Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN TABLET KUNYAH DENGAN PENAMBAHAN ZAT PEWARNA ALAMI EKSTRAK KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatasL.) Sandra Tri Juli Fendri; Farida Rahim; Meysa Nazarina; Siska Ferilda
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i1.1910

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi tablet kunyah menggunakan zat warna alami yang berasal dari ektsrak kulit ubi jalar ungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak kulit ubi jalar ungu dapat digunakan sebagai zat warna alami pada tablet kunyah. Tablet kunyah yang dibuat merupakan suplemen kesehatan yang mengandung zat aktif vit. B6 dibuat dengan metode kempa langsung, dengan variasi konsentrasi pewarna ekstrak kulit ubi jalar ungu formula 1 yaitu 6% , formula 2 yaitu 12%. Sifat fisik tablet kunyah meliputi keseragaman bobot didapatkan hasil formula 1 : 0,28%, formula 2 : 0,35%, keseragaman ukuran didapatkan hasil formula 1 : diameter 7,2 mm, tebal 2,319 mm, formula 2 : diameter 7,2 mm, tebal 2,359 mm, kekerasan didapatkan hasil formula 1 : 4,8 kp, formula 2 : 2,37 kp, kerapuhan didapatkan hasil formula 1 : 0,06%, formula 2 : 0,29%, waktu hancur didapatkan hasil formula 1 : 7.08 menit, formula 2 : 8.02 menit. Dapat disimpulkan Ekstrak kulit ubi jalar ungu dapat diformulasikan sebagai zat pewarna alami  sediaan tablet kunyah Kata kunci : Pewarna alami, Kulit ubi jalar ungu, Formulasi, Tablet kunyah
HUBUNGAN ASUPAN KALSIUM DAN VITAMIN D PADA ANAK STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA 12-59 BULAN DI KABUPATEN SIJUNJUNG marsellinda, elsa; Ferilda, Siska
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.240

Abstract

Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus Pemerintah Indonesia. Kalsium dan vitamin D merupakan zat gizi yang berpengaruh terhadap mineralisasi tulang. Mineralisasi tulang yang baik pada masa pertumbuhan memungkinkan pertumbuhan linear yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan kalsium dan vitamin D pada anak stunting dan tidak stunting usia 12-59 bulan di Kabupaten Sijunjung. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah anak berusia 12-59 bulan. Metode analisis data menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan berdasarkan kelompok umur, stunting tertinggi pada umur 24-35 bulan 57,14% dan terendah pada kelompok umur 48-59 bulan 7,14 %. kemudian kelompok umur tidak stunting yaitu umur 24-35 bulan 45,45 % dan terendah pada kelompok umur 48-59 bulan 9,09%. Berdasarkan asupan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D kategori kurang yaitu 50,00% anak stunting dan 13,64% anak tidak stunting. Berdasarkan uji statistik terdapat pengaruh asupan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D terhadap kejadian stunting (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asupan kalsium dan vitamin D memengaruhi kejadian stunting pada balita di sijunjung.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI UNIVERSITAS BAITURRAHMAH Siska Ferilda; Eka Desnita; Alya Rohadi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2724

Abstract

Antibiotic resistance has caused various problems and become a global threat to health. Excessiveand inappropriate use of antibiotics can cause the problem of bacterial resistance to antibiotics. Withthe occurrence of resistance problems, the potential for antibiotics to treat infections and diseaseswill decrease. Antibiotic resistance at this time is not widely known among the public. Based on dataobtained by the World Health Organization (WHO), there are a number of 12 countries includingIndonesia, accounting for 53.62% of people stop taking antibiotic drugs when they recover.Objective: This study aims to determine the level of knowledge of health and non-health studentsabout the use of antibiotic drugs at Baiturrahmah University Padang and to reduce the problem ofresistance. Method: Research design used with observational method with descriptive design. Result:Of the 152 respondents consisting of 73 health students and 79 non-healt h students, 118 studentswith good knowledge were obtained, consisting of 72 people (98.6%) health students and 46 people(58.2%) non-health students, 32 students with sufficient knowledge with 1 person (1.4%) healthstudents and 31 people (39.2%) other non-health students, Then there are 2 people (2.5%) non-healthstudents with less knowledge. There is an influence between education and gender on the level ofknowledge with Sig (0.00) < (0.05) values. Conclusion: The level of knowledge of health students isbetter than that of non-health students. And there are significant differences between health and non-health studentsKeywords: Resistance, Antibiotics, Knowledge of antibiotic
PENETAPAN KADAR BETA KAROTEN PADA BUAH TERUNG PEPINO PUTIH DAN TERUNG PEPINO UNGU Sandra Tri Juli Fendri; Roslinda Rasyid; Nia Marza; Siska Ferilda
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2542

Abstract

β-karoten disebut sebagai terpenoid dari metabolit sekunder termasuk kelompok karotenoid, karotenoid ini mempunyai pigmen organik berwarna kuning, orange, dan merah jingga kecoklatan hingga ungu yang terdapat pada sayuran dan buah-buahan, β-karoten memiliki kandungan provitaminA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar β-karoten pada buah terung pepino putih dan terung pepino ungu dan untuk mengetahui adanya perbedaan kadar β-karoten. Masing-masing sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan aseton sebagai pelarut. Ekstrak aseton diberikan perlakuan saponifikasi dan di ektraksi kembali menggunakan petroleum eter. Uji kualitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis dan uji kuantitatif menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang serapan maksimum 481 nm. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa buah terung pepino putih dan terung pepino ungu teridentifikasi mengandung senyawa β-karoten dengan nilai RF 0,65. Hasil uji kuantitatif menunjukkan kadar rata-rata β-karoten 0,17483 % b/b untuk buah terung pepino putih, 0,25026 % b/b untuk buah terung pepino ungu. Hal ini menunjukkan kadar β-karoten tertinggi terdapat pada buah terung pepino ungu kemudian di ikuti buah terung pepino putih. Berdasarkan analisis data menggunakan t independent menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari masing-masing sampel buah pepino yang ditandai dengan (p<0,05).Kata Kunci : β-karoten, Buah Pepino, Spektrofotometer UV-Vis.
PENYULUHAN PENGELOLAAN OBAT BAGI LANSIA DAN KELUARGA DI KELURAHAN AIE PACAH KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Siska Ferilda; Sandra Tri Juli Fendri; Erni Maywita; Betty Fitriyasti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2129

Abstract

Proses penuaan mengakibatkan terjadinya perubahan pada berbagai organ di dalam tubuhseperti sistem gastrointestinal, sistem genitourinaria, sistem endokrin, sistem immunologis,sistem serebrovaskular, sistem saraf pusat dan sebagainya. Hal menyebabkan lansiamemerlukan obat yang cukup banyak untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. PadaPengabdian kali ini kami akan melakukan penyuluhan mengenai pengelolaan obat bagi lansiadan keluarga agar mereka nantinya dapat memperoleh, menyimpan, mengunakan danmembuang obat yang sudah tidak layak lagi secara benar.Lokasi dilakukan di mesjid AlmiraPerumahan Maharani kelurahan Aie Pacah pada bulan 01 November 2023. Pengabdiaan ini didihadiri 30 orang peserta pemberian materi penyuluhan dengan persentasi dan diskusi. Hasilkuiseioner yang diberikan di awal dan di akhir pengabdian terlihat adanya peningkatanpengetahuan dari peserta pengabdian hal ini terlihat dengan nilai P<0,05 dari uji WilcoxonKata kunci : Lansia, Pengelolaan obat, DaGuSiBu
PENINGKATAN PENGETAHUAN MELALUI EDUKASI BAHAYA MENGKONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL PADA REMAJA AWAL DI SMP N 27 PADANG Marsellinda, Elsa; Ferilda, Siska; Elvionita , Cindy
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 05 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi alkohol merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan beban penyakit di kalangan remaja. Konsumsi alkohol pada usia dini dikaitkan dengan ketergantungan di kemudian hari, kesehatan yang buruk, dan fungsi sosial yang buruk. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilakukan agar terjadi peningkatan pengetahuan tentang bahaya Bahaya Mengkonsumsi Minuman Beralkohol  pada Remaja Awal di SMP N 27 Padang. Pengabdian masyarakat ini diberikan pada 50 siswa perwakilan dari masing-masing siswa dengan penyuluhan menggunakan leaflet dan power point. Secara umum pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dikategorikan sukses dan berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang Bahaya Mengkonsumsi Minuman Beralkohol  pada Remaja setelah dilakukan penyuluhan.
PEMBERIAN PELAYANAN KESEHATAN DAN PELAYANAN RESEP OBAT GRATIS PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Ferilda, Siska; Rasyadi, Yahdian; Marsellinda, Elsa; Elvionita, Cindy; Agustin, Diva; Nabila, Hanifa; Aprilia, Fadhila; Azliany, Syifa; Fitriyasti, Betty; Fendri, Sandra tri Juli
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 2 (2024): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i2.2929

Abstract

This community service activity entitled providing health services and drug prescription services, whichwas carried out on November 3 2024, was carried out in 2 places in Padang Pariaman district. Thiswas carried out by starting with a patient's health examination and then providing a drug prescriptionservice. The community received 260 patients with 260 prescriptions consisting of 25 pediatric patients,120 adults and 115 elderly people. The most common diseases were osteoarthritis and gastritis with thedrugs used. for osteoarthritis, diclofenac, methylprednisolone and neurotropic vitamins, while forgastritis, ranitidine and omeprazole are often used.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA NON KESEHATAN TENTANG SWAMEDIKASI DALAM PENANGANAN DEMAM DI UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG Ferilda, Siska; Andania, Meiridha Mutiara; Maidani, Ochi Srisepti; Fendri, Sandra Tri Juli; Fitriyasti, Betty
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2895

Abstract

Swamedikasi (self medication) atau pengobatan sendiri dalam rangka meningkatkan kesehatan dirisendiri dan mengatasi/mengobati penyakit ringan tanpa pengawasan dokter. Pengobatan sendiridilatar belakangi oleh banyak alasan antara lain alasan keluarga, menghemat waktu, kepercayaanterhadap pengobatan tradisional, kekhawatiran akan kerahasiaan, biaya, jarak, dan kepuasandibandingkan dengan pengobatan sendiri sebelumnya. Hal yang penting untuk dipahami adalahpengobatan sendiri adalah tepat, aman dan masuk akal dan tidak melibatkan pengobatan tanpamencari informasi tentang pengobatan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiGambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa non Kesehatan tentang Swamedikasi dalam PenanganDemam di Universitas Baiturrahmah Padang. Metode: rancangan penelitian yang dilakukan denganobservasional dengan desain deskriptif. Hasil: dari 105 orang responden dengan pengetahuan baikyang mana terdiri dari 48 orang (45,7%), 54 orang mahasiswa berpengetahuan cukup (51,4%), dan3 orang mahasiswa berpengetahuan kurang (2.9%). Tidak terdapat pengaruh antara jenis kelaminterhadap tingkat pengetahuan dengan nilai Sig (0,078) > (0,05). Kesimpulan: tingakat pengetahuanmahasiswa non kesehatan cukup baik tentang swamedikasi penanganan demam.Kata kunci: Swamedikasi, Obat, pengetahuan, mahasiswa
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF (SUN PROTECTION FACTOR) SEDIAAN BEDAK TABUR TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL BUAH ROTAN (Calamus sp) Fendri, Sandra Tri Juli; Agustin, Diana; Saputri, Hernita Duwi; Ferilda, Siska
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2896

Abstract

Buah rotan (Calamus sp) mempunyai kandungan flavonoid, fenolik dan tanin yang memiliki aktivitasantioksidan yang sangat kuat sehingga dapat digunakan sebagai tabir surya.Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk memformulasi ekstrak buah rotan dalam bentuk sediaan bedak tabur dan mengetahui nilai SPF dari bedaktabur ekstrak buah rotan (Calamus sp) dengan cara diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis padapanjang gelombang 290-320 nm. Dilakukan evaluasi sediaan bedak tabur ekstrak buah rotan (Calamus sp)berupa, pemeriksaan organoleptis, kelembaban, pH, ukuran partikel, uji daya lekat, uji iritasi. Hasil pengujianaktivitas SPF sediaan masing-masing formula diperoleh yaitu, F0 = 2,280, F1 = 5,011, F2 = 5,26, F3 = 7,9294.Kesimpulan pada penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak buah rotan (Calamus sp) dapat diformulasi dalambentuk sediaan bedak tabur dan aktivitas nilai SPF bedak tabur ekstrak buah rotan yang terbaik terdapat padaF3= 7,9294, dimana nilai SPF ini tergolong pada kelompok sediaan tabir surya proteksi ekstra.Kata kunci : Ekstrak buah rotan (Calamus sp), bedak tabur, spf, tabir surya
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HANDBODY LOTION DARI EKSTRAK ETANOL BUAH ROTAN (Calamus sp) Fendri, Sandra Tri Juli; Rahim, Farida; Puspita, Tania; Ferilda, Siska
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.3199

Abstract

Buah Rotan (Calamus sp) merupakan bahan alami yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan pada kulit dan dimanfaatkan sebagai antioksidan. Metabolit sekunder yang dimiliki buah rotan tersebut seperti flavonoid, fenolik, dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak etanol buah rotan (Calamus sp) menjadi sediaan handbody lotion dengan 4 formula, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (2%), F3(3%) dengan Vitamin C sebagai kontrol positif. Evaluasi sediaan handbody lotion yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, tipe krim, stabilitas,uji iritasi dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 518 nm. Hasil pengujian nilai IC50 ekstrak etanol buah rotan (Calamus sp) sebesar 7,54 µg/mL dan IC50handbody lotion pada F0= 22.637,3 µg/mL, F1= 424,60 µg/mL, F2= 370,06 µg/mL dan F3= 252,73 µg/mL. Ekstrak etanol buah rotan (Calamus sp) dapat diformulasikaan dalam bentuk sediaan handbody lotion, dan tingkat aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah rotan (Calamus sp) tergolong sangat kuat, sedangkan pada sediaan handbody lotion F0 tergolong sangat lemah, serta F1, F2, F3 tergolong  lemah.Kata Kunci: Buah Rotan (Calamus sp), Handbody lotion, Antioksidan