Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DI KELAS VIII MTS. AL-MUSLIMIN DESA KLUMPANG, DELI SERDANG Dinda Achsania; Parlaungan Lubis; Abu Bakar Khazali
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning di kelas VIII MTs. Al-Muslimin Desa Klumpang, Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru kelas VIII, dan peserta didik sebagai informan pendukung. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning di kelas VIII MTs Al-Muslimin secara umum berada pada kategori cukup baik, meskipun belum merata dan belum diterapkan secara konsisten oleh seluruh guru. Guru telah memiliki pemahaman dasar mengenai pembelajaran mendalam yang menekankan pemahaman konsep, keterkaitan materi dengan kehidupan nyata, penerapan pengetahuan, pemecahan masalah, serta refleksi. Dalam perencanaan pembelajaran, sebagian besar guru telah mampu menyusun perangkat pembelajaran, menentukan tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, dan bentuk asesmen. Guru juga telah berupaya memahami karakteristik peserta didik melalui pengamatan, hasil tugas, dan proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran, beberapa guru telah menggunakan diskusi, tanya jawab, presentasi, studi kasus, pemecahan masalah, dan proyek sederhana serta memanfaatkan media dan lingkungan sebagai sumber belajar. Asesmen juga telah dilakukan melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, seperti penggunaan metode ceramah yang masih dominan, asesmen diagnostik yang belum terlaksana secara konsisten, pertanyaan berpikir tingkat tinggi yang belum optimal, ketidaksesuaian antara tujuan, kegiatan, dan penilaian, serta kegiatan refleksi yang belum dilakukan secara rutin. Dengan demikian, kompetensi pedagogik guru telah menunjukkan perkembangan menuju pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, tetapi masih memerlukan peningkatan melalui pendampingan, penguatan kompetensi guru, dan penerapan pembelajaran mendalam secara lebih konsisten