Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : LOKABASA

Sajak Sunda Periode 1949-1962 (Kajian Struktural dan Sosiologi Sastra) Abidin, Zaenal; Koswara, Dedi
LOKABASA Vol 11, No 1 (2020): Vol. 11 No. 1, April 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i1.25202

Abstract

Sundanese poetry of the period 1949-1962 was influenced by social events at that time, often the problems conveyed in poetry were irony, open, open, serious, satirical, and sentimental. Therefore, the aim of the research is to describe (1) the tone of the author, and (2) the fact of humanity that is reflected in his poems. This research is a qualitative research using analytic descriptive method. The technique of collecting data uses the study of documentation and contemporary author interviews. Poetry data was chosen 25 poems from 40 poems collected based on the year of publication, theme, and the poetry of the poem. The results of the study are based on the themes of the 1949-1962 Period poetry, namely (1) love for the motherland, (2) love for fellow human beings, (3) humanity, (4) mobs, (5) philosophical reflections, and (6) death. The tone analyzed in poetry includes formal attitudes in 11 poems, intimate attitudes in 11 poems, and arrogant attitudes in 3 poems. The conclusion of this study is the Sunda poem Period 1949-1962 raised about (1) love in the land of water / land Sunda, (2) love for fellow human beings, (3) humanity, philosophical contemplation, (3) hordes, (5) philosophical reflections, and (6) death. AbstrakSajak Sunda periode 1949-1962 dipengaruhi oleh kejadian sosial pada masa itu, seringkali masalah yang disampaikan dalam sajak yaitu ironi, terbuka, terbuka, serius, satir, dan sentimental. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan (1) tone/nada pengarang, dan (2) fakta kemanusiaan yang tergambar dalam sajak-sajaknya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif analitik. Teknik mengumpulkan data menggunakan studi dokumentasi dan wawancara pengarang sezaman. Data sajak dipilih 25 sajak dari 40 sajak yang dikumpulkan berdasarkan pada tahun terbit, tema, dan titimangsa sajak. Hasil penelitian berdasarkan tema sajak Periode 1949-1962 yaitu (1) cinta tanah air, (2) cinta sesama manusa, (3) kemanusiaan, (4) gerombolan, (5) renungan falsafah, dan (6) kematian. Tone/nada yang dianalisis dalam sajak mecakup dalam sikap formal dalam 11 sajak, sikap intim dalam 11 sajak, dan sikap angkuh dalam 3 sajak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sajak Sunda Periode 1949-1962 mengangkat tentang (1) rasa cinta pada tanh air/tanah Sunda, (2) rasa cinta pada sesama manusia, (3) kemanusiaan, renungan falsafah, (3) Gerombolan, (5) renungan falsafah, dan (6) kematian.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Anak Guha Karang Legok Pari Karya Hidayat Susanto Koswara, Dedi; Permana, Ruswendi; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 11, No 2 (2020): Vol. 11 No. 2, Oktober 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i2.29145

Abstract

Nilai Budaya dan Agama dalam Naskah “Kitab Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw.” Fathurahmah, Ani Tsania; Ruhaliah, Ruhaliah; Koswara, Dedi
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34141

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah, menyusun edisi teks, menganalisis nilai budaya dan agama yang terdapat dalam naskah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis dengan menggunakan teknik wawancara dan studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini yaitu naskah “Kitab Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw.”. Proses edisi yang dilakukan yaitu dengan menggunakan edisi standar yakni dengan membetulkan kesalahan-kesalahan kecil dan ketidakajegan, sedang ejaannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian, naskah ini merupakan salah satu naskah dalam bentuk mikrofilm rol 34-05 yang ada di Pusat Studi Sunda yang isinya menceritakan mi’rajnya Kangjeng Nabi Muhammad saw. ke langit. Selain itu, dalam naskah ini juga terdapat beberapa nilai budaya dan agama. Nilai budaya yang terdapat pada naskah di antaranya: 1) sistem religi, 2) sistem kemasyarakatan, 3) sistem pengetahuan, 4) sistem bahasa, 5) kesenian, 6) mata pencaharian, dan 7) sistem teknologi. Sedangkan nilai agama yang terdapat pada naskah di antaranya: 1) akidah yang ditemukan berhubungan dengan keimanan (Rukun Iman); 2) syariah tentang salat, puasa, zakat, dan beberapa hukuman untuk manusia; dan 3) berhubungan dengan akhlak kepada Allah dan akhlak kepada sesama manusia. Kata Kunci: filologi; nilai agama; nilai budaya.  Abstract: This research aims to describe the script, arrange text edition, analyze cultural and religious value in the manuscript. The method was used is descriptive of analysis by using interview technique and literature study. Edition process were used is standard edition, it fix small errors and inconsistencies, and the spelled according to the applicable provisions. The sources of data is manuscript of “Kitab Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw”. Based on the result, this script is one of microfilm rolls 34-05 in the center for Sundanese studies, which is the narrated of Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw to the heavens. In addition, in this text there are several cultural and religious values. The cultural values, namely: 1) religious system, 2) social system, 3) knowledge system, 4) language system, 5) art system, 6) livelihood system, and 7) technology system. While the religious values are: 1) aqidah is related to faith (six pillars of faith), 2) syariah about Shalat, fasting, zakat, and some punishment for humans, and 3) Morals is morals to Allah and morals to fellow human being.Keywords: cultural values; philology; religious values.
Wawacan Panji Asmara Ningrat: Sebuah Kajian Struktural Romadona, Zulfahmi; Koswara, Dedi; Ruhaliah, Ruhaliah
LOKABASA Vol 16, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v16i2.90747

Abstract

Cerita tentang tokoh Panji sudah populer di Asia Tenggara, bahkan sudah masuk ke dalam Memory of the World (MoW) UNESCO pada tahun 2017. Di Palembang terdapat Panji Angreni, di Bali ada Malat, di Makassar ada Hikayat Cekele, di Melayu ada Hikayat Panji Kuda Semirang, di Kamboja ada Cerita Panji Kamboja, dan dalam sastra Jawa terdapat 140 judul tentang kisah Panji. Terdapatnya cerita Panji dalam bahasa Sunda merupakan suatu hal yang tidak disangka-sangka. Naskah Wawacan Panji Asmara Ningrat merupakan salah satu cerita Panji versi bahasa Sunda, meskipun naskah ini merupakan hasil gubahan dari bahasa Melayu. Hal tersebut menegaskan bahwa cerita Panji tidak populer di pulau Jawa bagian barat, khususnya di wilayah Priangan. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah Wawacan Panji Asmara Ningrat dan mengungkap struktur formal serta struktur naratifnya.  Metode yang digunakan yaitu kajian filologis dengan edisi naskah tunggal dan metode deskriptif-analitis untuk mengkaji strukturnya. Teknik yang digunakan ialah studi pustaka dan studi dokumentasi, sedangkan pendekatan penelitiannya menggunakan kualitatif. Hasil kajian ini berupa deskripsi naskah yang sekaligus menunjukkan bahwa isi teks wawacan tersebut cukup lengkap, tetapi struktur formalnya kurang lengkap, sedangkan struktur naratif cukup lengkap.The story of Panji is widely known throughout Southeast Asia and was included in UNESCO’s Memory of the World (MoW) register in 2017. In Palembang it appears as Panji Angreni, in Bali as Malat, in Makassar as Hikayat Cekele, in Malay literature as Hikayat Panji Kuda Semirang, and in Cambodia as Cerita Panji Kamboja. In Javanese literature alone, there are 140 versions of the Panji tales. The existence of a Panji story in the Sundanese language is therefore unexpected. The manuscript Wawacan Panji Asmara Ningrat is a Sundanese version of the Panji story, though adapted from the Malay language. This indicates that Panji stories were not widely popular in western Java, especially in the Priangan region. Accordingly, this study aims to describe the Wawacan Panji Asmara Ningrat manuscript and to reveal its formal and narrative structures. The research employs philological methods using a single-manuscript edition and a descriptive-analytic approach to examine its structure. Techniques used include library and documentation studies, with a qualitative research approach. The results show that the text of the Wawacan is relatively complete in content, although its formal structure is incomplete, while its narrative structure is adequately developed.