Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN TANAH MEKANISMENGGUNAKAN METODE LEAST COST ANALYSIS PADA PERUMAHAN ISTANA TEGAL BESAR, JEMBER Cholid, Sabda Arsy; Amri Gunasti; Senki Desta Galuh
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/e97r3m42

Abstract

Pekerjaan tanah mekanis merupakan tahapan awal yang berperan penting terhadap waktu dan biaya pelaksanaan proyek konstruksi. Pada proyek Perumahan Istana Tegal Besar, pelaksanaan pekerjaan tanah mekanis masih menunjukkan ketidakefisienan, seperti ketidakseimbangan produktivitas alat berat, tingginya waktu tunggu alat, serta meningkatnya biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi aktual pekerjaan tanah mekanis dan menentukan kombinasi alat berat yang paling efisien menggunakan metode Least Cost Analysis (LCA). Penelitian ini difokuskan pada pekerjaan cut (penggalian) tanah mekanis dengan alat utama berupa excavator dan dump truck. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis produktivitas alat, waktu siklus kerja (Truck Cycle Time Operation), serta biaya operasional berdasarkan data lapangan dan dokumen proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode Least Cost Analysis mampu menghasilkan kombinasi alat berat yang lebih optimal, ditandai dengan penurunan waktu pelaksanaan dan biaya operasional dibandingkan kondisi eksisting. Metode ini efektif sebagai dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan pekerjaan tanah mekanis.
PERENCANAAN EMBUNG UNTUK KEBUTUHAN AIR PETANI PALAWIJA (STUDI EMBUNG DUSUN PLAMPANG, DESA KLEKEHAN, KEC. BOTOLINGGO, KAB. BONDOWOSO) Yoga Ainurrahman; Senki Desta Galuh; Taufan Abadi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9xdhhj63

Abstract

Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso merupakan wilayah pertanian palawija yang masih mengandalkan sistem tadah hujan sehingga rentan mengalami kekurangan air pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan air hujan dan kebutuhan air irigasi sebagai dasar perencanaan embung tadah hujan serta menilai potensi dampak ekonominya bagi petani. Metode penelitian meliputi analisis curah hujan, perhitungan limpasan permukaan dengan luas daerah tangkapan A = 144.829 m² dan koefisien limpasan C = 0,4, perhitungan hujan langsung ke embung dengan asumsi luas embung 5% dari daerah tangkapan, serta penyusunan neraca air berdasarkan kebutuhan air tanaman palawija (jagung, kacang tanah, dan singkong). Hasil analisis menunjukkan total ketersediaan air hujan tahunan sebesar 95.869,55 m³/tahun yang berasal dari limpasan permukaan dan hujan langsung ke embung. Berdasarkan hasil neraca air, diperoleh defisit maksimum sebesar 1.500 m³, sehingga kapasitas tampungan total embung yang direncanakan adalah 2.335,5 m³ dengan mempertimbangkan kehilangan akibat penguapan, resapan, dan sedimentasi. Kapasitas tersebut diterjemahkan ke dalam denah geometrik embung dengan dimensi panjang sekitar 35 m, lebar sekitar 13,5 m, dan tinggi sekitar 5 m, yang disesuaikan dengan kondisi topografi dan kontur lahan. Embung direncanakan untuk melayani lahan pertanian palawija seluas 8,69 ha. Secara ekonomi, dengan produktivitas rata-rata ±5,51 ton/ha per musim, keberadaan embung berpotensi mendukung hasil panen sekitar 47–48 ton per musim, sehingga mampu meningkatkan stabilitas produksi, menekan risiko gagal panen, dan mendukung peningkatan pendapatan petani pada musim kemarau.
Microplastic Abundance in Mangrove Sediments Based on Mangrove Density at Cemara Beach, Jember Debita Dwi Putri; Senki Desta Galuh; Winda Islamiyah Umarie; Latifa Mirzatika Al-Rosyid; Yuvita Dian Siswanti
Environmental Pollution Journal Vol. 6 No. 2: July 2026
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v6i2.504

Abstract

Mangrove ecosystems play an essential ecological role in coastal environments by stabilizing sediments and trapping various pollutants, including microplastics. Increasing plastic waste generated by human activities has contributed to the accumulation of microplastics in coastal ecosystems, particularly within mangrove sediments. This study aimed to analyze microplastic abundance in mangrove sediments based on mangrove density in the mangrove area of Cemara Beach, Puger, Jember. Sediment sampling was carried out at four observation points representing different environmental characteristics and levels of human activity, namely tourism areas, residential areas, central mangrove zones, and areas remote from human activities. Microplastic abundance was determined by calculating the number of particles identified in each sediment sample and expressing the results as particles per gram of sediment. The findings revealed that microplastics were present at all sampling locations with a total abundance of 0.885 particles/gram. The highest abundance was recorded at the residential area (0.650 particles/gram), while the lowest abundance was found at the site far from human activities (0.019 particles/gram). Mangrove density varied among observation points and contributed to sediment retention; however, microplastic abundance was not determined solely by vegetation density. Human activities, particularly those related to settlements and tourism, appeared to play a substantial role in increasing microplastic inputs into the mangrove ecosystem. These findings highlight the ecological function of mangroves as natural traps for microplastics and emphasize the need for improved coastal waste management and mangrove conservation to reduce microplastic contamination in coastal environments.
Perencanaan Struktur Bangunan Industri Pengolahan Kedelai pada Pabrik Tahu di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember firdaus firmansyah; Senki Desta Galuh; Arief Alihudien
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 11 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to design the structure of a Wastewater Treatment Plant (WWTP) for the soybean processing industry in Kaliwates Subdistrict, Jember Regency, as an effort to reduce environmental pollution caused by liquid waste from tofu production. The research stages included collecting production data, measuring wastewater flow rates, analyzing wastewater characteristics based on pH, BOD, COD, and TSS parameters, and conducting soil mechanics analysis to determine soil bearing capacity as the basis for WWTP structural design. The results of the observations showed that the wastewater generated is still discharged directly into the environment without treatment, thereby potentially degrading water body quality. The measured wastewater flow rate was 0.4372 m³/day, with BOD and COD levels exceeding established quality standards. Therefore, a wastewater treatment system combining anaerobic biofilters, aerobic biofilters, and a constructed wetland was planned, as this combination is considered effective for reducing pollutant levels. Furthermore, geotechnical analysis results indicate that the soil at the study site has adequate bearing capacity with a safety factor of 3.11, making it safe to support the planned wastewater treatment plant structure. This design is expected to serve as an effective, economical, and sustainable wastewater treatment alternative for small- and medium-scale tofu industries.
Water Physicochemical Impacts of Sidoarjo Mud Reservoir on Metal Degradation and Environmental Risks Rohimatush Shofiyah; Yuvita Dian Siswanti; Senki Desta Galuh; Sevira Ayu Andini; Nur Hafifah
Environmental Pollution Journal Vol. 6 No. 1: April 2026
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v6i1.497

Abstract

Environmental monitoring in the Lapindo mudflow area has primarily focused on pollution assessment, with limited attention to the relationship between extreme water quality conditions and the corrosive environment affecting metallic infrastructure. This study evaluated physicochemical water quality in the Porong River mud reservoir to assess its potential influence on metal degradation. Water samples were collected in triplicate from eight strategically selected sites using stratified random sampling and analyzed using standard physicochemical methods. Severe spatial variations were observed, with Total Suspended Solids reaching 98,910 mg/L, dissolved oxygen depleted to 0.0 mg/L, and Chemical Oxygen Demand peaking at 4,182 mg/L, indicating highly polluted and anoxic conditions. The combination of elevated suspended solids, organic pollutants, and oxygen depletion creates an aggressive electrolytic environment that may accelerate corrosion processes. These findings provide new insights into corrosion-related environmental conditions in mud-volcanic aquatic systems and support environmental monitoring and infrastructure management in long-term mudflow-affected areas.
Fitoteknologi Akar Wangi dengan Constructed Wetlands pada Air Limbah Kopi Olah Basah Senki Desta Galuh; Musyarofa Musyarofa; Latifa Mirzatika Al-Rosyid
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8355

Abstract

Berdasarkan data tahun 2020, Kabupaten Jember memiliki luas area tanaman kopi sebesar 4.658 ha dengan kapasitas produksi mencapai 2.369 ton dan nilai produkstivitasnya mencapai 11.859 kg/ hektar. Pada umumnya, pengolahan kopi yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode pengolahan kopi secara basah. Metode pengolahan secara basah berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan terutama pada badan air. Apabila air limbah dari proses pengolahan kopi secara basah ini dialirkan secara langsung ke badan air/perairan terdekat, maka dapat mengurangi kandungan oksigen. Berkurangnya kadar oksigen dapat meningkatkan nilai kandungan bahan organik dan anorganik (BOD dan COD). Mengangkat dari permasalahan tersebut, maka untuk mengatasi dan mengurangi pencemar terutama pada badan air, maka salah satu solusi yang dinilai tepat adalah mengolah air limbah tersebut menggunakan Metode Wetlands (Lahan Basah). Lahan basah buatan merupakan metode pengolahan air limbah secara biologis dengan bantuan tanaman yang dapat dioperasikan dan diterapkan dengan cukup sederhana, pada dasarnya hampir seluruh tanaman yang ada mampu menyerap dan menurunkan kadar pencemar pada air limbah. Adapun tujuan utama penelitian ini ialah sebagai langkah usaha dalam meminimalisir dampak lingkungan akibat dari pembuangan air limbah yang tidak melalui proses pengolahan.
Studi Fitoremediasi Akuatik Pada Jalur Aliran Mata Air Sumber Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember Yomi Febriyanti Hijriyah Sari; Anastasya Nurrahmi; Ericha Reyza Subiantoro; Noval Aditya Saputra; Hilmi Alivia Sahrul Gafur; Senki Desta Galuh
Nata Palemahan: Journal of Environmental Engineering Innovations Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/natapalemahan.v3i1.7332

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas proses fitoremediasi alami pada jalur aliran dua mata air Sumber Suci Kecamatan Panti, Kabupaten Jember melalui parameter fisikokimia air dan bioindikator biota akuatik. Pengamatan dilakukan pada lima titik pengambilan sampel (S1–S5) dari hulu hingga hilir dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Parameter kualitas air yang diuji meliputi pH dan Total Dissolved Solid (TDS), sedangkan aspek ekologis dianalisis berdasarkan keberadaan makrozoobentos dan biota lain di area vegetasi riparian. Hasil penelitian menunjukkan rentang pH antara 7,38–7,90 dan nilai TDS rendah yaitu 80–87 ppm, yang mencerminkan kualitas perairan yang masih baik dan mendukung keberadaan organisme akuatik. Kehadiran biota sensitif seperti Perlidae dan Polycentropodidae mengindikasikan rendahnya tekanan polusi dan berfungsinya proses fitoremediasi secara alami. Kombinasi vegetasi riparian, aliran berbatu, serta dinamika biota menunjukkan bahwa jalur aliran dua memiliki kemampuan pemurnian alami yang stabil dan efektif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan peran penting vegetasi riparian sebagai agen fitoremediasi alami yang menjaga kualitas ekosistem mata air dari hulu hingga hilir.
Pembangunan Kolam Retensi Guna Mengatasi Masalah Kekeringan Di Dusun Plampang Desa Klekehan Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso Senki Desta Galuh; Musarofa Musarofa; Jimi Amijaya; Totok Dwi Kuryanto; Yuvita Dian Siswanti; Levina Ardiningrum Hartadi; Kasih Imani Putri Sugiarto; Tiara Dwi Desfinta; Akmal Hisam Dani; Asroful Abidin
ABDIMASTEK Vol. 5 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v5i1.4954

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Kondisi tanah dan iklim yang mendukung menjadikan Indonesia memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, perubahan iklim yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan tantangan serius bagi para petani. Curah hujan yang tidak stabil dan musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan kekeringan yang berdampak langsung pada ketersediaan air, baik untuk kebutuhan domestik masyarakat maupun untuk irigasi pertanian. Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Di wilayah ini terdapat Dusun Plampang, Desa Klekehan, dengan jumlah 96 KK yang sejak tahun 2023 hingga Juli 2024 mengalami krisis air bersih yang cukup parah. Kekeringan tidak hanya menyulitkan masyarakat dalam memperoleh air minum, tetapi juga mengancam produksi pertanian lokal. Komoditas utama desa ini yaitu jagung dan kacang hanya dapat ditanam satu kali dalam setahun akibat keterbatasan air irigasi. Dalam perspektif Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), isu kekeringan ini merupakan tanggung jawab sosial yang menuntut kepedulian dan tindakan nyata untuk menolong sesama. Nilai solidaritas dan kebermanfaatan menjadi landasan keterlibatan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang sejak awal aktif mendistribusikan air bersih ke Dusun Plampang. Upaya tersebut merupakan bentuk dakwah bil-hal yang tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Sebagai langkah strategis dan berkelanjutan, direncanakan pembangunan kolam detensi seluas ±1 hektar untuk menampung air dan mengairi lahan pertanian seluas ±2.000 hektar. Pembangunan kolam ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Klekehan.
Inovasi “Bata Bolong” sebagai Smart Composter untuk Penguatan Resiliensi Petani di Desa Suci, Jember Ihsannudin Ihsannudin; Aryo Fajar Sunartomo; Subhan Arif Budiman; Senki Desta Galuh; Laily Mutmainnah; Lenny Luthfiyah; Rizky Yanuarti; Dessy Melia Eka Putri; Ade Angelia Maizul Putri; Ilham Hanif Firdausyah
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2025): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i1.2441

Abstract

Perubahan iklim dan peningkatan volume limbah rumah tangga serta pertanian menimbulkan tantangan serius bagi ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan model pengelolaan limbah berbasis masyarakat melalui penerapan pendekatan ekonomi sirkular di Desa Suci, Kabupaten Jember. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui inovasi “Bata Bolong” sebagai komposter cerdas berbahan bata terawang. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan partisipatif, dan pendampingan teknis dalam produksi pupuk organik serta pemasaran berbasis digital. Analisis hasil dilakukan secara deskriptif melalui observasi, kuesioner, dan evaluasi capaian produksi. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan petani dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle serta kemampuan memproduksi pupuk organik dengan kualitas hara baik dan waktu dekomposisi lebih singkat. Program ini juga mendorong diversifikasi produk, peningkatan pendapatan, dan penguatan resiliensi masyarakat terhadap perubahan iklim. Inovasi Bata Bolong terbukti efektif sebagai model penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah pedesaan lain