Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENYULUHAN PENCEGAHAN DBD DI PC PERSISTRI KOTA TASIKMALAYA Zain, Dichy Nuryadin; Pebiansyah, Anisa; Yuliana, Anna; Amin, Saeful; Rahmiyani, Ira; Alifiar, Ilham; Hidayat, Taufik; Shaleha, Resha Resmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23025

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang disebabkan oleh virus dengue dan ditandai dengan tingginya jumlah nyamuk Aedes aegypti, sehingga mempengaruhi lingkungan dan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan penularan DBD di suatu wilayah. Tujuan penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah penularan DBD. Proses penyuluhan mencakup persiapan, instruksi edukasi DBD, pengenalan aplikasi android RESIX, pemasangan paket tempat sampah, penyerahan alat kebersihan, diskusi dan evaluasi kegiatan melalui kuisioner pretest dan postest yang terdiri dari lima soal pada 110 ibu-ibu di PC Persistri Kota Tasikmalaya. Hasil evaluasi menunjukkan pengetahuan tentang DBD meningkat secara signifikan, dengan peningkatan skor sebesar 24.43%.Abstract: Blood dengue fever is a health problem in Indonesia that is part of a type of infectious disease caused by the dengue virus and is transmitted through aegypti mosquito bite characterized by high heat.Environmental factors as well as the role of society in the efforts to prevent the occurrence of DBD disease are closely related to the occurrence of DBD in a region.The purpose of this dissemination is to increase public knowledge and awareness in preventing the transmission of DBD.Preparation methods include preparation, DBD education, Introduction to Android Resix, Installation of garbage packages, submission of hygiene equipment as well as discussion and evaluation of activities through a pretest and postest query of up to 5 questions on 110 persistry PC mothers.The evaluation results showed a significant increase in knowledge of DBD with an increase in score by 24.43%.
Pengaruh Program Promosi Kesehatan Interaktif terhadap Peningkatan Pengetahuan HIV/AIDS pada Remaja Alifiar, Ilham; Lutfhiani, Rani Putri; Saputri, Nadya Nasywa; Fauziah, Devi Sarah; Nuraisah, Ai; Nurlichan, Suci Rahayu; Ramdhani, Eki Muhammad; Wulandari, Ratna; Azzahra, Nurul Sulistia; Yunizar, Yuyun; Suryaman, Novita Deris; Anisa, Hilma Tri; Reiza Putri, Syakila Syalsa; Putri, Nadhira Alika; Laksana, Tiara Putri; Apriliani, Cici; Damayanti, Trisna Mutiara
Daarul Ilmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Daarul Ilmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Juli-Desember 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/daipkm.v3i2.957

Abstract

Introduction: HIV/AIDS remains a significant public health problem that requires effective prevention strategies, particularly through increasing knowledge among adolescents, who are considered a vulnerable group. Objective: This community service activity aimed to improve and evaluate adolescents’ knowledge of HIV/AIDS through interactive health promotion as an effort to support HIV/AIDS prevention. Method: This study employed a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test approach. A total of 18 adolescents participated as respondents. The intervention consisted of interactive health education delivered through presentations and posters containing information about HIV/AIDS, modes of transmission, prevention strategies, as well as myths and facts. Knowledge levels were measured using a questionnaire consisting of 10 multiple-choice questions. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Result: The results showed an increase in the mean knowledge score from 74.44 in the pre-test to 96.11 in the post-test. Statistical analysis indicated a significant difference between pre-test and post-test scores (p = 0.001). Conclusion: Health promotion with the theme “Smart Teens Without Risk: Recognize, Prevent, and Control HIV/AIDS” was effective in improving adolescents’ knowledge about HIV/AIDS
Pendekatan Bioinformatika pada Skizofrenia melalui Identifikasi Variasi dan Ekspresi Gen pada Populasi Asia Tenggara Supriadi, Dadi; Alifiar, Ilham; Rahayuningsih, Nur
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1056

Abstract

Pendahuluan: Skizofrenia adalah gangguan neuropsikiatri kompleks dengan komponen genetik yang signifikan. Identifikasi variasi genetik yang berkontribusi terhadap penyakit ini dapat membantu dalam memahami mekanisme patogenesis dan pengembangan terapi yang lebih tepat sasaran. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi genetik yang berpotensi memengaruhi risiko skizofrenia melalui pendekatan bioinformatika berdasarkan data genomik. Metode: Penelitian ini dilakukan dalam lima tahap, yaitu (1) identifikasi lokus genetik yang berhubungan dengan skizofrenia menggunakan basis data GWAS, (2) analisis variasi dan ekspresi gen melalui Portal GTEx, (3) pemetaan posisi gen pada kromosom menggunakan Ensembl, (4) analisis dampak variasi genetik pada fungsi biologis dengan SNP Nexus, dan (5) pemetaan distribusi alel dalam populasi menggunakan HaploReg. SNP dengan kategori “mungkin merusak” dan “kemungkinan merusak” diprioritaskan untuk analisis lebih lanjut. Hasil: Dari 5985 SNP yang diidentifikasi, penyaringan dilakukan berdasarkan nilai p, duplikasi, dan jenis variasi hingga diperoleh 22 SNP. Analisis lebih lanjut menemukan bahwa 4 SNP (rs1051061, rs1801133, rs2011425, dan rs3764002) terkait dengan skizofrenia, dengan dua di antaranya (rs1801133 dan rs3764002) dikategorikan sebagai "kemungkinan merusak". SNP rs3764002 pada gen WSCD2 menunjukkan skor tertinggi (0,997), yang mengindikasikan dampak terbesar pada patogenesis skizofrenia. Kesimpulan: Variasi genetik tertentu, khususnya pada gen VRK2, MTHFR, UGT1A, dan WSCD2, berpotensi memengaruhi risiko skizofrenia melalui berbagai mekanisme molekuler, termasuk regulasi ekspresi gen, metabolisme neurotransmiter, dan stres oksidatif.