Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa: Systematic Literature Review Abdul Kadir; Arisa Arisa; Nur Rahmi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8367

Abstract

This study aims to analyze strategies, media, and instructional practices in Indonesian language learning based on literacy that contribute to improving students’ reading interest. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from 102 research articles published in nationally accredited and internationally reputable journals between 2018 and 2025. A stepwise selection process using inclusion and exclusion criteria resulted in 22 relevant articles for analysis. Data were collected through database searches (Google Scholar, Sinta, ScienceDirect, and ERIC) using keywords such as “literacy-based learning,” “Indonesian language,” and “students’ reading interest.” Data were analyzed through thematic synthesis to identify patterns and trends. The findings indicate that literacy-based Indonesian language learning effectively enhances students’ reading interest when supported by contextual strategies, interactive digital media, and active involvement of teachers and school environments. Four main themes emerged from the synthesis: (1) project- and reflection-based literacy strategies, (2) use of digital and multimodal media, (3) teachers’ and school culture roles in building a literacy ecosystem, and (4) challenges and future directions of literacy in the Merdeka Curriculum era. This study provides theoretical contributions by mapping literacy-based learning practices and practical implications for teachers and policymakers to strengthen literacy culture in schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi, media, dan praktik pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi yang berkontribusi terhadap peningkatan minat baca siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari 102 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi selama rentang waktu 2018–2025. Proses seleksi dilakukan secara bertahap menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, hingga terpilih 22 artikel yang relevan untuk dianalisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui database search (Google Scholar, Sinta, ScienceDirect, dan ERIC) dengan menggunakan kata kunci “pembelajaran berbasis literasi”, “Bahasa Indonesia”, dan “minat baca siswa.” Analisis data menggunakan teknik sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi efektif meningkatkan minat baca siswa apabila didukung oleh strategi yang kontekstual, penggunaan media digital yang interaktif, dan keterlibatan aktif guru serta lingkungan sekolah. Empat tema utama yang muncul dalam hasil sintesis meliputi: (1) strategi pembelajaran literasi berbasis proyek dan refleksi, (2) pemanfaatan media digital dan multimodal, (3) peran guru dan budaya sekolah dalam membangun ekosistem literasi, serta (4) tantangan dan arah pengembangan literasi di era Kurikulum Merdeka. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pemetaan praktik literasi Bahasa Indonesia, sekaligus implikasi praktis bagi guru dan pengembang kebijakan pendidikan untuk memperkuat budaya literasi di sekolah.
Kuasa Bahasa dalam Serat Pararaton sebagai Sumber Pembelajaran Sastra Lisan: Analisis Strukturalis Praha terhadap Legitimasi Kekuasaan Moh. Badrih; Umi Latifah; Abdul Kadir
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9050

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk kuasa bahasa dalam Serat Pararaton, menganalisis struktur dan fungsi teks berdasarkan perspektif Strukturalis Praha, serta mengkaji pemanfaatannya sebagai sumber pembelajaran sastra lisan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana sastra terhadap naskah transliterasi Serat Pararaton, khususnya pada bagian yang memuat mitos, penobatan, dan konflik politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi kekuasaan dalam Serat Pararaton dibangun melalui mitologisasi tokoh, penggunaan simbol dan gelar sakral, transformasi tindakan kekerasan menjadi narasi heroik, serta konstruksi oposisi biner yang menempatkan penguasa sebagai pihak yang sah dan luhur. Dari perspektif Strukturalis Praha, fungsi bahasa tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen ideologis yang membentuk dominasi, hegemoni, dan penerimaan sosial terhadap kekuasaan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Serat Pararaton merupakan teks yang secara strategis menggunakan kuasa bahasa untuk mengonstruksi, mempertahankan, dan melegitimasi kekuasaan melalui sistem simbolik dan naratif yang kompleks. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian sastra klasik berbasis Strukturalisme Praha dan kontribusi praktis bagi pengembangan pembelajaran sastra lisan yang kritis, reflektif, dan kontekstual.
Analisis Makna dalam Mantra Bugis Masyarakat Kabupaten Soppeng (Kajian Semiotika Roland Barthes) Tirsa Aurelia Nur Haslinda Tirsa; Abdul Kadir; Hj. A. Ebe; Kasmawati Kasmawati; Panessai Sir
AIJER: Algazali International Journal Of Educational Research Vol. 8 No. 1 (2025): OKTOBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the meanings contained in Bugis mantras of the Soppeng Regency community using Roland Barthes' semiotic approach. The method used in this study is descriptive qualitative. The data in this study consist of words and sentences of mantras found in Cabenge Village, Lilirilau District, Soppeng Regency, obtained directly from informants who are considered to have mastered mantras. The instruments used were recording devices, writing tools, and gadgets. Data collection techniques included observation, interviews, recording, note-taking, and documentation. This study employed three stages of analysis: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The meanings found in Bugis mantras include denotative and connotative meanings. The results show that of the 20 mantras found, 11 are denotative and 9 are connotative. This study demonstrates that mantras function not only as spiritual media but also as a means of preserving local values ​​rich in symbolic meaning.
Dinamika Berpikir Kritis sebagai Prediktor Keterampilan Menulis Opini Siswa Kelas VI Abdul Kadir; Herniyastuti Herniyastuti; Susianti Susianti; Yusrina Yusrina; Saskiah Saskiah
Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika berpikir kritis sebagai prediktor keterampilan menulis opini pada siswa kelas VI sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 80 siswa kelas VI dari empat sekolah dasar negeri di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dengan sampel 40 siswa yang dipilih melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes berpikir kritis dan rubrik penilaian keterampilan menulis opini. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir kritis berpengaruh signifikan dan positif terhadap keterampilan menulis opini dengan koefisien regresi sebesar 0,674 (p < 0,01). Koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa berpikir kritis memberikan kontribusi sebesar 45,4% terhadap varians kemampuan menulis opini. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyusun argumen yang jelas, memberikan bukti yang relevan, serta mengorganisasi tulisan secara logis. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengembangan berpikir kritis perlu diprioritaskan dalam pembelajaran di sekolah dasar, khususnya untuk memperkuat kompetensi menulis opini siswa