Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Pada Remaja Tentang Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di MAN Kota Tegal Zulfiana, Evi; Qudriani, Meyliya; Cikmah, Adevia Maulida; Arisanti, Novia Ludha; Rahmanindar, Nora; Hidayah, Seventina Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4732

Abstract

Pemerintah telah mencanangkan Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sejak tahun 2006. PUP adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu usia 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi juga mengusahakan agar kehamilan pertamapun terjadi pada usia yang cukup dewasa. Dengan adanya PUP diharapkan remaja mempunyai pengertian dan kesadaran dalam merencanakan keluarga, mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan. Metode untuk mencegah dan mengatasi permasalahan ini adalah dengan memberikan peningkatan pengetahuan tentang Program pendewasaan usia perkawinan, pada remaja, tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang Program pendewasaan usia perkawinan, dan kesehatan reproduksi pada remaja, metode yang dilakukan adalah dengan memberikan pre test sebelum pemberian materi untuk mengetahui pengetahuan siswi kemudian pemberian materi PUP untuk mengevaluasi siswi diberikan post tes, hasil yang sudah diberikan pada siswi dari jumlah 33 sebelum diberikan materi pengetahuan baik hanya 8 setelah diberikan pengetahuan tentang PUP 33 sudah berpengetahuan baik semua.
Studi Kasus Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan, Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dan Umur >35 Tahun Nevia Putri, Venanda; Nisa, Juhrotun; Zulfiana, Evi
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v4i2.1033

Abstract

Angka Kematian Ibu di Kabupaten Tegal tahun 2022 sebanyak 15 kasus yaitu 63,5 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2021 sebanyak 30 kasus. Data pada tahun 2023 di Puskesmas Talang Kabupaen Tegal ibu hamil dengan resiko tinggi ada 4 kasus, dengan penyebab yaitu anemia, kek, hipertensi, resti umur jika terjadi pada ibu hamil sangat berbahaya tidak terdapat Angka Kematian Ibu di Puskesmas Talang selama 2 tahun belakangan ini. Anemia berhubungan dengan kurangnya zat besi dalam tubuh. Kekurangan energy kronik mengalami kekurangan gizi, kalori dan protein yang berlangsung lama serta menahun. Tujuan dari peneliti ini untuk mengkaji kasus kebidanan dengan anemia ringan, KEK, dan Umur >35 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah Ny. D berusia 39 tahun hamil dengan anemia ringan, KEK , dan Umur >35 tahun sampai dengan melahirkan, post partum, dan neonatus. Data diambil dari bulan September hingga November 2023. Data didapatkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, diperoleh hasil setelah dilakukan penatalaksanaan kadar HB ibu mengalami kenaikan pada kunjungan kedua, ibu melahirkan secara normal, dan bayi baru lahir normal. Saran : Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan dan mengoptimalkan pelayanan pada ibu hamil khususnya bagi ibu hamil yang mengalami komplikasi, pada ibu hamil yang mengalami anemia, KEK dan Umur >35 tahun.
Peningkatan Pengetahuan pada Remaja tentang Pencegahan Pernikahan Dini di MAN Kota Tegal Zulfiana, Evi; Harnawati, Riska Arsita; Mutiarawati, Mutiarawati; Arti, Tias Dwi; Hidayah, Seventina Nurul; Rahmanindar, Nora; Zhyakiyah, Dheffi Nanta; Fauzi, Cyrilla Azzahra Athir
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.2.2025.284-288

Abstract

Early marriage is mostly carried out by someone who is on average under 19 years old and is not ready in various aspects of marriage. This is likely to have an impact on reproductive health for both men and women. Therefore, it is necessary to prepare preparations from various aspects in carrying out marriage so that efforts to avoid the adverse impact of early marriage on reproductive health can be minimized, MAN Tegal City is a school with a large number of teenagers so it is necessary to be given increased knowledge about the prevention of early marriage. The method to prevent and overcome this problem is by Community Service Activities in the form of providing health education, the purpose of this service is to increase knowledge about the prevention of early marriage and the method carried out is to provide a pre-test before providing material to find out the knowledge of students then providing material and finally a post test.
Peningkatan Pengetahuan pada Remaja tentang Pencegahan Pernikahan Dini di MAN Kota Tegal Zulfiana, Evi; Harnawati, Riska Arsita; Mutiarawati, Mutiarawati; Arti, Tias Dwi; Hidayah, Seventina Nurul; Rahmanindar, Nora; Zhyakiyah, Dheffi Nanta; Fauzi, Cyrilla Azzahra Athir
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.2.2025.284-288

Abstract

Early marriage is mostly carried out by someone who is on average under 19 years old and is not ready in various aspects of marriage. This is likely to have an impact on reproductive health for both men and women. Therefore, it is necessary to prepare preparations from various aspects in carrying out marriage so that efforts to avoid the adverse impact of early marriage on reproductive health can be minimized, MAN Tegal City is a school with a large number of teenagers so it is necessary to be given increased knowledge about the prevention of early marriage. The method to prevent and overcome this problem is by Community Service Activities in the form of providing health education, the purpose of this service is to increase knowledge about the prevention of early marriage and the method carried out is to provide a pre-test before providing material to find out the knowledge of students then providing material and finally a post test.
Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memperbanyak Produksi Asi Di Bidan Praktik Mandiri Wilayah Puskesmas Kabupaten Tegal Zulfiana, Evi; Latifah, Ulfatul
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.879

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan yang sering terjadi pada massa nifas salah satunya adalah produksi asi, Produksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini. Ibu yang tidak menyusui bayinya pada harihari pertama disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan akan kurangnya produksi ASI serta kurangnya pengetahuan ibu tentang proses menyusui terapi komplementer adalah salah satu solusi untuk memerbanyak produksi asiTujuan: Mengetahui jenis pelayanan kebidanan komplementer dalam asuhan ibu post partum, Mengetahui Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memperbanyak produksi ASI, Mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan terapi komplementer pada ibu post partum, Mengetahui pemanfaatan terapi komplementer dalam asuhan ibu post partumMetode: Penelitian kualitatif untuk memperoleh kedalaman data melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya dari responden untuk mengetahui bagaimana Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memproduksi Asi. Alat penelitian menggunakan pedoman wawancara, Responden dalam penelitian ini adalah 4 bidan Praktik mandiri bidan wilayah puskesmas kabupaten tegal sebagai informan utama dan 4 ibu post partum sebagai informan tri angulasi .Hasil: Penelitian implementasi pelayanan kebidanan komplementer pada ibu post partum untuk memperbanyak produksi asi dengan pijat oksitosin dan, moksa, massage endorphin, sudah sesuai dengan teori dan terbukti bahwa pelayanan komplementer tersebut dapat meningkatkan ASI.Simpulan Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memperbanyak Produksi Asi sudah sesuai dengan teori dan terbukti terbukti bahwa pelayanan komplementer tersebut dapat meningkatkan ASI. Implementation of Complementary Midwifery Services In Post Partum Mothers to Increase Breast Milk Production in Independent Practice Midwives in the Puskesmas Area of Tegal RegencyBackground: A common problem postpartum is inadequate breast milk production. Early breastfeeding can be a challenge due to limited milk production in the first few days after giving birth. Complementary therapy is considered as one solution to stimulate breast milk production. Many mothers who do not breastfeed on the first day experience anxiety and fear about a lack of milk production or insufficient knowledge of the breastfeeding process.Objective: to investigate the effectiveness of this therapy. Understanding the different types of complementary midwifery services for caring for postpartum mothers, determining the effectiveness of these services in increasing breast milk production, researching the factors that play a role in choosing complementary therapy for postpartum care, and examining the use of complementary therapy for postpartum care.Methodology: Qualitative research was conducted to gain an in-depth understanding of the Implementation of Complementary Midwifery Services in Postpartum Mothers to enhance breast milk production. The study had 4 midwives who were independent practitioners in the Tegal district health center area as the main informants and 4 postpartum mothers as triangulation informants.Result: were obtained through the rigorous analysis of the data collected. Research on the implementation of complementary midwifery services for postpartum mothers, aimed at increasing breast milk production with oxytocin and moksa endorphin massages, conforms to theoretical principles and demonstrates the efficacy of these complementary services in enhancing breast milk.Conclusion: The provision of complementary midwifery services for postnatal mothers to increase breast milk production aligns with theoretical principles and has been demonstrated to be effective. The utilization of these complementary services has been shown to increase breast milk supply. 
Studi Pengabdian Masyarakat Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal Rahmanindar, Nora; Zukrufiana, Ilma Ratih; Umriaty, Umriaty; Mayasari Rizqi, Intan Cristy; Zulfiana, Evi; Hidayah, Seventina Nurul; Ulhaq, Syafiqoh Dhiya; Zhyakiyah, Dheffi Nanta
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.21086

Abstract

Background: Peningkatan derajat kesehatan Ibu dan anak menjadi prioritas program pembangunan kesehatan di Indonesia.  Terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Angka Kematian Ibu an Angka Kematian Bayi merupakan salah satu indikator derajat Kesehatan suatu negara.  Penyebab kematian ibu dan bayi adalah tiga terlambat. Tiga terlambat adalah terlabat mengambil keputusan, terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan dan terlambat dalam merujuk.  Ketiga terlambat tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kurangnya pengetahuan tentang kegawatdaruratan maternal dan neonatal.  Kelas Ibu Hamil adalah sala satu cara untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kegawatdaruratan maternal neonatal. Metode: Pengabdian masayarakat dilaksanakan di Wilayah Puskesmas Sumur Panggang Kota Tegal. Hasil: Melalui program kegiatan Kelas Ibu Hamil,bidan dapat memberikan  banyak pembelajaran yang lebih terarah dan mendukung upaya kemandirian ibu dalam kegawatdaruratan maternal neonatal sehingga ibu  mampu menentukan sikap berkenaan dengan hak reproduksinya secara mandiri. Kesimpulan: Kegiatan ini berupa pemberian materi tentang pengetahuan ibu hamil tentang kegawatdaruratan maternal neonatal. Respon peserta dalam kegiatan ini menunjukkan umpan balik yang positif, menandakan bahwa informasi yang diberikan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan mereka.
Penerapan Hidup Sehat dengan Mengkonsumsi Madu dan Vitamin untuk Meningkatkan Imunitas Petugas Kesehatan serta Mencegah Covid-19 Di RSUD Kardinah Kota Tegal Rahmanindar, Nora; Zulfiana, Evi; Harnawati, Riska Arsita
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v4i2.14705

Abstract

The Covid-19 virus has become a global pandemic that has claimed many lives. The Covid-19 virus is worrying because it is transmitted very quickly and everyone is at risk of contracting it. In Indonesia, Covid-19 has seen more than 141,000 positive cases. The Corona or Covid-19 virus which is increasingly prevalent in a number of countries, now everyone is required to start increasing stamina, including health workers because health workers are at the forefront of handling positive patients with corona virus or Covid-19 infections. What is very important is that health workers must be healthy to ensure that they can be fulfilled so that the immune system remains stable and healthy to deal with corona patients who are currently in a pandemic, so that dangerous viruses do not easily attack. The risk of contracting the Covid 19 disease for health workers is very large, even many cases where health workers have died in handling cases of Covid-19 disease. The aim of this service is to improve the quality of health workers specifically to handle Covid-19, increase immunity by consuming vitamin C and honey during the Covid-19 Pandemic at RSUD Kardinah, Tegal City. Service method by providing honey and vitamins to health workers who handle Covid-19 at the Kardinah Hospital, Tegal City. Community service activities in the form of giving honey, vitamin C and isotonic drinks for the immune system of health workers handling Covid-19 patients at Kardinah Hospital in Tegal City were received by the Director of Kardinah Hospital, Tegal City, namely Dr. Heri Susanto, Sp.A. This activity was held on 18-19 May 2020.