Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Abdi Masya

Pembuatan Alat Cuci Tangan Portabel Dalam Upaya Mencegah Penulran Covid-19 Di Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Kota Surakarta: PEMBUATAN ALAT CUCI TANGAN PORTABEL Supriyanto, Agung; Hermawan, Muhammad Vendy
Abdi Masya Vol 1 No 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i1.39

Abstract

Perhatian dunia saat ini sedang fokus pada penanganan wabah virus COVID-19 yang sudah dinyatakan sebagai pandemi pada awal Januari 2020. Sebagian besar negara sudah menerapkan karantina wilayah untuk mencegah terjadinya penyebaran virus yang cepat. Indonesia sendiri tengah berupaya untuk mengatasi masalah penularan wabah COVID-19 dengan menerapkan social distancing bagi warganya. Kelurahan Sangkrah adalah salah satu wilayah di kota Surakarta yang sudah dinyatakan sebagai daerah zona merah penyebaran COVID-19 oleh Bapak Walikota. Terdapat 2 kasus positif COVID-19 pada bulan April 2020 di wilayah ini. Dengan pertimbangan tersebut, perlu dilakukan penanganan serius guna memutus penyebaran virus COVID-19. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan sarana tempat cuci tangan kepada masyarakat Kelurahan Sangkrah. Cuci tangan dengan sabun pada air mengalir terbukti lebih ampuh membunuh virus jika dibandingkan dengan hanya menggunakan cairan hand sanitiser. Tempat cuci tangan portabel yang didedikasikan untuk warga kelurahan Sangkrah berguna untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Alat cuci tangan ini telah digunakan dengan baik oleh warga masyarakat Kelurahan Sangkrah. Setelah mendapat penyuluhan tentang pentingnya cuci tangan, berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk cuci tangan.
Peningkatan Kompetensi Desain Bagi Guru SMK Menggunakan Software Solidworks Jamaldi, Agus; Supriyanto, Agung; Andriyansyah, Deni; Wicaksono, Muh. Tsaqila; Savidaprima, Albert Yunatan; Riyadi, Tri Widodo Besar
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.131

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMK khususnya dalam bidang desain menggunakan software Solidworks. Guru yang merupakan subjek utama dalam transfer pengetahuan ini harus memiliki kompetensi yang memadahi, sehingga ilmu yang ditransfer kepada para siswa dapat dimengerti dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan mengingat adanya tuntutan perkembangan zaman dalam bidang desain, di mana desain saat ini diharapkan mampu dikerjakan secara efisien, hasil yang akurat, dan mampu dilakukan perbaikan dalam waktu singkat jika terjadi kesalahan. Metode pelatihan dengan cara para peserta mengikuti langkah-langkah tutorial dari instruktur. Materi pelatihan dirangkum dalam modul pelatihan yang diberikan kepada setiap peserta serta diakhir sesi, semua peserta wajib mengisi form post-test yang telah disediakan. Hasil dari pelatihan dan analisis terhadap jawaban post-test peserta didapatkan bahwa kemampuan para peserta dalam menggunakan Solidworks meningkat sebesar 33%. Pelatihan ini juga sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi/kemampuan para guru SMK khususnya di bidang desain menggunakan software SolidWorks serta diharapkan kompetensi yang sudah diperoleh dapat ditransfer ke para siswanya.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMK DALAM BIDANG GAMBAR TEKNIK MELALUI PELATIHAN DESAIN Supriyanto, Agung; Jamaldi, Agus; Atmoko, Nugroho Tri
Abdi Masya Vol 1 No 4
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i4.184

Abstract

Kebijakan pemerintah melaui Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan senantiasa berupa untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kejuruan melaui program SMK Pusat Keunggulan. Untuk mendukung hal ini perlu upaya peningkatan kompetensi guru mata pelajaran. Dari diskusi dengan beberapa sekolah bahwa tidak semua sekolah memiliki guru dengan kompetensi bidang desain. Selaran dengan hal ini, telah dilakukan pelatihan kompetensi guru sekolah kejuruan dalam hal desain bidang keteknikan dengan menggunakan perangkat lunak Solidworks. Metode pelatihan dilakukan secara tatap muka dalam suatu kelas sehingga peserta bisa langsung praktek dengan didampingi oleh instruktur yang kompeten. Untuk mengukur ketercapaian hasil pelatihan, dilakukan pengukuran kompetensi guru di awal dan akhir pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta mencapai ketuntasan belajar (ketuntasan 100%) dengan rata-rata ketercapain materi sebesar 88,9%.
PELATIHAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DASAR 3D PRINTING UNTUK GURU SMK BHINNEKA KARYA SURAKARTA Andriyansyah, Deni; Vendy Hermawan, Muhammad; Supriyanto, Agung; Margono, Margono; Budi Raharjo, Emanuel
Abdi Masya Vol 4 No 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v4i1.223

Abstract

Teknologi manufaktur memiliki cakupan bidang yang sangat luas. 3-Dimensional Printing merupakan salah satu teknik manufaktur yang digunakan untuk menciptakan produk jadi 3 dimensi. Alat yang digunakan adalah alat printer 3D dengan material  penyusun seperti plastik, logam, maupun serbuk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan alat 3D printer berbahan plastik karena dinilai lebih praktis dan efektif untuk skala laboratorium. Peserta pelatihan adalah guru-guru SMK Bhinneka Karya Surakarta, dengan pemateri adalah dosen-dosen Sekolah Tinggi Teknologi “Warga” Surakarta. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan dan memberikan pelatihan kepada guru-guru SMK Bhinneka Karya Surakarta dalam menggunakan mesin 3D Printer. Peserta pelatihan diberikan materi dasar-dasar penggunaan mesin printer 3D, cara instalasi alat, membuat desain, mentransfer file desain ke alat printer, dan selanjutnya mencetak desain 3D. Proses evaluasi dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu pemahaman konsep, instalasi dan penggunaan, perawatan mesin dan keinginan belajar lebih lanjut. Pemahaman peserta meningkat sebesar 1,7 poin setelah mengikuti pelatihan. Pada keterampilan instalasi dan penggunaan serta perawatan mesin, nilai pre test peserta cukup rendah (1,8 dan 2,1 poin berturut-turut) dan meningkat cukup tajam sebanyak 2,5 dan 2,1 poin setelah pelatihan. Sementara itu, nilai pre test untuk keinginan untuk mengenal teknologi 3D Printing mencapai 3,4 poin dan meningkat setelah mengikuti pelatihan menjadi 4,5 poin. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa teknologi 3D Printing belum terlalu dikenal oleh masyarakat, khususnya lembaga pendidikan. Sehingga dengan adanya pelatihan ini, diharapkan guru-guru di SMK Bhinneka Karya Surakarta mampu mengenal dan menguasasi teknologi 3D Printing untuk dikembangkan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Selanjutnya, keterampilan tersebut bisa diajarkan kepada siswa-siswa melalui kegiatan seminar, ekstra kurikuler atau dapat dimasukan ke dalam materi pembelajaran kurikuler.
A REKAYASA MESIN PENGADUK ADONAN ROTI DALAM UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DI UKM ROTI DAMPIT SUKOHARJO Supriyanto, Agung; Jamaldi, Agus; Prasetyo, Agung; Ardiyanto, Wawan; A.N, Sebastian Raul
Abdi Masya Vol 6 No 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i1.459

Abstract

Roti dan kue merupakan makan yang familiar dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, meskipun hal ini bukan makanan pokok. Masyarakat membutuhkan roti dan kue sebagai selingan makanan pokok dan juga sebagai hidangan pada momen –momen tertentu seperti hari raya dan hajatan. Tingginya permintaan masyarakat akan produk ini dimanfaatkan oleh UKM Roti Dampit menjadi peluang usaha yang menjanjikan dengan produksi roti dan kue. Sebagai usaha kecil, UKM Roti Dampit memiliki keterbatasan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Hal yang paling mendesak adalah ketersediaan mesin pengolah adonan. Kondisi sekarang dalam pembuatan adonan menggunakan mesin dengan kapasitas yang kecil sehingga tidak mampu memenuhi target produksi. Disamping itu, alat yang tersedia menghasilkan kualitas adonan yang kurang baik dimana adonan belum tercampur secara merata (homogen) sehingga masih ada gumpalan – gumpalan. Dengan kondisi ini, tim pengusul PkM membuat solusi dengan membuat mesin pembuat adonana dengan kapasitas yang lebih besar. Untuk menghasilkan adonan yang merata, mesin dilengkapi dengan pengaduk dengan 2 model pengadu. Hasil pengujian menunjukkan mesin mampu mengolah adonan lebih cepat dua kali dibanding dengan metode manual. Untuk membuat adonan 6 kg dibutuhkan waktu 12 menit.