk membantu mencegah terjadinya stunting pada anak. Ibu sebagai pengasuh utama anak harus memiliki informasi yang cukup untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan stunting. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan ibu terkait pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui pemberian pendidikan kesehatan dan praktek pembuatan MPASI. Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2020 melibatkan 35 ibu yang memiliki balita. Peserta mendapatkan materi terkait stunting dan pencegahannya. Ibu juga diajarkan mengenai deteksi dini stunting melalui cara membaca KMS. Tim juga melakukan demonstrasi memasak makanan untuk anak dimulai dari teknik pengolahan bahan makanan serta teknik memasak yang benar sehingga nutrisi makanan tetap terjaga. Teknik ceramah didukung dengan demonstrasi sangat membantu peserta dalam memahami informasi yang diberikan. Agar tercapai tujuan penurunan angka stunting maka perlu dilakukan pemberian pendidikan kesehatan lebih sering agar informasi yang didapatkan oleh ibu lebih banyak. Dengan pengetahuan yang tepat dan benar maka secara langsung dapat merubah sikap dan perilaku ibu menjadi lebih sehat.Abstract: Stunting is still a significant problem in the world. Although in a decade it had decreased, its prevalence was still quite large. Untreated stunting has a lasting impact on a child's life. The existence of the COVID-19 pandemic adds to the burden in the implementation of handling stunting. Therefore, mothers are the right person to help prevent stunting in children. Mothers, as the primary caregivers of children, must have sufficient information to detect and prevent stunting. Therefore, it is necessary to increase the knowledge of mothers related to stunting prevention. Community service was carried out through providing health education and practice of making complementary foods. The activity was held on November 13, 2020, involving 35 mothers who have toddlers. Participants received material related to stunting and its prevention. Participants also taught about early detection of stunting by reading Health Card. The team also conducted a cooking demonstration starting with food processing techniques and proper cooking techniques to maintain food nutrition. The lecture technique supported by demonstrations helped the participants understand the information provided. Health education to reduce the stunting rate needs to be done more frequently so that mothers can obtain more information. The proper and correct knowledge can directly change the mother's attitude and behavior to become healthier.
Detection and Stimulation of Growth and Developmental in Children with Developmental Delay in Tegal City Ratih Sakti Prastiwi
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.727 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2020.8(1).58-64

Abstract

Homeschooling was one of informal education as an alternative for children with developmental delay who could not follow a formal school system. Homeschooling had a unique method of teaching their students based on their ability so they could explore their ability and their interest. This study aimed to identify the strategy to detect and stimulate children with developmental delay in Tegal City. This study was a qualitative study with a phenomenology approach. The researcher used snowball sampling and human instrument in collecting data. The researcher did data reduction, data display, and made the decision. The triangulation of methods verified the data. The result shows that growth and development detection carried out by teachers since student entrance selection and during learning in class. Stimulation carried out by teachers by focusing on one ability so that children could mastering them. Stimulation focus on cognitive ability and for other ability carried out by professionals such as doctors or therapies.
ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DI PAKIJANGAN BREBES Iroma Maulida; Ratih Sakti Prastiwi; Liestiani Harlyn Hapsari
Jurnal Infokes Vol 6 No 1 (2016): INFOKES Volume 6 No 1 Juli 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v6i1.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik kepala keluarga dengan perilaku pencegahan DBD kepala keluarga di Desa Pakijangan Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Tahun 2014. Populasi dalam peneltian ini adalah kepala keluarga (KK) Desa Pakijangan dengan sampel sebanyak 98 kepala keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengambilan sampel menggunakan multistage sampling, yaitu teknik stratified proportional sampling dengan RW sebagai strata dan accidental sampling untuk pengambilan KK di tiap RW.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kepala keluarga telah melaksanakan pencegahan DBD dengan baik (51 %) dengan karakteristik kepala keluarga mayoritas berpendidikan ≤ SMP (65,7 %), berumur > 36 tahun (60,2 %), bekerja (76,5 %), dan berjenis kelamin laki-laki (73,5 %). Tetapi hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik kepala keluarga meliputi pendidikan (pvalue: 0,126); pekerjaan (pvalue: 0,189); umur (pvalue: 0,457) dan jenis kelamin (pvalue: 0,736) dengan perilaku dalam pencegahan DBD. Hal ini kemungkinan karena masing-masing karakteristik berhubungan dengan faktor-faktor lain dalam mempengaruhi perilaku pencegahan DBD, seperti keterpaparan kepala keluarga dengan media komunikasi, jenis pekerjaaan kepala keluarga, dan lain-lain. Kata Kunci: karakteristik, perilaku, pencegahan, DBD
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS PESURUNGAN LOR Ratih Sakti Prastiwi; Ulfatul Latifah
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 2 (2018): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.319 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i2.106

Abstract

AbstrakASI Eksklusif merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan anak lebih optimal. Tingginya aktifitas ibu diluar rumah menjadi kendala untuk memberikan ASI secara Eksklusif dan cenderung memberikan formula. Capaian ASI Eksklusif di wilayah Pesurungan Lor <60%, hal ini dapat mempengaruhi pencapaian pertumbuhan dan perkembangan bagi anak di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pemberian ASI Eksklusif pada anak usia 6-12 terhadap perkembangannya. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif terhadap anak usia 6-12 bulan. Teknik sampling diambil menggunakan teknik accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 26 sampel. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Data selanjutnya dianalisis menggunakan chi-square test. Hasil analisis didapatkan terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan perkembangan anak namun tidak signifikan ditunjukkan dari adanya ρ-value sebesar 0.09. Perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh pemberian ASI Eksklusif saja, namun terdapat faktor lain seperti emotional bonding serta adanya pemberian stimulus dari orang tua atau pengasuh anak.   Kata kunci  : ASI Eksklusif, perkembangan, anak, bayi Abstract Exclusive breasfeeding was an important aspect in children development. For  working mothers, breast feeding exclusively would be hard and they prefer to used formula. Exclusive breastfeeding coverage in Pesurungan lor were less than 60%, it could cause an impending for growth and development in children achievement. The purpose of this study was to assess relation of breastfeeding exclusively with 6-12 months baby’s development. This study used descriptive analytichal method. Using accidental sampling to babies aged 0-6 months (26 babies). Data collected using Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) and analyzed using chi-square test. This study show there is a relation within breastfeeding exclusively and children development but not significant (ρ-value: 0.09). Children development not only influenced by breast milk but it could be influence by emotional bonding and/or stimulation by their parents or their caretakers,  Keywords            :               Exclusive breastfeeding, development, children, babies
Analisis Hubungan Perilaku Merokok dengan Obesitas Sentral Pada Orang Dewasa Sehat di Suradadi Kabupaten Tegal Agus Susanto; Eva Novita Sari; Ratih Sakti Prastiwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i2.2461

Abstract

Central obesity is influenced by many factors such as changes in age, gender, economic status, life habits including lack of physical activity, low fiber consumption, consumption of simple carbohydrates, consumption of fatty foods, and smoking behavior. Smoking behavior is thought to be a significant factor in forming central obesity in adult males. The purpose of this study was to determine the relationship between smoking behavior and central obesity in healthy adults.  This study used an analytic observational design with a cross-sectional research design. The research was conducted in Suradadi Village, Suradadi District, Tegal Regency. Sampling was carried out by stratified sampling in November 2020 – January 2021. The sample size was 90 men aged 25-60 years. Data were collected by measuring the waist circumference of the respondents and recording other personal data such as age, occupation, and smoking status. Data processing is done descriptively and cross-tabulation. Testing the relationship between smoking behavior and obesity was carried out using the chi-square statistical test with the help of the SPSS version 22 application. The majority of respondents in this study had a smoking status of 68.9% and did not have central obesity 64.4%. The results of the test of the relationship between smoking status and central obesity got a p-value of 0.813. There is no significant relationship between smoking status and central obesity.
Peningkatan Ketrampilan Pengelolaan Kesehatan Menstruasi Di SMA Negeri 1 Kramat Umriaty Umriaty; Reni Eka Saputri; Ratih Sakti Prastiwi; Intan Cristy Mayasari
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/transformasi.v3i1.14053

Abstract

Menstruation is an important event in the life cycle of adolescent. Therefore it is important to make adolescent understand how and how to deal with menstruation. One of the efforts to realize Clean and Healthy Behavior is to manage health during the menstrual period. The provision of health education in this activity aims to bring up positive behavior around managing menstruation. This activity was carried out at SMA Negeri 1 Kramat involving 29 class XI students. The material presented included the process of menstruation, the menstrual cycle, menstrual hygiene, use of pads, Pre Menstrual PMS Syndrome, and dysmenorrhea. The methods used in this activity are lectures, questions and answers, and demonstrations. Yoga exercise to reduce dysmenorrhea is delivered using a demonstration method which is directly practiced by students. In addition to providing health education, this activity also initiated the availability of pads, drugs to treat menstrual pain and iron tablets at the School Health Unit (UKS). The results of the feedback obtained from this activity were that 65.5% of students stated that they were very happy with this activity, 89.7% of students stated that the material presented was very useful, and 100% of students were willing to practice the information provided.
Edukasi Keputrian Pada Siswi SMK Muhammadiyah Lebaksiu Kabupaten Tegal Ratih Sakti Prastiwi; Iroma Maulida; Sisti Wahyuningrum; Sulistya Oktaviani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 1 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.1 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.626 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v1i2.313

Abstract

Periode remaja merupakan masa adanya perubahan yang cukup besar dan dapat mengakibatkan adanya kebingungan dan kecemasan yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam menghadapi permasalahan terkait kesehatan reproduksinya. Pemberian pendidikan kesehatan remaja merupakan strategi yang dinilai efektif menimbang remaja memiliki pemikiran yang terbuka dan dalam tahapan belajar sehingga secara tidak langsung merubah perilaku remaja menjadi lebih positif. Sasaran kegiatan ini merupakan remaja siswi SMK Muhammadiyah Lebaksiu sebanyak 50 siswi. Metode pendidikan diberikan dengan ceramah dan praktek agar sasaran dapat memahami lebih mudah. Materi yang diberikan seputar kesehatan reproduksi seperti menstruasi, keputihan, pemenuhan nutrisi serta deteksi kanker payudara (SADARI). Dengan adanya informasi kesehatan tersebut, remaja dapat lebih memahami bagaimana mendeteksi gangguan reproduksi serta mengetahui cara mencegah dan mengatasi gangguan tersebut. 
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS DI KECAMATAN PANGKAH Novi Lotianti; Ratih Sakti Prastiwi; Umi Baroroh
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol 4, No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA KEBIDANAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscbid.v4i1.157

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan seksual merupakan salah satu upaya peningkatan pengetahuan remaja yang paling efektif untuk menurunkan kejadian penyimpangan dan pelecehan seksual pada remaja. Orang tua merupakan aktor utama yang berperan dalam memberikan pendidikan seksual pada anak sejak dini. Pemberian pendidikan seksual dipengaruhi pengetahuan orangtua, semakin tinggi pengetahuan orang tua semakin besar kecenderungannya dalam memberikan pendidikan seks pada anak yang secara langsung berpengaruh pada perkembangan perilaku seks anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua dalam pemberian pendidikan seks pada remaja di Kecamatan Pangkah.   Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian adalah semua ibu yang memiliki anak remaja usia 10-a9 tahun. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 87 responden. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner tertutup yang telah dilakukan uji validitas muka dan validitas isi. Analisis data menggunakan uji univariate.Hasil: Hasil analisis statistik didapatkan pengetahuan sebagian besar responden berpengetahuan baik (74%). Sikap responden dalam pemberian pendidikan seks seluruhnya bersikap postif (100%). Sedangkan pada perilaku, mayoritas responden telah memberikan pendidikan seks pada anak remajanya yaitu sebanyak 84 responden (96,5%), akan tetapi masih ditemukan 3 responden (3.5%) yang belum memberikan pendidikan seks.Kesimpulan: Pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua di Kecamatan Pangkah dalam pemberian pendidikan seks sudah sangat baik. Adanya pemberian seks pada anak sejak dini dapat membantu merubah pemikiran remaja untuk dapat lebih menjaga perilaku seksualnya. Kata Kunci : Remaja, Seksualitas, Pendidikan Kesehatan, Orang Tua
STUDI KASUS: TANDA DAN GEJALA CITOMEGALOVIRUS PADA BALITA Iroma Maulida; Ratih Sakti Prastiwi; Adevia Maulidya Chikmah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1212

Abstract

Penyakit CMV merupakan salah satu penyakit yang berbahaya karena menimbulkan dampak serius bagi anak-anak yaitu dapat menimbulkan masalah yang permanen seperti berkurangnya pendengaran, kecacatan mental, ukuran kepala lebih kecil, malas makan dan dalam jumlah kecil dapat menyebabkan kematian.Menurut Rao dan Gopal (2015), bayi yang terinfeksi CMV saat lahir terlihat normal tetapi tanda-tanda sekuel akan muncul kemudian. Penularannya yang mudah serta tidak nampaknya gejala dan tanda pada bayi yang terinfeksi CMV akan meningkatkan resiko tertularnya anggota keluarga dari bayi yang terinfeksi CMV tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan  ingin mengetahui gejala dan tanda penderita, khususnya pada bayi yang terinfeksi CMV congenital di Kota TegalPenelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017 dan bersifat deskriptif dengan menggunakan disain penelitian studi kasus dimana kasus adalah anak-anak yang pernah/sedang menderita CMV. Terbatasnya jumlah data penderita CMV serta masih jarangnya angka kejadian CMVdi kabupaten/kota Tegal menjadi pertimbangan peneliti untuk mengambil kasus sebanyak 3 anak  dengan pengambilan sampel menggunakan snowball sampling pada penderita CMV yang ada di lingkungan peneliti (teman/kerabat teman dari peneliti).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita CMV dalam penelitian ini mengalami gejala awal  demam dengan gejala penyerta berupa  diare, kejang atau batuk/pilek. Semua penderita juga mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik kasar yaitu kemampuan dalam merangkak, duduk sendiri dan berjalan. Sebagian besar penderita juga mengalami keterlambatan bahasa dan baru mampu merangkai 2 kata pada usia di atas 1,5 tahun. Hal ini sesuai dengan teori bahwa penderita CMV dapat mengalami gangguan perkembangan neurologi dengan bentuk gangguan dapat berupa kesulitan dalam bicara, bahasa, motorik, tingkah laku, belajar, memori, dan berbagai fungsi neurologi lain. Diagnosa CMV dilakukan oleh sebagian besar penderita melalui pemeriksaan IgG dan IgM Disarankan pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang pada bayi dan balita perlu diintensifkan serta bila ditemui keterlambatan perkembangan tumbuh kembang anak maka bidan perlu segera berkolaborasi dengan Dokter spesialis anak dan laboratorium agar dilakukan pemeriksaan CMV. Kata Kunci: CMV, citomegalo, tumbuh kembang
PENGOBATAN TRADISIONAL (JAMU) DALAM PERAWATAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN MENYUSUI DI KABUPATEN TEGAL ratih sakti prastiwi
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 1 (2018): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i1.745

Abstract

Masa nifas merupakan masa pemulihan organ reproduksi wanita yang mana sangat rentan terjadi gangguan pada organ reproduksinya. Masyarakat Jawa meyakini dengan mengkonsumsi jamu selama masa nifas, mampu menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu nifas, tidak hanya itu, jamu juga membantu produksi ASI selama ibu menyusui. Masyarakat banyak yang memilih jamu dengan alasan lebih mudah didapat dan ekonomis serta lebih manjur dibandingkan dengan obat modern. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat perilaku ibu dalam mengkonsumsi jamu serta melihat efek jamu pada tubuh ibu nifas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan jumlah informan utama sebanyak 4 informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam serta observasi selama informan menjalani masa nifas. Keabsahan data kemudian divalidasi dengan cara triangulasi sumber kepada 4 informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan seluruh informan mengkonsumsi jamu. Adapun jamu yang dikonsumsi bervariasi, ada yang dikonsumsi dalam bentuk pil ada pula jamu olahan. Jamu yang dikonsumsi merupakan jamu untuk menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan produksi ASI serta menjaga badan agar tetap ramping. Terdapat satu informan yang ditemukan memiliki tekanan darah selama mengkonsumsi jamu. Tekanan darah informan naik dapat dikarenakan adanya ketegangan sosial antara ibu dan keluarga yang menyebabkan ketegangan pada titik syaraf tertentu sehingga aliran darah tidak lancar. Berdasakan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan jamu memiliki komposisi yang membantu proses pemulihan ibu nifas dan peningkatan produksi ASI. Kata kunci : Nifas, Jamu, Pengobatan Tradisional