Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Pengujian Sorptivity Pada Mortar Geopolimer Abu Sawit Dengan Substitusi Portland Composite Cement Syarif, Harriad Akbar; Antonius; Prabowo Setiyawan
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2497

Abstract

Penelitian ini membahas tentang mortar geopolimer dengan abu sawit sebagai bahan pengikat. Larutan alkali aktivator yang digunakan untuk proses pengaktifan unsur Silika dan Alumina yang terdiri dari larutan larutan Na2SiO3 2,3 Mol (Be 52) dan NaOH 14M. Perencanaan campuran mortar geopolimer abu sawit mengunakan semen (Portland Composite Cement/PCC) sebagai bahan substitusi 10%, 20%, 30% berat terhadap berat abu sawit yang berguna untuk mempercepat proses ikatan polimerisasi. Untuk itu dilakukan pengujian sorptivity pada 28 hari dengan benda uji yang digunakan berbentuk kubus 5x5x5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan alkali dengan nilai rasio Na2SiO3 dan NaOH sebesar 2 dan rasio alkali aktivator dan abu sawit sebesar 1,6 mengasilkan workability yang baik untuk adukan mortar. Sehingga perencanaan campuran ini digunakan untuk membuat sampel mortar dengan proses perawatan menggunakan suhu ruang, Pengujian sorptivity mortar geopolimer abu sawit tergolong sorptivity baik karena <0,2 mm/min0,5 pada variasi semen 30% pada umur 28 hari. Hasil ini menyimpulkan bahwasanya material mortar geopolimer abu sawit memiliki kemampuan yang baik untuk menyerap dan mengalirkan air melalui pengisapan kapiler yang berhubungan dengan meningkatnya kuat tekan pada mortar.
Analisis Penggunaan Fly Ash Tipe F pada Beton Non Pasir sebagai Green Concrete Purnamasari, Eka; Antonius; Setiyawan, Prabowo
Science Tech: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 11 No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/st.vol11.no1.a19194

Abstract

The use of concrete as a construction material has become an industry standard; however, excessive exploitation of natural sand has had a negative impact on the environment. No-fines concrete has emerged as an innovative alternative to reduce dependence on sand, offering advantages such as a porous structure that enhances permeability and thermal insulation. This study analyzes the use of Type F Fly Ash, a byproduct of coal combustion from the Asam-Asam Power Plant in South Kalimantan, as an additive in no-fines concrete to improve its mechanical properties and durability. Fly Ash acts as a pozzolanic material, which can partially replace cement and enhance compressive strength and resistance to extreme environmental conditions. The research was conducted through a literature review and cement and Fly Ash testing. The results indicate that the increase in Fly Ash content affects the cement hydration reaction, necessitating the selection of an appropriate dosage tailored to specific construction project needs. The incorporation of Type F Fly Ash enhances ecological sustainability and concrete efficiency, while simultaneously reducing industrial waste and the environmental impact of cement production. Therefore, no-fines concrete based on Fly Ash presents a sustainable solution for environmentally friendly infrastructure development.
Pengaruh Solvabilitas, Profitabilitas, Dan Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel Intervening Kurniawan; Fauzan, Muhammad; Antonius
Jurnal Audit dan Perpajakan (JAP) Vol. 1 No. 2 (2021): Artikel Penelitian Desember 2021
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jap.v1i2.2024

Abstract

Perusahaan memiliki tujuan agar operasional bisnisnya dapat berjalan dengan baik dan dapat berjalan dalam jangka waktu yang panjang serta memperoleh keuntungan semaksimal mungkin dari operasional bisnis yang sedang dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh solvabilitas, profitabilitas, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan kepemilikan manajerial sebagai variabel intervening. Perusahaan yang diteliti adalah perusahaan sektor farmasi yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan farmasi dan metode sampel dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis jalur (path analysis), pengujian hipotesis, dan analisis koefisien determinasi (????²) dengan menggunakan program SPSS Versi 25.00.
ANTICIPATION AND SOLUTION OF EQUIPMENT COST OVERRUN FACTOR IN TOLL ROAD CONSTRUCTION PROJECT Isfahani, Muhammad Nafhan; Antonius; Wibowo, Kartono
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.222

Abstract

Makalah ini memaparkan hasil penelitian tentang antisipasi dan solusi penanganan kelebihan biaya material pada proyek jalan tol sistem terbuka di Jadebotabek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antisipasi dan solusi penanganan kelebihan biaya material. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei kepada 76 responden yang terdiri dari Manajer, Konsultan dan Kontraktor yang terlibat dalam pembangunan jalan tol di Jabodetabek yang merupakan wilayah pesisir. Hasil survei tersebut diuji validitas, reliabilitas dan mean untuk mengetahui faktor dominan penyebab kelebihan biaya, selanjutnya dilakukan penyusunan antisipasi dan solusi penanganan kelebihan biaya peralatan oleh tim ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 faktor penyebab kelebihan biaya yang valid dengan nilai koefisien 0,385 – 0,577 dan 13 faktor penyebab kelebihan biaya yang reliabel dengan nilai cronbach’s alpha diatas 0,700. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa antisipasi dan solusi penanganan pembengkakan biaya peralatan pada proyek jalan tol pesisir adalah tindakan preventif untuk mengurangi dan menghilangkan terjadinya pembengkakan biaya pada tahap perencanaan maupun pada tahap pelaksanaan.
Analysis of the Implementation of Law Number 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining, Tax Relevance: Through a Literature Review Antonius; Al-Anshori, Huzaimah; Hasibuan, Ali Huristak Hartawan
Al-Risalah VOLUME 25 NO 2, NOPEMBER (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.vi.62004

Abstract

Indonesia’s mineral and coal mining sector continues to face persistent governance challenges, including regulatory inconsistency, limited transparency, and weak fiscal accountability. Although Law Number 4 of 2009—introducing the IUP/IUPK licensing system—was intended to strengthen state control and promote sustainable resource management, its practical outcomes remain inconsistent. Addressing the research gap on how legal reforms interact with fiscal governance, this study analyzes the implementation of the law and its taxation relevance through a systematic literature review of academic publications, official reports, and regulatory documents. Using a qualitative content analysis approach, the study identifies recurring issues such as overlapping regulations, legal uncertainty, and insufficient supervision, which undermine the expected improvements in mining governance. The results also show that the mining taxation framework—comprising income tax, VAT, land and building tax, non-tax state revenues (PNBP), and the Revenue Sharing Fund (DBH)—holds strategic importance for ensuring equitable fiscal distribution, yet suffers from low compliance and weak monitoring mechanisms. The study contributes to existing scholarship by demonstrating that effective mining governance requires not only legal reform but also coherent fiscal policy design and integrated regulatory enforcement. Practically, these findings suggest that enhancing regulatory harmonization, strengthening fiscal transparency, and improving intergovernmental coordination are essential to optimizing state revenue and ensuring that the mining sector supports long-term sustainable development.