Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Learning-Based Maritime Governance: Institutional Synergy and Maritime Domain Awareness in the Waters of Karimun Besar Island, Indonesia Pulungan, Ahmad Ari Syahputra; Yusnaldi; Budiman Djoko Said
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 04 (2025): September - November, International Journal of Education, Vocational and Socia
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i04.2432

Abstract

Indonesia’s maritime identity as the world’s largest archipelagic state places it at the center of global maritime trade and security dynamics. However, fragmented coordination among its maritime enforcement agencies—namely BAKAMLA, KPLP, and POLAIRUD—continues to limit effective governance, particularly in strategic regions such as Karimun Besar Island within the Malacca Strait. This study examines the problem of institutional synergy and Maritime Domain Awareness (MDA) through a learning-based governance perspective, employing a qualitative document analysis and triangulation approach. The research integrates three learning theories—Connectivism, Constructivism, and Social Learning Theory—to explore how inter-agency cooperation can evolve through digital connectivity, shared meaning, and behavioral adaptation. The findings reveal that Indonesia’s maritime security governance remains hindered by overlapping mandates, unintegrated information systems, and limited interoperability. Applying learning-based principles, the study argues that improving maritime synergy requires not only legal harmonization but also institutional learning through continuous data exchange, joint training, and shared operational frameworks. The paper proposes a National Maritime Security Coordination Framework that emphasizes data integration, collaborative learning, and adaptive policy reform. Strengthening institutional synergy and MDA through a learning-oriented approach is essential for realizing Indonesia’s vision as a Global Maritime Fulcrum, ensuring that its maritime governance becomes more coordinated, sustainable, and intelligence-driven.
Maritime Cyber Geopolitics: New Threats to Maritime Security in the Digital Era Bagus Satrio Wicaksono; Asep Adang Supriyadi; Budiman Djoko Said; Pujo Widodo; Panji Suwarno
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 4 (2025): IJHESS FEBRUARY 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i4.1183

Abstract

The digital era has transformed the maritime sector, integrating the oceans into the global internet network and creating new opportunities in trade and communications. However, this connectivity has also created significant cyber threats, leading to the emergence of cyber maritime geopolitics—the struggle for power at sea through information and communications technology (ICT). These threats include cyberattacks on maritime navigation systems, critical infrastructure, and data theft, all of which can disrupt global trade and trigger conflict. As maritime security becomes increasingly important, countries need to increase international cooperation, strengthen cyber defenses, and develop effective strategies to combat these threats. This paper aims to understand the challenges of cyber maritime geopolitics and proposes a multisectoral approach involving various stakeholders. Through comprehensive qualitative research, including a literature review and document analysis, this research identifies patterns and offers insights into strengthening maritime security policies. This research underscores the need for international collaboration, technological advances and investment in cybersecurity to ensure sustainable maritime security in the digital era. For Indonesia, a country with extensive maritime interests, implementing this strategy is very important to protect maritime infrastructure and maintain regional stability.
Sinergitas Kelembagaan dan Maritime Domain Awareness di Indonesia: Analisis Dokumen BAKAMLA, KPLP, dan POLAIRUD dalam Pencegahan Eksploitasi Sumber Daya Alam di Perairan Karimun Besar Pulungan, Ahmad Ari Syahputra; Yusnaldi, Yusnaldi; Budiman Djoko Said
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12726

Abstract

Tata kelola keamanan maritim Indonesia menghadapi tantangan serius akibat tumpang tindih kewenangan dan lemahnya koordinasi antar lembaga utama penegak hukum laut seperti BAKAMLA, KPLP, dan POLAIRUD. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergitas kelembagaan ketiga instansi tersebut dalam pencegahan eksploitasi sumber daya alam di perairan strategis Pulau Karimun Besar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dan triangulasi dokumen yang mencakup regulasi hukum, laporan kelembagaan, serta literatur akademik. Hasil menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga belum optimal karena inkonsistensi mandat hukum, duplikasi kewenangan, dan lemahnya integrasi teknologi informasi untuk pertukaran data. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan kerangka koordinasi keamanan maritim nasional berbasis sistem Maritime Domain Awareness (MDA) terpadu guna memperkuat deteksi dan koordinasi operasi maritim.
Optimalisasi Perawatan Rubber Seal Tutup Palka Guna Melancarkan Proses Kegiatan Bongkar Muat Agar Terciptanya Keselamatan Pelayaran di MV. Tanto Terima Teguh Prasetyo; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Panji Suwarno; Budiman Djoko Said
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4766

Abstract

Abstrak Semua pengguna jasa transportasi laut di Indonesia khususnya dan di dunia pelayaran, senantiasa sangat mengutamakan persoalan keselamatan dan keamanan, Dalam kegiatan perawatan kapal bermuatan curah, perawatan rubber seal sangatlah penting karena digunakan untuk menutup palka dan melindungi muatan yang berada di dalamnya dari berbagai macam bahaya dan air laut. Pada dasarnya perawatan bertujuan untuk menjaga agar kondisi muatan selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan sehingga tidak menghambat dalam proses persiapan bongkar muat, yang selanjutnya baru diikuti dengan aspek lain seperti biaya yang terjangkau, kecepatan dan ketepatan waktu, serta aspek kenyamanan. Terjadinya kecelakaan kapal seperti tenggelam atau air laut masuk kedalam muatan kering yang berisi gandum,jagung dll adalah permasalahan yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan transportasi laut. Keselamatan dan keamanan maritim di sini, adalah kebijakan utama yang harus mendapatkan prioritas pada pelayaran dalam menunjang kelancaran transportasi laut Indonesia sebagai negara kepulauan. Indonesia memiliki kedaulatan atas keseluruhan wilayah laut lndonesia, sehingga laut memiliki peran cukup berarti baik bagi sarana pemersatu bangsa dan wilayah Republik lndonesia. Kata Kunci: Keselamatan, Rubber Seal Abstract All users of sea transportation services in Indonesia, especially and in the world of shipping, always prioritize safety and security issues. In maintenance activities for bulk-loaded ships, maintenance of rubber seals is very important because they are used to close holds and protect the cargo inside from various kinds of hazards and sea ​​water. Basically maintenance aims to keep the cargo in good condition and ready for use so that it does not hinder the loading and unloading preparation process, which is then followed by other aspects such as affordable costs, speed and timeliness, as well as convenience aspects. The occurrence of ship accidents such as sinking or seawater entering bulk cargo containing wheat, corn etc. is a problem related to the safety and security of sea transportation. Maritime safety and security here, is the main policy that must get priority on shipping in supporting the smooth sea transportation of Indonesia as an archipelagic country. Indonesia has sovereignty over the entire Indonesian sea area, so that the sea has a significant role both for uniting the nation and for the territory of the Republic of Indonesia. Keywords: Safety, Rubber Seal
Mengamankan Masa Depan Laut Indonesia: Peran Marine Protected Area (MPA) dalam Adaptasi Perubahan Iklim Uly Maria Ulfah; Widodo; Budiman Djoko Said; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Panji Suwarno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5018

Abstract

Abstrak Marine Protected Area (MPA) memiliki peran yang sangat penting dalam mengamankan masa depan laut Indonesia di tengah tantangan perubahan iklim. MPA berfungsi sebagai benteng pertahanan bagi keanekaragaman hayati laut dan habitatnya yang rentan terhadap perubahan suhu, peningkatan keasaman, dan perubahan pola arus. Dengan melindungi spesies dan habitat tersebut, MPA membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut dan memfasilitasi adaptasi terhadap lingkungan yang terus berubah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berjenis deskriptif dengan metode studi literature yang dianalisis dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPA juga memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan ekosistem dan mengurangi kerentanan terhadap bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim. Terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove yang terlindungi di dalam MPA dapat menjadi benteng alami yang melindungi pantai dari gelombang pasang, badai, dan banjir. Dengan mengelola MPA secara efektif, Indonesia dapat memastikan masa depan laut yang berkelanjutan, menyediakan sumber daya hayati yang berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat dan negara. Kata Kunci: Marine Protect Area, Perubahan Iklim, Abstract Marine Protected Areas (MPAs) play a crucial role in securing the future of Indonesia's oceans amidst the challenges of climate change. MPAs serve as a defense barrier for vulnerable marine biodiversity and habitats against temperature changes, ocean acidification, and altered currents. By safeguarding these species and habitats, MPAs help maintain the balance of marine ecosystems and facilitate adaptation to the ever-changing environment. This research adopts a qualitative approach, specifically a descriptive study using literature review as the methodology, which is analyzed to draw conclusions. The findings reveal that MPAs also have a significant role in preserving ecosystem resilience and reducing vulnerability to climate-induced natural disasters. Protected coral reefs, seagrass beds, and mangrove forests within MPAs act as natural barriers that shield coastlines from tidal waves, storms, and floods. By effectively managing MPAs, Indonesia can ensure a sustainable future for its oceans, provide sustainable living resources, and deliver long-term economic benefits to its communities and the nation. Keywords: Marine Protect Area (MPA), climate change