Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Tingkat Pelayanan Moda Transportasi Speedboat Tidore-Sofifi Sultan, Mufti Amir; Gaus, Abdul; Wahab, Iis Hamsir Ayub; Abdullah, Abdul Madjid; Nu'man, Nu'man
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v3i2.824

Abstract

Speedboat merupakan moda transportasi utama yang digunakan untuk pergerakan orang dari Ibu Kota Kota Tidore Kepulauan ke Sofifi Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, penerapan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang ditindak lanjuti oleh pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait dengan pembatasan pergerakan orang untuk memutus penyebaran virus Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelayanan moda transportasi speedboat rute Tidore-Sofifi selama pemberlakuan aturan tersebit di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Teknik Analisa data menggunakan metode  Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terjadi penurunan jumlah speedboat yang beropersi perhari sebesar 63,64%, penurunan perjalanan speedboat sebesar 87,88% dan penurunan jumlah penumpang sebesar 89,90%. Indeks kepuasan secara keseluruhan 54,87% untuk pengguna moda speedboat. Ini masuk pada indeks kepuasan 51%-65% dengan kriteria cukup puas.
OPTIMALISASI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RUMAH PROGRAM BANTUAN STIMULAN RUMAH SWADAYA PADA DAERAH KEPULAUAN Yani, Stevi; Sultan, Mufti Amir; Gaus, Abdul
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2025): Clapeyron : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v6i1.10517

Abstract

Salah satu program yang hampir merata diseluruh kabupaten kota yang dilancarkan oleh pemerintah pusat untuk mengatasi backlog dan RTLH yaitu program bantuan stimulan rumah swadaya, kebutuhan perumahan dikepulauan sula dari tahun ke tahun semakin meningkat karena dilihat dari permintaan semakin tinggi dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2022. kegiatan pembangunan rumah swadya memiliki berbagai macam permasalahan dalam pelaksanaan baik itu dari pemerintah maupun dari penerima bantuan. metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metodoligi kualitatif. metodologi kualitatif merupakan proses penelitian yang menghasilkan informasi yang jelas adapun penelitian yang digunakan yaitu jenis deskriptif kualitatif. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, optimalisasi pelaksanaan pembangunan rumah program bantuan stimulan rumah swadaya pada daerah kepulauan dilihat dari beberapa variabel yaitu mobilisasi material, pelaksanaan diluar perencanaan, keterlambatan pekerjaan, dan sumber daya penerima bantuan. Hasil penelitian ini menunjukan empat kecamatan dikepulauan sula yaitu kecamatan sanana,kecamatan sulabesi tengah,kecamatan sulabesi selatan dan kecamatan sulabesi barat dengan total desa desa penerima bantuan sebanyak 105 unit belum berjalan optimal. Kendala dilapangan masih banyak perumahan masyarakat belum paham akan program ini upaya kedepan yaitu pemerintah mampu menjadi yang mempolopori kemajuan program,sosialisasi permasalahan permasalahan yang menjadi faktor penghambat pelaksanaan, meningkatkan sumber daya manusia dengan melakukan pelatihan tentang permasalahan yang terjadi dari tahun tahun sebelumnya kepada PPK, Fasilitator, perangkat desa dan penerima bantuan.
ESTIMASI DISTRIBUSI PERGERAKAN ARUS LALU LINTAS DI KOTA TERNATE DENGAN MENGGUNAKAN METODE DETROIT Gaus, Abdul
JURNAL SIPIL SAINS Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v2i4.5

Abstract

Pemodelan bangkitan pergerakan diperkirakan besarnya pergerakan yang dihasilkan darizona asal dan yang tertarik ke zona tujuan. Tujuan utama dari model distribusi perjalanan adalahuntuk memperkirakan penyebaran lalu lintas dengan menghitung jumlah perjalanan yang dibangkitkanoleh suatu zona asal menuju ke zona tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan distribusipergerakan arus lalu lintas di Kota Ternate Utara, Ternate Selatan, Ternate Tengah dengan metodeDetroit.Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu data matriks asal tujuan, data kendaraanyang berdomisili di Kota Ternate yang data – datanya diperoleh dari penelitian di instansi terkait.Hasil penelitian dan pengolahan data diperoleh masing – masing bangkitan pergerakan asaldan tujuan dengan metode Detroit tahun 2015, 2020 dan 2025. Jumlah pergerakan yang terbesaradalah pergerakan asal dan tujuan untuk Kecamatan Ternate Utara, Ternate Selatan dan TernateTengah tahun 2025, maka alternatif yang sesuai untuk pergerakan arus lalu lintas adalah membatasipenggunaan angkutan pribadi dan lebih mengutamakan penggunaan angkutan umum sebagai alatangkut penumpang di Kota Ternate.
ANALISIS PERBANDINGAN RISIKO BIAYA KONTRAK LUMPSUM DAN KONTRAK UNIT PRICE DENGAN METODE AHP anti, Mardianti; Gauss, Abdul
JURNAL SIPIL SAINS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v5i10.12

Abstract

Dalam setiap usaha, akan selalu muncul dua hal yang saling bertentangan, yaitu peluang memperoleh keuntungan dan risiko menderita kerugian termasuk dalam dunia usaha jasa konstruksi. Risiko menderita kerugian ini dapat diantisipasi dengan menganalisis jenis kontrak jasa konstruksi yang digunakan, yaitu dengan membandingkan risiko biaya konstruksi kontrak Lumpsum dengan kontrak Unit Price dari pendapat kontraktor selaku penyedia jasa. Persentase keuntungan dan kerugian masing-masing kontrak pun bisa teridentifikasi tergantung jenis proyek mana yang akan dikerjakan dengan menyebarkan kuisioner dan wawancara langsung.Untuk menganalisa risiko biaya digunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Proses analisis dimulai dengan mendefinisikan masalah, dan membuat struktur hierarki. Hirarki ini terdiri dari 3 (tiga) level yaitu tujuan (level I), kriteria (level II), dan alternatif (level III). Berdasarkan hirarki tersebut kemudian disusun kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan pada 20 responden yang terdaftar dalam anggota GAPENSI Propinsi Maluku Utara 2011. Data yang diperoleh kemudian ditabulasikan, dilanjutkan dengan membuat matrik berpasangan masing-masing level, melakukan perbandingan berpasangan, menghitung nilai rata-ratanya, mengukur bobot prioritas untuk level II dan level III, serta memeriksa konsistensinya.Berdasarkan hasil analisis risiko pembengkakan biaya maka diperoleh bobot prioritas untuk kontrak lumpsum sebesar 65,547% dan kontrak unit price 34,453%. Artinya proyek dengan kontrak lumpsum lebih tinggi risikonya menderita kerugian dibandingkan dengan kontrak unit price dan peristiwa yang paling dominan yang menyebabkan risiko pembengkakan biaya pada kontrak lumpsum terjadi pada peristiwa perbedaan kondisi site lapangan dengan yang tercantum dalam kontrak yang memiliki bobot prioritas terbesar yaitu 88,30% sedangkan pada kontrak unit price hal ini terjadi pada peristiwa kenaikan harga-harga di pasar yang memiliki bobot prioritas terbesar yaitu 86,4%
STUDI KARAKTERISTIK KUAT TEKAN PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE MENGGUNAKAN ASBUTON Saifuddin, Ismuddin B; Gaus, Abdul; Anwar, Chairul
JURNAL SIPIL SAINS Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v7i13.496

Abstract

Aspal buton (Asbuton), adalah sumber daya alam indonesia berupa aspal alam yang terkandung dalam deposit bebatuan yang terdapat di pulau buton dan sekitarrnya, selain itu aspal buton juga memiliki potensi yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kuat tekan untuk campuran AC – WC menggunakan aspal buton tipe 30/25 dan aspal pertamina serta untuk mengetahui hubungan karakteristik marshall dan kuat tekan pada campuran AC – WC menggunakan aspal buton tipe 30/25 dan aspal pertamina Penetrasi 60/70. Pengujian ini bersifat eksperimental di dalam laboratorium dengan kadar asbuton tipe 30/25 yang digunakan adalah 0% dan 5% dari total berat campuran Benda uji yang dibuat adalah agregat batu pecah yang berasal dari Kali Oba Sofifi Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara, aspal penetrasi 60/70 dan aspal buton tipe 30/25. Hasil pengujian Kuat Tekan Dan Marshall didapati bahwa dengan penambahan aspal buton 5% pada total campuran semakin tinggi nilai stabilitasnya dibanding dengan tidak menambahkan asbuton pada campuran, stabilitas tertinggi pada pengujian Kuat Tekan berada pada kadar aspal 5,5% dengan nilai stabilitas 5880.03 Kg sedangkan stabilitas tertinggi pada pengujian marshall berada pada kadar aspal 5,5% dengan niali stabilitas 2228,07 Kg.
ANALISIS PERBANDINGAN RISIKO BIAYA KONTRAK LUMPSUM DAN KONTRAK UNIT PRICE DENGAN METODE AHP Gaus, Abdul
JURNAL SIPIL SAINS Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v2i3.23

Abstract

Dalam setiap usaha, akan selalu muncul dua hal yang saling bertentangan, yaitu peluang memperolehkeuntungan dan risiko menderita kerugian termasuk dalam dunia usaha jasa konstruksi. Risikomenderita kerugian ini dapat diantisipasi dengan menganalisis jenis kontrak jasa konstruksi yangdigunakan, yaitu dengan membandingkan risiko biaya konstruksi kontrak Lumpsum dengan kontrakUnit Price dari pendapat kontraktor selaku penyedia jasa. Persentase keuntungan dan kerugianmasing-masing kontrak pun bisa teridentifikasi tergantung jenis proyek mana yang akan dikerjakandengan menyebarkan kuisioner dan wawancara langsung.Untuk menganalisa risiko biaya digunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Proses analisisdimulai dengan mendefinisikan masalah, dan membuat struktur hierarki. Hirarki ini terdiri dari 3(tiga) level yaitu tujuan (level I), kriteria (level II), dan alternatif (level III). Berdasarkan hirarkitersebut kemudian disusun kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan pada 20 responden yangterdaftar dalam anggota GAPENSI Propinsi Maluku Utara 2011. Data yang diperoleh kemudianditabulasikan, dilanjutkan dengan membuat matrik berpasangan masing-masing level, melakukanperbandingan berpasangan, menghitung nilai rata-ratanya, mengukur bobot prioritas untuk level II danlevel III, serta memeriksa konsistensinya.Berdasarkan hasil analisis risiko pembengkakan biaya maka diperoleh bobot prioritas untuk kontraklumpsum sebesar 65,547% dan kontrak unit price 34,453%. Artinya proyek dengan kontrak lumpsumlebih tinggi risikonya menderita kerugian dibandingkan dengan kontrak unit price dan peristiwa yangpaling dominan yang menyebabkan risiko pembengkakan biaya pada kontrak lumpsum terjadi padaperistiwa perbedaan kondisi site lapangan dengan yang tercantum dalam kontrak yang memiliki bobotprioritas terbesar yaitu 88,30% sedangkan pada kontrak unit price hal ini terjadi pada peristiwakenaikan harga-harga di pasar yang memiliki bobot prioritas terbesar yaitu 86,4%.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengangkutan Sampah di Kota Ternate Amelia, Risky; Rauf, Ichsan; Gaus, Abdul; Sultan Amir, Mufti; Pasongli, Hernita
Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol. 22 No. 2 (2022): Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/spatial.222.07

Abstract

The enviroment is something that is important for living things, especially humans. The enviroment is used by humans to meet the needs of life, if it does not take care of the enviroment properly it will cause enviromental problems. There are many environmental problems, one of which is the waste problem. The problem of waste is a problem that often occurs in urban areas, one of which is in the city of Ternate. The Ternate City Government needs tochoose the right solution to overcome the problems that occur due to waste, but before making a solution it is necessary to know how the public’s perception of waste transportation in Ternate City is. The research method is descriptive quantitative using a questionnaire distributed to respondents as a research instrument. The sampling technique used in this research is random sampling with a sample of 400 respondents in four districts in Ternate City. The sample of each sub-district amounted to 100 respondents. Data analysis using interpreted percentages. The results showed that the public’s perception of waste transportation in Ternate City was good.
PENGGUNAAN EKSTRAK TEMBAKAU SEBAGAI INHIBITRO PADA BETON BERTULANG MENGGUNAKAN PASIR LAUT DAN AIR LAUT Sultan, Mufti Amir; Hi Abbas, Muhammad Yunus; Gaus, Abdul; Rakhman, Khusna Arif; Barmawi, Nurtalia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.096 KB) | DOI: 10.29103/tj.v10i1.264

Abstract

Korosi dapat didefenisikan secara umum sebagai pengrusakan bahan oleh lingkungannya. Struktur beton bertulang akan mengalami kerusakan akibat serangan korosi, apabila tidak ditangani akan membutuhkan biaya yang relative mahal untuk memperbaikinya. Korosi pada baja tulangan harus ditangani secara khusus. Oleh sebab itu diperlukan solusi untuk mengatasi masalah ini. Pencegahan korosi bergantung pada jenis korosi yang terjadi pada material terkorosi. Salah satu metode yang terus di kaji saat ini adalah pencegahan korosi dengan menggunakan inhibitor. Dalam penelitian ini, inhibitor yang digunakan adalah inhibitor ekstrak daun tembakau dengan variasi dan konsentrasi yang telah ditentukan yakni 0%,4% dan 8%. Metode yang digunakan untuk menganalisis laju korosi yang terjadi yaitu metode Weight Loss (kehilangan berat). Pengujian dilakukan dengan cara memberikan aliran listrik terhadap benda uji dengan menggunakan voltase sebesar 5V. Pengaliran dilakukan secara bertahap dengan interval tertentu, sehingga diperoleh efeisiensi inhibisi dalam satuan persen. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penambahan inhibitor ekstrak tembakau dengan metode weight loss pada konsentrasi 4% dan 8% mampu menurunkan rapat arus anodik dan katodik yang mengakibatkan laju korosi pada baja tulangan, Peningkatan konsentrasi inhibitor ekstrak tembakau pada masing-masing variasi campuran beton memiliki efesiensi inhibitor yang baik yakni 64,44%  dengan air pencampur air tawar dan 20% untuk air laut pada setiap konsentrasi inhibitor 8% ekstrak tembakau.  
Pengaruh Penggunaan Limbah Polyethylene Terephthalate Terhadap Campuran Aspal Concrete Binder Course Gaus, Abdul; Hakim, Raudha; Seniyasmin, Seniyasmin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.683

Abstract

Abstrak Penggunaan plastik sebagai kemasan makanan dan minuman hingga saat ini belum tergantikan, dampaknya keberadaan limbah plastik semakin meningkat. Unsur penyusun utama plastik adalah karbon dan hydrogen hal ini identik dengan unsur penyusun utama dari aspal. Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor aspal, 50% kebutuhan aspal dalam negeri dipenuhi dengan mengimpor dari luar negeri. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah plastik dan mengurangi impor aspal adalah penggunaan limbah plastik sebagai campuran aspal beton untuk mengurangi penggunaan aspal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan limbah plastik jenis PET pada campuran aspal AC-BC. Limbah PET dibuat dalam bentuk serat yang ditambahkan dalam campuran aspal dengan komposisi 0.3% dan 0.6% yang dibanding dengan campuran aspal tanpa PET. Penambahan serat PET dalam campuran aspal menunjukkan bahwa stabilitas aspala semakin meningkat dengan bertambahnya persentase serat PET dalam campuran aspal, nilai flow menjadi lebih kecil hal ini mengindikasikan bahwa campuran aspal cenderung lebih kaku, nilai MQ juga menjadi lebih besar. Kata kunci: Aspal, plastik, limbah, marshall, PET   Abstract he use of plastic as food and beverage packaging has not been replaced until now, the impact of the existence of plastic waste is increasing. The main constituent elements of plastic are carbon and hydrogen, which are identical to the main constituent elements of asphalt. Indonesia is one of the asphalt importing countries, 50% of domestic asphalt needs are met by importing from other countries. One solution that can be done to reduce plastic waste and reduce asphalt imports is the use of plastic waste as a mixture of asphalt-concrete to reduce the use of asphalt. This study aims to analyze the effect of the use of PET type plastic waste on the AC-BC asphalt mixture. PET waste is made in the form of fiber which is added to the asphalt mixture with a composition of 0.3% and 0.6% compared to the asphalt mixture without PET. The addition of PET fibers in the asphalt mixture indicates that the asphalt stability increases with the increase in the percentage of PET fibers in the asphalt mixture, the flow value becomes smaller, this indicates that the asphalt mixture tends to be stiffer, the MQ value also becomes larger. Keywords: Asphalt, plastic, waste, marshall, PET
Efek Perkuatan Glass Fiber Reinforce Polymer Sheet Pada Balok Beton Bertulang Dengan Tulangan Korosi Sultan, Mufti Amir; AR, Ridwan; Gaus, Abdul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.694

Abstract

Abstrak Artikel ini menyajikan tentang balok beton bertulang yang tulangannya telah korosi kemudian diberi perkuatan ekternal berupa serat glass tipe lembaran atau Glass Fiber reinforced Polymer-Sheet (GFRP-S). Pada studi ini variabel berdasarkan variasi tingkat korosi pada tulangan. Lima macam benda uji yang digunakan berbentuk balok dengan dimensi 15x20 cm panjang 160 cm. Tulangan utama yang digunakan besi f12 dan tulangan sengkang f8-100. Mutu beton digunakan 25 MPa. Balok beton bertulangan normal tanpa perkuatan sebagai balok kontrol (BN), balok beton bertulangan normal dengan perkuatan GFRP-S (BP), balok beton bertulangan korosi dengan perkuatan GFRP-S (BPK), variasi waktu pengkorosian tulangan selama 2 minggu (BPK2), 4 minggu (BPK4) dan 6 minggu (BPK6) dengan metode perendaman pada larutan asam sulfat 2,0%. Balok diperkuat GFRP-S pada daerah Tarik di bagian bawah balok. Pengujian lentur dengan twopoint load. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok beton bertulang yang diperkuat dengan GFRP-S mempunyai kapasitas lebih besar dibandingkan dengan balok normal sebesar 12,07%. Balok beton bertulang dengan tulangan tingkat korosi lebih besar (pengkorosian 6 minggu) cenderung menurunkan kapasitas balok namun kapasitasnya masih lebih besar dari balok normal sebesar 1,38%. Kata kunci: balok beton, tulangan korosi, asam sulfat, GFRP-S  Abstract This article presents about reinforced concrete beams whose reinforcement has been corroded and then externally reinforced in the form of sheet type glass fiber or Glass Fiber Reinfroced Polymer-Sheet (GFRP-S). In this study, the variables are based on variations in the level of corrosion on the reinforcement. Five kinds of test objects used in the form of blocks with dimensions of 15x20 cm and length of 160 cm. The main reinforcement used is f12 and f8-100 stirrup reinforcement. The quality of the concrete used is 25 MPa. Normal reinforced concrete beams without reinforcement as control beams (BN), normal reinforced concrete beams with GFRP-S reinforcement (BP), corrosion reinforced concrete beams with GFRP-S reinforcement (BPK), variations in reinforcement corrosion time for 2 weeks (BPK2), 4 weeks (BPK4)and 6 weeks (BPK6) by immersion method in 2.0% sulfuric acid solution. The beam is reinforced with GFRP-S in the Tensile region at the bottom of the beam. Flexural test with two point load. The results showed that reinforced concrete beams reinforced with GFRP-S had a larger capacity than normal beams by 12.70%. Reinforced concrete beams with reinforcement with a higher corrosion rate (6 weeks corrosion) tend to reduce the capacity of the beam but its capacity is still larger than normal beams by 1.38%. Keywords: concrete beam, corrosion reinforcement, sulfuric acid, GFRP-S 
Co-Authors -, Mustamin Abdul Hamid Payapo Abdul Hamid Payapo Abdullah, Abdul Madjid Albanjar, Mutmaina Albar, Abdullah Ali, Ismanto Wahab Amalia, Ema Amelia, Risky Andi Arifah Pasri AR, Ridwan Aris Abdul Bachmid, Ryan Rinaldy R Barmawi, Nurtalia Chaerul Anwar Chairul Anwar Chairul Anwar Chairul Anwar Djamaluddin, Rudy Edi Susanto Farah Nur Muhammad Farika, Azmy Gilang Ramadan Kololikiye Hairil Hi. Hukum Hakim, Raudha Hernita Pasongli Hi Abbas, Muhammad Yunus Hi Bayan, Ilman Nafiyanto A Hi. Hukum, Hairil Hidayat Batubara, Muizzul Ilham Udin Imran Imran Imran Imran Imran, Imran Inggrayani Anggreni waiola Irnawaty Irnawaty, Irnawaty Irnawaty ST.,MT Ismanto Wahab Ali Ismuddin B Saifuddin Jaelan, Salsabila Jamalun Togubu Kamarullah, Suryawan Kardiman Kardiman Kardiman Kardiman Kardiman Rian Khusna Arif Rakhman, Khusna Arif Kusnadi Kusnadi Liska Novianti Liska Novianti M. Saleh, Muhammad Fauzan M. Saleh, Nur Rifqah Mardiana M Taiyeb Mardianti anti Mardianti anti, Mardianti Marsaoly, Nuramaiyasa Marsaoly, Nurmaiyasa Mohammad Ridwan Fadly Mufti Amir Sultan, Mufti Amir Muh Anshar Amrin Muh. Asrul Musyafir Muhamad Darwis Muhammad Taufiq Yuda Saputra Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nu'man, Nu'man Nur Ali Nuramaiyasa Marsaoly Nurmaiyasa M. Rahim, Mustamin Raudha Hakim Rauf, Ichsan Sabaruddin Sabaruddin S Sabaruddin Sabaruddin Saifuddin, Ismuddin B Samsul Samsul Saputra, Muhammad Taufik Yuda Seniyasmin, Seniyasmin Sultan Amir, Mufti Sultan, Thariq Alfaridzi A Sutrisno Putra Syafruddin Syafruddin Thariq Al Faridzi A Sultan Tjaronge M. W., Tjaronge M. Ummu Humaira Mubin Wahab, Iis Hamsir Ayub Wiwik Handayani Yani, Stevi Yudha Saputra, M Taufiq Yuni Damayanti Zainudin Zainudin Zamzam, Zulkifli Zulkarnain Zulkifli Zam Zam