Claim Missing Document
Check
Articles

The Quality of Today's Textbooks: Central-Regional Collaboration for 21st-Century Education Budi Rahayu Setiawan; Usep Kuswari; Yatun Romdonah Awaliah; Haris Santosa Nugraha
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Textbooks serve as a mandatory guide in the teaching and learning process in schools, one example is the Panggelar Basa Sunda textbook for Senior High School class XII. The purpose of this study is to analyze the quality of textbook content. The method used uses a descriptive qualitative approach. The source of data in this study is the Panggelar Basa Sunda textbook for Grade XII High School. Data was obtained through documentation techniques. The results of this study explain that the Panggelar Basa Sunda textbook for Senior High School Class XII has met the content quality indicators in accordance with the 2022 Education Standards, Curriculum, and Assessment Agency [Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan]. These indicators include scientific accuracy, conformity with local content set by the governor, alignment with the development of science and technology, relevance to the context and environment, and coherence among the content sections of the book. In addition, it is also collaborated with the Jabar Masagi program as an implementation of the local content of the Merdeka Curriculum. Therefore, the textbooks are in line with the quality of content required by 21st century education. The implications of this research provide benefits for students and teachers in using textbooks in schools and a form of synergy between the central and local governments.
Readability Analysis of Rancagé Diajar Basa Sunda for Junior High Schools: Evidence from the Fry Graph Wahyuni, Tanti Sri; Nurjanah, Nunuy; Nugraha, Haris Santosa
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i1.1555

Abstract

This study aims to analyze the readability level of 43 texts in the book Rancagé Diajar Basa Sunda for junior high school students using Fry Graphs, as well as to evaluate their suitability for readers aged 12 to 15 years. This study uses a document analysis method comprising steps such as text identification, calculation of sentence and syllable counts, graph mapping, and interpretation of results in the context of Sundanese. The results showed that only 11 texts (26%) were in the "suitable" category, while most were in the low and very low categories. However, such low scores do not necessarily reflect incompatibility, because the clarity of sentence structure is a way to accommodate the limitations in mastery of Sundanese cultural vocabulary among junior high school students. The results of this study show that Fry's Graph must be interpreted in a real way in Sundanese. By implication, teachers and book writers must balance simple sentences with important cultural vocabulary. At the same time, authorities can use these results to formulate readability standards for local Sundanese materials.
Desain Model Asesmen Pembelajaran Dongeng Berbasis Tradisi Lisan Sunda Sabarudin, Yudistira Fitra Sabarudin; Usep Kuswari; Haris Santosa Nugraha; Nunuy Nurjanah; Yayat Sudaryat
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7830

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah dan merancang sebuah model asesmen pembelajaran dongeng berbasis tradisi lisan Sunda, asesmen berfungsi sebagai pengukur, pengevaluasi, dan penelaahan kebutuhan suatu pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu perancangan model awal asesmen lisan berbasis tradisi dongeng Sunda untuk siswa pada tahapan Fase D. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sumber data meruapakan buku-buku, dokumen perencanaan asesmen fase D, dan validasi-validasi dari para ahli dan pengajar senior. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi kesimpulan. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah rancangan mode awal asesmen lisan berbasis tradisi dongeng Sunda di fase D, adapun bentuk dari rancangan modelnya adalah asesmen yang berupa praktik dengan keaktifan siswa, penelitian ini dapat digunakan untuk perancangan model asesmen atau model pembelajaran yang berbasis tradisi daerah.
BUKU TEKS PANGGELAR BASA SUNDA PIKEUN SMA/MA/SMK/MAK KELAS XI: TINJAUAN PRINSIP, PROSES, DAN KERANGKA DEEP LEARNING Rizki Muhammad Nur; Yayat Sudaryat; Haris Santosa Nugraha
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/veq33w04

Abstract

ABSTRAK:  Buku teks merupakan sumber utama pembelajaran dalam pendidikan formal dan berperan penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning). Kesenjangan penelitian muncul karena kajian buku teks bahasa daerah umumnya berfokus pada konten dan budaya, sementara integrasi prinsip deep learning masih jarang ditinjau secara sistematis, bahkan dalam bahasa daerah termasuk penelitian yang baru. Tujuan penelitian ini adalah meninjau tingkat kesesuaian buku teks Panggelar Basa Sunda pikeun SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI terhadap prinsip, proses, dan kerangka deep learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi dokumentasi terhadap empat bab representatif dalam buku teks terbitan Erlangga tahun 2023. Instrumen penelitian berupa lembar cek berbasis indikator deep learning yang meliputi prinsip deep learning (berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan), proses deep learning (memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan), serta kerangka deep learning (praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar, dan teknologi digital). Data dianalisis menggunakan skala dikotomi dan dikonversi ke dalam persentase. Temuan utama menunjukkan bahwa prinsip dan proses deep learning terimplementasi sangat baik (100%), sementara kerangka deep learning berada pada kategori baik (81,25%) dengan kelemahan utama pada aspek kemitraan pembelajaran yang hanya mencapai (25%). Temuan penelitian ini menegaskan bahwa buku teks panggelar basa Sunda telah berfungsi efektif sebagai pengelola deep learning di kelas, namun masih memerlukan penguatan desain kemitraan dengan masyarakat agar integrasi deep learning menjadi lebih seimbang dan kontekstual.KATA KUNCI: bahasa Sunda; buku teks; deep learning; Kurikulum Merdeka. PANGGELAR BASA SUNDA PIKEUN SMA/MA/SMK/MAK KELAS XI: REVIEW OF PRINCIPLES, PROCESSES AND FRAMEWORK OF DEEP LEARNING ABSTRACT: Textbooks are the primary source of learning in formal education and play an important role in supporting the implementation of the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka), which emphasizes deep learning. A research gap emerges because studies on regional language textbooks generally focus on content and culture, while the integration of deep learning principles is still rarely examined systematically, even in recent research on regional languages. The purpose of this study is to review the level of alignment of the Sundanese language textbook "Panggelar Basa Sunda pikeun SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI" with the principles, processes, and framework of deep learning. This research employs a qualitative descriptive approach with documentation study techniques on four representative chapters in the textbook published by Erlangga in 2023. The research instrument consists of a checklist based on deep learning indicators covering deep learning principles (conscious, meaningful, and joyful), deep learning processes (understanding, applying, and reflecting), and the deep learning framework (pedagogical practices, learning partnerships, learning environments, and digital technology). Data were analyzed using a dichotomous scale and converted into percentages. The main findings indicate that deep learning principles and processes are implemented very well (100%), while the deep learning framework is in the good category (81.25%), with the main weakness in the learning partnerships aspect, which only reaches 25%. The findings of this study confirm that the Panggelar Basa Sunda textbook has functioned effectively as a facilitator of deep learning in the classroom, but still requires strengthened partnership design with the community so that the integration of deep learning becomes more balanced and contextual.KEYWORDS: Sundanese language; textbook; deep learning; Independent Curriculum.
Transformasi Cerita Pendek Dogdog Pangrewong Menjadi Komik Digital AZIZAH, ANNISA; Haris Santosa Nugraha; Agus Suherman
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2026): JURNAL KREDO VOL 9 NO 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i2.16935

Abstract

This study aims to describe the transformation of the short story Dogdog Pangréwong into a digital comic through an intertextual approach. The research employs a qualitative descriptive method, using the short story Dogdog Pangréwong as the source text and the digital comic created by the researcher as the transformed text. Data were collected through documentation and library research, while the analysis was conducted through close reading, classification of transformation elements, and examination of the intertextual relationship between the two texts. The findings indicate that the transformation from a verbal narrative to a visual-verbal medium involves the preservation of the core narrative structure, adjustments in presentation to accommodate the characteristics of the new medium, and a shift in the system of signs. Despite medium-specific modifications, the original meaning of the story is maintained through selective adaptation. The transformation demonstrates that digital comics function not only as a medium of interpretation but also as a form of revitalization of classical Sundanese literature within the context of digital literacy. Thus, literary adaptation across media does not merely produce a new representational form but also expands the preservation of regional literature. Key words: Dogdog Pangréwong, Digital Comic, Transformation
Perbandingan Tingkat Motivasi Akademik Mahasiswa Aktif dan yang Tidak Aktif Berorganisasi Haris Santosa Nugraha; Fahma Lutfi Mabruroh; Fitri Fuzi Nirmala; Siti Habibah Fathul Aen Agnia; Winda Nur Ajijah; Yani Nurhasanah
Edukasia Jurnal Pendidikan Vol. 2 No. 3: Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penting dalam keberhasilan akademik mahasiswa adalah motivasi belajar, dan keaktifan berorganisasi diduga berperan dalam meningkatkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa yang aktif dan tidak aktif berorganisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif komparatif dengan dua kelompok sampel, menggunakan angket Motivasi Belajar sebagai instrumen utama. Data dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test untuk membandingkan ratarata motivasi belajar antar kelompok. Pada bagian hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan, di mana mahasiswa aktif organisasi memiliki rata-rata motivasi belajar sebesar 49,14, sedangkan mahasiswa tidak aktif memiliki rata-rata 41,29. Nilai Sig. (2-tailed) = 0,002 menegaskan perbedaan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulannya, keaktifan berorganisasi berpengaruh positif terhadap motivasi belajar mahasiswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan organisasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan diri dalam program pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan mahasiswa
VIRTUAL REALITY-BASED MEDIA TO ENHANCE SUNDANESE DESCRIPTIVE WRITING SKILLS Anjani Ridho; Usep Kuswari; Haris Santosa Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v11i3.13660

Abstract

Learning to write Sundanese descriptive texts presents several challenges, particularly in the limited availability of engaging and contextualized learning media. Students often lack real-life experiences related to the objects they are asked to describe, and the absence of interactive media contributes to the low quality of their descriptive writing. This study aims to analyze the needs for Virtual Reality media to enhance students’ skills in writing Sundanese descriptive texts at the junior high school level. A descriptive qualitative method was employed in this research. The participants included 8 Sundanese language teachers and 145 junior high school students from Bandung City. Data were collected through questionnaires and interviews conducted during the 2024/2025 academic year. The collected data were analyzed using qualitative techniques involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that students’ ability to write Sundanese descriptive texts remains relatively low, primarily due to the lack of innovative and immersive learning media. Teachers also face challenges in providing learning experiences that allow students to observe or visualize descriptive objects directly. Virtual Reality shows potential as a promising solution, offering immersive, simulated environments that help students gain contextual understanding. These findings suggest that the development of Virtual Reality media is urgently needed to support students’ learning needs in writing Sundanese descriptive texts. Furthermore, this study serves as a foundation for future research focusing on the design and effectiveness of Virtual Reality-based learning media in enhancing descriptive writing skills in Sundanese language education.
Pembinaan etika dan tata krama bermedia sosial pada komunitas Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya Nunuy Nurjanah; Haris Santosa Nugraha; Temmy Widyastuti; O. Solehudin; Yatun Romdonah Awaliah
Jurnal Abmas Vol. 21 No. 2 (2021): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v21i2.40168

Abstract

Kasus pelanggaran etika dan tata krama yang kerap muncul di media sosial menimbulkan kekhawatiran berbagai kalangan terhadap degradasi moral para generasi muda. Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pembinaan kepada generasi muda untuk senantiasa menggunakan etika dan tata krama bahasa Sunda yang baik dan benar dalam bermedia sosial. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini didasarkan pada hasil penelitian Model 3W (Wiwaha, Wiraga, Wibawa) sebagai alternatif solusi mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan empat langkah kegiatan yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam pengabdian ini adalah pengurus dan anggota komunitas Mojang Jajaka (Moka) Kota Tasikmalaya. Para peserta dibimbing untuk memahami dan menguasai konsep etika dan tata krama bahasa Sunda yang baik dan benar (wiwaha), terampil menerapkannya dalam media sosial (wiraga), serta mampu menjadi figur atau teladan bagi masyarakat luas (wibawa). Kegiatan pembinaan ini diharapkan mampu membekali para peserta agar lebih bijak menggunakan media sosial yang didasarkan pada penerapan etika dan tata krama Sunda dalam kehidupan sehari-hari.
Keterbacaan Buku Teks Wanda Basa Sunda Jenjang SMP: Analisis Grafik Fry dan Raygor Risma Hikmah Rahmadini; Haris Santosa Nugraha; Temmy Widyastuti
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): VOLUME 11 NUMBER 1 MARCH 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v11i1.8192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keterbacaan teks fiksi dan non-fiksi serta menelaah kesesuaiannya dengan jenjang kelas VII, VII, dan IX dalam buku Wanda Basa Sunda jenjang SMP. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data dalam penelitian ini diambil dari 28 teks, kemudian dianalisis menggunakan grafik Fry dan grafik Raygor. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat keterbacaan teks dalam buku tersebut berbeda-beda. Jika dilihat secara umum sekitar sekitar 54% teks berada pada tingkat keterbacaan yang sesuai, sedangkan sebagian lainnya menunjukan tingkat keterbacaan yang lebih rendah dan lebih tinggi dari jenjang sasaran. Dari perbedaan hasil antara grafik Fry dan grafik Raygor, hal itu menunjukan adanya perbedaan dalam menilai karakteristik kebahasaan teks. Grafik Fry cenderung lebih fokus pada panjang dan struktur kalimat, sedangkan grafik Raygor lebih berfokus pada tingkat kesulitan kata yang digunakan dalam teks. Temuan ini menunjukan bahwa aspek keterbacaan belum sepenuhnya menjadi perhatian dalam proses penyusunan maupun pemilihan bahan ajar bahasa Sunda, sehingga dapat mendorong tercapainya tujuan pembelajaran. 
Media Archive Instagram Storydalam Pembelajaran Menulis Teks Pengalaman Pribadi Annisha; Haris Santosa Nugraha; Azni Nurul Fauzia
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 30 No. 1, Juni 2026
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/mjwef705

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya kemampuan siswa dalam menulis teks pengalaman pribadi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan menulis téks pengalaman pribadi sebelum dan sesudah, aspek-aspek yang meningkat, juga respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran Archive Instagram Story dalam menulis teks pengalaman pribadi. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode studi kuasi eskperimen terhadap siswa kelas VII-D SMP Pasundan 6 Bandung Taun Ajar 2023/2024 menggunakan pre-test dan post-test design. Teknik yang dipakai yaitu Teknik tes tulis dalam bentuk perintah dan juga angket menggunakan SPSS PASW veris 26. Hasil dari penelitian ini: (1) kemampuan siswa sebelum menggunakan media Archive Instagram Story tergolong belum mampu dengan rata-rata 49,44; (2) kemampuan sesudah menggunakan media Archive Instagram Story tergolong mampu dengan rata-rata 77,22; (3) ada perbedaan yang signifikan antara kemampuah sebelum dan sesudah menggunakan media Archive Instagram Story dengan signifikansi Sig.(2-tailed)) 0,000. Nilai signifikansi 0,000 ≤ 0,05; (5) respon siswa terhadap media Archive Instagram Story terbilang bagus. Dengan itu, media pembelajaran Archive Instagram Story bisa meningkatkan kemampuan menulis teks pengalaman pribadi siswa kelas VII-D SMP Pasundan 6 Bandung Taun Ajar 2023/2024.  The background of this research is the lack of students' ability to write personal experience texts. The aim of this research is to describe the ability to write personal experience texts before and after, aspects that have improved, as well as students' responses to the application of the Archive Instagram Story learning media in writing personal experience texts. The method used in this research is a quasi-experimental study method for students in class VII-D of SMP Pasundan 6 Bandung for the 2023/2024 Academic Year using a pre-test and post-test design. The technique used is a written test technique in the form of instructions and also a questionnaire using SPSS PASW version 26. The results of this research: (1) students' abilities before using Archive Instagram Story media were classified as inadequate with an average of 49.44; (2) ability after using Archive Instagram Story media is classified as capable with an average of 77.22; (3) there is a significant difference between abilities before and after using Archive Instagram Story media with a significance Sig.(2-tailed)) 0.000. Significance value 0.000 ≤ 0.05; (5) students' responses to the Archive Instagram Story media were fairly good. With this, the Archive Instagram Story learning media can improve the ability to write personal experience texts for class VII-D students at Pasundan 6 Middle School in Bandung for the 2023/2024 academic year.