Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : DIMASATRA

PENYULUHAN KURIKULUM MERDEKA DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA SUNDA BAGI GURU-GURU SMP DI WILAYAH DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG Nurjanah, Nunuy; Sudaryat, Yayat; Haerudin, Dingding; Koswara, Dedi; Kuswari, Usep; Kosasih, Dede; Ruhaliah, Ruhaliah
Dimasatra Vol 3, No 1 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.795 KB) | DOI: 10.17509/dm.v3i1.55263

Abstract

Tulisan dengan judul Pembelajaran Paradigma Baru dalam Mulok Bahasa Daerah berkaitan dengan enam hal: (1) Kurikulum Merdeka; (2) Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Sunda; (3) Landasan Pembelajaran Bahasa Sunda; (4) Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Sunda; (5) Alur Tujuan Pembelajaran; (6) Modul Ajar. Tulisan ini memuat informasi awal mengenai perangkat ajar mata pelajaran bahasa Sunda sebagai bagian dari Kurikulum Operasional Sekolah (KOS), mengingat perangkat ajar Mapel Mulok Bahasa Sunda tidak disediakan oleh pemerintah, tetapi harus disusun sendiri di daerah, terutama pada satuan pendidikan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dalam rangka mengembangkan pembelajaran bahasa Sunda di Jawa Barat.
Pendidikan dan Pelatihan Model Penilaian Keterampilan Berbahasa Sunda Bagi Guru Bahasa Sunda Kuswari, Usep; Koswara, Dedi; Haerudin, Dingding
Dimasatra Vol 4, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dm.v4i2.72632

Abstract

Dalam implementasi Kurikulum 2013, banyak kendala atau masalah yang dihadapi oleh guru, terutama berkaitan dengan standar penilaian. Guru masih tetap berpola pada sistem penilaian hasil belajar bahasa Sunda berdasarkan teori penilaian secara umum bukan teori penilaian bahasa. Dalam rangka menyelesaikan masalah dan kendala tersebut, telah dihasilkan s penlitian model penilaian keterampilan berbahasa Sunda berbasis literasi, yang menghasilkan sebuah pedoman penilaian pembelajaran bahasa Sunda. Hasil penelitian akan diimplementasikan kepadan guru-guru bahasa Sunda di SMP Kabupaten Bandung Barat yang sekolahnya ditunjuk sebagai sekola  percobaan Kurikulum 2013.  Target dari hasil program pengabdian ini diharapkan para guru bahasa Sunda memiliki kemampuan dan  keterampilan dalam pengembangan dan penyusunan perangkat model penilaian keterampilan berbahasa Sunda berbasis literasi dan otentik. Indikator tersebut didukung oleh adanya peningkatan kemampuan dalam konsep model-model penilaian, perangkat penilaian menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sesuai dengan hasil penelitian dan tuntutan standar penilaian.  Hasil akhir dari program pengabdian ini diharapkan guru bidang bahasa dan sastra Sunda memeiliki  kemampuan dan keterampilan dalam (1) menyusun perangkat penilaian berbahasa Sunda; (2) melaksanakan penilaian berbahasa Sunda;  dan (3) melaporkan hasil penilaian kegiatan belajar mengajar.
Mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sastra dan Budaya Lokal: Temuan dari FGD Kolaboratif UPI–UNDIKSHA Koswara, Dedi; Darajat, Danan; Alamsyah, Zulfikar; Isnendes, Retty; Suherman, Agus
Dimasatra Vol 5, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dm.v5i1.75630

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan dosen pengajar bahasa daerah mengenai implementasi Kurikulum Merdeka dan capaian pembelajarannya, khususnya dalam konteks pembelajaran sastra dan budaya lokal. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh tantangan dalam dunia pendidikan pascapandemi Covid-19, yang menuntut adanya penyesuaian terhadap kurikulum serta penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, dan kontekstual terhadap lingkungan budaya peserta didik. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan mengintegrasikan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Subjek kegiatan difokuskan pada guru bahasa daerah dan dosen pengampu mata kuliah bahasa dan budaya daerah di lingkungan UPI dan Undiksha, serta se-Indonesia. Hasil FGD menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip dasar Kurikulum Merdeka, capaian pembelajarannya, serta strategi integrasi nilai-nilai budaya lokal, seperti budaya Sunda dan Bali, ke dalam proses pembelajaran. Selain memberikan dampak langsung dalam peningkatan kompetensi peserta, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah luaran akademik, di antaranya: (1) artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi, (2) buku hasil kegiatan, (3) artikel populer di media massa, serta (4) pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Temuan dan pengalaman dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementatif bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal secara lebih sistematis dan berkelanjutan.