Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Penetapan Bilangan Asam Minyak Goreng Kemasan pada Masa Kelangkaan di Pekalongan Khafid Mahbub; Kharismatul Khasanah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4: Maret 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i4.1404

Abstract

Minyak goreng merupakan salah satu komoditas strategis yang ada di Indonesia. Pada awal tahun 2022 muncul berbagai merk baru minyak goreng disaat terjadi kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng, tidak terkecuali diwilayah pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji analisis kualitas minyak goreng kemasan yang beredar diwilayah kota Pekalongan apakah sesuai dengan SNI 3741:2013. Uji kualitas minyak goreng meliputi parameter aroma, tekstur, warna dan uji bilangan asam dengan metode alkalimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aroma, warna dan tekstur memenuhi persyaratan minyak yang baik. Sedangkan hasil uji bilangan asam menunjukkan bahwa tiga dari delapan sampel yaitu sampel A, C, dan H menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan SNI 3741:2013 dengan nilai bilangan asam >0,6 mg NaOH/gr. hasil penelitian ini menunjukkan beberapa minyak goreng yang dipasarkan tidak sesuai dengan kadar asam minyak goreng yang baik
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Biji Saga (Abrus precatorius) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Wulandari, Ayu; Mahbub, Khafid
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i8.4169

Abstract

Penyakit infeksi kulit di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Survei Demografi Kesehatan di Indonesia tahun 2016 pevalensi penyakit kulit sebesar 2,93% sampai 27,5% (BKKBN, 2017). Penyakit infeksi kulit salah satunya disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus. Cara mengobati penyakit akibat bakteri adalah dengan pemberian antibiotik. Namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan menyebabkan resistensi. Salah satu alternatif adalah dengan pemanfaatan obat tradisional. Biji saga (Abrus precatorius) memiliki kandungan aktif yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari biji saga (Abrus precatorius) terhadap bakteri staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak biji saga. Uji antibakteri menggunakan konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol 96% biji saga (Abrus precatorius) dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat pada konsentrasi 5% sebesar 8,52 mm. Konsentrasi 10% menghasilkan zona hambat 10,03 mm. Konsentrasi 15% menghasilkan zona hambat 12,73 mm. Konsentrasi 20% menghasilkan zona hambat 14,15 mm. Sedangkan kontrol negatif (DMSO) tidak memiliki zona hambat, dan kontrol positif (kloramfenikol) menghasilkan zona hambat 31,3 mm.